Jejak Prabu Angling Darma di Kabupaten Pati

Seorang pengunjung tengah berdoa di sebuah tempat di Desa Baleadi, Sukolilo yang diyakini sebagai makam Prabu Angling Darma. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang pengunjung tengah berdoa di sebuah tempat di Desa Baleadi, Sukolilo yang diyakini sebagai makam Prabu Angling Darma. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Nama Angling Darma terus bersinar dari zaman ke zaman, meski bukti-bukti sejarah tidak mampu menunjukkannya. Nama besarnya sebagai raja agung yang menguasai jagad manusia dan gaib selalu melekat dalam ingatan generasi manusia Jawa.

Jejak Prabu Angling Darma ada di mana-mana. Salah satunya di Desa Baleadi, Kecamatan Sukolilo yang dipercaya sebagai tempat peristirahatan terakhir Prabu Angling Darma. Banyak orang dari luar kota yang datang ke tempat tersebut untuk berziarah.

Maksun (24), misalnya. Pemuda asal Desa Kalikondang, Kecamatan Demak ini mengaku selalu datang ke tempat peristirahatan Prabu Angling Darma setiap dua minggu sekali. Hanya saja, saat ini sudah mulai jarang ke sana, lantaran kesibukan kerja.

“Dulu, saya berkunjung ke sana setiap dua minggu sekali. Tidak ada apa-apa, hanya ada bisikan gaib saja. Tapi, sekarang ini saya jarang ke sana karena sibuk kerja. Dari Demak cukup dekat, karena bisa dilalui lewat Kudus,” ujar Maksun, Senin (2/1/2017).

Di mata Maksun, Angling Darma adalah sosok raja yang bijaksana, pemimpin ideal yang bisa menjadi panutan pemimpin masa kini. Selama ini, dia mengetahui kepribadian dan kisah Sang Prabu dari cerita tutur dan legenda yang berkembang di masyarakat.

Secara terpisah, juru kunci Makam Prabu Angling Darma, Suroso mengatakan, momen yang tepat untuk berkunjung ke sana pada Selasa Kliwon. Pada hari itu, warga dari kota-kota besar hingga luar Jawa berdatangan untuk berziarah.

“Pengunjungnya justru rata-rata dari luar kota, hingga luar Jawa. Ada yang datang dari Bali, Jakarta, Madura, Sumatera, sampai Kalimantan. Puncaknya ketika pada Selasa Kliwon. Kami sendiri yakin bila tempat peristirahatan terakhir Sang Prabu ada di sini,” tandas Suroso.

Editor : Kholistiono