Warga Punya Peran Penting untuk Penuhi Target Stok Darah di PMI Jepara

Budi Hutomo, salah seorang warga dari Nalum saat mendonorkan darah di PMI Jepara, Selasa (24/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Budi Hutomo, salah seorang warga dari Nalum saat mendonorkan darah di PMI Jepara, Selasa (24/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Jepara – Target darah dari pendonor yang harus dipenuhi oleh PMI Cabang Jepara pada tahun 2017 memang dinilai cukup berat. Pasalnya, target tersebut naik sebesar 9 ribu dari yang semula 15 kantong menjadi 24 ribu kantong darah.

Salah seorang pendonor darah asal Nalumsari, Jepara, Budi Hutomo mengatakan, setidaknya target itu juga bukan serta merta hanya tugas PMI semata. Namun, setiap warga Jepara juga memiliki peran penting untuk bisa mewujudkan hal itu.

“Katanya target sebanyak 15 ribu kantong darah di tahun 2016 belum bisa terpenuhi. Sehingga tahun ini warga Jepara harus bisa berpikir bijak untuk bisa menjadi salah satu sukarelawan pendonor darah. Terlebih, tahun ini PMI mentargetkan sebanyak 24 ribu kantong darah,” kata Budi.

Dia menilai, target tersebut bisa dipenuhi secara maksimal, jika setiap warga mau berperan dalam hal ini. “Ketersediaan darah di PMI itu sangat penting sekali bagi kepentingan medis. Dan target itupun bisa dipenuhi dengan mudah, bila setiap warga Jepara bisa menjadi relawan pendonor darah. Baik itu datang langsung ke PMI atau juga mendonorkan darahnya di instansi ia bekerja atau berada di sekolah, dan tempat lainnya,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, target itu bisa dibanding dengan jumlah penduduk yang ada di Jepara. Sebab target sebanyak 24 ribu tersebut masih jauh di bawah dengan jumlah penduduk Jepara.

“Bandingkan saja, penduduk Jepara sekitar 700 ribu lebih.Namun targetnya PMI  hanya 24 ribu kantong. Secara otomatis, bila warga sadar akan hal itu, maka target 24 ribu kantongpun bisa dicapai. Bahkan bisa melebihi target tersebut,” ujarnya.

Dia menambahkan, sebenarnya mendonorkan darah itu merupakan hal yang mulia bagi sesama. Sebab dengan hal itu, ketersediaan darah di PMI bisa maksimal. Sehingga keperluan medis bisa terpenuhi untuk membantu warga yang membutuhkan.

Editor : Kholistiono