Anggota DPRD Grobogan Dukung Penanganan Sampah Berkonsep Ramah Lingkungan

Warga memilah sampah di TPA di Purwodadi, Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Warga memilah sampah di TPA di Purwodadi, Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan –  Upaya penanganan sampah dengan konsep ramah lingkungan yang dilakukan instansi terkait mendapat dukungan dari wakil rakyat setempat. Salah satunya, datang dari Wakil Ketua DPRD Grobogan HM Nurwibowo.

“Penanganan sampah sudah jadi persoalan serius yang mesti ditangani. Tentunya, upaya yang dilakukan oleh dinas terkait akan kita dukung sepenuhnya sepanjang untuk kebaikan masyarakat,” katanya.

Dia menyadari, untuk menangani sampah dengan konsep ramah lingkungan memang butuh biaya tidak sedikit. Nantinya, dari anggota DPRD akan berupaya mendukung alokasi dana yang dibutuhkan supaya penanganan sampah bisa lebih maksimal. Tidak hanya sampah di kawasan kota saja tetapi juga di level kecamatan lainnya yang juga butuh perhatian serius. Meski memberikan dukungan, namun Nurwibowo memberikan catatan khusus dalam penanganan sampah tersebut. Hal itu semata-mata tidak dilakukan hanya demi mendapatkan piala Adipura saja. Tetapi memang untuk mengatasi persoalan sampah secara lebih luas guna menciptakan lingkungan yang sehat, rapi dan indah.

“Ada penilaian Adipura atau tidak, penanganan sampah tentu harus dilakukan sungguh-sungguh. Kalau penanganan kebersihan yang dilakukan bagus termasuk masalah sampah maka kesempatan dapat piala Adipura pasti lebih mudah. Jadi, kalau penanganan sampah tujuannya hanya untuk dapat piala Adipura malah kurang pas jadinya,” tegus politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa tersebut.

Dukungan terharap penanganan sampah berkonsep ramah lingkungan juga dilontarkan Ketua Komisi B Budi Susilo. Budi menegaskan, dalam penanganan sampah, sebaiknya juga melibatkan partisipasi berbagai komponen masyarakat. “Persoalan sampah ini merupakan masalah kita bersama. Jadi, salah satu komponen penting untuk menangani sampah adalah menggugah kesadaran warga akan pentingnya menciptakan lingkungan yang bersih. Baik berkaitan dengan penilaian Adipura maupun tidak,” tegasnya.

Budi menilai, penanganan sampah yang dilakukan sejauh ini memang masih perlu ditingkatkan lagi. Tidak hanya di kawasan kota tetapi juga sampah yang dibuang sembarangan di pinggir jalan raya. Seperti di Kecamatan Godong dan Gubug. Terkait dengan Piala Adipurna, sejauh ini, Grobogan sudah berhasil meraih simbol kebersihan itu sebanyak empat kali. Yakni, pada tahun 2009, 2010, 2012 dan 2013. Empat kali keberhasilan meraih juara itu tidak didapat dengan mudah tetapi butuh keseriusan serta persiapan yang lama.

“Untuk meraih Adipura tidak bisa dilakukan dengan instan. Jika digarap dengan sungguh-sungguh maka kesempatan mendapatkan Adipura pasti datang. Kami tentu akan mendukung upaya penanganan sampah untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” katanya.

Editor : Akrom Hazami