Aksi Long March Digagalkan Polisi, Relawan Kotak Kosong Bakal Mengadu ke Mabes Polri dan DKPP

Seorang pemuda melakukan tanda tangan di atas kain putih di Jalan Pemuda Pati, Kamis (26/1/2017). Hal itu untuk mendukung kotak kosong pada Pilkada Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang pemuda melakukan tanda tangan di atas kain putih di Jalan Pemuda Pati, Kamis (26/1/2017). Hal itu untuk mendukung kotak kosong pada Pilkada Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sutiyo, relawan kotak kosong yang juga Ketua Aliansi Kawal Demokrasi Pilkada (AKDP) Pati rencananya akan mengadu ke Mabes Polri terkait dengan Pilkada Pati. Langkah itu akan diambil, karena pergerakan untuk melakukan sosialisasi kotak kosong di Pati diakui sulit.

“Kami sulit bergerak dalam melakukan sosialisasi. Ada berbagai macam kendala. Kami juga terbentur tidak mendapatkan izin dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pati. Setelah ini, kami akan melakukan konsolidasi internal dan akan membuat event yang lebih besar lagi,” kata Sutiyo, Kamis (26/1/2017).

Dia mengklaim, ada sekitar 2.000 orang yang bertolak dari berbagai wilayah untuk melakukan aksi long march sebagai salah satu bentuk sosialisasi kotak kosong. Rencananya, aksi long march dimulai dari Sekretariat AKDP, Kamis (26/1/2017). Namun, aksi mereka gagal karena dikawal ketat petugas kepolisian.

“Kami akan laporkan insiden ini kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI. Kami akan segera ke Jakarta. Kami juga akan konsultasi ke Mabes Polri. Biar pejabat-pejabat di pusat tahu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo yang menerjunkan sekitar 500 personel mengatakan, langkah yang diambil polisi demi keamanan bersama. “Langkah yang kami ambil sebagai tindak lanjut dari komitmen kemarin waktu dengan KPU dan Panwas, tidak ada aktivitas pergeseran,” kata AKBP Wibowo.

Pengamanan aktivitas kotak kosong juga diakui untuk kepentingan masyarakat Pati. Dia mengajak kepada semua pihak untuk bersama-sama menggunakan kepala dingin, karena semuanya tidak ada yang tidak bisa didiskusikan. Kegiatan kotak kosong juga diakui sebagai haknya masing-masing.

Namun, polisi hanya menegakkan komitmen para pihak yang sudah berdiskusi di Kantor KPU Pati, Rabu (25/1/2017) untuk tidak ada aktivitas pergeseran massa. “Komitmen itu kan dari beliau-beliau sendiri, silakan disesuaikan saja komitmennya,” ucapnya.

Relawan kotak kosong yang gagal melakukan aksi jalan santai akhirnya membentangkan kain putih. Mereka melakukan tanda tangan di atas kain putih untuk mendukung keberadaan kotak kosong pada Pilkada Pati yang akan digelar pada 15 Februari 2017.

Editor : Kholistiono