Sampah di Karimunjawa Semakin Tak Terkontrol, Pemerintah Didesak Segera Realisasikan Pembangunan TPA

 Warga Karimunjawa saat melakukan kerja bakti membersihkan sampah yang menumpuk. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Warga Karimunjawa saat melakukan kerja bakti membersihkan sampah yang menumpuk. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Sampah di Kepulauan Karimunjawa, Jepara semakin tak terkontrol. Pemerintah didesak segera merealisasikan pembangunan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di kepulauan yang ada di Laut Jawa tersebut.

Meski sudah ditetapkan sebagai salah satu destinasi wisata andalan Jawa Tengah, namun hingga kini Kepulauan Karimunjawa belum memiliki TPA sampah. Padahal, sampah di wilayah berpenduduk sekitar 10 ribu jiwa ini berasal dari berbagai sumber. Baik mulai dari sampah rumah tangga, aktivitas pariwisata hingga sampah dari wilayah lain yang terbawa arus laut dan menumpuk di kawasan sekitar pelabuhan atau pesisir Karimunjawa.

Salah seorang warga Karimunjawa, Djati Utomo mengatakan, karena tak ada TPA sampah, maka berbagai macam sampah dikumpulkan di lahan milik penduduk. Karena keterbatasan lahan, sampah baik dari rumah tangga, aktivitas wisata maupun sampah dari wilayah lain yang terbawa arus laut menumpuk di lahan warga tersebut.

“Kita dan berbagai elemen mulai dari Syahbandar hingga pihak desa selalu membersihkan sampah di pelabuhan yang terbawa arus laut. Sampah itu, kemudian  terpaksa kita kumpulkan di lahan warga karena memang tak ada TPA,” kata Djati yang juga Ketua Yayasan Pitu Likur Pulo Karimunjawa ini.

Sementara itu, untuk mengurangi  sampah dari berbagai jenis mulai dari plastik, bambu, kayu, daun, kertas, botol dan lain sebagainya itu dibakar. Namun sayangnya, hujan yang kerap mengguyur wilayah Karimunjawa dalam beberapa pekan terakhir membuat upaya pembakaran sampah tak maksimal. Sehingga muncul bau dari tumpukan sampah itu. Selain itu, sampah itu berpotensi jatuh dan masuk ke saluran drainase yang mengarah ke laut.

“Solusi utama memang TPA sampah itu. Kalau infrastruktur itu tak ada, penanganan sampah di Karimunjawa semakin sulit,” jelasnya.

Selain TPA, pihaknya juga mengutarakan bahwa tak kalah pentingnya armada untuk mengangkut sampah. Sebab sampah yang terseret arus laut tersebar di berbagai titik perairan di Karimunjawa. Beberapa di antaranya seperti perairan Cemoro Besar, Cemoro Kecil, hingga Kampung Nelayan Lego.”Beberapa lokasi ini merupakan tujuan wisata. Kalau di sana penuh sampah, bagaimana mungkin wisatawan bisa betah,” ucapnya.

Sementara itu, ASN yang ditugasi mengawal pembangunan TPA Karimunjawa, Lulut Andi Ariyanto mengatakan, proses pembangunan memang dilakukan secara bertahap. Sebelumnya, yang sudah dibangun adalah akses jalan menuju lokasi TPA yang rencana dibangun di Dukuh Alang-alang Desa Karimunjawa.

“Rencananya, TPA Karimunjawa seluas 1 hektare, sehingga bisa dibuat tiga hingga empat tempat penimbunan sampah (sel landfill). Kami berharap TPA itu bisa dimaksimalkan untuk menampung sampah baik dari rumah tangga maupun sektor pariwisata selama lima tahun mendatang,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono