Rawan Longsor, Camat Dawe Kudus Minta Warga Siaga

BPBD dan sejumlah warga berada di kawasan longsor Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, 2016 lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

BPBD dan sejumlah warga berada di kawasan longsor Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, 2016 lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Camat Dawe Kudus Eko Budi Santoso, mengatakan sejumlah titik di wilayahnya memiliki potensi longsor yang tinggi. Warga diminta siaga dan peka terhadap tanda bencana alam.

Hal itu dikatakan ke MuriaNewsCom, di Kudus, Senin (16/1/2017). Dikatakannya, kawasan Dawe saat ini siaga longsor. Sebab, wilayahnya sering terjadi bencana longsor, beberapa bulan terakhir. Longsor menimpa kawasan Atap. “Kejadian longsor terjadi hingga beberapa kali. Dampaknya, ada yang hanya menutup akses jalan, dan ada yang menghancurkan rumah warga,” katanya.

Sejumlah desa rawan longsor di antaranya Desa Soco. Desa itu berbatasan dengan Desa Menawan, Gebog. Longsor terjadi, kata dia, karena memang tanahnya cukup labil. Terutama saat kena guyuran air hujan.

Dia mencontohkan, kejadian longsor yang terjadi akhir Desember lalu menimpa rumah milik Rumain (43) warga Soco. Akibat dari longsor, tembok rumah sampai ambrol dan longsoran tanah masuk rumah. Ada juga longsoran skala kecil yang tidak sampai merusak rumah.

Selain longsor di desa sama juga terjadi puting beliung yang merobohkan rumah salah seorang warga. Untuk itulah, pihaknya mengimbau kepada warga agar tetap berhati-hati. “Di Dawe ini terdapat sejumlah desa yang memang siaga. Karena mereka sadar kawasan rawan longsor. Namun sebagian lagi juga ada yang masih kurang dan itulah tugas kami untuk menyadarkan masyarakat,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami