Pedagang Pasar Pagi Purwodadi Bandel, Ini Rencana Satpol PP  

Berbagai instasi menggelar rakor untuk penertiban pedagang Pasar Pagi Purwodadi yang jualan lagi di tempat lama. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kembalinya puluhan pedagang Pasar Pagi Purwodadi untuk berjualan di tempat lama mendapat perhatian serius dari Pemkab Grobogan. Terkait masalah itu, pemkab setempat bahkan menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan melibatkan berbagai instansi, Selasa (28/2/2017).

Rakor yang dilangsungkan di ruang rapat wakil bupati dipimpin Asisten I Mokh Nursahid. Hadir pula dalam kesempatan itu, Kepala Satpol PP Bambang Panji, Plt Kepala Diperindag Markus Sutoko, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman M Chanif.

Selain itu, hadir pula perwakilan dari berbagai instansi. Antara lain, dari PT KAI, Dishub, Polres Grobogan, Kodim 0717, BPPKAD, Dinas Koperasi dan UMKM, bagian hukum, serta bagian tata pemerintahan. Perwakilan dari kelurahan Purwodadi dan warga sekitar bekas Stasiun Kereta Api Purwodadi.

Dalam rakor tersebut, Nursahid meminta masukan dari berbagai pihak yang hadir dalam kesempatan tersebut. Tujuannya, untuk mencari solusi terbaik dalam menangani kembalinya puluhan pedagang pasar pagi ke lokasi lama. Yakni, di sepanjang jalan Banyuono.

“Dalam rakor tadi, banyak masukan yang kita dapatkan. Selanjutnya, kita akan meminta pihak Satpol PP segera melakukan penertiban pada pedagang yang jualan lagi di lokasi lama. Untuk penertiban, kita minta Satpol berkoordinasi dengan instansi lainnya,” tegas Nursahid, usai rakor.

Sebelum bertindak, Satpol diminta lebih dulu melakukan upaya persuasif pada pedagang dan warga sekitar. Warga diminta agar tidak menyediakan tempat untuk jualan para pedagang. Hal itu diperlukan karena sebagian pedagang itu mendirikan lapak di pekarangan atau teras rumah warga.

“Kita butuh dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak untuk menertibkan pedagang. Termasuk dengan warga sekitar. Soalnya, kalau jualannya di pekarangan atau teras rumah warga, kita tidak bisa ambil tindakan,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Tim Saber Pungli Rembang Dapat Kucuran Anggaran Ratusan Juta

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Rembang – Tim sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) mendapatkan kucuran angggaran dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang untuk tahun 2017 ini. Besaran anggaran tersebut antara Rp 750 juta – 1,1 miliar.

Ketua Pelaksana Tim Saber Pungli, Kompol Pranandya Subyakto mengatakan, anggaran tersebut, nantinya akan dikelola oleh Inspektorat Kabupaten Rembang, selaku pengguna anggaran.

“Dengan anggaran cukup besar, kami siap mengoptimalkan pemberantasan pungutan liar. Kebetulan sudah ada tiga target dugaan pungli. Namun, sejauh ini masih dalam penyelidikan anggota kami,” ujarnya.

Sementara itu, terkait fasilitas kantor, Tim Saber Pungli menempati bekas Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT), yang berada di sebelah timur Alun – Alun Rembang. Nantinya, di kantor akan disiagakan petugas piket, sehingga, ketika ada warga datang melapor, langsung bisa dilayani.

Sementara itu, Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto, meminta kepada tim agar bisa memanfaatkan media sosial untuk berkomunikasi dengan masyarakat. “Terkait good goverment, era keterbukaan informasi publik, kita bisa memanfaatkan media sosial. Saya menggunakan media sosial dan sering mendapatkan inbok dari warga,” katanya.

Adanya Tim Saber Pungli ini, menurutnya menjadi momen tepat untuk menjawab kepercayaan masyarakat, agar penegakan hukum tidak tajam ke bawah dan tumpul ke atas. “Saya juga merasa kesal jika ada pungutan liar. Seharusnya semua sesuai aturan, yang diberikan amanah harus menjalankan tugasnya sesuai aturan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Belajar dari Pengalaman di Pati, Bawaslu Desak Regulasi Pilkada Disempurnakan

Suasana kampanye terbuka Pilkada Pati di kawasan Stadion Joyokusumo beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah Abhan mendesak pemerintah pusat dan DPR RI untuk menyempurnakan regulasi pilkada. Pasalnya, belajar dari fenomena Pilkada Pati, banyak hal-hal terkait pilkada yang tidak terakomodasi dalam Undang-undang.

“Dalam wilayah pengawasan kami, di Pati misalnya, banyak dinamika pilkada yang tidak terjangkau regulasi. Ada pula ketentuan dalam regulasi yang sulit diterapkan dalam pilkada. Ini sudah menjadi catatan khusus dan perlu ada penyempurnaan UU,” ujar Abhan, Selasa (28/2/2017).

Salah satu fenomena yang tidak terakomodasi dalam UU, antara lain adanya kampanye atau sosialisasi di media sosial. Akun media sosial di luar tim kampanye resmi tidak bisa diatur, karena tidak ada UU yang mengaturnya. Mereka melakukan kampanye di luar batas waktu yang ditentukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Sejauh ini, kata Abhan, regulasi hanya mengatur akun medsos untuk tim kampanye. Mereka harus terdaftar di KPU dan harus ditutup, setelah waktu kampanye berakhir. Namun, faktanya, banyak akun medsos di luar tim kampanye yang gencar melakukan kampanye di luar peraturan yang ditetapkan KPU.

“Fenomena ini merupakan satu di antara banyak persoalan yang tidak terakomodasi dalam regulasi. Di Pati, pilkada berlangsung sangat dinamis. Fenomena kotak kosong juga layak menjadi acuan. Belajar dari Pati, regulasi pemilu mesti disempurnakan,” tuturnya.

Selain itu, penanganan terhadap laporan atau temuan dugaan pelanggaran politik uang selalu mentok pada pembuktian. Persoalannya, perkara politik uang hampir sama dengan suap sehingga saksi dari pihak penerima akan dikenakan sanksi bila melakukan laporan.

Pun, eksistensi kotak kosong juga belum diatur dalam regulasi. Akibatnya, banyak persoalan dan konflik dalam pilkada yang tidak bisa diselesaikan dengan baik, lantaran tidak ada payung hukum yang mengaturnya.

Editor : Kholistiono

Bupati Kudus Berharap Pasar Tradisional Dipedulikan  

Bupati Kudus Musthofa saat berbicara pada kegiatan talkshow di Semarang. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa saat talkshow live idolafm, Semarang, Selasa (28/2) mengatakan, pasar tradisional harus dibangun dengan nyaman.

Pada acara Semarang Trending Topic yang digelar rutin ini juga menghadirkan pembicara lain. Di antaranya Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Ketua DPRD Provinsi Jateng Rukma Setiabudi, Bupati Kudus Musthofa, dan Akademisi Undip Prof Agus Maladi Irianto.

Musthofa menuturkan, revitalisasi pasar adalah untuk meningkatkan kesejahteraan pedagang. “Tentunya harus bisa memberikan kenyamanan bagi semua yang terlibat dalam transaksi di pusat belanja rakyat ini,” kata Musthofa.

Ada tiga aspek terkait revitalisasi pasar tradisional ini. Yaitu aspek fisik, aspek ekonomi, dan aspek budaya,” kata bupati yang juga dewan pertimbangan pedagang pasar se-Jateng ini.

Secara fisik sudah jelas, yaitu harus tertata dengan baik, aman, dan nyaman. Sedangkan aspek ekonomi harus bisa memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan. Di sinilah peran pemerintah dibutuhkan.

“Negara/pemerintah harus hadir untuk memfasilitasi optimalisasi pasar sebagai jantung perekonomian rakyat,” ucapnya.

Sedangkan aspek ketiga yaitu budaya yang mengandung arti bahwa ada nilai-nilai budaya yang harus tetap terjaga. Secara kasat mata yaitu adanya interaksi secara langsung antara penjual dan pembeli.

Ditambahkan oleh bupati yang juga pembina Forum UMKM Jawa Tengah ini, bahwa dalam revitalisasi pasar dirinya berpedoman pada 4T. Yaitu, tepat aturan, tertib administrasi, tepat sasaran, dan tepat manfaat.

“Kami melibatkan pedagang dalam penataan pasar. Sehingga 35 pasar tradisional yang ada di Kudus bisa memberikan manfaat secara nyata,” imbuh bupati yang berupaya mengembangkan UMKM dengan temu dagang ini.

Editor : Akrom Hazami

 

Sekeliling Alun-alun Purwodadi Dihiasi Penjor Janur, Ada Apa?

Pekerja sedang membuat penjor dari janur kuning di kantor Setda Pemkab Grobogan, Selasa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemandangan di sekeliling Alun-alun Purwodadi, Grobogan, terlihat berbeda pada Selasa (28/2/2017). Hal ini menyusul adanya pemasangan penjor janur yang menjulang tinggi. Adanya pemasangan penjor janur itu sempat membuat sejumlah warga yang melintas bertanya-tanya.

Lho, kok ada banyak penjor janur yang dipasang? Sebelumnya, belum pernah ada yang masang penjor di alun-alun, Memangnya, siapa yang mau punya gawe?,” kata Maya, salah seorang warga yang melintasi di alun-alun setempat.

Pemasangan penjor tersebut ternyata bukan dilakukan oleh orang yang punya hajat pernikahan. Tetapi, sengaja disiapkan oleh Pemkab Grobogan dalam rangka peringatan Hari Jadi kota yang jatuh pada 4 Maret mendatang. Untuk memeriahkan momen tersebut, sekeliling alun-alun sengaja dipercantik dengan pemasangan penjor.

Dari pantauan di lapangan, penjor tersebut memang baru dipersiapkan. Proses pembuatan penjor dilakukan di tempat parkir di sebelah barat gedung Setda Grobogan. Di tempat itu, ada salah seorang pekerja yang terlihat sibuk merangkai janur pada batang bambu.

“Ini masih proses pembuatan. Order penjor ada 22 buah,” kata pembuat penjor yang mengaku bernama Waluyo itu.

Menurutnya, penjor yang sudah jadi langsung dipasang di sekeliling alun-alun pada titik yang sudah ditentukan. Order penjor didapatnya dari panitia Hari Jadi Kabupaten Grobogan.

Editor : Akrom Hazami

Pemerintah Provinsi Kewalahan Tangani SMA Se-Jateng

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kudus Joko Susilo (tengah) bersama Sekretaris Komisi E DPRD Jateng Hasan Asy’ari menjelaskan peralihan SMA ke provinsi. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sekretaris Komisi E DPRD Jateng Hasan Asy’ari mengatakan, Pemerintah Provinsi Jateng kewalahan dengan adanya pengalihan SMA dari kabupaten ke provinsi. Itu dirasakan lantaran peralihan status tersebut dianggap terlalu mendadak dan kurang siap.

Hal itu diungkapkan Hasan di Kudus, Selasa (28/2/2017). Menurut Hasan, kewalahan sangat dirasakan, khususnya dalam bidang anggaran. “Kami harus akui, provinsi mengalami kedodoran atas hal tersebut. Namun dari kami upaya maksimal sudah kami laksanakan dengan seksama,” katanya di aula Disdikpora Kudus.

Guna menyikapi agar tak  kedodoran, maka pada persiapan anggaran berikutnya membutuhkan penambahan anggaran khusus di bidang pendidikan. Konsekuensi itu harus dilakukan, mengingat banyaknya sekolah yang diambil alih provinsi.

“Pelimpahan ini jelas menyisakan persoalan dalam alokasi anggaran, sarpras dan juga pola kordinasi serta pola anggaran yang masih belum mapan. Kami maklum ini hal yang baru. Sehingga membutuhkan sejumlah pembenahan,” ucapnya.

Sejumlah kabupaten juga menginginkan adanya pengelolaan yang dapat dibantu dari kabupaten. Pemkab tak mau tinggal diam. “Kami akan mendorong adanya Pergub, yang mana menyebutkan kabupaten boleh membantu pendidikan di wilayah masing-masing. Tentunya dalam koridor tertentu atau lebih dispesifik,” imbuh dia.

Editor : Akrom Hazami

Kejaksaan Kudus Telusuri Perusahaan Penunggak BPJS Ketenagakerjaan

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kudus Hasran HS saat menghadiri acara bersama BPJS Ketenagakerjaan di kota setempat, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kudus Hasran HS memastikan bakal menindaklanjuti perusahaan yang dilaporkan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Yakni perusahaan yang menunggak pembayaran. Hal itu dipastikan setelah adanya laporan resmi dari pihak BPJS.

“Ini merupakan surat kuasa khusus, jadi saya akan langsung menginstruksikan kepada pihak petugas untuk menyelidiki dan menindaklanjuti persoalan tersebut,” kata Hasran di Kudus, Selasa (28/2/2017).

Kejaksaan tidak semata-mata langsung menyeret ke ranah hukum. Tapi pihaknya akan melakukan komunikasi kepada perusahaan agar membayar tunggakan BPJS Ketenagakerjaan. Termasuk, kejaksaan akan meminta keterangan penyebab belum membayar tunggakan. Apakah faktor tidak adanya anggaran atau sengaja menunggak.

Hal lain yang akan diperiksa adalah pendaftaran karyawan yang diikutkan ke BPJS Ketenagakerjaan. Jika dalam pembayaran tak sesuai data, maka akan dilakukan proses bersangkutan. “Kami meminta, supaya BPJS juga aktif memberikan kabar kepada kami. Jika ada yang membayar setelah MoU ini dapat segera dilaporkan,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami

Gara-gara Obat Nyamuk, Rumah Warga Jembangan Pati Terbakar

Kondisi rumah Ngatemi, warga Desa Jembangan RT 2 RW 1, Kecamatan Batangan, Pati yang terbakar, Selasa (28/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Rumah warga Desa Jembangan RT 2 RW 1, Kecamatan Batangan, Pati, Ngatemi (45), terbakar api, Selasa (28/2/2017). Penyebab kebakaran diduga berasal dari obat nyamuk yang diletakkan di dekat tempat tidur.

Kapolsek Batangan AKP Harry Marcell mengatakan, kronologi kebakaran terjadi pada pukul 07.00 WIB. Saat itu, pemilik rumah tengah pergi ke Pasar Lengkong Batangan untuk berdagang buah.

Sementara itu, ibu Ngatemi, Rami (80) berada di dalam rumah. Pada pukul 09.00 WIB, Rami terkejut karena ada api yang membakar springbed. Selang beberapa waktu, api menjalar ke lemari yang di dalamnya terdapat televisi dan barang pecah belah.

Rumi yang dalam keadaan panik langsung keluar rumah dan meminta tolong kepada tetangga untuk memadamkan api. Warga yang mengetahui hal itu berdatangan untuk memadamkan api dengan alat seadanya. Sedangkan sebagian warga melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian dan petugas pemadam kebakaran.

“Dari api yang menjalar cepat ke lemari tersebut, api kemudian menjalar ke atap rumah yang terbuat dari kayu. Akibatnya, atap rumah terbakar. Kami yang mendapatkan informasi dari masyarakat langsung datang ke TKP bersama petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan api,” ucap AKP Harry.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemadaman Kebakaran Satpol PP Pati Bambang Mujiyono menuturkan, api berasal dipadamkan dua jam sejak petugas datang. Penyemprotan secara intens dilakukan agar api tidak menjalar ke rumah tetangga.

Beruntung, tidak semua rumah ludes dilalap si jago merah. Selain atap rumah, sejumlah perabot yang terbakar api, di antaranya lemari, springbed, televisi dan sebagian rumah yang terbuat dari kayu.

Tidak ada korban dalam kebakaran tersebut. Namun, kerugian material akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp 25 juta. “Kami imbau kepada masyarakat untuk hati-hati menempatkan obat nyamuk bakar yang masih menyala. Jangan ditempatkan di dekat barang yang mudah terbakar seperti kain atau kertas,” imbau Bambang.

Editor : Kholistiono

48 Perusahaan di Kudus Dilaporkan ke Kejaksaan Gara-gara Tunggak Iuran BPJS Ketenagakerjaan

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kudus Teguh Wiyono saat menandatangani kerja sama dengan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kudus Hasran HS di kota setempat, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – BPJS Ketenagakerjaan Kudus melaporkan ke Kejaksaan Negeri Kudus terkait perusahaan yang menunggak iuran BPJS Ketenagakerjaan. Laporan diberikan dalam bentuk MoU penanganan perusahaan di tangan kejaksaan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kudus Teguh Wiyono mengatakan, jumlah perusahaan yang dilaporkan ada 48 perusahaan. Semua perusahaan bertempat di Kudus dengan masa tunggakan iuran di atas tiga bulan.

“Paling kecil tunggakan di atas tiga bulan. Bahkan ada yang sejak 2013 sampai 2010 lalu yang hingga kini masih belum juga terbayarkan,” kata Teguh saat MoU dengan Kejaksaan Negeri Kudus dalam acara Kordinasi Kerjasama Kelembagaan di kantor kejaksaan setempat, Selasa (28/2/2017).

Dari 48 perusahaan yang dilaporkan memiliki tenaga kerja yang bervariatif dengan total 460 tenaga kerja. Perusahaan tersebut merupakan perusahaan tingkat menengah ke bawah. Sedangkan untuk yang tingkat perusahaan besar, sejauh ini masih aman dan tertib.

Dia menambahkan jumlah tunggakan iuran yang harusnya terbayarkan sejumlah Rp 761.119.735. Banyaknya tunggakan tersebut, disebabkan lamanya tunggakan tak terbayarkan. Sehingga bertambah bulan maka bertambah pula tunggakan yang harus dibayarkan.

“Sebenarnya ini bukanlah semata-mata nominal pembayaran semata. Namun lebih pada perlindungan karyawan. Jika tak terbayar, maka hak karyawan juga dapat tertunda,” ujarnya.

Hak-hak karyawan yang dimaksud, di antaranya adalah Jaminan Kecelakaan, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua dan Biaya Pensiun. Bagi perusahaan yang tak patuh, maka karyawan belum bisa mendapat haknya sebelum kewajibannya diselesaikan terlebih dahulu.

Sebenarnya upaya agar membayar sesuai dengan aturan, pihaknya telah berkoordinasi. Yakni melayangkan surat penagihan ke perusahaan selama dua kali. Tapi surat tak direspons perusahaan.

Editor : Akrom Hazami

 

Apes! Ngumpet di Pinggir Sawah, Penjual dan Pembeli Capjiki Digerebek Polisi Grobogan

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Grobogan – Aparat Polres Grobogan, meringkus tiga warga Dusun Sugihan, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, yang kedapatan terlibat dalam masalah perjudian jenis Capjiki, Senin (27/2/2017). Dari tiga orang ini, dua orang di antaranya tertangkap basah saat bertransaksi judi di sebuah warung di areal persawahan di luar dusun tersebut. Masing-masing, Suyut (54), pemilik warung yang bertindak selaku penjual atau tambang dan Sukar (47), selaku pembeli.

Dari penangkapan keduanya, akhirnya muncul satu nama lagi. Yakni, Sukarman (49) selaku pengepul atau agen judi. Ketiganya, kemudian digelandang petugas ke mapolres untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Bersama pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti perjudian. Antara lain, uang tunai Rp 460 ribu yang merupakan omzet penjualan Capjiki putaran ketiga dan laba putaran kedua sebesar Rp 60 ribu. Selain itu, petugas juga mengamankan kupon rekapan judi, satu set karbon, alat tulis, dan tiga unit telepon seluler (ponsel). Kemudian, beberapa lembar ramalan judi Capjiki ‘Eyang Soemoe’ juga disita sebagai barang bukti perjudian.

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agung Ariyanto menyatakan, penangkapan pelaku perjudian itu berkat adanya informasi dari masyarakat. Ada masyarakat yang menyebutkan jika di warung pinggiran sawah tersebut sejak beberapa waktu terakhir dipakai untuk bertransaksi judi jenis Capjiki.

“Dari informasi ini, kita kemudian menugaskan anggota untuk memantau lokasi tersebut selama beberapa hari. Dari pantauan yang kita lakukan, informasi masyarakat tersebut benar adanya dan akhirnya pelaku perjudian berhasil kita amankan berikut barang buktinya. Kasus ini masih kita kembangkan lebih lanjut,” kata Agung, Selasa (28/2/1017).

Para pelaku perjudian itu selanjutnya akan dijerat dengan pasal 303 KUHP tentang tindak pidana perjudian. Jika nantinya terbukti, pelaku bisa terancam hukuman paling lama hingga 10 tahun.

Editor : Akrom Hazami

Air Terjun Grojogan Papringan di Kuwawur Pati Berpotensi Jadi Objek Wisata

Seorang anak tengah bermain air di bawah Air Terjun Grojogan Papringan di Desa Kuwawur, Sukolilo, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Air terjun di Desa Kuwawur, Kecamatan Sukolilo, Pati berpotensi menjadi destinasi objek wisata yang cukup menarik. Sebagian penduduk setempat menyebut air terjun tersebut dengan nama “Grojogan Papringan.”

Grojogan diambil dari kata bahasa Jawa yang berarti air yang mengalir secara deras, sedangkan papringan berarti bambu. Nama tersebut dipilih warga, karena air terjun di Desa Kuwawur berada di kawasan hutan bambu.

Pegiat pariwisata Pegunungan Kendeng, Krisno mengatakan, pengunjung harus melewati kawasan hutan bambu sebelum sampai ke lokasi Grojogan Papringan. Meski begitu, akses untuk menuju air terjun sangat mudah karena sudah ada jalan khusus bagi pejalan kaki.

“Pemandangannya cukup menarik. Pengunjung disajikan satu panorama tempo dulu, masih klasik dan asri. Air terjun di Desa Kuwawur menjadi salah satu mutiara terpendam di kawasan Pegunungan Kendeng,” ujar Krisno, Selasa (28/2/2017).

Saat ini, air terjun dengan ketinggian 15 meter tersebut sebatas dikunjungi anak-anak, pemuda dan penduduk sekitar. Sebab, tidak banyak orang yang tahu kawasan tersebut, mengingat belum ada kepedulian dari warga untuk melirik air terjun Grojogan Papringan sebagai potensi wisata.

“Maunya nanti anak-anak karang taruna yang mengelolanya. Tapi, belum ada yang mengarahkan. Padahal, potensi wisatanya cukup bagus. Nuansa masih sangat alami sekali. Air terjun di tengah perkebunan bambu,” tambahnya.

Tidak jauh dari air terjun, terdapat sebuah gua. Keberadaan Gua Patung Jaran dinilai akan menambah nilai wisata di Desa Kuwawur. Krisno berharap, dinas terkait bisa mengembangkannya sebagai salah satu destinasi wisata di wilayah Pati Selatan.

Editor : Kholistiono

Permadani Diharapkan Semangat Nguri-uri Budaya Jawa

Perwakilan Permadani saat bertemu dengan Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto menilai, Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) menjadi salah satu organisasi yang diharapkan mampu nguri-nguri budaya Jawa dengan niat ikhlas “rame ing gawe, sepi ing pamrih.”

“Terlebih saat ini banyak sekali berbagai gempuran budaya dari luar dan pengaruh gaya hidup yang modern. Tentunya, ini sedikit demi sedikit akan mengikis budaya Jawa,” kata Bayu.

Wabup juga berharap, warga Rembang berbagai kalangan bisa ikut bergabung dengan organisasi yang mempertahankan budaya lokal tersebut. “Siapapun juga boleh bergabung ke Permadani. Baik yang berusia tua maupun muda.  Yang terpenting ialah harus mengikuti pawiyatan dulu. Sehingga nantinya bisa paham betul dengan budaya Jawa,”ungkapnya.

Dia menambahkan, Pemkab Rembang akan selalu mendukung dengan adanya pemberdayaan SDM, khususnya usia remaja, untuk bisa berperan serta membentengi budaya asing yang bisa mengikis budaya Jawa.

Baca juga : Permadani Bakal Blusukan ke Sekolah untuk Jaring Anggota

Sementara itu, Sekretaris Permadani Rembang Purwono mengatakan, saat ini anggota Permadani masih didominasi orang tua. Sementara, untuk yang usia muda masih hanya kisaran 20 persen saja.

“Untuk itu, perlu adanya terobosan yang harus kita lakukan. Ke depan, kita rencananya akan masuk ke sekolah-sekolah, seperti halnya SMA dan SMK untuk merekrut anggota. Tentunya, tujuan kita agar semakin banyak generasi muda yang paham tentang bahasa dan budaya Jawa,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

Ini Kata Salah Satu Penolak Pabrik Semen di Rembang, Terkait Absennya Dalam Sosialisasi Izin Lingkungan

Sukinah, salah satu tokoh penolak pabrik semen di Rembang saat ditemui di rumahnya di Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Rembang, Selasa (28/2/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Manajemen PT Semen Indonesia menggelar sosialisasi mengenai pabrik semen dan perizinannya, Senin (27/2/2017) siang di lantai IV Kantor Setda Kabupaten Rembang.

Dalam sosialisasi rencana penambangan dan pembangunan pabrik semen kemarin, nampak tidak hadir perwakilan warga yang selama ini menolak. Semua yang hadir kebanyakan adalah warga pendukung dan juga perwakilan LSM serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Salah satu tokoh penolak pabrik semen asal Desa Tegaldowo,Kecamatan Gunem, Sukinah menyatakan, jika ketidakhadirannya dalam sosialisasi tersebut, karena, kemarin ia ada kepentingan di Mapolda Jateng.

“Saya kemarin ada acara di Polda Jateng. Undangannya ada, untuk untuk saya dan mas Joko Prianto. Saya kemaring menemani Mas Joko yang menjalani pemeriksaan di Polda,” ungkapnya.

Kemudian, terkait dengan rencana sosialisasi PT. Semen Indonesia tentang izin baru yang dikeluarkan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kepada masyarakat, pihaknya mempersilakan dan hal itu kembali lagi kepada masyarakat nanti.

“Ya nggak apa-apa. Jika masyarakat sudah tertanam di hatinya untuk mendukung pertanian, maka masyarakat juga akan tetap bijaksana terkait sosialisasi itu. Saya pikir, masyarakat sudah dewasa untuk menyikapi,” kata Sukinah saat diwawancari MuriaNewsCom di kediamannya, Selasa (28/2/2017).

Editor : Kholistiono

Sensasi Berkuliner di Atas Perahu di Waduk Tempuran Blora, Nyam..Nyam!

Pengunjung menikmati kuliner di atas perahu di Waduk Tempuran, Kecamatan Kota, Kabupaten Blora. (Tim Berita Humas Protokol Setda Blora)

MuriaNewsCom, Blora –  Waduk Tempuran yang berada di kawasan Pegunungan Kendeng Utara, tepatnya di Desa Tempuran, Kecamatan Kota, Blora, memang sudah lama dikenal sebagai salah satu objek wisata unggulan. Selain sebagai wisata alam, kuliner dan pusat pelatihan dayung, kini ada yang baru di waduk peninggalan Belanda ini.

Yakni sensasi berkuliner di atas perahu. Pengunjung, khususnya para pecinta kuliner bisa menikmati berbagai menu olahan ikan sambil berkeliling naik perahu dengan panorama alam Pegunungan Kendeng yang berbalut hutan jati hijau. Sesekali perahu akan berhenti di tengah waduk dan mempersilakan penikmat kuliner untuk makan sampai berswa foto (selfie).

Sebagai pengamanan, di atas perahu para pengunjung ditemani oleh dua orang petugas. Perahu juga dilengkapi dengan pelampung dan penyeimbang agar tidak mudah goyang saat berada di tengah waduk.

Seperti yang ada pada akhir pekan lalu. Sepasang muda mudi tampak asyik menikmati menu ikan bakar sambil berkeliling waduk dipandu oleh dua orang petugas. Dari kejauhan, mereka tampak asyik berdua sambil  berswa foto membidik pemandangan alam sebagai latar belakang foto.

“Tempuran sekarang lebih menarik dengan adanya fasilitas perahu. Kita bisa makan di atas perahu sambil keliling waduk, sensasinya beda. Apalagi kalau ditemani orang tersayang, cocok untuk kalangan muda,” ucap Nanik Wijaya (27) salah satu penikmat kuliner di atas perahu dikutip dari Facebook Akun Humas Protokol Kabupaten Blora.

Tak hanya makan ikan bakar sambil berkeliling waduk, di kawasan ini para pengunjung juga diberikan fasilitas. Yaitu sebuah dermaga menyerupai kapal yang dibangun menjorok ke tengah waduk. Tempat ini biasa digunakan para pengunjung untuk berburu foto, terutama saat matahari terbenam.

Sulastri (40) pemilik Warung Iwak Kali (WIK) di tepi Waduk Tempuran yang melayani kuliner di atas perahu menyatakan bahwa fasilitas berkeliling waduk sambil makan di atas perahu merupakan paket baru untuk memberikan kesan menarik kepada para pecinta kuliner.

“Ini paket baru yang kita tawarkan kepada para pengunjung. Sehingga mereka datang tidak hanya makan saja, tapi juga bisa menikmati pemandangan alam dengan berkeliling waduk,” ucap Sulastri.

Pengunjung menikmati kuliner di atas perahu di Waduk Tempuran, Kecamatan Kota, Kabupaten Blora. (Tim Berita Humas Protokol Setda Blora)

 

Menurutnya, untuk pengunjung yang ingin menikmati kuliner di atas perahu harus memesan terlebih dahulu di Warung Iwak Kali miliknya. Sistemnya paketan, di mana pengunjung bisa dilayani kekeling waduk selama 30 menit sambil makan sajian kuliner yang dipesan.

“Berhubung ini fasilitas baru, sehingga jumlah perahu masih terbatas. Jika respons pengunjung bagus, tidak menutup kemungkinan kedepan perahunya akan kami tambah lagi,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Permadani Bakal Blusukan ke Sekolah untuk Jaring Anggota

Anggota Permadani (pakaian adat) saat berbincang-bincang dengam Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) Rembang berencana bakal melakukan blusukan ke sekolah-sekolah. Kegiatan tersebut dilakukan untuk melakukan penjaringan anggota usia muda.

Sekretaris Permadani Rembang Purwono mengatakan, saat ini anggota Permadani masih didominasi orang tua. Sementara, untuk yang usia muda masih hanya kisaran 20 persen saja.

“Untuk itu, perlu adanya terobosan yang harus kita lakukan. Ke depan, kita rencananya akan masuk ke sekolah-sekolah, seperti halnya SMA dan SMK untuk merekrut anggota. Tentunya, tujuan kita agar semakin banyak generasi muda yang paham tentang bahasa dan budaya Jawa,” ujarnya.

Menurutnya, hingga saat ini, anggota Permadani jumlahnya sebanyak 168 orang yang diketuai oleh Noor Effendy, yang saat ini juga menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Rembang.

Lebih lanjut ia katakan,untuk menjadi anggota Permadani, katanya, tak mudah. Sebab, calon anggota harus lulus pawiyatan atau kursus tentang bahasa ataupun budaya Jawa.

Dalam waktu dekat, katanya, Permadani juga akan menggelar pawiyatan pranata cara towen pamedhar  sabdo. Yakni semacam pelatihan tentang bahasa dan budaya Jawa, yang dilakukan selama enam bulan.

“Nantinya, peserta akan diajari Kapermadanen (Kepermadanian), basa towen sastra (mempelajari sastra Jawa) ,kepanatacaran (pranata cara), pamedar sabdo (belajar untuk berbicara di depan umum memberikan nasehat, ngadat tata cara Jawa (mempelajari adat jawa), ngedi busono (cara memakai pakaian adat),sekar lan gending ,paduwungan (mempelajari tentang keris), wenggepin wicara (tentang bagaimana orang bicara enak di dengar), budi pekerti, paragan (praktik semua materi yang telah dipelajari),” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

PT SI Gelar Sosialisasi Izin Lingkungan, Uji Coba Segera Dilakukan

Sosialisasi rencana penambangan dan pembangunan pabrik semen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Aula Lantai IV Gedung Setda Rembang, kemarin. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Sosialisasi rencana penambangan dan pembangunan pabrik semen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk pasca penerbitan surat keputusan kelayakan lingkungan hidup (SKKLH) dan izin lingkungan oleh Gubernur Jawa Tengah digelar, Senin (27/2/2017).

Sosialisasi yang digelar oleh pihak PT Semen Indonesia (SI) dilangsungkan di Aula Lantai IV Gedung Setda Rembang. Tampak hadir seluruh perangkat forum komunikasi pimpinan daerah mulai Bupati dan Wakil Bupati Rembang, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim, Kajari, Ketua Pengadilan Negeri, Camat Gunem, Camat Bulu, Kepala Desa yang ada di Ring 1, tokoh masyarakat dan sebagainya.

Direktur Engineering PT Semen Indonesia Gatot Kustyadji dalam sosialisasi tersebut mengatakan, bahwa Managemen PT Semen Indonesia, Tbk bakal segera menggelar uji coba pabrik semen mereka di Desa Kadiwono Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang dalam waktu dekat.

“Dalam waktu 2 hingga 3 hari ke depan, uji coba mungkin sudah dapat kita lakukan. Sebab, PT Semen Indonesia di Rembang jni kan 100 persen sudah siap dijalankan,” ujarnya.

Menurutnya, pascakeluarnya perizinan lingkungan, kegiatan penambangan dan pembangunan pabrik semen dari Pemprov Jateng yang bisa dilakukan akan segera dilakukan. Sebab, kewajiban perusahaan, dalam hal ini sosialisasi, sudah dilakukan.

Lebih lanjut dirinya juga mengatakan, jika sosialisasi mengenai pabrik semen akan kembali terus dilakukan. Di tingkat pedesaan sosialisasi akan digelar di setiap desa, dengan tiga orang perwakilan RT yang diundang hadir.

Untuk diketahui, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerbitkan izin lingkungan untuk PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Kabupaten Rembang. Izin itu tercantum melalui Keputusan Gubernur Jateng dengan Nomor 660.1/6 Tahun 2017 tentang Izin Lingkungan Kegiatan Penambangan dan Pembangunan Pabrik Semen PT Semen Indonesia di Kabupaten Rembang.

Keputusan itu diambil berdasarkan hasil rapat Komisi Penilai Amdal (KPA) dalam rangka penilaian adendum amdal dan rencana pengelolaan lingkungan-rencana pemantauan lingkungan (RKL-RPL) tanggal 2 Februari 2017, yang hasilnya pabrik semen di Rembang dapat direkomendasikan layak lingkungan hidup.

Rapat KPA ini, disebutkan diikuti berbagai unsur, di antaranya pemerintah, pakar dari berbagai perguruan tinggi, LSM atau pemerhati lingkungan, dan masyarakat yang terkena dampak.

Atas rekomendasi tersebut, Pemprov Jateng menerbitkan izin lingkungan kegiatan penambangan dan pembangunan pabrik semen PT Semen Indonesia melalui keputusan Gubernur Jateng yang ditandatangani Kamis (23/2/2017) malam.

Editor : Kholistiono

Koperasi Bermasalah Dipantau Pemkab Kudus

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Kudus – Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, Usaha  Kecil dan Menengah Kabupaten Kudus Bambang TW mengatakan, tidak semua koperasi dapat dinyatakan bubar begitu saja. Sebab, yang dibubarkan adalah mereka yang sudah tidak aktif saja. Sementara yang masih bermasalah, pihak dinas tidak membubarkan.

Dia mengatakan, jumlah koperasi sampai sekarang mencapai 526 unit. Dari jumlah tersebut juga ada yang masih dalam pengawasan khusus, karena memiliki masalah kepada anggota. “Seperti koperasi yang bermasalah dengan lilitan hutang para anggotanya, maka mereka tak bakal bubar sebelum bisa menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya,” ujar Bambang di Kudus, Senin (27/2/2017).

Menurutnya, jika koperasi yang masih bermasalah sampai dibubarkan, maka yang dirugikan adalah anggotanya. Sebab mereka sama saja akan cuci tangan dari adanya masalah.

Yang paling parah lagi, adalah mereka yang bukan anggota diperbolehkan untuk menabung, hal itu sudah melanggar aturan. Selain itu mereka yang nabung ke koperasi bakal makin rugi jika koperasi bubar sebelum uang nasabah kembali.

“Pengawasan kami lakukan ke semua koperasi. Pengawas yang kami tunjuk juga khusus, yaitu mereka yang sudah memiliki sertifikat ahli dari kementerian,” ucapnya.

Meski banyak yang diawasi, namun minat pembuatan koperasi juga ada. Seperti sekarang, ada dua koperasi baru yang tengah mengajukan legalitas izin.

Editor : Akrom Hazami

Tanggul Sungai Piji Pekon Kudus yang Jebol Butuh Penanganan Cepat

Warga bahu membahu melakukan penanganan darurat di tanggul Sungai Piji Pikon yang jebol, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Tanggul Sungai Piji Pikon, jebol pada Minggu (26/2/2017). Pemerintah Kecamatan Mejobo Kudus berharap kejadian serupa tak terulang lagi. Penanganan tersebut dirasakan sangat mendesak mengingat kondisi curah hujan tinggi.

Hal itu disampaikan Camat Mejobo Harso Widodo. Menurutnya, warga berharap penanganan khusus segera dilakukan oleh pihak provinsi. Penanganan provinsi diinginkan lantaran status tanggul merupakan wewenang dari provinsi.

“Kami dan warga mohon ada alokasi kegiatan pada provinsi yang menangani pengairan secara khusus di sepanjang sungai Piji. Penanganan yang diinginkan berupa normalisasi atau perbaikan tanggul,” kata Harso di Kudus, Senin (27/2/2017).

Pihaknya berterima kasih kepada sejumlah tim yang sudah membantu memperbaiki tanggul. Seperti halnya relawan, BPBD, pihak kepolisian dan juga TNI.

Untuk masyarakat, dia mengimbau supaya tetap waspada. Melihat situasi yang masih hujan deras, segala kemungkinan jelas akan bisa terjadi, termasuk adanya bencana banjir. Untuk itulah kewaspadaan harus ditingkatkan juga.

Dampak adanya tanggul yang jebol membuat sejumlah kawasan terendam air. Seperti halnya wilayah sekitar tanggul  di Desa Tenggeles. Saat hujan deras kemarin, lokasi sekitar juga banyak yang tergenang air.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Warga Berharap Limbah yang Bersumber dari Air Resapan Sampah di Landoh Rembang Segera Ditangani

Selokan yang berada di TPA Landoh, Kecamatan Sulang, Rembang, yang dijadikan untuk pembuangan air resapan sampah menuju kolam penampungan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang -Limbah cair yang berasal dari air resapan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) di Desa Landoh, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, segera ditangani. Sebab, limbah cair tersebut, setidaknya sudah mencemari sebanyak enam sumur dan irigasi pertanian warga setempat.

Dari informasi yang dihimpung di lapangan, sumur yang tercemar ini berada di sebelah barat TPA. Jaraknya tidak terlalu jauh dari permukiman warga. Sementara itu, dari enam sumur, hanya dua yang masih dimanfaatkan. Di situ, ada sekitar 40 kepala keluarga (KK) yang terpaksa menggunakan air sumur yang tercemar limbah. Selain karena minim sumber air, pilihan itu dianggap lebih enak daripada membeli. Namun air sumur itu hanya untuk mandi dan cuci.

Yono (47) salah satu warga Landoh menyatakan, sumur-sumur di dekat TPA menebar bau busuk. Air sumur juga berubah warna menjadi kecokelatan dan tampak berminyak. “Kalau bisa, sistem pengelolaan sampahnya diperbaiki. Kalau hujan baunya masuk desa, warna air sumur juga berubah seperti air teh dan bau nggak enak. Tapi kalau musim kemarau airnya juga busuk. Namun bau itu tidak terlalu menyengat,” paparnya.

Dia menambahkan, saat ini warga masih pasrah dan menunggu penanganan pihak terkait.”Bila  diperbaiki ya tentunya kami berterimakasih. Sebab, airnya hanya kami gunakan untuk mencuci dan mandi saat ini. Terpaksa, karena tidak ada sumber air alternatif selain sumur ini, daripada beli,” pungkasnya.

Baca juga : Dapat Komplain dari Warga, Penampungan Air Resapan Sampah di TPA Sulang Akan Dikuras

Editor : Kholistiono

Bupati Kudus Lantik 113 Pejabat Sekolah dan Pengawas Disdikpora

Bupati Kudus Musthofa melantik kepala SD, Kepala TK, dan pengawas pada Disdikpora, Senin. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa melantik dan mengambil sumpah 113 orang untuk menduduki jabatan sebagai kepala SD, Kepala TK, dan pengawas pada Disdikpora Pemkab Kudus, Senin (27/2). Yang rinciannya adalah 102 Kepala SD, 3 Kepala TK, dan 8 Pengawas.

Musthofa mengatakan pendidikan merupakan salah satu pilar penting dari program pro rakyatnya, selain UMKM, kesehatan, kesempatan kerja. Untuk itu, dirinya tidak mau gegabah dalam memilih orang-orang yang tepat pada jabatan ini.

”Bapak dan ibu adalah orang-orang pilihan untuk memikul tanggung jawab ini. Untuk itu saya minta bekerja dengan penuh keihlasan dan ketulusan untuk membimbing anak-anak kita,” kata Musthofa.

Harapannya tentu sebagai generasi penerus, anak-anak harus menjadi sosok yang bermanfaat bagi nusa, bangsa, serta agama dan masyarakat luas untuk masa mendatang. Dia berharap agar anak-anak mendapat bekal pendidikan dan pengajaran yang terbaik.

Sementara adanya penetapan kurikulum lingkungan hidup (LH) mendapat apresiasi tersendiri. Dikatakannya, penetapan muatan lokal (mulok) LH ini menjadi sorotan nasional. Karena kepedulian pendidikan dasar di Kudus untuk cinta terhadap lingkungan dan alam.

”Kudus adalah paku buminya pendidikan. Saya ingin seluruh nusantara bisa belajar kurikulum dari Kudus. Salah satunya mulok LH ini,” tambahnya.

Dirinya juga meminta para pejabat ini untuk fokus bekerja semaksimal mungkin memberikan bekal pendidikan dasar anak-anak.

Bupati berpesan untuk tetap menjalin dan terus membangun komunikasi yang baik. Dengan adanya sertifikasi guru dan kenaikan TPP seharusnya bisa menjadi motivasi tersendiri untuk lebih bertanggung jawab pada pekerjaannya.

”Saya juga mengucapkan selamat. Mari sama-sama fokus untuk bekerja yang terbaik. Dan kepala sekolah adalah lokomotif semua kegiatan di sekolah,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Polisi Kaget Gara-gara SIM Palsu di Grobogan

Polisi menunjukkan KTP palsu saat razia lalu lintas digelar di Grobogan, Senin. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Anggota Polres Grobogan sempat dibikin kaget saat menggelar razia rutin dibarengkan dengan sidang ditempat yang dilangsungkan di  depan kantor Pengadilan Negeri Purwodadi, Senin (27/2/2017).

Gara-garanya, ada salah seorang pengendara motor yang diindikasikan menggunakan surat izin mengemudi (SIM) C palsu. Pemilik SIM C palsu diketahui bernama Setyawan, warga Desa Mayahan, Kecamatan Tawangharjo.

Terungkapnya kepemilikan SIM C palsu tersebut bermula saat petugas memeriksa surat kelengkapan pengendara motor ini ketika melintas di jalan R Suprapto. Saat diperiksa STNK sudah sesuai dengan kendaraan yang dipakai.

Giliran diperiksa SIM-nya, petugas langsung menaruh curiga. Pasalnya, tulisan yang tertera dalam kartu SIM C itu agak luntur sehingga sulit dibaca.  

Saat ditanya petugas, Setyawan mengaku jika yang dibawa adalah SIM duplikat. Yakni, dari hasil fotokopi warna SIM asli miliknya yang dikeluarkan pihak kepolisian.

“Itu SIM hasil fotokopi warna. Saya sengaja bikin duplikat karena khawatir kalau SIM yang asli hilang,” katanya.

Ia mengaku bikin SIM duplikat dengan ongkos murah. Yakni, hanya biaya fotokopi warna sebesar Rp 5 000 saja.

“Saya fotokopikan di toko yang ada di Ngantru, Tawangharjo. Biayanya cuma Rp 5 000. SIM saya yang asli saya tinggal di rumah,” jelasnya pada petugas.

Sementara itu, Kaur Bin Ops Satlantas Polres Grobogan Iptu Hasto Broto mengatakan, kasus seperti ini baru pertama kalinya dijumpai. Menurutnya, SIM tersebut dibuat hampir mirip dengan aslinya. Namun bisa dengan mudah dikenali dari kualitas cetakannya. Yakni, tintanya luntur sehingga tidak mudah dibaca.

“Pemilik SIM C palsu ini kami serahkan ke bagian Reskrim untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Tujuannya untuk menemukan motif lebih dalam mengenai pemalsuan SIM tersebut,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Fasbuk Kenang Sastrawan Aryo Gunawan dengan Gelar Pertunjukan Besok

MuriaNewsCom, Kudus – Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (Fasbuk) yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation dan bekerjasama dengan KSR PMI milik Universitas Muria Kudus akan menggelar lawatan rutin Sastra dan Budaya.

Kali ini mengangkat tema “Merenda Untaian Karya Aryo Gunawan” di Auditorium Universitas Muria Kudus, Kampus Gondangmanis PO.BOX 53 Kudus.  Pada hari Selasa, 28 Februari 2017, pukul 19.30 WIB.

Ketua Badan Pekerja Fasbuk Arfin AM mengatakan, pertunjukan edisi bulan Februari 2017 mengangkat tema “Merenda Untaian Karya Aryo Gunawan“. Aryo Gunawan adalah salah satu sosok seniman, budayawan, dan penulis yang ikut mendirikan Fasbuk.

“Banyak sekali tulisan beliau berupa cerpen, puisi maupun naskah drama. Untuk mengenang beliau, karya-karyanya akan diapresiasi ke atas panggung menjadi sebuah pertunjukan musik sastra yang dibawakan oleh Teater STUDIO ONE,” kata Arfin di rilis persnya ke MuriaNewsCom.

Selain itu juga akan ada pertunjukan, pembacaan karya beliau yang akan dilakukan oleh komunitas maupun penyair muda perwakilan dari Pena Kampus dan LPM Paradigma STAIN.

Fasbuk adalah ruang kerja fisik dan pemikiran secara kontinu untuk mencipta inovasi serta varian-varian sebuah paket kemasan kegiatan dalam bidang kesusasteraan dan kesenian lokal. Yang nantinya mampu menjadi aset atas keberagaman kebudayaan nasional dan dekat masyarakatnya sehingga tercapai ruang bersama untuk saling berbagi, bertukar pikiran, demi sebuah cita-cita luhur tumbuhnya nilai-nilai kesadaran manusia yang berbudaya.

Secara rutin tiap bulannya, Fasbuk menggelar acara sastra dan seni budaya yang meliputi apresiasi sastra, sarasehan budaya, pertunjukan musik, tari dan pementasan drama/teater, dan sebagainya. Acara tersebut digelar di berbagai tempat kantong budaya di Kudus.

Editor : Akrom Hazami

Sumur Minyak Peninggalan Belanda di Bendoharjo Grobogan Mulai Dieksploitasi

Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu Agus Amperianto (baju biru) menerangkan secara singkat proses eksploitasi sumur tua di Dusun Bapo, Desa Bendoharjo, Kecamatan Gabus pada para pejabat setempat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Rencana eksploitasi minyak yang dilakukan Perusda Purwa Aksara Grobogan resmi dimulai, Senin (27/2/2017). Aktivitas eksploitasi perdana ditandai dengan menyalakan tombol mesin penarik minyak dari dalam tanah dan pengguntingan pita yang dilakukan Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Anang Armunanto.

Proses eksploitasi perdana ditempatkan di salah satu sumur minyak tua peninggalan Belanda yang berada di Dusun Bapo, Desa Bendoharjo, Kecamatan Gabus. Eksploitasi minyak dari sumur tua dilakukan Purwa Aksara bekerjasama dengan PT Nureka dengan sistem bagi hasil.

Acara eksploitasi perdana juga dihadiri Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu Agus Amperianto dan Direktur PT Nureka Samsul Arifin. Terlihat pula, Direktur Purwa Aksara Myra Heltyani dan para direktur perusda lainnya serta sejumlah pejabat terkait.

Menurut Samsul Arifin, jumlah sumur yang dapat izin ekploitasi totalnya ada 27 titik. Namun, pada tahun ini eksploitasi difokuskan pada lima sumur dulu.

Selanjutnya, pada tahun berikutnya esploitasi akan dilakukan bertahap pada 27 sumur. Minyak yang telah dihasilkan nantinya akan ditampung dan diolah menjadi premium atau solar di Pusat Penampungan Produksi (PPP) Menggung Pertamina EP Field Cepu.

“Jangka waktu perizinan eksploitasi ini selama lima tahun dan dapat diperpanjang lima tahun lagi. Meski harga minyak saat ini belum stabil namun kami optimis bisa berhasil dari usaha ini,” terangnya pada wartawan.

Kerja sama eksploitasi dengan Purwa Aksara tersebut dilakukan dengan skema bagi hasil. Yakni 90 persen untuk PT Nureka dan 10 persen untuk Purwa Aksara.

Sementara itu, Agus Amperianto memuji keberanian Purwa Aksara dan investor PT Nureka untuk memulai eksploitasi di tengah harga minyak yang belum stabil. Menurut Agus, harga minyak dunia saat ini berada pada kisaran 50-55 USD Dollar. Sedangkan harga minyak ideal ada pada kisaran 60-70 USD Dollar.

“Dari pengalaman pengelolaan sumur minyak tua selama ini, para investor biasanya akan menghentikan lifting saat harga minyak di bawah 60 USD Dollar. Oleh sebab itu, saya merasa salut dengan keberanian memulai eksploitasi saat harga minyak belum bagus. Semoga eksploitasi disini bisa menghasilkan minyak sesuai harapan bersama,” katanya.

Kabag Perekomian Anang Armunanto berharah berharap, kegiatan eksploitasi minyak tersebut nantinya bisa berhasil sesuai rencana. Dengan demikian, hasilnya dapat memberikan kontribusi pendapatan para pemerintah daerah dan membawa manfaat bagi warga sekitar.

Editor : Akrom Hazami

 

Anggota TNI Bersih-bersih Desa di Sukoharjo Pati

Anggota TNI dari Koramil 07/Wedarijaksa dan masyarakat membersihkan rumput liar di sepanjang jalan poros Desa Sukoharjo hingga Tawangharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati, Senin (27/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Musim hujan tampaknya mulai berakhir. Intensitas hujan mulai menurun, kendati beberapa kali hujan dalam skala ringan masih terjadi. Akibat hujan intensitas tinggi yang terjadi beberapa waktu lalu, sejumlah daerah yang tidak terdampak banjir, banyak ditumbuhi rumput liar yang mengganggu tanaman. Kondisi itu yang mengundang anggota TNI dan masyarakat untuk membersihkan rumput liar di sepanjang jalan poros Desa Sukoharjo hingga Tawangharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati, Senin (27/2/2017).

Komandan Koramil 07/Wedarijaksa Kapten Inf Kambali mengatakan, rumput liar berpotensi mengganggu pohon yang ditanam di pinggiran jalan. Selain itu, keberadaan rumput liar mengganggu keindahan dan kenyamanan tata ruang desa.

“Kegiatan bersih-bersih rumput liar ini menjadi salah satu program kerja karya bakti mandiri TNI dengan rakyat. Anggota TNI saat ini memang tidak hanya bertugas untuk pertahanan dan keamanan saja, tetapi juga menyatu dan guyub rukun dengan masyarakat,” kata Kapten Inf Kambali.

Sedikitnya ada 22 personel yang ikut membersihkan rumput liar, sebelas personel dari Koramil Wedarijaksa, 12 orang dari pemerintah desa, dan sembilan orang dari penduduk setempat. Mereka bergotong-royong membersihkan rumput liar di pinggir jalan desa sepanjang 300 meter.

“Saya berterima kasih kepada masyarakat yang sudah ikut bersama-sama melaksanakan program kerja karya bakti mandiri TNI dengan bersih-bersih desa. Desa yang bersih akan membuat masyarakat yang sehat. Karena itu, selain membersihkan rumput liar, kami juga membersihkan sampah di sekitar jalan,” tuturnya.

Ke depan, pihaknya juga akan mengagendakan hal yang sama di sejumlah desa di Kecamatan Wedarijaksa. Dia berharap, kegiatan tersebut bisa menggugah masyarakat untuk peduli pada lingkungan. Sebab, lingkungan yang bersih membuat masyarakat sehat sehingga pembangunan akan berjalan baik.

Editor : Kholistiono

Tanggul Sungai Piji Pikon Kudus Jebol Ditangani Darurat

Warga bahu membahu melakukan penanganan darurat di tanggul Sungai Piji Pikon yang jebol, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Tanggul Sungai Piji Pikon Kudus, jebol sejak Minggu (26/2/2017). Tanggul jebol akibat derasnya arus sungai, sejak pagi hingga sore hari.

Melihat tanggul jebol, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus bersama sejumlah tim melakukan kegiatan darurat berupa penambalan tanggul. Tanggul ditambal hanya dengan menggunakan sak, yang diisi dengan tanah uruk.

“Ini merupakan bentuk penanganan darurat yang kami lakukan. Karena menjadi wewenang provinsi, maka kami sifatnya penanganan sementara saja,” kata Kepala BPBD Kudus Bergac C Penanggungan di kota setempat, Senin (27/2/2017).

Penambalan dengan sak bukanlah hal yang mudah. Karena tim juga membutuhkan waktu yang tak sebentar untuk menambal meskipun jumlahnya banyak. Tim tersebut meliputi dari relawan, BPBD, polres dan Kodim 0722 Kudus.

Waktu penambalan dilakukan selama setengah hari mulai dari pagi sekitar jam 08.00 WIB hingga sekitar pukul12.00 WIB. Waktu yang cukup lama itu lantaran tanggul yang jebol banyak. Selain itu juga aliran menghalangi penambalan tanggul.

“Kami ada ratusan sak untuk menambal. Sak kami ambil dari BPBD untuk menangani bencana. Meski hanya sak namun cukup membantu dalam menanggulangi tanggul yang ambrol,” ungkapnya.

Di sepanjang bantaran sungai itu, pihak BPBD memang sangat mewaspadai akan adanya tànggul yang jebol. Selain kondisi tanggul memang sudah tua.

Editor : Akrom Hazami