Ganjar Temui Puluhan Nelayan di Juwana Terkait Kapal Cantrang

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo didampingi Plt Bupati Pati Haryanto berdialog dengan nelayan di Kantor Kecamatan Juwana, Pati, Rabu (18/1/2017) pukul 16.00 WIB. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo didampingi Plt Bupati Pati Haryanto berdialog dengan nelayan di Kantor Kecamatan Juwana, Pati, Rabu (18/1/2017) pukul 16.00 WIB. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Budiyono menemui puluhan nelayan di Kantor Kecamatan Juwana, Pati, Rabu (18/1/2017) sekitar pukul 16.00 WIB. Ganjar mendengarkan berbagai keluhan nelayan terkait dengan pelarangan kapal cantrang yang saat ini diberikan toleransi selama enam bulan.

Hadi Sutrisno, salah satu nelayan yang tergabung dalam komunitas nelayan Jawa Tengah meminta kepada Ganjar agar bisa mendorong pemerintah pusat untuk memperpanjang batas toleransi selama setahun. Perpanjangan toleransi diharapkan bisa dimanfaatkan nelayan untuk mengganti alat tangkap, termasuk modifikasi yang menghabiskan biaya mencapai Rp 3 Miliar.

“Kapal ikan menjadi sumber ekonomi masyarakat banyak, mulai dari bakul-bakul ikan, pekerja freelance, pasar, nahkoda, dan masih banyak lagi sumber ekonomi yang terdampak. Kami minta kepastian dan kejelasan soal masalah yang kami hadapi,” ujar Hadi.

Menurutnya, ada empat opsi utama yang bisa dilakukan nelayan cantrang. Pertama, persoalan peralihan alat tangkap. Di Juwana, hanya 30 persen nelayan yang sanggup beralih alat tangkap.

Kedua, mereka yang punya kapal cantrang dan tidak punya kapal lain terpaksa harus hutang kepada bank. Ketiga, mereka yang tidak bisa hutang bank lantaran terbentur aset atau agunan, satu-satunya cara adalah bekerja sama dengan investor atau nelayan lain.

Keempat, nelayan yang hanya memiliki kapal cantrang harus menjual kapalnya untuk mengganti alat tangkap sesuai dengan spesifikasi. “Pelarangan kapal cantrang berdampak besar pada sumber ekonomi perikanan. Kami berharap, pemerintah benar-benar memperhatikan nasib kami,” harapnya.

Menjawab keluhan tersebut, Ganjar berjanji akan mendatangkan pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI ke Juwana untuk mencari pemecahan solusi terhadap masalah yang membelit nelayan cantrang. “Saya akan menjembatani dengan menghadirkan KKP di sini,” kata Ganjar.

Editor : Kholistiono