Lucunya Aksi 3 PNS yang Dirazia saat Keluyuran pada Jam Kerja di Grobogan

Anggota Satpol PP gabungan dari Provinsi Jateng dan Pemkab Grobogan sedang melangsungkan kegiatan penegakan disiplin di tempat keramaian. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota Satpol PP gabungan dari Provinsi Jateng dan Pemkab Grobogan sedang melangsungkan kegiatan penegakan disiplin di tempat keramaian. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Aparat Satpol PP Provinsi Jawa Tengah dan Satpol PP Grobogan menggelar operasi penegakan disiplin di sejumlah kantor dan pusat keramaian di Kota Purwodadi, Kamis (19/1/2017). Dalam kegiatan ini, ada tiga Aparat Sipil Negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS) dari sejumlah instansi yang berhasil terjaring razia di sejumlah titik.

Banyaknya petugas yang terlibat dalam razia membuat para PNS itu tidak bisa berkutik. Termasuk mereka yang hendak kabur ketika sudah berada lokasi parkiran kendaraan. Soalnya, beberapa petugas juga sudah menghadang di pintu keluar kendaraan.

Razia yang dilakukan petugas gabungan itu dilakukan dalam dua tahap. Razia tahap pertama dilakukan di Kantor Balai Pelaksana Teknis (BPT) Bina Marga Provinsi wilayah Purwodadi mulai pukul 07.00 WIB dan dilanjutkan ke kantor Samsat Grobogan. Di instansi tersebut, petugas tidak mendapati adanya pegawai yang bolos.

Kemudian, kegiatan dilanjutkan di Pasar Induk Purwodadi, dan Swalayan Luwes di Jalan R Suprapto Purwodadi. Di tempat keramaian ini, petugas berhasil menjaring tiga ASN yang masih ada di dalam maupun yang sudah selesai belanja.

Dari tiga ASN ini, satu orang merupakan pegawai puskesmas, satu guru SD dan satu guru SMP. Kemudian, ada satu perangkat desa dan seorang guru swasta di Madrasah Ibtidaiyah yang juga terjaring razia.

Saat diperiksa petugas, para pegawai tidak bisa menunjukkan surat tugas dari pimpinannya. Selanjutnya, pegawai yang kedapatan keluyuran pada jam kerja itu langsung didata identitasnya.

Kabid Ketentraman Masyarakat Satpol PP Provinsi Jateng Sukar menyatakan, tiga ASN yang terjaring razia dikenai sanksi tertulis dan dua pegawai swasta dikenai sanksi teguran. Untuk pembinaan selanjutnya diserahkan ke Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Grobogan.

“Kegiatan ini dilakukan untuk mengingatkan dan menertibkan ASN agar tidak keluar kantor kecuali ada urusan kedinasan. ASN yang berada di luar kantor pada jam kerja harus disertai penugasan dengan surat yang jelas. Begitu juga dengan pegawai swasta di institusi pendidikan dan pemerintahan desa, mereka juga punya tanggung jawab terhadap masyarakat dan siswa,” jelasnya pada wartawan.

Selain razia, pihaknya juga menggelar sosialisasi terkait kewenangan Satpol PP Jateng dalam menegakkan peraturan daerah pada instansi level provinsi yang ada di Grobogan. Selain di instansi pemerintahan, juga dilakukan sosialisasi di SMAN 1 Purwodadi. Seperti diketahui, mulai tahun 2017 ini, SMA dan SMK beralih jadi kewenangan provinsi.

“Kegiatan di SMAN 1 Purwodadi hanya sosialisasi dan mengecek presensi saja,” katanya.

Editor : Akrom Hazami