Harga Tiket Kapal Siginjai untuk Penyeberangan Jepara-Karimunjawa Bakal Naik

Kapal Siginjai sedang bersandar di Dermaga Kartini Jepara beberapa waktu lalu. Dalam waktu dekat, harga tiket Kapal Siginjai untuk penyeberangan Jepara-Karimunjawa dan sebaliknya akan dinaikkan.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kapal Siginjai sedang bersandar di Dermaga Kartini Jepara beberapa waktu lalu. Dalam waktu dekat, harga tiket Kapal Siginjai untuk penyeberangan Jepara-Karimunjawa dan sebaliknya akan dinaikkan.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Subsidi dari pemerintah pusat untuk Kapal Siginjai yang melayani penyeberangan Jepara – Karimunjawa dikurangi. Subsidi tersebut yang semula sebesar Rp1,8 miliar di tahun sebelumnya, di tahun ini dikurangi Rp 1 miliar. Sehingga nantinya hanya mendapatkan subsidi sebesar Rp 800 juta saja.

Dengan adanya pengurangan tersebut, PT ASDP yang melayani penyeberangan perintis terpaksa menaikkan harga tiket kapal. “Selama ini, subsidi itu untuk biaya docking Rp 800 juta. Sedangkan sisanya Rp 1 miliar untuk operasional,” Kata Kepala PT ASDP Cabang Jepara Yudi Yanuar.

Dengan pengurangan subsidi ini, pihaknya harus berupaya sendiri untuk menutup subsidi biaya operasional dengan cara menaikkan tarif Kapal Siginjai tersebut.

 “Ya  terpaksa menaikkan harga tiket Kapal Siginjai yang melayani penyeberangan Jepara – Karimunjawa. Rencananya, harga tiket KMP Siginjai dinaikan mencapai 55 hingga 60 persen. Saat ini, harga tiket KMP Siginjai Rp 60 ribu per orang. Akan tetapi, kenaikan ini tidak kami pukul rata. Khusus tiket kendaraan, rencananya kami naikkan maksimal,” ungkapnya.

Sementara itu, kini pihaknya tengah mengusulkan kenaikan harga tiket ini ke Pemerintah Kabupaten Jepara. Sehingga, mulai Februari 2017 mendatang sudah bisa menerapkan tarif tiket baru.

Jika usulan kenaikan tarif tiket tersebut kandas, maka solusinya untuk menekan biaya operasional dengan melakukan pengurangan trip. Namun, dampaknya akan berpengaruh pada mobilitas masyarakat Karimunjawa dan aktivitas pariwisata.

“Kalau pengurangan trip sampai tiga kali dalam sepekan kasihan masyarakatnya. Sekarang saja kalau tidak ada pelayaran sehari, sudah berdampak bagi masyarakat,” ucapnya.

Sebagai operator penyeberangan perintis, pihaknya juga mempunyai kewajiban berlayar sebanyak 315 kali dalam setahun. Dan Target itu bisa tercapai. Sehingga, pihaknya mewacanakan untuk meningkatkan status pelayaran Jepara – Karimunjawa, dari perintis menjadi pelayaran komersial.

“Kalau mau jadi pelayaran komersial sebetulnya kami siap. Berarti sudah tidak mendapat subsidi lagi, tapi kami mempunyai kewenangan untuk menentukan jadwal pelayaran dan harga tiket sendiri tanpa persetujuan pemkab,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono