Terkait Rencana Utang Rp 200 Miliar, Kemendagri Tinjau Jalan rusak di Grobogan

Direktur Perimbangan Keuangan Daerah Kemendagri Elvius Daelami (lengan panjang) saat meninjau kondisi ruas jalan rusak di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Direktur Perimbangan Keuangan Daerah Kemendagri Elvius Daelami (lengan panjang) saat meninjau kondisi ruas jalan rusak di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan –  Direktur Perimbangan Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Elvius Daelami melangsungkan kunjungan kerja ke Grobogan, Senin (30/1/2017). Kedatangan pejabat beserta salah satu Kasubditnya Bedjo Mulyono itu ada kaitannya dengan rencana Pemkab Grobogan untuk mengajukan pimjaman dana Rp 200 miliar guna perbaikan jalan rusak.

Dalam kunjungannya, pejabat dari Kemendagri sempat diajak meninjau beberapa lokasi jalan rusak yang akan dibangun dengan dana pinjaman tersebut. Antara lain, ruas jalan Sedadi-Bologarang di Kecamatan Penawangan dan jalan Ngurangan-Genuksuran di Kecamatan Purwodadi.

“Saya dan staf ahli bupati Bapak Padmo serta perwakilan dari Bank Jateng tadi ikut mendampingi kunjungan lapangan pejabat dari Kemendagri. Ada beberapa ruas jalan rusak yang kita perlihatkan. Antara lain di Kecamatan Penawangan dan Purwodadi,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Grobogan Subiyono.

Menurut Biyono, setelah melihat kondisi lapangan, tamu dari Kemendagri tersebut mendukung upaya perbaikan jalan yang direncanakan dengan dana pinjaman. Sebab, kondisi jalan yang dilihat memang sudah saatnya butuh sentuhan perbaikan.

“Pak Elvius Daelami tadi cukup terenyuh melihat kondisi jalan. Terlebih, saat ini mobilitas kendaraan cukup tinggi karena sebagian petani sedang masuk masa panen padi. Hasil kunjungan lapangan ini nanti akan segera dilaporkan pada Mendagri,” kata mantan Kepala Dinas Pengairan itu.

Sebelum melangsungkan kunjungan lapangan, pejabat dari Kemendagri itu sempat diterima Bupati Grobogan Sri Sumarni. Selain Subiyono dan Padmo, ada sejumlah pejabat lain ikut menemani bupati dalam kesempatan itu. Antara lain, Kepala BPPKAD Moh Sumarsono dan Kabag Perekonomian Anang Armunanto.

Masalah pinjaman sebesar Rp 200 miliar pada Bank Jateng untuk perbaikan jalan pada tahun ini, sebelumnya sudah mendapat persetujuan dari DPRD Grobogan. Rencananya, dana pinjaman itu akan digunakan untuk perbaikan jalan sepanjang 66,3 km.

Dana pinjaman nanti akan dialokasikan untuk perbaikan jalan yang dibagi dalam dua wilayah. Yakni, wilayah Grobogan bagian Timur dan Barat yang masing-masing dialokasikan Rp 100 miliar.

Proyek jalan nanti akan dibagi dalam beberapa paket pekerjaan. Nilai tiap pekerjaan diatas Rp 2,5 miliar.

“Sesuai dengan perundang-undangan, masalah pinjaman ini perlu persetujuan Mendagri. Kami sudah mengantongi persetujuan dari DPRD Grobogan. Tinggal dari menteri saja,” kata Moh Sumarsono.

Sumarsono mengatakan, beberapa waktu lalu, pihaknya telah mendatangi Mendagri di Jakarta untuk meminta persetujuan. Secara lisan, rencana tersebut diapresiasi dan didukung. Saat ini, pihaknya, tinggal menunggu surat persetujuan pinjaman saja dari Mendagri.

Editor : Akrom Hazami

Mau Masuk Alun-alun Purwodadi, Jangan Lupa Pakai Alas Kaki, Ini Sebabnya?

Inilah kondisi lantai sekeliling Alun-alun Purwodadi hasil revitalisasi yang dinilai cukup membahayakan pejalan kaki. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Inilah kondisi lantai sekeliling Alun-alun Purwodadi hasil revitalisasi yang dinilai cukup membahayakan pejalan kaki. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah warga yang mulai berdatangan ke kawasan Alun-alun Purwodadi melontarkan saran unik. Yakni, bagi yang mau masuk ke lokasi alun-alun untuk melihat hasil proyek revitalisasi senilai Rp 10,3 miliar disarankan untuk memakai alas kaki. Baik sandal atau sepatu.

“Lantai sekeliling alun-alun ini ternyata cukup tajam karena potongannya tidak rata. Kalau kena kaki telanjang bisa tersayat. Makanya, kalau mau jalan-jalan sebaiknya pakai alas kaki biar aman,” saran Arnita, salah seorang warga yang ditemui di Alun-alun Purwodadi, Senin (30/1/2017).

Dari pantauan di lokasi, saran yang dilontarkan warga ini memang ada benarnya. Di sekeliling alun-alun memang terpasang lantai yang terbuat dari batu pualam berwarna hitam. Kondisi batu yang dijadikan lantai ini memang tidak halus permukaannya.

Banyak di antara batu yang terpasang ini kondisinya runcing dan tajam. Selain itu, pemasangan batu-batu ini juga banyak yang tidak simetris dan rata. Kondisi ini bisa menyebabkan pejalan kaki tersandung jika tidak hati-hati.

“Setahu saya, batu pualam model begini biasanya dipasang untuk dinding sebuah taman. Kalau dipasang untuk lantai cukup membahayakan karena bentuknya agak tajam. Seharusnya, jika dipakai untuk lantai, batu pualamnya dihaluskan dulu biar kelihatan rapi ketika dipasang,” ujar Sasmito, warga lainnya yang sedang bersantai bersama anak istrinya di alun-alun.  

Kepala Dinas Tata Ruang pada Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan Grobogan yang sekarang berubah nama jadi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman M Chanief saat dimintai tanggapannya menyatakan, pemasangan batu pualam untuk lantai sekeliling alun-alun memang sudah sesuai dengan spek yang ditentukan.

 “Spek lantainya memang sudah sesuai desainnya. Soal pemasangan lantai yang dinilai kurang simetris nanti kita minta dibetulkan oleh pihak rekanan. Proyek ini, masih dalam masa pemeliharaan rekanan selama enam bulan,” katanya. 

Editor : Akrom Hazami

 

Penghitungan Suara Pilkada Pati Bakal Direkam Video dan Diunggah ke Youtube

Rapat koordinasi pengawasan tahapan pemungutan dan perhitungan suara, serta sosialisasi pengawasan berbasis IT di Hotel Pati, Senin (30/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Rapat koordinasi pengawasan tahapan pemungutan dan perhitungan suara, serta sosialisasi pengawasan berbasis IT di Hotel Pati, Senin (30/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Penghitungan suara Pilkada Pati yang akan berlangsung pada 15 Februari 2017 akan direkam untuk menghasilkan video dan diunggah ke Youtube. Perekaman akan dilakukan pengawas tempat pemungutan suara (TPS).

Rencana itu disampaikan Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Pati Achwan, usai melakukan sosialisasi pengawasan berbasis teknologi informasi (TI) kepada seluruh panwas kecamatan di Hotel Pati, Senin (30/1/2017). “Upaya ini dilakukan untuk meminimalisasi terjadinya kecurangan selama pemungutan suara,” kata Achwan.

Secara teknis, perekaman video dilakukan pada momen-momen tertentu yang dianggap penting. Misalnya, pada saat ketua TPS memperkenalkan diri, perhitungan suara, hingga momen-momen ketika dirasa ada kejanggalan selama pemungutan suara berlangsung.

Hasil rekaman berupa video akan diunggah ke Youtube menggunakan akun yang sudah disediakan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI. Sebelum mengunggah video, pengawas TPS tidak diperbolehkan melakukan proses editing video sehingga hasil rekaman diharapkan benar-benar asli.

“Rekaman video yang diunggah tidak boleh diedit. Pengambilan video diutamakan pada hasil perhitungan suara pasangan calon, baik menggunakan kertas C1 dan C1 plano. Semuanya akan direkam pengawas TPS,” ucap Achwan.

Dia berharap, terobosan baru di bidang pengawasan pilkada diharapkan bisa mengantisipasi kecurangan atau manipulasi yang dapat merusak jalannya demokrasi. Dengan adanya aktivitas perekaman video, sejumlah pihak yang berniat melakukan manipulasi akan berpikir dua kali.

“Nanti ada dua laporan yang harus diserahkan pengawas. Pertama, laporan tertulis. Kedua, laporan berupa rekaman video. Kedua laporan akan menjadi bukti dan pertimbangan bila sewaktu-waktu ada yang menggugat atau mempermasalahkan pemungutan suara,” tandas Achwan.

Editor : Kholistiono

Dishub Kudus Nilai Wacana Larangan Bus Peziarah ke Muria itu Terbaik

Bus melintasi jalanan yang menuju Makam Sunan Muria di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Bus melintasi jalanan yang menuju Makam Sunan Muria di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus mewacanakan larangan bus wisata peziarah Sunan Muria melintas ke lokasi. Hal itu bertujuan untuk mengurangi tingkat kemacetan di akses menuju lokasi wisata religi tersebut.

Kepala Dishub Didik Sugiharto mengatakan, pihaknya mengeluarkan wacana tersebut usai berpikir keras mencari solusi kemacetan. Sebab, pihaknya menyatakan jika bus peziarah merupakan salah satu pemicu kemacetan.

“Jadi bus saja sudah penuh jalannya. Makanya kita buat rencana penanganannya yaitu dengan cara peziarah turun di terminal yang ditentukan. Kemudian mereka ganti naik angkutan khusus,” kata Didik di tempat kerjanya kepada MuriaNewsCom, Senin (30/1/2017). 

Cara tersebut merupakan hal terbaik saat ini. Dengan demikian, maka jalan akan longgar. Bahkan saat antarkendaraan simpangan, maka ruas jalan yang ada tidak sempit. “Saya berpikir banyak hal tentang rekayasa tersebut. Dan hasilnya memang cara tersebutlah yang terbaik saat ini,” ungkapnya.

Dengan mengubah tata kelola transportasi itu,  dia yakin akan muncul gejolak dari berbagai pihak. Namun itu dianggap tak lama. Lantaran cara yang ditempuh lebih pas. Hanya, bagi peziarah nantinya bakal mengeluarkan uang yang lebih banyak dengan adanya ongkos angkutan.  “Namun keselamatan jelas lebih penting ketimbang lainnya. Untuk itu angkot nanti juga bakal diseleksi dan dipilih yang memang benar-benar bagus,” ungkapnya.

Saat ini ongkos transportasi angkutan belum dibahas. Karena ini masih sebatas wacana. Pihaknya mengupayakan itu akan tuntas tahun ini. Terkait jumlah angkot, sekitar seribu unit bisa dimanfaatkan. Angkutan umum tersebut merupakan angkutan segala trayek di Kudus. Dengan jumlah yang banyak, kebutuhan transportasi bisa terpenuhi untuk peziarah Sunan Muria.

Di kawasan Muria, angkutan umum yang bisa tertampung di terminal setempat bisa mencapai ratusan. Sedangkan kalau bis hanya mampu menampung 70 unit saja. Sebenarnya ada cara lain pemecahan masalah kemacetan yang muncul. Diantaranya adalah dengan membuat terminal yang tak jauh dari kawasan Colo. Lokasi yang dibidik adalah kawasan Kajar. Cara lainnya adalah memperluas area jalan. Hal itu dianggap sangat susah karena luasan jalan yang sudah mentok untuk dilebarkan.

Editor : Akrom Hazami

19 Desa di Grobogan Bakal Jadi Pilot Project Penyaluran Pupuk Bersubsidi Pakai Kartu Tani

 

Dalam rangka penyaluran pupuk bersubsidi menggunakan kartu tani Dinas Pertanian Grobogan menggelar rakor bersama berbagai instansi terkait, Senin (30/1/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Dalam rangka penyaluran pupuk bersubsidi menggunakan kartu tani Dinas Pertanian Grobogan menggelar rakor bersama berbagai instansi terkait, Senin (30/1/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Agar penyaluran pupuk bersubsidi menggunakan kartu tani bisa berjalan lancar, ada program khusus yang akan dilakukan Dinas Pertanian Grobogan. Salah satunya, menyiapkan desa untuk dijadikan pilot project penyaluran pupuk dengan kartu tani.

Pembuatan pilot project itu muncul dalam rakor yang penyaluran pupuk bersubsidi menggunakan kartu tani yang dilangsungkan di Aula Dinas Pertanian Grobogan, Senin (30/1/2017).

Rakor yang dipimpin Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto juga dihadiri Pemimpin Cabang BRI Purwodadi Agung Nugraha, perwakilan dari Disperindag, bagian perekonomian, gapoktan, penyuluh, produsen dan distributor pupuk.

“Rencana, ada 19 desa yang akan kita jadikan pilot project penyaluran pupuk pakai kartu tani. Jadi, masing-masing kecamatan ada satu desa yang ditunjuk,” kata Kabid Penyuluhan dan Sarpras Pertanian Latifawati pada wartawan, usai mengikuti rakor.

Dengan adanya desa pilot project, maka akan memudahkan untuk mengevaluasi kendala yang dihadapi dalam penggunaan kartu tani. Di samping itu, petani di tiap kecamatan juga lebih mudah jika ingin melihat seperti apa proses penebusan pupuk dengan menggunakan kartu tani.

“Penggunaan kartu tani untuk menebus pupuk bersubsidi merupakan sebuah kebijakan baru. Jadi, memang butuh waktu bagi para petani untuk bisa menggunakan kartu tani yang pengoperasiannya berbasis teknologi tersebut,” katanya.

Dijelaskan, jumlah alokasi kartu tani di Grobogan ada 164.095 kartu. Dari jumlah ini, sudah dibagikan sebanyak 138.033 kartu dan sisanya masih dalam proses distribusi yang dilakukan pihak BRI.

Selain wacana pembentukan desa pilot project, lanjut Latifa, rakor juga sempat membahas rencana validasi lagi luasan lahan yang butuh alokasi pupuk bersubsidi. Dari pendataan terakhir, luasan lahan sawah dan tegalan mencapai 97.958 hektare. Kemudian, luasan lahan di kawasan hutan (sanggeman) sekitar Rp 26.809 hektare.

“Untuk validasi lahan nanti akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN). Validasi ini penting guna menentukan besarnya pupuk yang dibutuhkan,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

SMK Nusantara Singkirkan SMKN 2 Kudus B

Pemain SMKN 2 Kudus B berupaya menguasai bola saat melawan SMK Nusantara di United Futsal Stadium Kudus, Senin. (MuriaNewsCom /Akrom Hazami)

MuriaNewsCom, Kudus – SMK Nusantara Kudus kalahkan lawannya SMKN 2 Kudus B dalam perempat final ajang bergengsi futsal, Sukun Youth Cup II 2017 , yang digelar MuriaNewsCom dan didukung Sukun Spirit of Sport, BNI 46, Aice dan PDAM, di United Futsal Stadium, Senin (30/1/2017).

SMK Nusantara menang telak dengan skor 6-0. Kedua tim saling bantai sejak menit pertama. Tapi kemampuan dan keberuntungan berpihak pada SMK Nusantara. Dengan kemenangan itu, mereka akan lawan SMA NU Al Maruf di semifinal turnamen ini. 

Ketua Panitia Sukun Youth Cup, Siti Merie,mengatakan, para tim yang berhasil lolos ke babak perempat final akan bermain hari ini. “Setiap tim akan bertarung habis-habisan menjadi yang terbaik. Silakan dukung tim kesayangan kalian,” kata Merie kepada MuriaNewsCom, Senin.

Panitia telah mengadakan persiapan total untuk perhelatan babak semifinal. Seperti halnya pembersihan tribun penonton, lapangan yang siap, serta sejumlah penataan lainnya. Silakan saksikan ajang duel tim futsal sekolah terbaik, awal tahun ini.

Editor : Akrom Hazami

SMA NU Al Maruf Menang Susah Payah

Pemain SMA 1 Bae saat melawan SMA NU Al Maruf. (MuriaNewsCom /Akrom Hazami)

MuriaNewsCom, Kudus – SMA NU Al Maruf akhirnya menang melawan SMA 1 Bae dalam perempat final ajang bergengsi futsal, Sukun Youth Cup II 2017 , yang digelar MuriaNewsCom dan didukung Sukun Spirit of Sport, BNI 46, Aice dan PDAM, di United Futsal Stadium, Senin (30/1/2017).

SMA NU Al Maruf menang dengan skor 4-3. Kedua tim saling bantai sejak menit pertama. Namun SMA NU Al Maruf mampu mendominasi permainan. Dengan kemenangan itu, mereka menunggu pemenang laga SMKN 2 Kudus lawan SMK Nusantara di semifinal turnamen ini. 

Ketua Panitia Sukun Youth Cup, Siti Merie,mengatakan, para tim yang berhasil lolos ke babak perempat final akan bermain hari ini. “Setiap tim akan bertarung habis-habisan menjadi yang terbaik. Silakan dukung tim kesayangan kalian,” kata Merie kepada MuriaNewsCom, Senin.

Panitia telah mengadakan persiapan total untuk perhelatan babak semifinal. Seperti halnya pembersihan tribun penonton, lapangan yang siap, serta sejumlah penataan lainnya. Silakan saksikan ajang duel tim futsal sekolah terbaik, awal tahun ini.

Editor : Akrom Hazami

Bantuan untuk Rahmawati, Penyandang Disabilitas Asal Desa Sidomulyo Terus Mengalir

Rahmawati, penyandang disabilitas mendapatkan bantuan dari Kodim 0718/Pati dan relawan Kabupataen Pati, Senin (30/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Rahmawati, penyandang disabilitas mendapatkan bantuan dari Kodim 0718/Pati dan relawan Kabupataen Pati, Senin (30/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Rahmawati, penyandang disabilitas asal Desa Sidomulyo, Kecamatan Jakenan, Pati yang masih berusia enam tahun terus mendapatkan bantuan. Terakhir, Kodim 0718/Pati dan relawan Kabupaten Pati menyerahkan bantuan kepada Rahmawati yang sejak lahir hanya memiliki satu kaki.

Bantuan itu diserahkan kepada Rahma di kediamannya, Senin (30/1/2017). Tak tanggung-tanggung, bantuan yang diterima Rahma kali ini berupa pembangunan dapur masak, kamar mandi dan kloset, penyambungan aliran listrik, serta sepeda roda tiga.

Pasi Ops Kodim 0718/Pati Kapten Inf Suyani mengatakan, sejumlah bantuan itu diberikan agar bisa memberikan manfaat bagi Rahma secara berkelanjutan. “Kami bersama para relawan sudah memikirkan bagaimana supaya bantuan itu punya nilai manfaat yang bersifat tidak sesaat, tapi berkelanjutan,” ucap Kapten Inf Suyani.

Seperti diketahui sebelumnya, Rahma menderita cacat fisik sejak lahir. Kedua orang tuanya bercerai, sehingga Rahma ditinggal begitu saja dan dirawat neneknya. Kendati hanya bekerja sebagai buruh tani, nenek Rahma yang sudah tua ikhlas merawatnya.

Publik yang tahu kondisi Rahma kemudian berbondong-bondong memberikan bantuan dan santunan. Mulai dari tongkat penyangga, kaki palsu, hingga perbaikan infrastruktur dan perbaikan rumah. Bantuan diharapkan bisa membuat Rahma menjadi mandiri, kuat dan bisa mencapai cita-citanya.

Bahkan, Camat Jakenan Aris Soesetyo akan mengirimkan guru ngaji ke rumah Rahma untuk memberikan bekal pendidikan agama. Adapun biaya pendidikan nonformal akan ditanggung Aris. Bekal pendidikan agama dinilai perlu agar sumber daya manusia (SDM) Rahma terus berkembang dan menjadi bekal untuk masa depannya.

Editor : Kholistiono

SMA Muhammadiyah Tak Berdaya Hadapi SMK Wisudha Karya A 

Pasukan SMK Wisudha Karya A saat melawan SMA Muhammadiyah di United Futsal Stadium Kudus, Senin (MuriaNewsCom /Akrom Hazami)

Pasukan SMK Wisudha Karya A saat melawan SMA Muhammadiyah di United Futsal Stadium Kudus, Senin (MuriaNewsCom /Akrom Hazami)

MuriaNewsCom, Kudus – SMA Muhammadiyah  Kudus kalah melawan SMK Wisudha Karya (Wiskar) A dalam perempat final ajang bergengsi futsal, Sukun Youth Cup II 2017 , yang digelar MuriaNewsCom dan didukung Sukun Spirit of Sport, BNI 46, Aice dan PDAM, di United Futsal Stadium, Senin (30/1/2017).

SMK Wisudha Karya A menang dengan skor 2-0. Gol diciptakan pada menit 4 dan 7. Kedua tim saling bantai sejak menit pertama. Dengan kemenangan itu, SMK Wiskar A akan lawan pemenang sebelumnya, SMKN 2 Kudus di semifinal turnamen ini. 

Ketua Panitia Sukun Youth Cup, Siti Merie,mengatakan, para tim yang berhasil lolos ke babak perempat final akan bermain hari ini. “Setiap tim akan bertarung habis-habisan menjadi yang terbaik. Silakan dukung tim kesayangan kalian,” kata Merie kepada MuriaNewsCom, Senin.

Panitia telah mengadakan persiapan total untuk perhelatan babak semifinal. Seperti halnya pembersihan tribun penonton, lapangan yang siap, serta sejumlah penataan lainnya. Silakan saksikan ajang duel tim futsal sekolah terbaik, awal tahun ini.

Editor : Akrom Hazami

Main Kartu Remi saat Jam Sekolah, Belasan Pelajar di Jepara Digelandang Satpol PP

Belasan pelajar mendapatkan pembinaan di Kantor Satpol PP Jepara, Senin (30/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Belasan pelajar mendapatkan pembinaan di Kantor Satpol PP Jepara, Senin (30/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Belasan pelajar tingkat SMP dan SMA terjaring razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jepara, Senin (30/1/2017). Mereka diketahui keluyuran saat jam sekolah berlangsung. Sebagian terjaring razia justru saat sedang main kartu remi. 

Terhitung, ada 14 siswa terkena razia. Sebanyak 10 pelajar di antaranya dari SMP 1 Jepara. Satu siswa dari SMP 5 Jepara, satu siswa dari SMA PGRI, satu siswa dari SMK Pertanian, dan satu siswa dari SMK Islam Jepara. 

Kepala Satpol PP Jepara Trisno Santosa melalui Kasi Ketertiban Masyarakat Anwar Syadat mengatakan, belasan pelajar yang bolos sekolah itu didapat dari beberapa tempat.

Pertama, petugas menyisir kawasan Gedang Sawo. Di kawasan tersebut, petugas mendapati satu siswa sedang nongkrong di warung. Petugas kemudian menyisir kawasan Stadion Glora Bumi Kartini (GBK). Petugas mendapati satu siswa nongkrong di pinggiran tribun. 

”Setelah itu, petugas menyisir kawasan Pantai Teluk Awur. Karena biasanya di sana sering jadi tempat nongkrong. Ternyata benar, dua siswa SMA juga nongkrong. Keduanya sempat lari begitu petugas datang tapi akhirnya ketangkap,” katanya. 

Dari Teluk Awur,  petugas bergeser ke kawasan Kelurahan Panggang, Kota. Di kawasan tersebut petugas mendapat 10 siswa dari SMP 1 Jepara. Tepatnya di Gang Ari Backery. Sebanyak 10 pelajar bolos bersama-sama. Mereka nongkrong di rumah salah satu warga. Entah apa yang mereka lakukan. Namun, dari rumah warga tersebut petugas mendapati kartu remi. ”Begitu petugas datang mereka berhamburan. Satu siswa ada yang sakit,” ujarnya.

Mereka langsung dibawa ke kantor petugas untuk mendapat pembinaan. Petugas memberi hukuman menghafal Pancasila dan mengisi surat pernyataan untuk tidak mengulangi tindakan serupa. Selain itu, petugas juga memberi hukum push up di halaman Kantor Satpol PP Jepara.

Dia menambahkan, belasan pelajar terpakasa diangkut petugas karena bolos sekolah. Saat jam pelajaran berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB, justru mereka keluyuran. ”Operasi rutin kami lakukan antara pukul 09.00 WIB hingga pukul 10.30 WIB ,” katanya.  

Editor : Kholistiono

SMKN 2 Kudus A Gulung SMK Wisudha Karya B

SMKN 2 Kudus melawan SMK Wisudha Karya B di Kudus. (MuriaNewsCom /Akrom Hazami)

MuriaNewsCom, Kudus – SMKN 2 Kudus menang melawan SMK Wisudha Karya (Wiskar) B dalam perempat final ajang bergengsi futsal, Sukun Youth Cup II 2017 , yang digelar MuriaNewsCom dan didukung Sukun Spirit of Sport, BNI 46, Aice dan PDAM, di United Futsal Stadium, Senin (30/1/2017).

SMKN 2 Kudus menang dengan skor 5-1. Gol diciptakan Wahyu P empat gol, dan Kholid. Gol lawan diciptakan Waluyo. Laga berlangsung panas. Kedua tim saling bantai sejak menit pertama. Mereka memburu tiket semifinal turnamen. 

Ketua Panitia Sukun Youth Cup, Siti Merie,mengatakan, para tim yang berhasil lolos ke babak perempat final akan bermain hari ini. “Setiap tim akan bertarung habis-habisan menjadi yang terbaik. Silakan dukung tim kesayangan kalian,” kata Merie kepada MuriaNewsCom, Senin.

Panitia telah mengadakan persiapan total untuk perhelatan babak semifinal. Seperti halnya pembersihan tribun penonton, lapangan yang siap, serta sejumlah penataan lainnya. Silakan saksikan ajang duel tim futsal sekolah terbaik, awal tahun ini.

Editor : Akrom Hazami

Poli Penyakit Jantung RSUD Kudus Didesak Segera Dibuka 

Warga berada di depan pelayanan  Unit Pelayanan Penyakit Jantung (UPPJ) RSUD Loekmono Hadi . (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga berada di depan pelayanan  Unit Pelayanan Penyakit Jantung (UPPJ) RSUD Loekmono Hadi . (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Anggota Komisi  D DPRD Kudus Setia Budi Wibowo mendesak RSUD Loekmono Hadi  agar segera mengoperasikan pelayanan  Unit Pelayanan Penyakit Jantung (UPPJ). Sebab, segala fasilitas telah diselesaikan termasuk dengan bangunannya.

Budi yang juga Ketua Badan Kehormatan DPRD Kudus menyebutkan kalau pembangunan  telah dirampungkan akhir tahun lalu. Pihaknya heran lantaran hingga kini bangunan tersebut tak kunjung digunakan sebagai fasilitas pengobatan di RSUD.

“Kami meminta agar UPPJ dapat segera digunakan.  Pembangunan sudah jadi, fasilitas ada, jadi semuanya sudah siap dan seharusnya memang sudah beroperasi,” kata Budi kepada MuriaNewsCom di Kudus, Senin (30/1/2017).

Menurutnya, masyarakat Kudus juga sudah menunggu gedung tersebut dipakai. Karena masyarakat sangat membutuhkan pelayanan di rumah sakit milik pemerintah itu. Dia mengatakan, dengan dibukanya pelayanan tersebut, maka kebutuhan masyarakat akan pelayanan penyakit jantung bisa tertangani di RSUD Loekmono Hadi. Dia juga mengkritisi pihak rumah sakit agar berbenah dalam meningkatkan pelayanannya.

Khususnya bagi penderita penyakit jantung, agar lebih nyaman saat berobat. Hal itu akan berdampak pada penyembuhan pasien. “Jangan menunggu lagi untuk membukanya, sebab masyarakat mengeluhkan dengan tidak dibukanya pelayanan tersebut,” imbuhnya.

Direktur RSUD Dokter Loekmono Hadi Kudus, Aziz Achyar mengatakan, kalau pembangunan UPPJ telah diselesaikan akhir tahun lalu. Untuk itu, pihaknya hanya tinggal membuka dan meresmikan bangunan anyar tersebut yang dijadwalkan pada 1 Februari 2017 nanti. “1 Februari nanti dibuka dan diresmikan. Jadi masyarakat Kudus bisa menggunakan fasilitas tersebut nanti,” katanya.
 
Menurutnya, waktu tersebut diambil lantaran dianggap paling pas, sebab segala sesuatunya sudah bisa digunakan saat awal bulan depan. Termasuk dengan petugas medis dan juga alat-alatnya yang menunjang pengobatan jantung. “Sebenarnya mau besok akhir Januari diresmikan, tapi waktunya tidak bisa. Jadi positif satu Februari akan digunakan,” jawabnya singkat.
 
Dia mengatakan kalau gedung mendapatkan garansi selama enam bulan dari pihak kontraktor terhitung diselesaikan bangunan. Dan awalnya, gedung baru dioperasikan saat selesai garansi.  Bangunan tersebut memakan anggaran senilai Rp 65 miliar yang dibiayai menggunakan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) yang dialokasikan melalui APBD 2016. Jumlah tersebut meliputi pembangunan gedung hingga penyediaan alat kesehatan yang canggih. “Di sana juga akan ada ruangan VIP 14 ruangan yang mana tiap kamar hanya ada dua bed. Lokasinya akan bertempat di lantai II gedung baru,” ungkapnya

Editor : Akrom Hazami

 

Kasihan, Mereka Butuh Uluran Tangan Kita

 Plt Bupati Jepara Ihwan Sudrajat saat menjenguk Muhammad Amir (14) yang menderita Hidrosefalus (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Plt Bupati Jepara Ihwan Sudrajat saat menjenguk Muhammad Amir (14) yang menderita Hidrosefalus (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Jepara – Seorang remaja berusia 14 tahun bernama Muhammad Amir menderita penyakit hidrosefalus. Putra Marsitoh (46), Warga Desa Bandengan RT 20 RW 06 Jepara ini diketahui menderita hidrosefalus sejak lahir.

Marsitoh mengatakan, putranya pernah menjalani operasi saat usianya baru 40 hari. Namun, penyakit yang diderita anaknya tak kunjung sembuh. Bahkan, katanya, kepala anaknya terus membesar hingga kini. Bukan hanya itu saja, meski kini usianya sudah 14 tahun, namun pertumbuhan anaknya tak maksimal, masih seperti anak kecil.

Berbagai usaha untuk mengobatkan anaknya agar sembuh, katanya, juga sudah dilakukan, baik secara medis maupun nonmedis. Namun, hingga kini tak terlihat tanda-tanda kesembuhan. Dirinya hanya bisa pasrah dan sabar melihat kondisi anaknya tersebut.

Jika harus operasi untuk menyembuhkan penyakit anaknya, dirinya mengaku tak sanggup. Apalagi, dirinya kini merupakan tulang punggung keluarga. Suaminya, sudah meninggal sejak Amir masih di dalam kandungan.

Untuk mencukupi kehidupan sehari-hari, Marsitoh mengandalkan mesin jahit yang dimilikinya. “Untuk memenuhi kebutuhan yang mengandalkan uang dari menjahit, dan terkadang dapat santunan dari orang lain,” ujarnya.

Dari pantauan MuriaNewsCom, Amir hanya dapat terbaring dan tak berdaya di tempat tidur berukuran 3X4 meter di dalam kamar rumahnya, lantaran tubuhnya yang kurus kecil serta tangan dan kakinya tidak lagi dapat diluruskan.

“Saraf kaki Amir sudah tidak berfungsi. Sehingga, meski berbaring kaki Amir seperti dalam posisi bersila. Begitu pula kedua tangannya,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Bupati Jepara Ihwan Sudrajat yang sempat menjenguk Amir mengatakan, dirinya sangat prihatin dengan kondisi yang dialami Amir. “Saya meminta  Kepala Dinas Kesehatan untuk mempermudah segala urusan pengobatan Amir,” ungkapnya.

Dalam kunjungannya, Plt Bupati Jepara juga menyerahkan langsung tali asih dan bantuan dana CSR dari  PT. KIW Semarang dan PT. BPR Lawu Artha untuk keluarga Marsitoh.

Usai dari kediaman Marsitoh, kemudian Ihwan menyambangi Mbah Kamijah(90) di Desa Jambu Timur RT.02 RW.01 Kecamatan Mlonggo. Mbah Kamijah hidup seorang diri dalam rumah bilik bambu dari swadaya masyarakat sekitar.

Kemudian Ihwan juga menjenguk Amanda Riska(11) anak yatim dan sakit asma di Desa Balong RT 01 RW 02 serta Mbah Mijah(75) warga Desa Dermolo RT 01 RW 06 Kecamatan Kembang yang buta sejak kecil. Kemudian, ada juga Budi Antsyakur (6,5) warga Desa Kepuk Sawahan RT 01 RW 01 yang mengalami gangguan syaraf.

Abdul Fatah (9,5) penderita penyakit hernia sejak kecil sedang membacakan puisi di hadapan Plt Bupati Jepara Ihwan Sudrajat (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono).

Abdul Fatah (9,5) penderita penyakit hernia sejak kecil sedang membacakan puisi di hadapan Plt Bupati Jepara Ihwan Sudrajat (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Plt Bupati Jepara juga menyambangi Abdul Fatah (9,5) di Desa Mindahan Kidul RT 02 RW 02 Kecamatan Batealit yang menderita penyakit hernia sejak kecil. Meski demikian, Fatah memiliki prestasi yang luar biasa di bidang seni.  Terkakhir, Ihwan mengunjungi Syahrul, bocah 2 tahun di Desa Krapyak RT 03 RW 07 penderita Hidrosefalus.

Ihwan Sudrajat juga mengungkapkan, bahwa, dengan makin terbukanya akses rakyat kepada kepala daerah dan perangkatnya, yang terpenting bukan menerima, tapi menindaklanjuti. “Yang saya bawa tidak ada artinya. Tetapi apa yang saya datangkan adalah bentuk perhatian pemerintah kepada rakyat,” tutur Ihwan.

Ia berharap supaya camat dan petinggi untuk peka terhadap warganya. “Jadi camat dan petinggi harus mempunyai perhatian, Bupatinya saja seperti ini, masak camat dan petingginya enggak,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Keberadaan Patung 3 Tokoh Perempuan di Bundaran Ngabul Disoal

Audiensi dilakukan oleh Solidaritas Pegiat Seni Jepara dengan DPRD di Ruang Fraksi PPP, Senin (30/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Audiensi dilakukan oleh Solidaritas Pegiat Seni Jepara dengan DPRD di Ruang Fraksi PPP, Senin (30/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Jepara – Belasan orang yang tergabung dalam Solidaritas Seni Jepara menggeruduk Kantor DPRD Jepara, Senin (30/1/2017). Hal ini terkait dengan keberadaan patung tiga tokoh perempuan yang dibangun di bundaran Ngabul.

Koordinator Solidaritas Pegiat Seni Jepara Didit mengatakan, pembangunan patung 3 tokoh perempuan yang terdiri dari RA Kartini, Ratu Shima dan Ratu Kalinyamat tersebut dinilai telah menggeser keberadaan tugu identitas yang ada di Ngabul, yakni Tugu Adipura.

“Pemkab Jepara telah merobohkan tugu identitas Adipura yang telah menjadi bukti sejarah perjuangan masyarakat untuk mencapai kota bersih. Tugu Adipura yang dirobohkan itu, kini justru diletakkan di tempat pembuangan akhir (TP). Ini pemkab kan menganggap tugu identitas itu sebagai sampah,” ungkapnya.

Kemudian, pihaknya juga mempermasalahkan salah satu dari patung tersebut, yakni Ratu Shima, yang dinilai tokoh tersebut tidak bisa dipertanggunjawabkan secara ilmiah dan dipertanyakan peran nyata terhadap Jepara.

Selanjutnya, terkait dengan pembuat patung. “Jepara ini kan tempatnya para pematung, tapi kenapa justru untuk pembuatan patung justru diserahkan kepada orang luar Jepara. Ini kan namanya, pemerintah tidak bisa menghargai potensi lokal Jepara,” ujarnya.

Dari pantuan MuriaNewsCom, belasan pendemo terlihat membawa miniatur Tugu Adipura dan melakukan orasi beberapa menit di depan Kantor DPRD. Pendemo kemudian ditemui oleh Wakil Ketua DPRD Imam Yusdi Gozali, Purwanto dan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Ashar Ekanto.

Dalam kesempatan itu, Wakil ketua DPRD Imam Yusdi Gozali mengatakan, pihaknya bakal memanggil dinas terkait yang menangangi itu serta Komisi A dan D. “Kami akan memanggil dinas terkait yang membangun atau yang menangani itu,” katanya.

Sementara itu, wakil Ketua DPRD Purwanto mengutarakan, pihaknya juga siap bilamana Tugu Adipura tersebut akan ditempatkan di tempat yang layak. “Kita juga siap bila pemindahan itu tak menggunakan anggaran. Namun kita harus sama-sama iuran,” ungkapnya.

Di saat yang sama, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Ashar Ekanto mengemukakan, Dinas Ciptakarya, PU dan DKK saat itu memang sebagai instansi sub koordinat kegiatan pembangunan.

“Namun leading sectornya yakni berada di LH. Akan tetapi, bila keberadaan Tugu Adipura yang kini berada di TPA itu belum dianggap kurang pas oleh sebagian kalangan, maka akan kita hadirkan semua instansi terkait,” kata Ashar.

Ia juga manampik bahwa penempatan Tugu Adipura di TPA tersebut dianggap sebagai pembuangan atau penyingkiran tugu. “Tugu adipura ditaruh di TPA juga dirawat, dipantau dan bukan serta merta dibuang begitu saja. Dan bila  ada anggapan bahwa tugu itu dibuang, maka itu kurang pas,” tuturnya.

Dia melanjutkan, pengambilan Tugu Adipura di bundaran Ngabul saat itu juga dengan cara menggunakan alat berat dan lalu ditempatkan di Gedung Ciptakarya saat itu. “Pengambilan itu juga sangat hati hati dengan cara dibedol (cabut) dan lalu ditempatkan di Gedung Ciptakarya,”ungkapnya.

Dia menambahkan, ia juga mengakui bahwa keberadaan ruang terbuka hijau di Jepara sangat minim. Selain itu, salah satu penilaian lomba Adipura yakni yang paling mandasar ialah TPA. Sehingga tugu tersebut ditempatkan di tempat tersebut.”Akan tetapi, untuk kedepannya kita juga sudah ada rencana untuk mencari tempat strategis untuk menempatkan tugu tersebut. Dan kita juga perlu koordinasi dengan dinas atau pihak terkait lainnya,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

8 Tim Akan Beradu Gengsi di Perempat Final Siang Ini

Tim Wiskar B saat bermain dalam babak penyisihan futsal Sukun Youth Cup, pekan lalu. (MuriaNewsCom/Supriyadi)

Tim Wiskar B saat bermain dalam babak penyisihan futsal Sukun Youth Cup, pekan lalu. (MuriaNewsCom/Supriyadi)

MuriaNewsCom, Kudus –  Sebanyak delapan tim akan beradu gengsi di perempat final ajang bergengsi futsal, Sukun Youth Cup II 2017 , yang digelar MuriaNewsCom dan didukung Sukun Spirit of Sport, BNI 46, Aice dan PDAM, di United Futsal Stadium, Senin (30/1/2017).

Laga panas itu akan berlangsung di Lapangan 2 United Futsal Stadium, mulai pukul 14.00-17.00 WIB.

Berikut jadwal lengkapnya:

  • SMKN 2 Kudus A vs SMK Wisudha Karya B pukul 14.00 WIB
  • SMA Muhammadiyah vs SMK Wisudha Karya A pukul 15.00 WIB
  • SMA 1 Bae vs SMA NU Al Maruf pukul 16.00 WIB
  • SMKN 2 Kudus B vs SMK Nusantara pukul 17.00 WIB

Masing-masing tim akan berupaya maksimal untuk tidak menyerah begitu saja. Mereka akan menghabisi lawan demi meraih yang terbaik. Yakni lolos ke babak semifinal. Babak semifinal akan berlangsung pada Selasa (31/1/2017). Kemudian final akan digelar pada Rabu (1/2/2017).

Ketua Panitia Sukun Youth Cup, Siti Merie,mengatakan, para tim yang berhasil lolos ke babak perempat final akan bermain hari ini. “Setiap tim akan bertarung habis-habisan menjadi yang terbaik. Silakan dukung tim kesayangan kalian,” kata Merie kepada MuriaNewsCom, Senin.

Panitia telah mengadakan persiapan total untuk perhelatan babak semifinal. Seperti halnya pembersihan tribun penonton, lapangan yang siap, serta sejumlah penataan lainnya. Silakan saksikan ajang duel tim futsal sekolah terbaik, awal tahun ini.

Editor : Akrom Hazami

 

Besok Alun-alun Purwodadi Bakal Diresmikan Bupati Grobogan

Kepala Dinas Tata Ruang pada Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan Grobogan yang sekarang berubah nama jadi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman M Chanief (pakai payung) saat memantau persiapan peresmian alun-alun Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kepala Dinas Tata Ruang pada Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan Grobogan yang sekarang berubah nama jadi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman M Chanief (pakai payung) saat memantau persiapan peresmian alun-alun Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan –  Kabar bakal diresmikannya proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi ternyata benar adanya. Rencananya, proyek yang dibiayai dengan dana Rp 10,3 miliar itu bakal diresmikan Selasa (31/1/2017).

Kepala Dinas Tata Ruang pada Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan Grobogan yang sekarang berubah nama jadi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman M Chanief saat dikonfirmasi membenarkan bakal diresmikannya proyek revitalisasi alun-alun Purwodadi tersebut. “Ya benar. Besok pagi rencana ada peresmian. Nanti ibu bupati yang akan meresmikan langsung,” kata Chanief yang ditemui saat memantau persiapan peresmian di kawasan alun-alun, Senin (30/1/2017).

Dijelaskan, peresmian alun-alun akan digelar sederhana. Agenda sementara yang disiapkan, peresmian akan dirangkai dengan acara senam bersama bupati dan jajaran FKPD, pejabat, PNS serta masyarakat. Setelah itu, dilanjutkan dengan kata peresmian serta sarapan bareng. “Acara kita mulai jam 06.30 WIB. Masyarakat umum boleh hadir dalam peresmian besok dan ikut senam bersama,” katanya.

Terkait dengan bakal diresmikannya proyek yang dikerjakan PT Aditya Mulya Pratama tersebut, seluruh pagar seng sekeliling alun-alun mulai dibongkar sejumlah pekerja. Selain itu, belasan petugas kebersihan juga diterjunkan untuk membersihkan sampah yang ada di kawasan tersebut. Acara bersih-bersih sempat terhenti sejenak menyusul hujan deras yang mengguyur kota Purwodadi sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, hujan deras ini tidak berlangsung lama. Setelah reda, para pekerja kembali melanjutkan aktivitasnya.

 “Kemarin, pagar baru kita buka dititik masuk alun-alun saja. Hari ini, pagar pengaman harus bersih semua. Kemudian, sisa-sisa material dan sampah juga kita bersihkan,” imbuh Chanief.

 Editor : Akrom Hazami

 

Satu Rumah di Desa Sarimulyo Pati Ludes Terbakar

Kondisi rumah milik Sukarno, warga Dukuh Majan, Desa Sarimulyo RT 3 RW 2, Kecamatan Winong, Pati yang ludes dilalap si jago merah, Senin (30/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kondisi rumah milik Sukarno, warga Dukuh Majan, Desa Sarimulyo RT 3 RW 2, Kecamatan Winong, Pati yang ludes dilalap si jago merah, Senin (30/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kebakaran hebat terjadi di Dukuh Majan, Desa Sarimulyo RT 3 RW 2, Kecamatan Winong, Pati, Senin (30/1/2017) sekitar pukul 08.00 WIB. Kebakaran tersebut membuat rumah milik Sukarno (40) ludes terbakar.

Mirah, salah satu saksi mengatakan, saat itu dia melihat kepulan asap yang pekat muncul dari rumah milik Sukarno. Mirah yang tahu kepulan asap tersebut memanggil Wakidin.

“Saya langsung meminta bantuan warga sekitar untuk memadamkan api. Hanya dalam waktu sebentar, api sudah mulai membesar dan berkobar. Warga akhirnya menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan api,” ujar Wakidin.

Sesaat setelah mendapatkan informasi kebakaran, tiga unit pemadam kebakaran Pemkab Pati tiba di lokasi dan berupaya memadamkan api. Namun, si jago merah sudah terlanjur melahap sebagian besar rumah yang terbuat dari papan tersebut, kendati api berhasil dipadamkan petugas.

Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material ditaksir mencapai Rp 170 juta. Sejumlah barang yang ikut terbakar, antara lain buku nikah, satu unit kulkas, satu unit televisi, dan akta kelahiran anak sebanyak tiga lembar.

Bangunan rumah berbentuk limas dengan ukuran 7×10 meter tersebut berdinding papan kayu jati, lantai keramik, rangka atap terbuat dari kayu jati dan beratapkan genteng. Barang-barang berharga milik korban tidak berhasil diselamatkan.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo menuturkan, kebakaran diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik. “Kebakaran tidak sampai merambat ke rumah milik tetangga, meski terhitung padat penduduk. Polisi, TNI dan masyarakat bahu-membahu memadamkan api, serta melakukan evakuasi,” tuturnya.

Pada saat kebakaran terjadi, rumah dalam keadaan kosong. Pemilik rumah sedang bekerja di pabrik Kuningan Juwana, sehingga sejumlah barang-barang penting tidak berhasil diselamatkan. Kompol Sundoyo mengimbau kepada warga untuk memastikan semua jaringan listrik dimatikan saat ditinggal kerja.

Editor : Kholistiono

Siswa SD 1 Jati Kulon Kudus  Kaget Kedatangan Polisi saat Upacara

 Siswa dan polisi mengikuti upacara sekolah di SD 1 Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)


Siswa dan polisi mengikuti upacara sekolah di SD 1 Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Upacara bendera kerap dilaksanakan tiap Senin pagi di sejumlah sekolah. Namun ada yang berbeda pada upacara bendera di SD 1 Jati Kulon, Jati, Senin (30/1/2017). Karena upacara bendera kali ini tampak dihadiri petugas kepolisian setempat.

Muhammad Iqbal, siswa kelas VI SD mengaku kaget saat melihat sejumlah petugas kepolisian yang berbaris di depan saat upacara.  Karena hal itu jarang dijumpai di sekolah SD 1 Jati Kulon. “Kaget, pagi ini ada polisi yang datang saat upacara seperti ini. Biasanya hanya guru dan teman-teman di SD ini saja,” katanya usai upacara bendera di SD 1 Jati Kulon.

Kedatangan polisi di upacara sekolah membuat dia dan teman-temannya lebih serius. Sebab dia melihat sosok polisi selama ini dianggapnya sebagai pribadi yang sangar. Namun dengan upacara kali ini, dia mengetahui kalau polisi merupakan sosok yang kalem.

Dalam upacara tersebut, turut hadir Kapolsek Jati AKP Catur Kusuma Adhi bersama babinkamtibmas. Hadir pula dalam upacara Kepala UPT Jati Sulardi, yang mendampingi upacara bendera di SD tersebut. Kegiatan ditutup dengan silaturahmi berupa salaman dengan petugas kepolisian dan juga UPT Jati.  Sulardi menambahkan, pihaknya senang dengan keikutsertaannya dalam upacara. Dengan demikian maka para siswa khususnya SD mengetahui kalau polisi adalah mitra masyarakat, termasuk pelajar.

“Ini bisa dilanjutkan ke sekolah lainnya, dengan pemahaman kepada siswa SD,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

“Telo, Sprit”, Para Pemandu Karaoke Langsung Terbirit-birit

Ali Muntoha muntohafadhil@gmail.com

Ali Muntoha
muntohafadhil@gmail.com

PERMASALAHAN karaoke di wilayah eks-Karesidenan Pati memang sangat pelik. Pertentangan antara pemerintah dengan para pengusaha karaoke seolah tak pernah ada ujungnya. Penolakan dari kelompok masyarakat agamis juga tak kalah besarnya.

Mulai dari Kudus, Pati, Jepara, Rembang, hingga Blora, pemerintah daerahnya menggelorakan perlawanan terhadap usaha karaoke yang dinilai cenderung sebagai tempat maksiat terselubung tersebut. Produk-produk hukum yang membatasi keberadaan tempat karaokepun dikeluarkan, sebagai landasan untuk membersihkan daerahnya dari tempat karaoke.

Keberadaan perempuan pemandu karaoke (PK) yang berdandan seksi seronok, dan beredarnya minuman keras yang menjadi penyebab tudingan tempat karaoke sebagai sarang maksiat. Apalagi memang dalam kenyataannya, tak sedikit para PK cantik itu yang mau memberi layanan plus, selain tugasnya menemani bernyanyi.

Setidaknya dua daerah di wilayah lerang Gunung Muria yang begitu keras melakukan pelarangan terhadap karaoke, yakni Pati dan Jepara. Pati yang sempat mendapat julukan sebagai kota karaoke dengan tegas menutup semua tempat karaoke di Pati. Begitu juga dengan Jepara yang langsung membongkar puluhan tempat karaoke di kawasan Pungkruk hingga rata dengan tanah.

Namun permasalahan tak langsung selesai sampai di situ. Para pengusaha karaoke ini tak mau begitu saja menyerah. Di Pati para pengusaha karaoke mengajukan class action terhadap peraturan daerah (perda) yang mengatur karaoke ini. Beberapa tempat karaoke akhirnya lolos, dan leluasa beroperasi hingga saat ini.

Yang tak berhasil lolos juga tak mau menyerah. Mereka rela kucing-kucingan dengan mengakali aturan, misal dengan menyaru atau mengubah tempat karaoke sebagai hotel/penginapan, tentunya ada fasilitas karaoke di dalamnya. Tak sedikit pula yang terang-terangan “menantang” dengan nekat beroperasi secara terang-terangan, meski ada ancaman disegel oleh petugas. “Disegel yo bukak meneh” kata mereka.

Di Jepara juga tak kalah unik cara yang digunakan para pengusaha karaoke ini. Mereka-mereka yang sedari awal ngotot menolak karaoke “diusir” dari kawasan Pungkruk, tetap nekat menjalankan usaha hiburannya itu. Para PK juga tetap dipekerjakan untuk melayani pelanggan.

Para pengusaha karaoke yang tetap nekat beroperasi ini juga mulai mengatur sistem yang rapi, yang membuat mereka bisa lolos dari razia. Di antaranya dengan membentuk tim “intelijen” yang mengawasi pergerakan Satpol PP. Tim ini bahkan bisa menyusup ke saluran komunikasi Satpol PP, sehingga mereka bisa memantau pergerakan petugas penegak perda tersebut.

Mereka juga punya sandi-sandi khusus. Setidaknya yang diketahui saat ini adalah sandi berupa kata-kata aneh. Misal kata “telo” dan “sprit”. Dari dua kata ini lah Satpol PP selalu pulang dengan tangan kosong ketika menggelar razia di kawasan Pungkruk. Ketika Satpol PP mulai bergerak, tim intelijen itu langsung meyebarkan sandi “telo”, jika Satpol PP bergerak bersama TNI atau polisi sandinya jadi “telo,sprit”. Dan ketika mendengar sandi ini, tempat-tempat karaoke serentak langsung tutup, dan para PK lari terbirit-birit.

Kondisi ini bukan tidak diketahui aparat. Mereka sudah mulai sadar jika saluran komunikasi mereka yang menggunakan frekuensi khusus telah disadap. Namun dari fakta ini Satpol PP Jepara tampaknya perlu melakukan evaluasi lebih jauh lagi. Pasalnya, saluran komunikasi yang begitu penting dan rahasia bisa bocor.

Bisa jadi ada oknum-oknum di internal Satpol PP sendiri yang memang sengaja membocorkan. Karena memang ada kecurigaan jika ada oknum-oknum yang bermani dan menjadi beking dari karaoke ini. Namun kecurigaan-kecurigaan ini memang baru sebatas dugaan, namun Satpol PP setidaknya perlu melakukan investigasi mengapa bisa sampai saluran komunikasi mereka bisa dengan mudah tersadap.

Sesekali Satpol PP tampaknya juga perlu melakukan razia terhadap anggotanya sendiri. Tentu saja razia itu harus dilakukan secara dadakan, siapa tahu akan bisa diketahui jika memang ada anggotanya yang nakal.

Lembaga penegak perda ini harus lebih mengetatkan pengawasan, dan menggunkana model koordinasi yang lebih efektif lagi. Sehingga upaya-upaya untuk melakukan penertiban terhadap tempat karaoke yang benar-benar melanggar bisa efektif. Jangan sampai Satpol PP juga dituding melakukan pembiaran, sehingga nantinya akan berdampak buruk terhadap kepercayaan masyarakat.

Banyak yang berharap upaya pemerintah menutup tempat karaoke tersebut memang benar-benar upaya dari membersihkan dari maksiat. Jangan sampai masalah karaoke ini justru menjadi alat politik atau upaya tebar pesona, di tengah-tengah upaya perebutan kekuasan di daerah. Sehingga pemerintah perlu untuk menunjukkan pada masyarakat tentang keseriusannya menata masalah karaoke ini. (*)

Serunya Pertunjukan Teater pada Ajang Guyub Setu Mbengi

Penampilan Teater Denyut MA Am Hidayah Grobogan menampilkan lakon "Kamit" yang disutradarai Amhal Kaifahmi pada ajang Guyub Setu Mbengi. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Penampilan Teater Denyut MA Am Hidayah Grobogan menampilkan lakon “Kamit” yang disutradarai Amhal Kaifahmi pada ajang Guyub Setu Mbengi. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Jepara – Hujan deras yang mengguyur seharian tidak melemahkan semangat sejumlah pekerja seni lintas disiplin untuk memberikan suguhan dalam “Guyub Setu Mbengi” yang diinisiasi oleh Rumah Aksara Wilis Bersaudara, Sabtu (28/1/2017) malam.

Dibuka dengan penampilan kelompok hadrah Nada Cinta RA Nahdlotus Shibyan, cukup membuat penonton yang hadir berulangkali bertepuk tangan. Sebab, kelompok musik islami ini beranggotakan bocah-bocah yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak, yang beralamat di Desa Jerukwangi, Kecamatan Welahan.

Penonton semakin mendekat ke panggung meski hujan masih mengguyur, saat Wayang Tenda Nandang Wuyung tampil. Kelompok wayang kontemporer dari Semarang ini memang membawakan cerita anak. Sambil menahan dingin, penonton dibuat terpingkal oleh kelucuan kedua dalang Bagus Taufiqurrahman dan Khotibul Umam.

Bahkan, susana semakin meriah saat Widya Nur Rohmad menampilkan pantomim, lengkap dengan make up dan kostum yang jenaka. Seniman muda yang pernah mengasah kemampuan aktingnya di Teater Asa ini mampu menyedot animo penonton.

Usai pantomim, penonton disuguhi pemutaran dua film karya Rumah Aksara Wilis Bersaudara bekerja sama dengan Silent Candle Production Kendal, yakni “Slankers Jatuh Cinta” dan “Ayo Dolan Cah”. Pembuatan film ini melibatkan remaja dan anak-anak desa setempat. 

Selanjutnya, tak kalah menarik Teater Denyut MA Am Hidayah Grobogan menampilkan lakon “Kamit” yang disutradarai Amhal Kaifahmi. Kelucuan muncul saat sejumlah aktor harus berulangkali berimprovisasi karena terpeleset. Sebab, pertunjukan out door harus menghadapi air hujan.

Pagelaran seni yang selenggarakan di Desa Teluk Wetan RT 15 RW 2, Welahan, Jepara dipungkasi dengan penampilan musik, di antaranya Godong Kates (Teater Asa), Tampa Nama (Teater Mimbar) dan Blacak Monday.

“Ini sebagai upaya memberikan hiburan yang bersifat edukatif. Sehingga kami memadukan kesenian lintas disiplin dengan beragam bentuk dan tema. Selain itu, penonton juga datang dari lintas generasi dari anak-anak hingga orang tua mereka,” ujar Wikha Setiawan, penggagas Rumah Aksara Wilis Bersaudara.

Pagelaran ini,, didukung oleh beberapa pihak, di antaranya Slankers Independent Jepara, Silent Candle Production, Primakids Centre, dan anak-anak Desa Teluk Wetan.

Firmansyah Akhlis, anggota Slankers Independent Jepara mengaku memberikan dukungan Karena kegiatan tersebut bernilai positif. “Kami memiliki cukup banyak anggota. Mereka siap memberikan dukungan bagi yang sepaham. Selama ini, kami membantu Rumah Aksara Wilis Bersaudara,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

Pohon Jati Roboh Diterjang Angin, Jalan Pati-Gembong Sempat Macet Total

Sejumlah polisi, TNI dan warga melakukan evakuasi pohon jatuh yang roboh diterpa angin di Jalan Pati-Gembong. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah polisi, TNI dan warga melakukan evakuasi pohon jatuh yang roboh diterpa angin di Jalan Pati-Gembong. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pohon jati berdiameter 45 cm setinggi 8 meter roboh diterjang angin di Jalan Pati-Gembong Km 2, Desa Gembong, Kecamatan Gembong, Pati, Minggu (29/1/2017) petang. Akibatnya, jalan yang menghubungkan Pati dan Gembong tersebut sempat macet total.

Beruntung, polisi, TNI dan masyarakat berbondong-bondong melakukan evakuasi dengan memotong pohon menggunakan gergaji mesin. Usai digergaji, batang pohon yang tumbang menghalangi jalan segera disingkirkan petugas.

“Kami mendapatkan informasi dari masyarakat, ada pohon yang tumbang di Jalan Pati-Gembong menghalangi arus lalu lintas. Kami bersama anggota, termasuk Koramil bersama-sama datang ke lokasi untuk mengevakuasi batang pohon yang tumbang di jalan,” ujar Kapolsek Gembong AKP Giyanto.

Dibutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk mengevakuasi batang pohon jati. Puluhan pengendara sempat berhenti, menunggu petugas mengevakuasi batang pohon. Kemacetan sempat mengular hingga beberapa meter.

Danramil Gembong Kapten Inf Sunaryo menambahkan, hujan deras disertai angin kencang sempat melanda kawasan Gembong pada petang hari. Titik pusat angin kencang dimungkinkan menerpa pohon jati berukuran tanggung tersebut sehingga langsung roboh.

Beruntung, tidak ada korban yang tertimpa saat melewati jalan tersebut. “Musim hujan disertai cuaca ekstrem seperti ini pengendara mesti waspada terhadap kemungkinan pohon yang tumbang di jalan. Untung saja, pohon jati tersebut tidak memakan korban yang lewat,” ucapnya.

Serka Haryono yang ikut mengevakuasi pohon menuturkan, pohon tersebut milik Taman, warga setempat. Pohon yang masih berukuran tanggung dengan kontur tanah yang kurang kuat ditengarai menjadi penyebab robohnya pohon jati saat hujan angin menerpa kawasan tersebut.

Editor : Kholistiono

Tim Sukses Pasangan Marzuqi-Dian Tidak Tahu Larangan Bagi-bagi Doorprize saat Kampanye

pemilukada-panwas-1 (e)

Anggota Panwascam Batealit memberitahu tim sukses pasangan Madani agar menghentikan pembagian doorprize dalam kampanye yang berlangsung di Desa Raguklampitan, Minggu (29/1/2017). (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Aksi bagi-bagi doorprize yang dilakukan tim sukses pasangan Ahmad Marzuqi-Dian Kristiandi dalam kampanye yang dilaksanakan di Desa Raguklampitan, Kecamatan Batealit, Minggu (29/1/2016) memang berhasil digagalkan Panwascam Batealit.

Meski dilarang, rupanya tim sukses pasangan yang biasa disebut Madani itu, mengaku tidak tahu jika ada larangan pembagian doorprize saat kampanye. Ini dikatakan koordinator kecamatan dari kampanye pasangan Madani, Malihah.

Dikatakan Malihah, pihaknya tidak mengetahui adanya larangan membagikan doorprize kepada peserta kampanye. Kegiatan bagi-bagi hadiah itu, dilakukan untuk menanti kedatangan dari paslon Madani yang datang ke acara tersebut.

”Sembari menunggu kedatangan, kita memang bagi-bagi doorprize. Soalnya pasangan calon kami itu masih kampanye di wilayah Kalinyamatan sana,” jelasnya kepada anggota Panwascam Batealit.

Namun karena sudah mendapatkan teguran dan diingatkan mengenai larangan ini, Malihah mengatakan jika pihaknya langsung menghentikan kegiatan bagi-bagi doorprize tersebut. ”Terima kasih sudah diingatkan. Saya memang tidak tahu soal larangan itu,” terangnya.

Tidak lama setelah aksi bagi-bagi doorprize itu dihentikan, pasangan Ahmad Marzuqi dan Dian Kristiandi hadir di lokasi kampanye. Mereka menyemangati pendukungnya yang hadir saat itu, dan tidak terpengaruh dengan dihentikannya aksi bagi-bagi doorprize tersebut.

Anggota Panwascam Batealit Abu Bakar mengatakan, pihaknya memang mewanti-wanti agar panitia kampanye menghentikan kegiatan bagi-bagi doorprize tersebut. ”Aksi bagi doorprize dilarang saat kampanye. Makanya terpaksa kita hentikan,” kata Abu.

Secara filosofis, pembagian doorprize saat kampanye identik dengan praktek politik uang, yang memang dilarang keras saat gelaran gawe demokrasi. Sehingga wajar jika kemudian anggota panwascam menghentikan aksi bagi-bagi hadiah itu.

Menurut Abu, larangan doorprize saat kampanye diatur dalam Peraturan KPU Nomor 12 Tahun 2016 tentang Kampanye. Dalam pasal 47A PKPU Kampanye disebutkan dengan jelas, bahwa parpol, gabungan parpol, paslon atau tim kampanye dilarang memberikan doorprize saat kegiatan kampanye. ”Kita hanya menegakkan aturan saja. Yang kita hentikan aksi bagi doorprize saja bukan kampanyenya,” ujarnya didampingi dua komisioner Panwascam Batealit, Ida dan Sya’roni.

Setelah mendapat penjelasan dari pihak panwascam, akhirnya pembagian doorprize ini pun dihentikan. Praktis aksi bagi doorprize itu hanya berlangsung dalam hitungan menit saja. Pihak panitia menerima dan tak mempermasalahkan langkah Panwascam Batealit.

Editor: Merie

Panwas Jepara Tiba-tiba Hentikan ”Kado” dari Tim Sukses Madani untuk Warga

pemilukada-panwas-1 (e)

Anggota Panwascam Batealit memberitahu tim sukses pasangan Madani agar menghentikan pembagian doorprize dalam kampanye yang berlangsung di Desa Raguklampitan, Minggu (29/1/2017). (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Kampanye yang dilakukan pasangan calon nomor urut 2, H Ahmad Marzuqi-Dian Kristiandi, pada Minggu (29/1/2017) di Desa Raguklampitan, Kecamatan Batealit, harus sedikit menuai masalah.

Pasalnya, saat kegiatan tengah berlangsung, Panitia Pengawasa Kecamatan (Panwascam) Batealit, terpaksa menghentikannya. Hal itu terjadi, saat tim sukses dari pasangan yang dikenal dengan nama Madani itu, membagi-bagikan doorprize atau ”kado” kepada mereka yang hadir.

Panwascam terpaksa menghentikan kegiatan itu, karena memang tim sukses atau pasangan calon, dilarang membagikan doorprize dalam bentuk hadiah apapun, kepada peserta kampanye.

Berdasar jadwal yang terlampir, paslon Madani memang mengajukan izin kampanye di kawasan RT 14/RW 3, Desa Raguklampitan. Meski Ahmad Marazuqi ataupun Dian Kristiandi belum hadir di lokasi, namun sekitar pukul 09.00 WIB, kegiatan kampanye itu dimulai.

Acara yang pertama adalah tausiyah dari Mahbub Junaidi, serta ada iringan musik solo organ, yang ikut meramaikan kampanye ini. Namun sekitar pukul 11.00 WIB, kegiatan itu rupanya diselingi dengan aksi bagi doorprize dari panitia kepada peserta kampanye.

Sederet hadiah sudah disiapkan pihak panitia. Jika dilihat dari kardus pembungkus, beberapa doorprize itu berupa televisi, dispenser, setrika, kaos dan payung.

Bahkan, saat itu sudah ada dua doorprize yang terlanjur dibagikan kepada peserta, karena nomor undian mereka persis seperti yang disebut panitia. Namun karena masih tahap awal, hadiahnya baru berupa payung.

Anggota Panwascam Batealit pun langsung merespon kondisi ini. Salah seorang komisioner Panwascam Batealit, Abu Bakar bahkan langsung naik ke atas panggung dan berbicara langsung dengan korcam paslon Madani setempat yang bernama Malihah.

Abu Bakar juga mewanti-wanti agar panitia menghentikan kegiatan bagi doorprize tersebut. ”Aksi bagi doorprize dilarang saat kampanye. Makanya terpaksa kita hentikan,” kata Abu.

Secara filosofis, pembagian doorprize saat kampanye identik dengan praktek politik uang, yang memang dilarang keras saat gelaran gawe demokrasi. Sehingga wajar jika kemudian anggota panwascam menghentikan aksi bagi-bagi hadiah itu.

Menurut Abu, larangan doorprize saat kampanye diatur dalam Peraturan KPU Nomor 12 Tahun 2016 tentang Kampanye. Dalam pasal 47A PKPU Kampanye disebutkan dengan jelas, bahwa parpol, gabungan parpol, paslon atau tim kampanye dilarang memberikan doorprize saat kegiatan kampanye. ”Kita hanya menegakkan aturan saja. Yang kita hentikan aksi bagi doorprize saja bukan kampanyenya,” ujarnya didampingi dua komisioner Panwascam Batealit, Ida dan Sya’roni.

Setelah mendapat penjelasan dari pihak panwascam, akhirnya pembagian doorprize ini pun dihentikan. Praktis aksi bagi doorprize itu hanya berlangsung dalam hitungan menit saja. Pihak panitia menerima dan tak mempermasalahkan langkah Panwascam Batealit.

Editor: Merie

FOTO-FOTO : Banjarejo Grobogan yang Memesona

Salah satu spot andalan foto selfie di Banjarejo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Salah satu spot andalan foto selfie di Banjarejo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Liburan panjang Imlek tahun ini, harusnya lebih maksimal bahagianya. Ada satu tempat di Grobogan, yang jadi rekomendasi untuk berwisata, menghabiskan masa liburan ini.

Lihatlah keceriaan anak-anak saat foto selfie di Banjarejo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Lihatlah keceriaan anak-anak saat foto selfie di Banjarejo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

Adalah Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus. Warga setempat benar-benar sadar wisata. Mereka menyediakan area photobooth bagi pengunjung yang hobi jeprat-jepret.

1,2,3.. Oke, semua posenya siap untuk difoto. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

1,2,3.. Oke, semua posenya siap untuk difoto. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

“Meski tidak banyak, tetapi sudah kita siapkan photobooth bagi pengunjung yang hobi selfie. Barangnya kita bikin sederhana saja. Yang penting bisa dipakai pengunjung untuk berekspresi,” kata Kades Banjarejo Ahmad Taufik.

Wisatawan akhirnya tak tahan untuk tak bisa foto selfie di Banjarejo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Wisatawan akhirnya tak tahan untuk tak bisa foto selfie di Banjarejo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

Selain ditempatkan di rumahnya yang sementara jadi ‘museum’, photobooth juga disediakan di lokasi wisata alam bekas sumur minyak tua yang dikenal dengan nama Buran. Tempat pengeboran minyak tersebut, sekarang ini jadi salah satu favorit pengunjung yang datang ke Desa Banjarejo.

Frame ini bisa bikin fotomu makin kece saat di Banjarejo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Frame ini bisa bikin fotomu makin kece saat di Banjarejo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

Oke, datang saja sekarang. Buktikan dan rasakan sensasinya. 

Dan inilah salah satu sensasi asyik berfoto selfie di Banjarejo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Dan inilah salah satu sensasi asyik berfoto selfie di Banjarejo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Akrom Hazami

 

Parkir Mobil Peziarah Makam Sunan Kudus Dikeluhkan Pengguna Jalan

Sejumlah kendaraan yang parkir sembarangan di area Menara Kudus, Sabtu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Sejumlah kendaraan yang parkir sembarangan di area Menara Kudus, Sabtu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus- Keberadaan parkir terminal wisata di Bakalan Krapyak Kudus ternyata tak sepenuhnya dimanfaatkan oleh para rombongan peziarah. Nyatanya, rombongan yang menggunakan mobil elf dan sejenisnya, masih memarkirkan kendaraan di kawasan Menara Kudus.

Amri Soleh, warga Kecamatan Kota, Kudus, mengeluhkan jalan di sekitara terminal Bakalan Krapyak yang menjadi sesak. Hal itu karena sebagian jalan sudah digunakan untuk parkir kendaraan peziarah ke Makam Sunan Kudus. Padahal, jalan diharapkan steril, sebab sudah ada terminal. “Buat apa terminal kalau masih sesak begini? Harusnya semua kendaraan parkirnya itu ya di terminal  Bakalan Krapyak. Bukan malah di kawasan Menara,” katanya kepada MuriaNewsCom di lokasi, Sabtu (28/1/2017). 

Kondisi jalan makin ramai saat liburan seperti sekarang. Karena sebagian masyarakat menggunakan kesempatan libur panjang Imlek. Dia berharap petugas dapat bertindak, sebab melihat lokasi jalan yang digunakan sebagai parkir membuat banyak pengguna jalan menjadi terganggu. 

Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Didik Sugiharto mengatakan, kalau keberadaan jalan yang digunakan untuk parkir sebenarnya terlarang. Namun banyak masyarakat yang masih nekat untuk melanggarnya. “Kami sudah menyiapkan skema untuk hal itu. Kami melakukan kerja sama dengan paguyuban untuk melarang peziarah parkir di kawasan tersebut,” kata Didik.

Ke depannya nanti akan dibangunkan sejumlah pos untuk mengaturnya. Pos tersebut, juga dipasang di sepanjang jalan Sunan Kudus, yang mana banyak digunakan untuk parkir peziarah. Beberapa titik yang dimaksud, di antaranya adalah perempatan Menara ke Kelenteng, perempatan Jember dan depan Polytron. Pos tersebut nantinya akan diisi tak hanya dari Dishub, namun dari paguyuban juga dilibatkan.

“Soalnya mereka yang lama di sana. Jadi mereka lebih menguasai dan paham situasinya. Untuk itu, akan dilakukan kerja sama dengan paguyuban. Dan mereka yang akan membantu mengatur,” ujarnya.

Dikatakan, kalau pos tersebut juga akan mengatur tentang kepatuhan paguyuban untuk tak ugal-ugalan. Jika ada yang melanggar, maka sanksi akan diberikan oleh paguyuban tersebut. Sebab anggota paguyuban lain yang akan dirugikan. Dia menambahkan, kalau pos juga akan menghalau bus atau kendaraan besar menuju perkotaan. Sebab selain melanggar, potensi kemacetan akibat kendaraan besar juga terjadi. “Skema akan dilakukan pada 15 Februari mendatang. Jadi pemandangan baru akan nampak di Kawasan Menara Kudus. Tentunya dengan evaluasi dalam beberapa bulan,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami