Peta Wisata Kudus Terancam Terganggu

Warga berada di tangga makam Sunan Muria, Kabupaten Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga berada di tangga makam Sunan Muria, Kabupaten Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kudus merancang sebuah peta wisata untuk wilayah setempat, sekarang. Peta tersebut meliputi Menara Kudus, Wisata Colo dan bermuara di kawasan timur yakni Museum Patiayam.

Hanya, Dinas Perhubungan membuat sebuah rencana larangan bus ke kawasan atas. Dengan demikian, maka skema tiga wisata akan terganggu lantaran kebanyakan wisatawan dalam skala besar menggunakan kendaraan bus.

Kepala Disbudpar Yuli Kasianto mengatakan, sebenarnya rencana sudah ada sejak lama. Wisata tersebut berakhir di bagian timur Kudus, yang bermuara pada sebuah tempat sentral oleh-oleh wisata di Kudus. “Selama ini sudah banyak pembangunan sebelah barat. Jadi rencananya akan kami fokuskan pula di bagian timur. Sebab selama ini kurang tersentuh,” katanya kepada MuriaNewsCom, di Kudus, Selasa (31/1/2017).

Pihaknya tak terlalu menyinggung tentang rencana Dishub tersebut. Namun pihaknya lebih menekankan pembangunan yang akan digunakan pada bagian timur Kudus tersebut.

Sementara, Camat Dawe Eko Budi menyebutkan kalau segitiga wisata Kudus (Menara, Muria dan Patiayam) sedang digulirkan. Wacana tersebut sudah lama didengar olehnya. Sehingga pihaknya kaget soal rencana dari Dishub tersebut. “Lha nanti bagaimanapun wisatawan yang ke Colo, bisa-bisa malah menjadi sepi. Soalnya selama ini yang ziarah itu dari berbagai tempat, dan paling banyak menggunakan kendaraan jenis bus,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Kreatif! Babinsa dan Warga Sarirejo Pati Olah Sampah Jadi Pupuk Organik

Serma Mustofa mengumpulkan daun hasil pemangkasan untuk dijadikan pupuk organik. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Serma Mustofa mengumpulkan daun hasil pemangkasan untuk dijadikan pupuk organik. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sampah rumah tangga yang selama ini dibuang dan dibakar, saat ini sudah dimanfaatkan sebagai pupuk yang baik untuk tanaman. Di Desa Sarirejo, Kecamatan Pati, bintara pembina desa (babinsa) Koramil 01/Pati bersama masyarakat mengolah sampah menjadi pupuk organik.

“Kami mendapatkan proyek pengelolaan reuse, reduce, dan recycle (3R) dari pemerintah pusat. Sumber dana dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) melalui karya cipta Provinsi Jawa Tengah, ujar Babinsa Koramil 01/Pati, Serma Mustofa, Selasa (31/1/2017).

Bantuan tersebut berupa sarana bangunan dan prasarana berupa mesin cacah, ayak, dan dua unit kendaraan roda tiga. Bantuan diberikan untuk membantu pemerintah daerah (Pemda) dalam mengatasi persoalan sampah, terutama di Desa Sarirejo.

“Kalau proyek sudah selesai, pengelolaan akan diserahkan kepada kelompok swadaya masyarakat (KSM). Program penanganan sampah ini berbasis pada masyarakat, sehingga butuh peran serta dari warga untuk bersama-sama mengelola sampah menjadi barang bernilai ekonomi tinggi,” tuturnya.

Rencananya, KSM akan menyiapkan tempat sampah di masing-masing rumah untuk diambil petugas setiap hari. Masyarakat cukup iuran untuk membantu operasional KSM dan petugas menyediakan dua tempat sampah. Satu tempat untuk sampah organik dan satu tempat untuk sampah anorganik.

Sampah organik akan diolah menjadi pupuk organik, sedangkan sampah anorganik akan dijual sebagai barang rongsokan untuk didaur ulang. Dengan begitu, semua sampah akan memberikan manfaat kepada masyarakat.

Menanggapi program tersebut, Mardi, warga setempat mengaku senang. Pasalnya, warga selama ini membuang sampah menjadi barang tidak berguna. Warga juga dimudahkan hanya dengan membuang sampah di tempat yang disediakan, lantas diambil petugas.

Dia berharap, program tersebut bisa berjalan baik sesuai dengan rencana. Dengan demikian, persoalan sampah yang selama ini menjadi polemik bisa diatasi. Menurutnya, program itu tidak hanya bisa menjawab problem sampah, tetapi juga berhasil menyulap sampah menjadi barang berdaya guna.

Editor : Kholistiono

Ratusan Sertifikat Tanah Terdampak Jalan Lingkar Mijen Kudus Dibagikan

Warga terdampak pembangunan jalan lingkar utara di Mijen Kudus mendapat sertifikat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga terdampak pembangunan jalan lingkar utara di Mijen Kudus mendapat sertifikat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan sertifikat jalan lingkar utara milik warga Desa Mijen, Kaliwungu dan Desa Klumpit, Gebog akhirinya dibagikan, Selasa (31/1/2017) sore ini. Pembagian sertifikat dilakukan di aula Balai Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, dengan langsung diberikan kepada pemiliknya. Sertifikat tersebut merupakan penuntasan dari dampak proyek Jalan Lingkar Mijen-Peganjaran. Yakni yang melalui program konsolidasi tanah perkotaan (KTP).

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kudus, Sumiyatun mengatakan, ratusan sertifikat sudah jadi semuanya. “Seharusnya bapak bupati langsung yang membagikan kepada warga. Namun beliau masih ada urusan, sehingga diwakilkan kepada saya untuk membagi sertifikat tersebut,” katanya kepada masyarakat saat sambutan penyerahan sertifikat di lokasi.

Penyelesaian sertifikat milik warga dikebut pada 2016 lalu.  Sejak Juli-Desember tahun lalu, bersama dengan Dinas Bina Marga Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral (sekarang bernama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) serta BPN, dilakukan upaya akselerasi penuntasan pensertifikatan lahan. “Selama 14 tahun persoalan tersebut seakan mengendap dan belum ditemukan solusinya. Ibaratnya anak perempuan sudah menjadi gadis, sehingga tentu membutuhkan waktu yang tidak sebentar,” ungkapnya.

Pihaknya berpesan pada warga untuk menjaga baik sertifikat tersebut. Sebab nilainya yang mahal akan sangat riskan jika jatuh ke tangan yang tidak bertanggungjawab atau menyalahgunakan. “Jangan buat hutang , jangan dijual. Kembangkan potensi yang ada karena dengan adanya jalur di lingkar maka perekonomian dapat berkembang dengan baik,” pesannya.

Sementara Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Desa Mijen Fauzan Akbar mengaku senang. Sebab sertifikat sudah selesai dan sudah dibagikan kepada masyarakat. “Alhamdulillah setelah 14 tahun warga Mijen menunggu sertifikat tanah KTP jalan lingkar, melalui perjuangan seluruh warga Mijen. Dimulai aksi pemblokiran jalan Lingkar tanggal 9 September 2016, yang menuntut untuk segera diterbitkannya sertifikat dan penuntasan kasus tukar guling bengkok desa, pada hari ini baru terjawab,” katanya 

Berdasarkan data, sertifikat yang dibagikan adalah sejumlah 136 milik warga Mijen, 16 milik pemdes selaku bengkok desa dan 15 milik warga Klumpit kecamatan Gebog.

Editor : Akrom Hazami

Cegah Longsor, Warga Dimbau Tanam Pohon Pelindung

ILustrasi longsor

ILustrasi longsor

MuriaNewsCom,Jepara – Longsor yang terjadi di Desa Damarwulan RT 9 RW 4 Kecamatan Keling,Jepara, pada Rabu (25/1/2017) lalu, membuat pemerintah daerah setempat mengambil langkah antisipatif. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, warga diimbau untuk memanfaatkan lahan untuk ditanami pohon pelindung.

Kepala BPBD Jepara Lulus Suprayitno mengatakan, longsornya tanah di Damarwulan beberapa hari lalu, diharapkan menjadi peringatan bagi warga. “Untuk mengantisipasi tanah longsor, diharapkan agar lahan kosong untuk segera direboisasi. Tanami lahan yang berada di tebing dengan pohon keras seperti durian, nangka ataupun bambu,” katanya.

Untuk pohon seperti durian dan nangka, nantinya warga juga dapat memanfaatkan buahnya secara berkelanjutan. “Selama ini kan biasanya warga menanami lahan dengan sengon atau randu. Memang menghasilkan, tapi itu sebentar, karena pohonya akan ditebang. Jadi, kurang efektif untuk mengantisipasi terjadinya longsor,” imbuhnya.

Dirinya juga mengusulkan kepada pihak desa supaya lahan yang terjadi longsor tersebut bisa dibuatkan sebuah parit di sebelah kanan dan kiri. Supaya kejadian longsor tersebut dapat diminimalkan.

Pihaknya, saat ini juga terus melakukan pantauan terhadap lokasi-lokasi yang berpotensi longsor, termasuk di Damarwulan yang memang sudah menjadi fokus pantauan. Sebab, di Damarwulan dilalui dua sungai. Yakni Sungai Medono Damarwulan, dan Sungai Pucung.

Terpisah, Kepala Desa Damarwulan Abdullah Salam mengatakan, untuk TKP longsor tersebut memang cukup memprihatinkan. Sebab selama dua tahun terahir sudah terjadi longsor dua kali ini.”Pertama seingat saya dua tahun lalu juga pernah longsor, dan tahun ini juga terjadi longsor lagi,” tuturnya.

Dengan adanya kondisi semacam itu, maka pibaknya akan terus berupaya memberikan edukasi kepada seluruh warganya untuk melakukan upaya pencegahan longsor sejak dini. Yakni dengan memanfaatkan lahan untuk ditanami pohon pelindung.

Editor : Kholistiono

Tukang Tambal Ban Ini Ternyata Terduga Teroris Grobogan

Suasana rumah terduga teroris yang ditangkap di Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Selasa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Suasana rumah terduga teroris yang ditangkap di Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Selasa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Densus 88 Antiteror dalam kurun waktu Senin malam hingga Selasa (31/1/2017) dini hari menangkan tiga terduga teroris di Jateng. Salah satunya di Grobogan.

Informasi yang didapat menyebutkan, terduga teroris yang diamankan di Grobogan ini bernama Sugiyono (36) yang berasal dari Ngawi, Jawa Timur. Pria ini diamankan tanpa perlawanan saat berada di rumah mertuanya di Desa Ketangirejo, Kecamatan Godong pada Senin (30/1/2017) sekitar pukul 22.00 WIB. Selain itu, istri Sugiyono, Siti Maesaroh, juga diamankan.

Suyati (54), ibu mertua Sugiyono mengatakan, menantunya sudah berada di rumahnya sekitar seminggu. Menurutnya, saat tiba di rumah, kondisi menantunya dalam keadaan sakit panas. Selain itu, Sugiyono dikabarkan mengalami ancaman kebutaan akibat ada beberapa biji gotri yang bersarang di kedua matanya.

“Saya tahunya Sugiyono ke sini mau berobat. Saya juga sempat belikan obat-obatan agar panasnya turun. Pada mata sebelah kirinya masih ada satu gotri yang belum diambil. Beberapa gotri sebelumnya sudah di operasi di Jogjakarta,” katanya pada wartawan.

 Baca juga : Terduga Teroris Ditangkap di Grobogan

Suyati menjelaskan, setahunya kebutaan yang menimpa menantunya itu disebabkan adanya gotri yang tertanam di kedua matanya akibat ledakan ban. Menurutnya, pekerjaan sehari-hari Sugiyono yang dia ketahui adalah sebagai tukang vulkanisir ban.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Djarod Padakova dalam jumpa pers mengatakan, Polda Jateng telah melakukan proses penangkapan, termasuk di Grobogan.

“Tadi malam (Senin) sekitar pukul 22.00 WIB ditangkap S di Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan,” kata Djarod saat konferensi pers di Ruang Humas Mapolda Jawa Tengah.

Penangkapan bermula pada Minggu 11 Desember 2016 lalu, sempat terjadi ledakan bom di rumah kontrakannya. Sugiyono menderita luka di syaraf matanya sehingga mengalami gangguan penglihatan usai bom meledak.

Editor : Akrom Hazami

Jelang Pencobolosan, Ribuan Kotak Suara Dibersihkan

Sejumlah tenaga lepas tengah membersihkan kotak surat suara yang akan digunakan untuk Pilkada Pati 15 Februari 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah tenaga lepas tengah membersihkan kotak surat suara yang akan digunakan untuk Pilkada Pati 15 Februari 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati membersihkan kotak surat suara kosong yang akan digunakan untuk pemungutan suara pada 15 Februari 2017. Agenda bersih-bersih dilakukan di Kantor KPU Pati, Selasa (31/1/2017).

Sedikitnya ada 9.000 kotak yang akan digunakan untuk kebutuhan pemungutan suara. Kotak yang dulu sudah digunakan untuk kebutuhan pemilu tersebut dinilai masih layak digunakan pada Pilkada Pati yang tinggal dua pekan ke depan.

“Kebutuhan kotak surat suara untuk Pilkada Pati sekitar 2.338 unit. Sebanyak 2.295 unit untuk tempat pemungutan suara (TPS) di desa atau kelurahan, 63 unit di antaranya akan ditempatkan di 21 kantor kecamatan. Masing-masing kecamatan diberi tiga kotak surat suara,” ujar Ketua KPU Pati Much Nasich.

Saat ini, kotak-kotak tersebut masih dilakukan pencucian. Pembersihan kotak suara tersebut diharapkan segera selesai supaya pendistribusian logistik di tingkat kecamatan bisa dilakukan cepat waktu. Sesuai jadwal, logistik akan didistribusikan seminggu sebelum pelaksanaan pemilihan.

Setelah dari kecamatan, logistik diharapkan segera didistribusikan di masing-masing TPS. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terkait dengan keamanan logistik. Bila terlalu lama di kecamatan, faktor keamanan akan dikhawatirkan.

“Distribusi logistik akan dikawal polisi dan Satpol PP untuk memberikan pengawalan ketat. Untuk pengecekan logistik, pihak kecamatan akan memberikan laporan, termasuk acara serah terima dari petugas yang ada di lapangan,” imbuh Nasich.

Waginah, tenaga lepas yang membersihkan kotak surat suara kosong mengaku bisa membersihkan 150 unit setiap hari. Tidak sendirian, dia membersihkan kotak bersama tiga teman lainnya.

Warga Dukuh Ngagul tersebut ditargetkan bisa membersihkan seluruh kotak sampai Jumat (3/2/2017) mendatang. Dia mengaku, keterbatasan tenaga lepas dengan jumlah yang minim membuat pembersihan kotak memakan waktu cukup lama.

Pembersihan satu kotak dihargai Rp 1.500. Bila seluruh kotak untuk keperluan Pilkada Pati dibersihkan, para pekerja akan mendapatkan gaji lepas total sebanyak Rp 3,5 jutaan. Gaji lepas tersebut rencananya akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Editor : Kholistiono

Terduga Teroris Ditangkap di Grobogan

Inilah rumah di Desa Ketangirejo, Kecamatan Godong, Grobogan, yang jadi tempat penangkapan terduga teroris. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Inilah rumah di Desa Ketangirejo, Kecamatan Godong, Grobogan, yang jadi tempat penangkapan terduga teroris. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Beberapa terduga teroris berhasil ditangkap oleh Densus 88 Antiteror dalam kurun waktu Senin malam hingga Selasa (31/1/2017) dini hari. Dari beberapa terduga teroris tersebut salah satunya ternyata ditangkap di wilayah Grobogan.

Informasi yang didapat menyebutkan, terduga teroris yang diamankan di Grobogan ini bernama Sugiyono (36) yang berasal dari Ngawi, Jawa Timur. Pria ini diamankan tanpa perlawanan saat berada di rumah mertuanya di Desa Ketangirejo, Kecamatan Godong pada Senin (30/1/2017) sekitar pukul 22.00 WIB. Selain itu, istri Sugiyono dikabarkan juga ikut diamankan.

Kabar penangkapan terduga teroris di Desa Ketangirejo tersebut sempat bikin kaget warga. Sebab, mereka tidak mengenal sosok Sugiyono.

Dari keterangan warga, Sugiyono dan istrinya, sama-sama bukan berasal dari desa itu. Ibu mertuanya yang bernama Suyati saat ini memang tinggal di Desa Ketangirejo setelah menikah lagi dengan Suhadi, warga setempat. Sebelumnya, Suyati merupakan warga dari Kecamatan Karangrayung.

Sugiyono bersama istri dan ketiga anaknya belum lama berada di rumah mertuanya. Selama berada di rumah mertuanya, pasangan suami istri itu jarang berinteraksi dengan warga sekitar.

Kepala Desa Ketangirejo Slamet Susanto kepada wartawan menyatakan, proses penangkapan berlangsung lancar tanpa ada perlawanan. Menurutnya, pada Senin malam sekitar pukul 19.00 WIB, dia didatangi personel kepolisian berpakaian sipil.

“Sekitar lima sampai enam orang yang datang ke rumah untuk memberitahukan penangkapan. Terkait ini, saya minta agar penangkapan tidak menimbulkan kegaduhan dan kepanikan warga,” jelasnya pada wartawan.

Menurut Slamet, Sugiyono bukan warganya tetapi berasal dari Ngawi, Jawa Timur. Dia berada di desanya untuk bertamu ke rumah mertuanya. “Selama ada di sini tidak pernah keluar rumah dan laporan ke RT atau RW,” imbuhnya.

 

Editor : Akrom Hazami

SMK Nusantara Melaju ke Final

Pemain SMK Nusantara melakukan persiapan sebelum menendang penalti saat lawan SMA NU Al Maruf di semifinal Sukun Youth Cup II 2017 di United Futsal Stadium Kudus. (MuriaNewsCom/Merie)

Pemain SMK Nusantara melakukan persiapan sebelum menendang penalti saat lawan SMA NU Al Maruf di semifinal Sukun Youth Cup II 2017 di United Futsal Stadium Kudus. (MuriaNewsCom/Merie)

MuriaNewsCom, Kudus – SMK Nusantara kalahkan SMA NU Al Maruf dan akhirnya lolos ke final dalam futsal Sukun Youth Cup II 2017 , yang digelar MuriaNewsCom dan didukung Sukun Spirit of Sport, BNI 46, Aice dan PDAM, di United Futsal Stadium, Selasa (31/1/2017).

Pantauan pertandingan semifinal, kedua tim saling bantai sejak menit pertama. Pemain saling ngotot agar mendapatkan tiket final. Selain itu kemenangan juga menjadi gengsi mereka tersendiri. 

SMA NU Al Maruf terus memborbardir pertahanan SMK Nusantara. Hal itu membuat lawan harus merapatkan barisan belakang. Hingga babak kedua berakhir, skor keduanya seri 2-2.

Akhirnya pertandingan berlanjut pada tendangan penalti. Tiga pemain disiapkan untuk menendang. Hasilnya SMA NU Al Maruf kalah dengan skor, 4-5. SMK Nusantara akan melawan SMKN 2 Kudus di final, Rabu (1/2/2017).

Ketua Panitia Sukun Youth Cup, Siti Merie,mengatakan, para tim yang berhasil lolos merupakan tim kuat. “Setiap tim akan bertarung habis-habisan menjadi yang terbaik. Silakan dukung tim kesayangan kalian,” kata Merie kepada MuriaNewsCom, Senin.

Panitia telah mengadakan persiapan total untuk perhelatan babak semifinal. Seperti halnya pembersihan tribun penonton, lapangan yang siap, serta sejumlah penataan lainnya. Silakan saksikan ajang duel tim futsal sekolah terbaik, awal tahun ini.

Editor : Akrom Hazami

Sempat Terombang-ambing di Laut Selama 2 Malam, Dua Pemancing Asal Jepara Diselamatkan Nelayan Asal Banyutowo

 Kedua nelayan asal Jepara yang berhasil diselamatkan nelayan asal Banyutowo, pada Selasa  (31/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Kedua nelayan asal Jepara yang berhasil diselamatkan nelayan asal Banyutowo, pada Selasa (31/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Dua pemancing, yakni Ngatno (42) warga Desa Kaliaman, Kecamatan Kembang, Jepara dan Sunarso (45) Desa Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa, yang dikabarkan hilang usai memancing di kawasan Takak Burung Karimunjawa pada Minggu (29/1/2017), akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat.

Keduanya ditemukan di perairan laut Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Pati, oleh nelayan pada Selasa (31/1/2017). “Mereka sempat terombang-ambing di tengah laut selama dua malam satu hari sebelum diselamatkan nelayan asal Banyutowo,” ujar Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Jepara Pujo Prasetyo.

Berdasarkan keterangan pemancing, Pujo menyatakan, jika perahu yang ditumpangi kedua pemancing tiba-tiba mesinnya mati ketika menuju pulang. Ketika itulah, keduanya harus terombang-ambing di laut hingga akhirnya ditemukan nelayan di perairan Banyutowo.

“Mereka diselamatkan oleh nelayan Banyu Towo Pati pada Selasa (31/1/2017) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Dan ahirnya perahu yang digunakan untuk melautnya tersebut ditarik ke tepi dengan keadaan selamat hingga pukul 14.30 WIB sore,” ungkapnya.

Perlu diketahui, petugas BPBD bersama dengan nelayan telah melakukan pencarian mengunakan 4 unit perahu ke perairan Karimunjawa. Namun, pencarian tersebut tak membuahkan hasil, hingga akhirnya kedua pemancing tersebut diselamatkan nelayan Banyutowo.

Baca juga : Dua Pemancing di Jepara Hilang, Diduga Perahu yang Ditumpangi Diterjang Ombak

Editor : Kholisitiono

Petani Undaan Kudus Curhat ke Bupati Gara-gara Rugi Pas Panen

Bupati Kudus Musthofa saat melakukan peninjauan di salah satu sudut sawah di Kecamatan Undaan, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Bupati Kudus Musthofa saat melakukan peninjauan di salah satu sudut sawah di Kecamatan Undaan, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom Kudus – Para petani yang berada di Kudus, khususnya Undaan kerap kali mengeluhkan ruginya hasil panen. Bahkan meskipun hasil panennya bagus, petani tetap merasa rugi lantaran tidak sesuai hasilnya.

Hal itu diungkapkan Bupati Kudus Musthofa di Kudus, Selasa (31/7/2017).  Menurutnya, para petani mengeluhkan kerugian saat usai panen. Kondisi tersebut dialami petani sudah cukup lama, yang disebabkan harga beli padi yang selalu anjlok saat panen.

“Ada sejumlah petani dan kelompok tani yang mengeluh demikian. Termasuk juga para petani di wilayah Undaan Lor saat panen raya semacam ini,” katanya kepada MuriaNewsCom saat kegiatan panen raya di Desa Undaan Lor 

Menurutnya, dari hasil keluhan para petani, pihaknya bakal melakukan komunikasi dengan pihak Bulog. Dari sana bisa diketahui apakah Bulog mampu membeli sesuai dengan keinginan petani ataukah tidak. Jika Bulog bisa membeli sesuai dengan keinginan petani, tentunya harga tersebut nilai yang wajar. Sebab Bulog memiliki aturan dalam pembelian gabah atau padi dari para petani. “Kalau harganya Rp 370 ribu per kuintal dari sawah, maka petani sudah masuk. Tapi belum tahu apakah Bulog bersedia demikian ataukah tidak demikian? tanyanya.

Hanya keluhan para petani tak melulu soal rendahnya harga padi panen, tapi juga dengan benih bantuan dari pusat yang diterima oleh para petani. Para petani mengeluhkan hal itu karena di sejumlah titik digratiskan bantuan benih, namun daerah lainnya harus membelinya dengan harga yang bervariatif.

Menyikapi hal itu, Bupati meminta pihak yang terkait dapat bertugas sebagaimana mestinya. Jika memang bantuan bentuknya gratis, maka sudah semestinya digratiskan kepada petani. Lain halnya jika harus membayar, maka harus ada aturannya. “Bagi wilayah yang sudah membagi dengan membayar saya meminta LPJ, berasal dari mana saja uangnya, dapat berapa dan digunakan untuk apa saja uangnya. LPJ tak harus formal, tulisan tangan juga boleh,” ungkap dia.

Editor : Akrom Hazami

SMKN 2 Kudus Lolos ke Final

Kiper SMK Wisudha Karya harus berjibaku menyelamatkan gawangnya di ajang Sukun Youth Cup II 2017 di United Futsal Stadium Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom /Akrom Hazami)

Kiper SMK Wisudha Karya harus berjibaku menyelamatkan gawangnya di ajang Sukun Youth Cup II 2017 di United Futsal Stadium Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom /Akrom Hazami)

MuriaNewsCom, Kudus – SMKN 2 Kudus B akhirnya lolos ke final usai mengalahkanSMK Wisudha Karya (Wiskar) A dalam semifinal ajang bergengsi futsal, Sukun Youth Cup II 2017 , yang digelar MuriaNewsCom dan didukung Sukun Spirit of Sport, BNI 46, Aice dan PDAM, di United Futsal Stadium, Selasa (31/1/2017).

SMKN 2 Kudus menang dengan skor 4-2. Pantauan pertandingan, kedua tim saling bantai sejak menit pertama. Pemain saling ngotot agar mendapatkan tiket final. Selain itu kemenangan juga menjadi gengsi mereka tersendiri. 

SMKN 2 Kudus tampil di final dengan lawannya menunggu hasil laga SMA NU Al Maruf vs SMK Nusantara, yang berlangsung sekarang. 

Ketua Panitia Sukun Youth Cup, Siti Merie,mengatakan, para tim yang berhasil lolos merupakan tim kuat. “Setiap tim akan bertarung habis-habisan menjadi yang terbaik. Silakan dukung tim kesayangan kalian,” kata Merie kepada MuriaNewsCom, Senin.

Panitia telah mengadakan persiapan total untuk perhelatan babak semifinal. Seperti halnya pembersihan tribun penonton, lapangan yang siap, serta sejumlah penataan lainnya. Silakan saksikan ajang duel tim futsal sekolah terbaik, awal tahun ini.

Editor : Akrom Hazami

Pintu Wisata Colo Masih Gunakan 2 Pintu 

Bus parkir di kawasan parkir Terminal Colo Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Bus parkir di kawasan parkir Terminal Colo Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Rencana Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus melarang bus masuk ke kawasan Colo atau Muria, berpotensi besar dilanggar. Sebab  pengoperasian pintu wisata Colo masih menggunakan dua jalur, yakni pintu dari Kudus dan dari Pati.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Didik Sugiharto mengatakan, kedua pintu wisata masih diberlakukan. Sehingga, bagi peziarah yang berasal dari Pati langsung menuju ke Colo, maka rombongan biasanya tak melalui pintu bagian barat atau lewat Kudus.

“Kami hanya melarang bus naik ke kawasan atas. Namun untuk kendaraan lain seperti mobil pribadi atau rombongan dalam mobil mini masih diperbolehkan. Jadi pintunya wisata masih dibuka,” katanya kepada MuriaNewsCom di Kudus, Selasa (31/1/2017).

Sebenarnya, kata Didik, pintu bagian timur yang lewat Pati itu bukanlah untuk rombongan bus. Melainkan untuk rombongan peziarah dengan kendaraan nonbus. Hanya terkadang para sopir atau rombongan menggunakan pintu tersebut dari arah Pati, termasuk rombongan jenis bus.

Bagi dia, hal itu merupakan sebuah pelanggaran. Karena, jalan di sana tidak diperuntukkan untuk kendaraan jenis bus. Karena jalannya yang berkelok-kelok dan membahayakan. Untuk itulah jalan sepanjang Pati ke Colo bukan untuk bus.

“Kalau selama ini ya berani beraninya sopir bus melaluinya. Soalnya jalan-jalan di sana berbahaya. Dan kalau tak mahir, maka bisa-bisa bus terjun ke jurang seperti yang pernah terjadi sebelumnya,” ungkapnya.

Untuk itu, dibutuhkan pula kesadaran bagi pengguna bus yang berziarah. Pihak Pemkab Kudus menginginkan aman dalam hal berwisata religi di Kudus, terbukti dengan rencana larangan bus tersebut.

Editor : Akrom Hazami

Sering Terendam Air, MI NU Basyirul Anam Jatiwetan Kudus Berharap Bupati Turun Tangan

Siswa saat melakukan aktivitas di MI NU Basyirul Anam Desa Jatiwetan, Kecamatan Jati, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Siswa saat melakukan aktivitas di MI NU Basyirul Anam Desa Jatiwetan, Kecamatan Jati, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah ruang kelas di MI NU Basyirul Anam, di Desa Jatiwetan, Kecamatan Jati, Kudus, terendam air banjir, sejak beberapa hari terakhir. Hal ini membuat proses belajar agak terhambat.

Kepala MI NU Basyirul Anam, Hayati Nimah, mengatakan banjir merendam sekolahnya semenjak Sabtu lalu. Banjir disebabkan akibat hujan lebat sebelumnya. “Ada satu ruang untuk MI, dan ada satu ruang lainnya yang terendam yakni untuk TK. Meski demikian KBM masih tetap dilanjutkan seperti biasanya,” katanya kepada MuriaNewsCom di lokasi, Selasa (31/1/2017).

Menurutnya, untuk kelasdi  MI yang terendam air, proses pembelajaran dialihkan pada bangunan lantai II. Di atas, terdapat ruangan kosong, yang dapat dimanfaatkan untuk proses pembelajaran seperti biasanya.

Sedangkan untuk TK, proses pembelajaran juga masih dilanjutkan. Dengan cara mengalihkan pembelajaran di musala sekolah. Sebab hanya musala saja yang dapat dimanfaatkan untuk proses pembelajarannya. “Sekolah di sini swasta, modelnya juga yayasan, jadi satu sama lainnya saling membantu. Termasuk juga untuk TK dan juga untuk MI di sini juga demikian,” ujarnya.

Dikatakan, kalau sekolah yang berdiri sejak 1958 itu menjadi langganan genangan tiap kali terjadi cuaca ekstrem. Dalam beberapa bulan saja, halaman sekolah tercatat tergenang hingga 20 kali. Dan kali ini masuk ke ruangan kelas dengan genangan sekitar 25 centimeter.

Untuk mengantisipasi hal itu, pihak yayasan merencanakan peninggian kelas. Hal itu dapat membantu proses pembelajaran agar tak terganggu dengan adanya genangan air yang kerap menimpa sekolah. “Kami juga menginginkan bantuan kepada Bupati Kudus. Beberapa kali kami sudah mengajukan bantuannya dalam hal peninggian bangunan sekolah,” harapnya.

Editor : Akrom Hazami

Pembinaan Pangkalan, Koramil 03/Banjarejo Blora Cetak Batako

Anggota TNI mencetak batako di Kabupaten Blora. (ISTIMEWA)

Anggota TNI mencetak batako di Kabupaten Blora. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Blora –  Markas Koramil perlu memperhatikan lingkungan yang bersih dan ramah. Hal itu diharapkan berdampak pada masyarakat sekitar agar bisa berinteraksi dan bersinergi denganTNI AD, khususnya tingkat Koramil.

Hal inilah yang dilakukan Koramil 03/Banjarejo Kodim 0721/Blora yang dipimpin langsung Komandan Koramil (Danramil) Kapten Chb Sudiyono melaksanakan pembinaan pangkalan (markas Koramil) kepada  personelnya.

Pembinaan pangkalan yang dilaksanakan Koramil 03/Banjarejo, yakni seusai apel pagi sebelum para Babinsa melaksanakan pembinaan di wilayah binaannya masing-masing. Terlebih para anggota diwajibkan cetak batako bersama-sama. “Kegiatan ini  dilakukan setiap hari bagi anggota yang tidak kena dinas dalam hukumnya wajib,” kata Danramil Kapten Chb Sudiyono, saat apel, Selasa (31/1/2017).

Para anggota terlihat sangat antusias melaksankan pekerjaan tersebut. Kegiatan itu tidak terlepas dukungan Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Inf Susilo. Bukti nyatanya adalah Dandim seusai olahraga tenis lapangan, beranjak ke Koramil langsung gabung bersama anggota cetak batako bersama-sama.

Di sela-sela kegiatan tersebut Dandim mengharap semua Koramil jajaran Kodim Blora, bisa bersaing dengan sehat. “Serta mempertahankan Koramilnya agar tetap bersih, indah dan nyaman,” kata Susilo.

Danramil Banjarejo Kapten Chb Sudiyono menyampaikan, tujuan dari kegiatan pembuatan batako tersebut direncakan akan dipergunakan bangun Aula Kantor Persit dan musala Koramil. Mengingat kedua bangunan gedung itu sangat penting dan saat ini belum ada. “Untuk menunjang kegiatan tersebut anggaran dari swadaya Koramil setempat ,” ujar Sudiyono

Editor : Akrom Hazami

Surat Suara Pengganti untuk Pilkada Jepara Mulai Dilipat

Proses pelipatan surat suara pengganti untuk Pilkada Jepara di Kantor KPU Jepara, Selasa (31/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Proses pelipatan surat suara pengganti untuk Pilkada Jepara di Kantor KPU Jepara, Selasa (31/1/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Surat suara baru untuk pengganti surat suara Pilkada Jepara yang sebelumnya rusak, kini sudah mulai dilipat. Surat suara ini tiba di KPU Jepara dari  percetakan di PT. Temprina Media Grafika Surabaya, pada Senin (30/1/2017) malam pukul 23.00 WIB.

Staf KPU Jepara Bagus Gede Prabowo Setiaji mengatakan, surat suara pengganti ini jumlahnya sesuai dengan kekurangan. “Surat suara sebanyak 5.831 lembar ini, kini sudah disortir dan dilipat, dengan mengerahkan sebanyak 14 tenaga dan hari ini selesai,” ujarnya.

Kemudian, untuk pemusnahan surat suara yang rusak, pihaknya akan berkoordinasi dengan jajaran KPU dan instansi terkait lainnya. Sedangkan mengenai proses pengepakan peralatan pilkada dan nantinya dimasukkan ke kotak suara, pihaknya mengatakan bahwa saat ini sudah mencapai 90 persen.

Diketahui, untuk peralatan dan berkas yang akan dimasukan ke kotak suara, meliputi surat suara, tinta, segel, sampul formulir C hingga C5, alat coblos, template dan kantong plastik. Sedangkan yang berada di luar kotak yakni formulir C7, formulir A4 dan A.Tb, daftar paslon, salinan DPT, tanda pengenal, ATK, alat pemisah C6, denah TPS, larangan penggunaan alat perekam, dan panduan pemungutan suara. “Untuk kesiapannya sudah hampir rampung, dan kini sudah 90 persen,” tuturnya.

Sedangkan untuk pegiriman ke Karimunjawa, pihaknya akan merencanakan pada Rabu (1/2/2017) pagi. “Untuk pengiriman logistik atau berkas dan peralatan pilkada ke Karimunjawa akan dikirim besok pagi. Selain itu, kita juga akan selalu koordinasi dengan Syahbandar mengenai cuaca yang ada di perairan Jepara. Yang penting bagi Karimunjawa akan diprioritaskan terlebih dahulu,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Barang Berharga di Kios yang Terbakar di Pasar Sukolilo Tak Bisa Diselamatkan

Api berkobar melalap empat kios di Pasar Sukolilo, Pati, Senin (30/1/2017) malam. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Api berkobar melalap empat kios di Pasar Sukolilo, Pati, Senin (30/1/2017) malam. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kebakaran yang melalap empat kios terjadi di Pasar Sukolilo, Pati, Senin (30/1/2017) sekitar pukul 21.30 WIB. Pada saat kebakaran, kios dalam keadaan kosong karena ditinggal pemilik ke rumahnya.

Akibatnya, sejumlah barang berharga yang berada di dalam kios tidak bisa diselamatkan. Salah satunya, dua buah perangkat komputer, satu laptop, 30 handphone baru, bekas dan servis, serta satu unit kulkas.

“Semua barang berharga yang ada di dalam kios tidak berhasil diselamatkan, karena pada jam 21.30 WIB pemilik kios sudah pulang ke rumah. Beruntung, api tidak menjalar ke puluhan kios lainnya karena berhasil dipadamkan,” ujar Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo, Selasa (31/1/2017).

Akibat kebakaran tersebut, kerugian material dua pemilik kios mencapai Rp 350 juta. Jumlah itu dikalkulasi dari satu rumah yang dijadikan toko dan tiga kios, serta barang-barang berharga yang ikut ludes terbakar.

Toko perabot rumah rangga dan sembako yang terbakar merupakan milik Sumiati (60), sedangkan kios buah dan potong rambut milik Nur Taufiq (49). Keduanya warga Desa Sukolilo RT 1 RW 7, Kecamatan Sukolilo, Pati.

Pihak kepolisian mengimbau kepada warga, termasuk pemilik toko untuk selalu hati-hati saat meninggalkan rumahnya. Bila perlu, listrik dipastikan mati sebelum meninggalkan rumah mengingat kebakaran yang terjadi di Pati dalam beberapa waktu terakhir disebabkan korsleting listrik.

Editor : Kholistiono

Polisi Bekuk Komplotan Pencuri Sepeda Motor di Desa Randukuning Pati

Sejumlah barang bukti sepeda motor disita petugas dari komplotan pelaku curanmor asal Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah barang bukti sepeda motor disita petugas dari komplotan pelaku curanmor asal Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Unit Resmob Polres Pati membekuk komplotan pencuri sepeda motor yang beroperasi di kawasan kos-kosan Desa Randukuning Gang III RT 3 RW 3, Kecamatan Pati Lor, Pati.

Satu pencuri bernama Aris Cahyo Utomo (24) berhasil dibekuk di kawasan Indomaret Margorejo pada Senin (30/1/2017). Sedangkan Khoirul Anam (29) dibekuk di kawasan depan Swalayan Luwes pada Selasa (31/1/2017)  dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.

Aris merupakan warga Desa Semirejo, Gembong dan Khoirul adalah warga Desa Sumberejo, Tlogowungu. Penangkapan kedua pelaku, menyusul laporan Liana Trisnawati (19), mahasiswi asal Desa Tawangrejo, Winong yang kehilangan sepeda motornya.

“Modus operandi yang dilakukan pelaku, mencuri sepeda motor menggunakan kunci letter T. Keduanya sudah berhasil ditangkap dan diamankan untuk dilakukan interogasi. Kami akan mengembangkan kasus itu untuk mencari barang bukti hasil tindak kejahatan, termasuk kemungkinan ada komplotan lainnya,” ujar Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo.

Dari hasil penangkapan kedua pelaku, polisi berhasil menyita satu unit sepeda motor Mio Soul tanpa nomor polisi dari hasil tindak kejahatan. Polisi juga menyita satu lembar STNK, dan satu kunci letter T sebagai alat untuk merusak kontak sepeda motor.

Selain itu, polisi mengamankan barang bukti lainnya berupa satu unit kendaraan truk Mitsubhisi warna merah hasil tindak kejahatan, uang tunai Rp 300 ribu sisa hasil penjualan sepeda motor curian, satu unit sepeda motor Honda Vario 150 warna hitam bernomor polisi K 5984 KU sebagai sarana untuk mencuri truk di Jaken, serta satu unit Suzuki Satria warna hitam merah bernopol K 3317 DO untuk mencuri Mio Soul dengan TKP kos-kosan Randukuning.

Editor : Kholistiono

Seribuan Orang Senam Bareng saat Peresmian Alun-alun Purwodadi

Ramai! Seribuan Orang Ikuti Senam Bareng dalam peresmian Alun-alun Purwodadi, Grobogan, Selasa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ramai! Seribuan Orang Ikuti Senam Bareng dalam peresmian Alun-alun Purwodadi, Grobogan, Selasa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Proyek revitalisasi alun-alun Purwodadi dengan dana Rp 10,3 miliar akhirnya diresmikan Bupati Grobogan Sri Sumarni, Selasa (31/1/2017). Acara ditandai dengan kata peresmian dan penandatanganan prasasti oleh bupati. Setelah itu dilanjutkan dengan acara senam bersama bupati, pimpinan FKPD dan para kepala SKPD.  Sekitar seribu orang terlibat dalam acara senam bersama yang mendatangkan tiga instruktur tersebut.

Selain PNS dan karyawan BUMD, para pegawai yang kantornya disekitar kawasan alun-alun juga ikut berpartisipasi dalam senam bareng. Seperti dari Perhutani KPH Purwodadi, BPS, BPN, Kemenag, dan PT Pos. Terlihat juga anggota Kwarcab Grobogan dan siswa sekolah yang ada di sekitar Alun-alun Purwodadi. “Hari ini, hasil proyek revitalisasi alun-alun saya resmikan. Semoga, keberadaan alun-alun yang baru bisa membawa manfaat buat masyarakat,” ungkap Sri.

Saat berkeliling alun-alun, Sri sempat menyoroti banyaknya pohon peneduh jenis palem yang kondisinya layu. Dia meminta agar pohon itu segera diganti baru biar suasana terlihat lebih indah. “Pohon yang mati harus segera diganti. Tidak harus jenis palem tetapi bisa pohon peneduh lainnya. Kalau banyak pohon, suasana juga kelihatan lebih rindang dan asri,” cetusnya.

Usai senam dan berkeliling lokasi, Sri Sumarni bersama jajaran FKPD berbaur dengan peserta senam untuk sarapan bersama dengan menu nasi pecel di bawah tenda tempat jualan para PKL. Sementara itu, usai acara senam bareng, suasana alun-alun juga terlihat meriah. Ini menyusul banyaknya anak sekolah yang berolah raga di tempat itu. Beberapa anak tampak membawa bola plastik dan bermain sepak bola di lapangan alun-alun.

“Hore sekarang bisa main bola lagi di alun-alun,” cetus bocah-bocah itu dengan nada riang.

Editor : Akrom Hazami

Panen Raya  di Undaan, Alat Perontok Padi Dikerahkan

Bupati Kudus Musthofa naik mobil alat perontok padi di Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Bupati Kudus Musthofa naik mobil alat perontok padi di Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Para petani di Desa Undaan Lor,  Kecamatan Undaan. Kabupaten Kudus, melakukan panen raya sekarang. Pada panen raya kali ini ada perbedaan dari sebelumnya, yaitu adanya alat canggih yang digunakan.

Suharto, anggota Kelompok Tani Mudi Waluyo Desa Undaan Lor mengatakan, alat tersebut merupakan Combi, yang biasa dikenal dengan nama alat perontok padi di persawahan. Dengan adanya alat tersebut, maka hasil panen bisa lebih maksimal. “Ini dalam satu jam mampu memanen sampai dengan 0,8 hektare. Jadi lebih cepat untuk panennya ketimbang panen manual,” kata Suharto kepada MuriaNewsCom di lokasi panen, Selasa (31/1/2017).

Keuntungan lain selain lebih cepat, alat tersebut juga mampu membuat hasil panen lebih bersih. Dengan alat itu, juga mampu mengurangi angka kehilangan padi saat panen hingga lima persen. Sementara jika panen biasanya, hasil panen yang hilang hingga 10 persen.

Alat tersebut biasanya disewa petani dengan harga Rp 45 ribu per kuintal padi. Alat disewa oleh gapoktan, kemudian dimanfaatkan anggotanya secara maksimal. Untuk kali ini, alat tersebut dipinjam dari PT Pura dengan tanpa biaya alias gratis. “Harapannya paguyuban atau kelompok tani mampu memiliki alat tersebut. Soalnya sangat membantu dan selama ini yang punya penebas besar. Kalaupun beli, juga biayanya besar mencapai Rp 390an juta,” ungkapnya.

Dalam panen raya, juga hadir Bupati Kudus Musthofa beserta SKPD, Ketua DPRD Kudus Mas’an, Kajari Kudus dan Dandim Kudus.

Editor : Akrom Hazami

 

Picu Kemacetan, PKL di Jalan KH Mansyur Rembang Ditertibkan

Petugas Satpol PP menertibkan PKL yang yang biasa berjualan di Jalan KH Mansyur Rembang, karena memicu kemacetan. (Humas Setda Rembang)

Petugas Satpol PP menertibkan PKL yang yang biasa berjualan di Jalan KH Mansyur Rembang, karena memicu kemacetan. (Humas Setda Rembang)

MuriaNewsCom,Rembang – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Rembang menertibkan sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang sering mangkal di Jalan KH Mansyur. Para PKL yang sebelumnya berjualan di badan jalan diminta pindah ke atas trotoar.

Kasi Penegak Perda Satpol PP Rembang Nurwanto mengatakan, penertiban pedagang di area tersebut karena sering macet saat jam pulang sekolah. Para pedagang yang berjualan di badan jalan persis di depan SD Kutoharjo IV dan SD Kutoharjo VI sering memicu kemacetan.Ditambah para orang tua yang menjemput anaknya ketika jam pulang sekolah berhenti di sembarang tempat, sehingga membuat ruas jalan tersebut semakin menyempit.

“Di sini kalau jam-jam pulang sekolah macet,karena kurang tertibnya penjemput dan pedagang. Kita bersinergi dengan kepala sekolah, supaya hak-hak pengguna jalan tetap terpenuhi dan pedagang juga masih bisa berjualan. Yang terpenting kemacetan tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Ia juga mengimbau kepada orang tua siswa yang mau menjemput anaknya bisa parkir dengan tertib di dekat trotoar. Jikapun ingin membeli jajanan, bisa turun dari motor dan tidak sambil naik motor yang membuat semrawut jalan.

Pihaknya akan memantau setiap harinya di jam-jam pulang sekolah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sementara, sesuai permintaan pihak sekolah setempat,pedagang diminta berjualan di trotoar, namun tidak nempel di pagar sekolah tetapi lebih maju.

Agus,penjual pentol bakso keliling mengaku setuju jika harus berjualan di atas trotoar. Terlebih para pedagang masih bisa berjualan, hanya masalah tempat tidak masalah yang penting tujuannya baik.“Iya Mas setuju. Yang penting kita masih bisa berjualan,” katanya.

Sementara itu, Imam Rudi salah satu warga Desa Tasikagung yang setiap harinya melewati jalan tersebut mengapreasiasi langkah Satpol PP. Setiap jam-jam pulang sekolah SD dirinya pun selalu terjebak macet di sana.

Editor : Kholistiono

Jadwal Lengkap Laga Semifinal dan Daftar Top Skor

Pemain dari tim SMA NU Al Maruf saat berlaga di babak perempat final Sukun Youth Cup II 2017. (MuriaNewsCom/Akrom Hazami)

Pemain dari tim SMA NU Al Maruf saat berlaga di babak perempat final Sukun Youth Cup II 2017. (MuriaNewsCom/Akrom Hazami)

MuriaNewsCom, Kudus – Kini, ajang bergengsi futsal, Sukun Youth Cup II 2017 , yang digelar MuriaNewsCom dan didukung Sukun Spirit of Sport, BNI 46, Aice dan PDAM, di United Futsal Stadium, memasuki laga semifinal.

Perhelatan akan digelar di Lapangan 2 United Futsal Stadium Kudus, Selasa (31/1/2017).

Berikut jadwal lengkap pertandingan

 

  • SMKN 2 A Kudus vs SMK Wisudha Karya (Wiskar) A pukul 16.00 WIB
  • SMA NU Al Maruf vs SMK Nusantara pukul 17.00 WIB

Sedangkan untuk top skor adalah 13 gol – Riyan (SMK Nusantara), 12 gol Wahyu Purwanto (SMKN 2 A). Sementara Tim Terproduktif: 25 gol – SMA AL-Ma’ruf dan SMKN 2 A.

Ketua Panitia Sukun Youth Cup II 2017, Siti Merie mengatakan, laga semifinal merupakan pertandingan yang paling ditunggu-tunggu. “Jelas, hanya tim terbaiklah yang bisa lolos ke babak ini,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Lapor Bupati Jepara Tak Boleh Jadi Formalitas

Supriyadi terassupriyadi@gmail.com

Supriyadi
terassupriyadi@gmail.com

PELAYANAN masyarakat saat ini memang menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menunjukkan semangat ’kerja kerja kerja’ yang dilontarkan Presiden Joko Widodo. Semangat itu, ternyata juga diwariskan kepada pemerintah daerah.

Salah satunya di Jepara. Dengan membuka portal ’Lapor Bupati’, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara membuka layanan aduan masyarakat. Aduan tersebut lebih pada kinerja Organisasi Peragkat Daerah (ODP).

Bagi masyarakat yang melihat bahkan mengeluhkan para perangkat daerah bisa mengadu di sini. Tak hanya itu, masyarakat Jepara juga bisa berkeluh kesah dengan program ataupun proyek yang dinilai amburadul.

Untuk identitas pelapor, pemerintah memastikan akan aman. Mereka berjanji, tak akan me-publish identitas pelapor yang dinilai sangat krusial. Hal ini untuk memberi perlindungan kepada para pelapor.

Langkah itu ternyata langsung mendapat respon positif masyarakat di Kota Ukir. Buktinya 10 hari sejak di-launching (13-21 Januari 2017), portal tersebut langsung banjir aduan. Jumlahnya ada 95 aduan. Jumlah tersebut merupakan jumlah akumulasi dari aduan yang masuk melalui Facebook jeparakab.go.id, Twitter @jeparakabgoid, serta SMS dan Whatsapp yang masuk di nomor 081290000525.

Seperti yang diberitakan MuriaNewsCom, 61 persen dari aduan tersebut masuk melalui layanan Whatsapp. Sisanya, 39 persen hampir merata, yakni melalui SMS, Facebook, dan Twitter.

Sedangkan aduan yang masuk mayoritas berkutat pada layanan publik. Mulai dari proyek fisik infrastruktur Dinas Pekerjaan Umum (Dinas PU), Listrik dari PLN yang sering byar pet, layanan air PDAM, semrawutnya lalulintas, hingga lamanya antrean dalam pembuatan E-KTP.

Dari fakta tersebut, pemerintah berhasil membuat masyarakat yang lama bungkam berani bersuara. Bahkan jika dihitung secara matematis, setiap harinya, mereka menerima rata-rata sembilan hingga 10 aduan.

Jumlah tersebut menandakan banyak masyarakat yang melakukan fungsi controlling terhadap layanan publik yang diberikan pemerintah.Hanya saja, selama ini mereka banyak yang diam.

Mungkin mereka tak tahu mau mengadu ke siapa, bagaimana caranya, aman tidak identitas mereka jika aduan tersebut diketahui yang bersangkutan, apa dampaknya bagi mereka yang melapor, dan pertanyaan-pertanyaan lain yang membuat mental melempem.

Akan tetapi, hal tersebut seolah sirna. Portal ‘Lapor Bupati’ berhasil mengugah mental masyarakat. Meski belum semua, namun hal ini menjadi prestasi yang membanggakan. Hanya, yang jadi pertanyaan justru bagaimana pemerintah menangapi banyaknya aduan tersebut.

Butuh Komitmen dan Keseriusan Pemerintah

Jika dianalisa, keseriusan pemerintah untuk menanggapi aduan itulah yang saat ini menjadi kunci utama. Semakin banyak ditanggapi, masyarakat akan semakin terbuka untuk melaporkan temuan yang ada dimasyarakat.

Kemungkinan besar persoalan yang dilaporkan tak hanya pada layanan umum, melainkan temuan atau informasi pungutan, penyalahgunaan kewenangan perangkat daerah, hingga persoalan korupsi.

Namun, jika tanggapan pemerintah lamban, bahkan hanya dijadikan sebagai bahan rapat tanpa tindakan, portal ‘lapor bupati’ pastinya akan memiliki citra buruk dan sekedar formalitas. Hal itu tentu sangat disayangkan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Jepara Yoso Suwarno sebelumnya menjelaskan, laporan yang masuk ke portal akan diteruskan ke dinas yang bersangkutan. Pelaporan tersebut melalui grup Whatsapp Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara yang diikuti oleh semua SKPD.

Dari grup tersebut, semua pejabat yang tergabung dalam grup Pemkab akan menjadi fungsi kontrol tindak lanjut dinas terkait. Lebih utama fungsi kontrol tersebut akan berada di Bupati Jepara.

Sementara, jika laporan terkait urusan pungli atau adanya indikasi korupsi, pemerintah akan bekerjasama dengan tim saber dan pihak berwajib untuk diselidiki. Dengan begitu, ia menilai aduan akan langsung ditangani.

Hanya saja, teori dan praktik di lapangan selalu ada celah. Karena itu sesuai dengan namanya ‘Lapor Bupati’, Bupati Jepara harus berani untuk memegang langsung fungsi kontrol tersebut. Jika perlu, bupati pun harus bertindak cepat.

Hal itu bisa dicontoh dari Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Ia tak segan untuk menjawab langsung keluhan masyarakat. Bahkan ia pun berani meminta dinas untuk menuntaskan maslaha yang dihadapi. Jika belum rampung, persoalan tersebut akan ditagih. Bahkan, jika dinas lamban ia tak segan turun sendiri.

Meski itu tak mudah, Bupati Jepara bisa mengambil skala prioritas. Skala tersebut diperoleh dari masalah yang diberikan. Jika butuh penanganan cepat harus segera diatasi. Namun jika bisa ditunda, bisa dinomor duakan untuk ditindak lanjuti.

Dengan begitu, masyarakat akan semakin percaya dengan pemerintahan yang diberikan. Dan menilai program ‘lapor bupati’ tak sekedar formalitas. (*)

Dua Pemancing di Jepara Hilang, Diduga Perahu yang Ditumpangi Diterjang Ombak

ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Dua pemancing asal Desa Kaliaman, Kecamatan Kembang, Jepara bernama Ngatno (42) dan Sunarso (45) warga Desa Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa, diduga hilang.

Dua orang ini pergi memancing pada Minggu (29/1/2017) dengan menggunakan perahu Fitri Jaya. Tujuan kedua pemancing ini adalah ke kawasan Takak Burung Karimun Jawa. Namun, hingga kini kedua pemancing tersebut tak kunjung pulang, dan diduga perahu yang ditumpanginya diterjang ombak.

Menurut informasi di lapangan, biasanya mereka pergi memancing atau mencari ikan hanya memerlukan waktu satu hari. Namun hingga kini, kedua orang tersebut tak kunjung pulang. Sehingga kuat dugaan perahu kapal yang mereka tumpangi untuk memancing diterjang ombak.

Relawan BPBD area Karimun Jawa Sriyanto mengatakan, kedua orang itu berangkat memancing ke Takak Burung pada Minggu (29/1/2017) pukul 06.00 WIB. “Kemungkinan kapal atau perahunya itu terhempas gelombang. Apalagi, pada Minggu pagi kemarin terjadi angin puting beliung yang berada di wilayah Jepara,” ujar Sriyanto.

Menurutnya, pada Senin (30/1/2017) kemarin, pihaknya sudah mengerahkan 3 unit kapal untuk melakukan pencarian. Namun hingga sore, hasilnya tak memuaskan.Untuk itu, pencarian hari ini kembali dilanjutkan dengan melibatkan berbagai instansi lainnya.

Editor : Kholistiono

Begini Cara Karang Taruna Bandungsari Grobogan Dukung Keutuhan NKRI

anggota karang taruna berkesempatan menampilkan pertunjukkan marching band di halaman balai desa setempat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota karang taruna berkesempatan menampilkan pertunjukkan marching band di halaman balai desa setempat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Karang Taruna Eka Bhakti Desa Bandungsari, Kecamatan Ngaringan, Grobogan, menegaskan kecintaannya pada keutuhan NKRI. Bahkan, mereka juga menyatakan siap setiap saat jika dibutuhkan negara untuk menjaga keutuhan NKRI. Hal itu ditegaskan Ketua Karang Taruna Desa Bandungsari Imam Syafii saat mengikuti acara sosialisasi anti radikakisme di balai desa setempat, Senin (30/1/2017).

Menurut Imam, mencermati fenomena yang terjadi saat ini, ditengarai ada upaya yang dilakukan pihak tertentu untuk memecah belah NKRI dan kebhinnekaan. Hal itu harus selalu diwaspadai agar upaya pihak tertentu untuk merusak keutuhan NKRI tidak bisa berkembang. “Kami menolak keberadaan paham radikal apapun masuk ke Indonesia. Untuk itu kita perlu bersatu menangkal paham yang bisa memecah belah persatuan NKRI,” tegasnya.

Usai melangsungkan deklarasi, anggota karang taruna berkesempatan menampilkan pertunjukkan marching band di halaman balai desa. Berbagai lagu perjuangan dinyanyikan guna menggugah semangat dan jiwa nasionalisme.  

Kepala Desa Bandungsari Ledy Heriyanto menyatakan, saat ini sudah banyak anak muda yang terpengaruh paham radikalisme. Hal itu terjadi karena mudahnya mengakses paham tersebut. Salah satunya melalui melalui jejaring media sosial. Oleh sebab itu, agar tidak menyebar lebih luas perlu disampaikan pada masyarakat mengenai bahayanya paham radikal tersebut.

“Perlu adanya sinergitas dari seluruh komponen masyarakat untuk menangkal paham radikalisme yang anti dengan Pancasila. Oleh sebab itu, kami sangat mengapresiasi karang taruna yang berkomitmen untuk menjaga kutuhan NKRI. Dalam acara ini kami juga melibatkan jajaran Muspika Ngaringan, tokoh masyarakat dan tokoh agama Desa Bandungsari,” tegasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

4 Kios di Pasar Sukolilo Pati Ludes Dilalap Si Jago Merah

Salah seorang warga mencoba memadamkan api di tengah kerumunan massa yang menyaksikan kebakaran. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Salah seorang warga mencoba memadamkan api di tengah kerumunan massa yang menyaksikan kebakaran. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak empat kios di kawasan Pasar Sukolilo, Pati, ludes dilalap si jago merah, Senin (30/1/2017) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik.

Sejumlah kios yang terbakar, antara lain milik Sumiati (60) yang digunakan sebagai toko perabot rumah tangga dan sembako, serta Nur Taufiq (49) dengan kios buah dan kios potong rambut. Keduanya adalah warga Desa Sukolilo RT 1 RW 7, Sukolilo, Pati.

Ubaidillah (48), salah seorang saksi saat berada di rumah melihat kepulan asap pekat dari atap kios buah. Mengetahui hal itu, dia langsung memanggil Agus Imam untuk bersama-sama meminta bantuan memadamkan api.

“Api menjalar dengan cepat. Saat kami meminta bantuan warga sekitar untuk ikut melakukan pemadaman, api sudah menjalar ke tiga kios lainnya yang berada di sebelah utara. Sebelumnya, kami juga sudah menghubungi petugas pemadam kebakaran,” ujar Ubaidillah.

Dua unit pemadam kebakaran Pemkab Pati akhirnya berhasil memadamkan api, sesaat setelah dilakukan penyemprotan air ke berbagai titik kebakaran. Sebelum menjalar ke kios lainnya, satu rumah toko yang kebakaran berdinding papan kayu jati ukuran 10×9 meter, lantai keramik dengan rangka kayu jati beratap genteng.

Kondisi dinding yang terbuat dari kayu diduga membuat api lebih cepat berkobar dan menjalar ke bangunan yang ada di sampingnya. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Akan tetapi, kerugian material ditaksir mencapai Rp 350 juta.

Editor : Kholistiono