Gugah Pengetahuan Mahasiswa, FKIP UMK Undang Alumni

Mutohhar, dosen mata kuliah Teacher Profesional Devolepment, Progdi Bahasa Inggris, FKIP, UMK saat diskusi bertajuk Guru dalam Berbagai Persepsi di Aula Masjid Darul Ilmi, Selasa (3/1/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Mutohhar, dosen mata kuliah Teacher Professional Devolepment, Progdi Bahasa Inggris, FKIP, UMK saat diskusi bertajuk Guru dalam Berbagai Perspektif di Aula Masjid Darul Ilmi, Selasa (3/1/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar diskusi bertajuk Guru dalam Berbagai Perspektif di Aula Masjid Darul Ilmi, Selasa (3/1/2016). 

Dalam diskusi tersebut dua alumni dengan profesi berbeda diundang sebagai narasumber. Kedua narasumber tersebut adalah Agus Siswanto guru Bahasa Inggris SMK Taman Siswa dan Supriyadi wartawan Koran Muria.

Mutohhar, dosen mata kuliah Teacher Professional Devolepment, Progdi Bahasa Inggris, FKIP, UMK mengatakan, dua alumni yang diundang tersebut merupakan mahasiswa angkatan 2011.Mereka diundang untuk berbagi cerita tentang pengembangan profesi guru.

”Kami ingin menunjukkan kepada mahasiswa, jika lulusan FKIP terutama PBI itu tidak melulu menjadi guru di dalam kelas. Mereka punya kesempatan untuk mengembangkan ilmu yang dimiliki dengan profesi lain,” katanya di sela-sela acara.

Ia menjelaskan, skill Bahasa Inggris yang dimiliki mahasiswa juga bakal menjadi bekal untuk menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Karena itu, ia berharap mahasiswa bisa serius untuk menekuni pelajaran Bahasa Inggris di bangku perkuliahan.

”Hanya, kami minta mahasiswa untuk mengimbanginya dengan soft skill dan mental untuk berani berkreasi. Salah satunya mengedepankan membaca ataupun diskusi antarmahasiswa. Itu sangat penting bagi mereka kelak,” ujarnya.

Disinggung terkait pilihan alumni yang didatangkan, Mutohhar menegaskan, dua alumni tersebut memiliki profesi yang berbeda namun latar belakangnya sama. Untuk itu, keduanya diharapkan bisa memberikan gambaran terkait progres ke depan.

”Kami memiliki lulusan yang kompeten. Saat ini keduanya berbeda profesi namun masih memegang teguh prinsip sebagai seorang guru. Itu sebabnya kami mengundang mereka,” tandasnya.

Editor : Akrom Hazami