Pengendara di Jalur Gubug-Purwodadi Keluhkan Bau Sampah Tepi Jalan Raya

Tumpukan sampah di tepi Jalan Gubug-Purwodadi yang merupakan jalan utama menuju Semarang dikeluhkan pengendara. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Tumpukan sampah di tepi Jalan Gubug-Purwodadi yang merupakan jalan utama menuju Semarang dikeluhkan pengendara. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah warga dan pengguna jalan yang biasa melintas di jalan raya Gubug-Semarang mengeluhkan keberadaan tempat pembuangan sampah liar di pinggir jalan raya. Tepatnya, di perbatasan wilayah Kecamatan Gubug dan Tegowanu.

Keluhan itu disampaikan lantaran sampah itu selalu mengeluarkan bau menyengat karena cukup lama tidak diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA). Saat kena air hujan bau menyengat dari busukan sampah makin bertambah parah.
Meski sudah berlangsung lama, namun hingga kini keberadaan tempat pembuangan sampah itu belum kunjung di atasi. Warga berharap, sampah itu segera ditangani karena banyak dampak negatif yang ditimbulkan. Selain bau, tumpukan sampah itu juga dipastikan jadi sumber penyakit karena letaknya tidak begitu jauh dari pemukiman penduduk.

Di lokasi tersebut terdapat dua kontainer yang disediakan dari Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan Grobogan yang sekarang kewenangannya berada di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Grobogan. Namun, ketika dua kontainer sudah penuh dengan sampah, warga membuang sampah di tanah kosong yang ada di dekatnya.

Sementara itu, Camat Gubug Teguh Harjokusumo mengaku telah meminta dibuatkan tempat pembuangan akhir (TPA) di wilayah Grobogan bagian barat kepada dinas terkait. Namun, sampai sekarang belum ada realisasinya.

Teguh mengakui, keberadaan sampah yang menumpuk di tepi jalan tersebut menganggu pemandangan dan membuat pengendara yang melintas merasa kurang nyaman.

“Saya juga prihatin dengan kondisi itu. Kami berharap supaya di wilayah Grobogan barat ini segera ada TPA. Solusinya memang harus ada TPA ini,” ungkapnya.

 

Editor : Akrom Hazami