Warga Binaan Banyak yang Tidak Tahu Calon Wakil Bupati Jepara

Sosialisasi Pilkada Jepara yang dilakukan KPU terhadap warga binaan di Rutan Jepara, Jumat (20/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Sosialisasi Pilkada Jepara yang dilakukan KPU terhadap warga binaan di Rutan Jepara, Jumat (20/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Pelaksanaan pemungutan suara Pilkada Jepara 2017 tinggal beberapa hari lagi. Namun demikian, masih banyak yang belum tahu siapa calon pemimpinnya untuk lima tahun ke depan, khususnya untuk calon wakil bupati.

Di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Jepara misalnya, banyak warga binaan yang belum tahu siapa sosok calon wakil bupati yang maju dalam Pilkada Jepara 2017. Hal ini terungkap ketika Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan sosialisasi pilkada terhadap ratusan warga binaan, Jumat (20/1/2017).

“Saya tahunya calon bupatinya saja, yaotu Pak Marzuqi yang pernah menjabat bupati. Kemudian Subroto, yang dulunya wakilnya Pak Marzuqi. Kalau untuk calon bupati yang maju sekarang ini, saya tidak tahu. Bahkan Banyak teman-teman yang ada di sini juga mengalami hal yang sama, tak kenal siapa calon wakil bupati sekarang,” ujar Tafrikan, salah satu warga binaan di Rutan Jepara.

Sementara itu, Ketua KPU Jepara M. Haidar Fitri mengatakan, warga binaan di Rutan Jepara merupakan bagian pemilih pada pilkada 15 Februari 2017. Untuk itu, KPU merasa perlu untuk menggelar sosialisasi terhadap warga binaan.

“Dengan adanya sosialisasi ini, pihaknya berharap supaya seluruh warga binaan yang memiliki hak pilih, bisa menggunakan hak pilihnya nanti pada 15 Februari mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, terkait dengan daftar pemilih yang ada di rutan dan didata oleh KPU pada 6 Desember 2016 lalu, yakni sebanyak 171 pemilih. Namun, jumlah tersebut, katanya, masih bertambah atau bahkan berkurang nanti.

Kemudian, mengenai tempat pemungutan suara (TPS) nantinya di rutan akan disediakan satu TPS. “Pada pelaksanaan pemilu sebelumnya juga sama, hanya satu TPS. Partisipasi mereka juga tinggi, bahkan hingga seratus persen. Dan mudah-mudahan pada pilkada ini juga bisa 100 persen,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Jepara Slamet Wiryono mengatakan, sebelumnya daftar pemilih yang ada di rutan ini memang ada sebanyak 171 orang. Namun, setelah data itu disisir kembali, ternyata ada yang dobel dan ada yang sudah keluar dari rutan.

“Ke 171 pemilih sebelumnya itu ada yang dobel maupun ada yang sudah keluar dari rutan. Nah setelah disisir dan koordinasi dengan KPU ternyata hanya ada sebanyak 139 pemilih hingga saat ini. Data ini bisa saja naik, jika ada penghuni baru ruta,” katanya.

Editor : Kholistiono