Penyakit Campak Serang Warga Kudus di Awal 2017

Salah seorang pasien penyakit campak mendera seorang anak dan dirawat di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Salah seorang pasien penyakit campak mendera seorang anak dan dirawat di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Warga Kudus harus waspada dengan penyakit campak. Sebab, di awal  2017 ini saja sudah ada enam warga yang dilarikan ke RSUD dr Loekmono Hadi.

Direktur RSUD dr Loekmono Hadi dokter Aziz Achyar melalui Kabid Pelayanan Medis Aris Jukisno mengatakan, pihaknya mencatat ada enam warga yang rawat inap akibat kena penyakit campak. “Penyakit ini masih berpotensi serang warga seiring tingginya intensitas hujan sekarang,” kata Aris di tempat kerjanya, Jumat (20/1/2017).

Dari jumlah itu ada yang berusia anak-anak, hingga orang dewasa. Tahun 2016,  jumlah penderitanya juga banyak. Yaitu capai 174 orang. Mereka dirawat di RSUD dr Loekmono Hadi. Penyakit campak tidak seganas penyakit DBD yang bisa menyebabkan kematian. Namun jika tak segera ditangani maka virus akan menyebar ke tubuh dan bahayanya yang diserang adalah bagian dalam, khususnya otak.

Pihaknya  memberikan perlakuan berbeda kepada pasien campak. Selain perawatan dan obat, rumah sakit juga memberi imunisasi campak kepada pasien yang dirawat. Penderita campak yang pernah diimunisasi kalau terserang virus tersebut tingkatannya tidak terlalu parah. Ini berbeda dengan penderita yang belum sama sekali divaksin. Karena kondisinya lebih parah dan dibutuhkan perawatan secara intensif.

Gejala terkena campak di antaranya mata merah, suhu panas mencapai 39 derajat celsius, timbul bercak merah, dan badan panas tiga hari tidak turun-turun. Kalau menjumpai seperti itu, kata dia, bisa langsung dibawa ke puskesmas atau dokter. Untuk antisipasi sebenarnya cukup mudah. Pola hidup sehat harus dijalankan dan konsumsi makanan yang segar. Selain itu, konsumsi minuman air putih juga dianjurkan dalam menjaga daya tahan tubuh.

“Untuk anak-anak, jangan sering diberi makanan cepat saji karena mengandung bahan pengawet yang tidak baik untuk tubuh. Sayur-mayur dan buah diperbanyak untuk menjaga kekebalan tubuh. Sementara orang dewasa dapat memperbanyak konsumsi air putih sehari-hari,” sarannya.

Editor : Akrom Hazami