Kenaikan Harga Tiket Kapal Siginjai Diminta Tidak Sama Antara Wisatawan dan Penduduk Karimunjawa

 Kapal Siginjai ketika berlabuh di Dermaga Kartini Jepara beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kapal Siginjai ketika berlabuh di Dermaga Kartini Jepara beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Terkait adanya wacana kenaikan harga tiket  Kapal Siginjai untuk penyeberangan Jepara-Karimunjawa dan sebaliknya, yang akan dimulai awal Februari 2017 mendatang, pihak Pemerintah Kecamatan Karimunjawa mengusulkan, agar harga tiket tersebut tidak disamaratakan, khususnya untuk warga Karimunjawa.

Jika kenaikan harga tiket yang diperkirakan sampai 55 hingga 60 persen tersebut diberlakukan untuk semua penumpang, maka, hal itu akan berdampak terhadap warga di Karimunjawa, yang memiliki akses lebih besar untuk menggunakan moda transportasi kapal untuk kebutuhan sehari-hari.

Camat Karimunjawa Budi Krisnanto mengatakan, jika memang nantinya harga tiket kapal tersebut jadi naik dan berlaku untuk semua penumpang, maka yang terkena imbas lebih besar adalah warga Karimunjawa.

“Kalau naiknya sekitar Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per tiket dari harga semula Rp 60 ribu sih masih bisa dijangkau warga kami. Untuk itu, kami berharap harga tiket yang naik nanti tidak berlaku sama antara wisatawan dan penduduk lokal dari Karimunjawa,” ujarnya.

Dirinya berharap, nantinya, pihak Pemerintah Kecamatan Karimunjawa juga diajak diskusi terkait hal tersebut. Sehingga, kebijakan yang berlaku nanti, tidak memberatkan warga.

Untuk penerapannya nanti, warga yang berasal dari Karimunjawa bisa menunjukkan KTP atau foto kopi KTP kepada pihak terkait. Hal itu, untuk menghindari adanya miskomunikasi antara pihak pengelola tiket dengan penumpang.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, Kecamatan Karimun kini dihuni sekitar 10.200 jiwa yang berada di 5 pulau. Di antaranya yakni Pulau Karimunjawa, Parang, Nyamuk, Genting dan Kemojan.

Editor : Kholistiono