Cegah Longsor, Warga Dimbau Tanam Pohon Pelindung

ILustrasi longsor

ILustrasi longsor

MuriaNewsCom,Jepara – Longsor yang terjadi di Desa Damarwulan RT 9 RW 4 Kecamatan Keling,Jepara, pada Rabu (25/1/2017) lalu, membuat pemerintah daerah setempat mengambil langkah antisipatif. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, warga diimbau untuk memanfaatkan lahan untuk ditanami pohon pelindung.

Kepala BPBD Jepara Lulus Suprayitno mengatakan, longsornya tanah di Damarwulan beberapa hari lalu, diharapkan menjadi peringatan bagi warga. “Untuk mengantisipasi tanah longsor, diharapkan agar lahan kosong untuk segera direboisasi. Tanami lahan yang berada di tebing dengan pohon keras seperti durian, nangka ataupun bambu,” katanya.

Untuk pohon seperti durian dan nangka, nantinya warga juga dapat memanfaatkan buahnya secara berkelanjutan. “Selama ini kan biasanya warga menanami lahan dengan sengon atau randu. Memang menghasilkan, tapi itu sebentar, karena pohonya akan ditebang. Jadi, kurang efektif untuk mengantisipasi terjadinya longsor,” imbuhnya.

Dirinya juga mengusulkan kepada pihak desa supaya lahan yang terjadi longsor tersebut bisa dibuatkan sebuah parit di sebelah kanan dan kiri. Supaya kejadian longsor tersebut dapat diminimalkan.

Pihaknya, saat ini juga terus melakukan pantauan terhadap lokasi-lokasi yang berpotensi longsor, termasuk di Damarwulan yang memang sudah menjadi fokus pantauan. Sebab, di Damarwulan dilalui dua sungai. Yakni Sungai Medono Damarwulan, dan Sungai Pucung.

Terpisah, Kepala Desa Damarwulan Abdullah Salam mengatakan, untuk TKP longsor tersebut memang cukup memprihatinkan. Sebab selama dua tahun terahir sudah terjadi longsor dua kali ini.”Pertama seingat saya dua tahun lalu juga pernah longsor, dan tahun ini juga terjadi longsor lagi,” tuturnya.

Dengan adanya kondisi semacam itu, maka pibaknya akan terus berupaya memberikan edukasi kepada seluruh warganya untuk melakukan upaya pencegahan longsor sejak dini. Yakni dengan memanfaatkan lahan untuk ditanami pohon pelindung.

Editor : Kholistiono