Rekayasa Lalu Lintas Grobogan Terkait Adanya Parade Musik Dangdut Malam Tahun Baru

Rekayasa Lalu Lintas di Purwodadi Grobogan saat malam tahun baru. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Rekayasa Lalu Lintas di Purwodadi Grobogan saat malam tahun baru. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Adanya even Parade Musik Dangdut yang didukung Sukun Premiere dalam rangka menyambut tahun baru, kepolisian Grobogan sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas. Hal ini dilakukan guna menghindari kemacetan lalu lintas di sekitar kawasan penyelenggaraan acara di Stadion Kuripan di Jalan A Yani Purwodadi.

Kapolres Grobogan Agusman Gurning menyatakan, untuk menghindari kemacetan, Sabtu (31/12/2016) mulai pukul 18.00 WIB, semua kendaraan besar dilarang masuk jalan A Yani. Kendaraan dari arah barat (Semarang) yang akan menuju Kudus, Pati, dan Blora akan diarahkan melewati jalur lingkar utara. Sedangkan kendaraan yang akan menuju ke Solo dibelokkan melalui jalur lingkar selatan atau jalan Gajah Mada.

Demikian juga sebaliknya, kendaraan dari Kudus, Pati, dan Blora yang akan ke Semarang atau Solo akan diarahkan lewat jalur tersebut. Sementara kendaraan dari Solo yang akan ke Semarang juga harus melewati jalur lingkar selatan. Sedangkan kendaraan dari Solo tujuan Kudus, Blora, dan Pati setelah keluar jalur lingkar selatan akan diarahkan lewat jalur lingkar utara di pertigaan Putat.

“Yang kita alihkan agar tidak lewat jalan A Yani adalah kendaraan besar. Untuk sepeda motor tetap bisa masuk jalur tersebut. Rekayasa ini kita lakukan agar pelaksanaan Parade Musik Dangdut menyambut tahun baru berjalan lancar,” kata Agusman didampingi Kabag Ops AKP  Parno.

Selain itu, pihaknya juga sudah menyiapkan perubahan arus di jalan R Suprapto dan Untung Suropati menjadi satu jalur. Namun hal ini akan diterapkan melihat kondisi di lapangan.

Di samping rekayasa lalu lintas, pelaksanaan even Parade Musik Dangdut 2017 di Stadion Kuripan, Purwodadi juga mendapat perhatian serius dari aparat keamanan. Indikasinya, even yang digelar untuk memeriahkan malam tahun baru itu akan dijaga banyak personel kemanan.

“Pengamanan malam tahun baru lebih dikonsentrasikan di wilayah Kota Purwodadi. Untuk pengamanan, kita siapkan 300 personel. Personil ini diluar yang bertugas di gereja, obyek vital dan pos pelayanan,” imbuh Parno.

Menurutnya, untuk perayaan tahun baru 2017, pihaknya sudah siap melakukan tugas pengamanan. Sejauh ini, berbagai persiapan pengamanan sudah dilakukan. Baik secara internal maupun melibatkan instansi terkait lainnya.

“Jajaran Polres Grobogan siap mengamankan momen pergantian tahun 2017. Kita harapkan, suasana tetap kondusif,” jelas mantan Kapolsek Kota Purwodadi itu.

Editor : Akrom Hazami

 

Perampokan dan Pembunuhan Juragan Emas, Hingga “Haji Gaib” yang Hebohkan Rembang di 2016

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Rembang – Tahun 2016 segera berakhir dan tinggal beberapa jam lagi sudah memasuki Tahun Baru 2017. Beragam peristiwa, mulai dari kasus kriminal hingga masalah sosial mewarnai perjalanan di tahun 2016 ini. Berikut ini di antara peristiwa yang menjadi pusat perhatian selama 2016 di Kabupaten Rembang

 

Juragan Emas di Kaliori Dirampok Disertai Pembunuhan

 Juragan emas, Sarno (54) warga Dukuh Sawahan RT 01 RW 03, Desa Maguan, Kecamatan Kaliori, Rembang, dibunuh di rumahnya, Minggu (29/5/2016) dini hari. Sedangkan istrinya, Damisih (50), pingsan setelah disekap pelaku.

Korban diduga dirampok. Karena pelaku melarikan sejumlah barang berharga. Seperti halnya, berangkas tempat menyimpan uang dan perhiasan milik korban raib dikuras pelaku. Korban diketahui merupakan pemilik sekaligus penjual perhiasan di Pasar Kuniran dan Jasem.

Suasana rumah korban di Desa Maguan, Kaliori, Rembang. (Istimewa)

Suasana rumah korban di Desa Maguan, Kaliori, Rembang. (Istimewa)

Kejadian baru diketahui Minggu pagi. Setelah putri korban yang tinggal terpisah, Firoh datang ke rumah orang tuanya ditemani suami. Firoh beberapa kali memanggil orang tuanya. Tapi hingga beberapa lama, orang tua tak juga memberi jawaban.

Firoh segera menghubungi kakaknya yang tinggal di Desa Kuniran, Ahmad Shodiqin. Usai ditelepon, Ahmad pun datang menghampiri Firoh. Ahmad berusaha masuk pintu depan, tapi dikunci dari dalam. Karena masih penasaran, Ahmada berusaha masuk lewat pintu belakang. Pintu belakang terlihat sedikit menganga dan tidak terkunci.

Setelah berhasil masuk lewat pntu belakang, Ahmad dan Firoh kaget melihat ayahnya tergelak di lantai dalam keadaan tangan dan kaki diikat menggunakan tali dan mulutnya dilakban. Ayahnya sudah meninggal dunia. Sementara, Damisih pingsan tergeletak di kasur dengan tangan dan kaki diikat dan mulutnya dilakban.

Seketika, mereka memberitahu warga. Warga pun histeris. Beberapa dari mereka melapor ke polisi, dan ada pula yang menghubungi pihak rumah sakit terdekat. Warga berkerumun di lokasi karena ingin tahu kejadian yang sebenarnya.Dari penyelidikan polisi, bahwa istri korban masih hidup dan dibawa ke rumah sakit.

 

Polisi Bekuk 5 Perampok Sadis Juragan Emas di Kaliori

Setelah dua bulan melakukan pengejaran terhadap pelaku pembunuhan dan perampokan juragan emas bernama Sarno bin Radiman (54), warga Desa Maguan RT 2 RW 3 Kecamatan Kaliori, akhirnya polisi berhasil membekuk pelaku.

Jumpa pers di Mapolres Rembang terkait kasus pembunuhan dan perampokan juragan emas (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Jumpa pers di Mapolres Rembang terkait kasus pembunuhan dan perampokan juragan emas (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Dalam hal ini, polisi berhasil membekuk 5 pelaku, masing-masing SW Bin D (46) warga Desa Kuniran, Kecamatan Batangan, Pati, AG Bin S (38) warga Desa Binangun, Kecamatan Singgahan, Tuban, UB Bin A (29) warga Desa Lundo, Kecamatan Jaken, Pati, .HD Bin D (33) warga Desa Lundo, Kecamatan Jaken, Rembang dan TG Bin R (32) warga Desa Kamasan, Kecamatan Cinangka, Serang.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto mengatakan, selain pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa uang Rp 80 juta, perhiasan emas berbagai macam bentuk dan jumlah diperkirakan seberat 2 kg atau sekitar Rp 500 juta, sertifikat tanah, BPKB mobil dan motor, STNK dan ijazah.

“ Kami juga mengamankan 1 sepeda motor Honda Beat, satu masker hitam, perhiasan emas berbentuk mendel / liontin, potongan lakban, baju korban, sebilah keris. DVD player, amplifier, sound sistem dan tali plastik,” ujar Kapolres.

Ia katakan, aksi perampokan dan kekerasan yang mangakibatkan korban meninggal ini dilakukan pada malam hari, tepatnya pada Minggu (29/5/2016) dini hari. “Modus operandi malam hari, dengan mencongkel pintu menggunakan sajam dan masuk rumah serta mengambil barang-barang di dalam kamar korban. Tak hanya itu, aksi mereka juga tergolong sadis karena menghilangkan nyawa korban,” pungkasnya.

 

Heboh Tukang Becak Asal Rembang yang Disebut-sebut Tunaikan Haji Secara Gaib

Seorang tukang becak bernama Kasrin (60) bin Sumarto Warga Dukuh Gembul, Desa Sumberejo, Kecamatan Pamotan, Rembang, pada tahun ini ikut menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Pria ini berangkat pada Rabu (24/08/2016) dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB.

Namun, keberangkatan Kasrin menunaikan haji ini, justru membuat heboh warga sekitar, karena dinilai sangat aneh. Sebab, Kasrin tidak pernah mendaftarkan diri untuk menunaikan ibadah haji, dan juga tidak pernah mengurus administrasi untuk keperluan haji, baik dari tingkat desa atau lainnya.

Kasrin (baju putih) sedang bercengkrama dengan tamunya. Kasrin, menyebut dirinya telah berhaji secara gaib (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kasrin (baju putih) sedang bercengkrama dengan tamunya. Kasrin, menyebut dirinya telah berhaji secara gaib (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Warga sekitar pun, katanya, tidak pernah melihat Kasrin mempersiapkan diri dengan mengikuti pelatihan manasik atau bimbingan lain tentang haji yang dilakukan pemerintah. Bahkan, dari pihak pemerintah desa juga tidak pernah mengetahui itu.

Siswoyo, salah satu perangkat Desa Sumberejo, yang juga ikut mengantar keberangkatan Kasrin mengaku heran. “Ketika dalam perjalanan ikut mengantar Pak Kasrin, saya diselimuti kebingungan dengan keberangkatan Pak Kasrin menunaikan ibadah haji. Sebab, selama ini memang tidak pernah mengurus administrasi apapun di tingkat desa untuk keperluan naik haji, dan belum lagi jika dilihat secara kasat mata mengenai perekonomian keluarga yang makin membuat saya bingung,” katanya.

Dirinya mengatakan, yang ikut mengantar kepergian Kasrin ketika itu cukup banyak. Setidaknya ada tiga mobil, yakni mobil jenis Kijang LGX, satu truk dan bus. Kemudian pengantar juga ada yang menggunakan sepeda motor sebanyak 10 unit.

Menurutnya, keluarga dan tetangga mengantar Kasrin ke Masjid Jami’ Lasem, tempat berkumpulnya rombongan jemaah calon haji lain dari wilayah Rembang bagian timur yang menunggu jemputan bus. Rombongan calhaj yang berangkat malam itu tergabung dalam kloter 38.

Lebih lanjut dirinya menceritakan, ketika berangkat tersebut, Kasrin juga tidak mengenakan seragam seperti halnya calhaj lain yang berangkat secara resmi. “Saat keberangkatan itu, Pak Kasrin itu tidak membawa seragam haji baju batik atau apapun. Namun dia hanya membawa kemeja putih, celana hitam, peci dan tas kecil saja. Inikan sangat aneh,” paparnya.

 

Cerita Kasrin Ketika di Makkah 

Kasrin tiba di rumah pada Selasa (04/10/2016) sekitar pukul 10.00 WIB. Kepulangan Kasrin di kampung halaman ini, juga sesuai dengan kepulangan jemaah haji kloter 38.

“Kepulangan Pak Kasrin dijemput pihak keluarga di Masjid Jami’ Lasem. Pas berangkat pada 23 Agustus dulu, Pak Kasrin juga diantar keluarga di Masjid Lasem,” ujar Eko Winarto, salah satu perangkat desa setempat.

Tim dari MUI Rembang (dua dari kiri) saat berbincang dengan Kasrin di kediamannya di Dukuh Gembul, Desa Sumberrejo, Kecamatan Pamotan, Rembang, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Tim dari MUI Rembang (dua dari kiri) saat berbincang dengan Kasrin di kediamannya di Dukuh Gembul, Desa Sumberrejo, Kecamatan Pamotan, Rembang, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kedatangan Kasrin, juga disambut semua warga dan keluarga. Tak hanya itu, kondisi di kediaman Kasrin, saat ini didatangi banyak tamu, dan juga ada pengamanan dari pihak TNI dan polisi.

Banyak cerita-cerita mistis tentang perjalanan haji Kasrin. Di mulai dari start keberangkatan Kasrin dari Masjid Jami Lasem, yang disebut-sebut Kasrin justru tiba-tiba sudah sampai di Asrama Solo, dan berangkat ke Makkah naik pesawat. Padahal, rombongan jemaah lain masih berada di masjid.

Ada lagi, Kasrin yang juga katanya sempat pulang sebentar dengan membawa oleh-oleh khas Timur Tengah, yang kemudian tiba-tiba hilang lagi usai memberikan oleh-oleh itu kepada salah satu  keluarganya. Belum lagi, sosok Indi yang disebut-sebut orang yang menaikkan haji Kasrin, yang hingga kini masih misterius.

Cerita tentang sosok Indi, ternyata masih berlanjut ketika di Makkah. Kasrin menceritakan, dirinya tidak ingat apa yang sudah dikerjakan di Makkah. Katanya, dia hanya mengikuti apa yang disarankan oleh Indi yang disebut berasal dari Lasem. “Saya itu tidak tahu apa namanya yang saya lakukan. Saya hanya mengikuti ke mana Bu Indi itu pergi. Baik itu di Makkah atau di Madinah,” katanya.

Kepada Kasrin, Indi mengatakan, jika tidak mau ketinggalan langkah, maka Kasrin harus selalu mengikuti langkah Indi dari belakang. “Bu Indi bilang, “Mas, kowe ojo adoh-adoh karo aku. Rokku mburi ganduli ae, ben ora kari (Mas, kamu jangan jauh-jauh dariku. Pegang rok saya bagian belakang, biar tidak ketinggalan).” ucap Kasrin menirukan perkataan Indi.

Ketika menjalankan haji, Kasrin juga mengaku tidak membawa pakaian Ihram layaknya jemaah haji lainnya. Ketika itu, dia memakai pakaian busana muslim berwarna putih layaknya pakaian yang dibawa saat dari rumah.”Berhubung ketika berangkat saya tidak memakai pakaian haji atau seragam haji, saya di sana juga memakai pakaian ini saja,” katanya.

Ketika di sana, dirinya mengaku tidak ada pemeriksaan dokumen atau paspor oleh petugas yang berwenang. Selain itu, ketika di Makkah, dirinya juga tidak menginap di pemondokan seperti jemaah haji pada umumnya dari Indonesia. Dia mengaku tinggal di sebuah rumah.

Lebih lanjut dirinya menceritakan, mengenai sosok Indi, yang merupakan langganannya yang diantar jemput sekolah sejak TK hingga SMA. Ketika mengantar jemput tersebut, dirinya tidak menerima upah berupa uang dari orang tua Indi.

“Ketika itu, saya diberikan dua pilihan. Apakah minta bayaran mentah atau matang. Kemudian saya minta yang matang saja. Dan kalau saya membutuhkan sesuatu, Bu Indi memberikannya semua apa yang saya butuhkan itu,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Penjualan Elpiji Bright Gas di Kudus Terus Meningkat

Salah satu perwakilan dari Pertamina, Sofyan Dhuhri berfoto di barisan Bright Gas di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Salah satu perwakilan dari Pertamina, Sofyan Dhuhri berfoto di barisan Bright Gas di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pengguna tabung gas elpiji jenis Bright Gas 5,5 kilogram (kg) semakin banyak. Dari awal mula peluncuran, pengguna di Kudus semakin meningkat. Bahkan Kudus termasuk kabupaten dengan penyerapan Bright Gas yang cukup tinggi.

Communication and Relations Pertamina MOR IV, Didi Andrian Indra Kusuma mengatakan, pada awal distribusi, wilayah Kudus hanya mampu  sebanyak 260 tabung per bulan. Namun saat ini, penyaluran elpiji nonsubsidi ini telah mencapai 1.500 tabung per bulan.

”Penyaluran bisa meningkat karena kesadaran masyarakat menggunakan elpiji nonsubsidi semakin meningkat. Harga yang terjangkau juga menjadi penyebab masyarakat menggunakannya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Pihaknya juga menyiapkan program trade in, masyarakat yang memiliki dua tabung elpiji 3 kilogram bisa menukar dengan elpiji tabung 5,5 kilogram dengan menambahkan biaya konversi Rp 38.000. Masyarakat juga dapat memperoleh elpiji tabung sedang ini di semua pangkalan elpiji yang berada di Kudus.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir untuk memperoleh isu ulang elpiji ini karena tersedia di pangkalan.. Bahkan keberadaan elpiji di bawah 12 kilogram juga membuatnya praktis dan mudah untuk dibawa. “Masyarakat sudah mulai sadar, jika gas melon lebih mudah habis, namun ini lebih awet dengan jumlah isi tabung jauh lebih banyak tentunya,” inbuhnya.

Sementara, Domestic Gas Region Manager IV, Pierre J Wauran menyampaikan, Bright Gas yang diluncurkan pada  April lalu banyak diminati karena lebih aman, yaitu dilengkapi katup ganda. Tabung tersebut juga dilengkapi segel resmi Pertamina yang dilengkapi dengan hologram optical color switch sehingga tidak bisa dipalsukan. ”Masyarakat yang sadar dengan keamanan produk serta kualitas, akan lebih memilih elpiji 5,5 kilogram. Jadi keamanan juga ditingkatkan selain isi yang lebih banyak pula,” ungkap dia.

Saat ini sudah ada empat agen di Kudus yang semula hanya menyalurkan elpiji 12 kilogram, kini juga menyalurkan elpiji 5,5 kilogram. Ini karena respons masyarakat semakin bagus. “Artinya memang peminat masyarakat sudah meningkat untuk menggunakan. Permintaan juga lumayan banyak juga,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Truk di Rembang Dilarang Melintas Pada Jam Masuk Sekolah

Terlihat truk melewati jalur Pantura Rembang. Dinhubkominfo Rembang, sudah mengimbau agar truk tak melintas pada saat jam masuk sekolah, yakni mulai jam 06.00 hingga 07.00 WIB. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Terlihat truk melewati jalur Pantura Rembang. Dinhubkominfo Rembang, sudah mengimbau agar truk tak melintas pada saat jam masuk sekolah, yakni mulai jam 06.00 hingga 07.00 WIB. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom,Rembang – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dinhubkominfo) Rembang mewacanakan akan melarang truk besar melintas di Jalur Pantura Rembang ataupun jalan protokol ketika pada jam masuk sekolah atau jam masuk kerja, yakni mulai pukul 06.00 hingga 07.00 WIB.

Kepala Dinhubkominfo Rembang Suyono mengatakan, larangan tersebut untuk meminimalisasi adanya kepadatan arus lalu lintas. Karena, pada jam tersebut, biasanya jalanan dipadati dengan kendaraan oleh warga yang akan berangkat kerja ataupun siswa ke sekolah.

“Larangan itu, sejauh ini memang masih sebatas imbauan. Tim kami yang ada di lapangan juga sering memerintahkan pengemudi truk untuk memarkirkan kendaraannya terlebih dahulu di area parkir atau rest area terdekat, ketika pada pagi hari,” ujarnya.

Nantinya, pihaknya juga akan menyurati pengusaha jasa transportasi atau sejenisnya, terkait larangan tersebut. Sehingga, kondisi lalu lintas di Rembang nantinya tidak terjadi kemacetan ataupun kepadatan.

Selain itu, saat ditanya mengenai titik mana saja yang dinilai rawan kemacetan, pihaknya mengutarakan bahwa titik yang rawan macet yakni di kawasan sekolah dan perkantoran. “Untuk sementara ini yang dinilai cukup padat yakni di wilayah Pantura Timur. Seperti halnya Kragan dan Sarang. Sebab di situ banyak sekali sekolah, bahkan aktifitas warga setempat juga banyak sekali. Seperti halnya orang pergi ke pasar, orang pergi ke tempat pelelangan ikan dan lainnya,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

Petani di Pati yang Belum Punya Kartu Tani Akan Diikutkan Pemutakhiran Data

Seorang petani menunjukkan kartu tani saat acara pembagian kartu tani di Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati, beberapa hari yang lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang petani menunjukkan kartu tani saat acara pembagian kartu tani di Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati, beberapa hari yang lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Petani di Pati yang belum memiliki kartu tani tidak bisa membeli pupuk bersubsidi yang dipasok dari pemerintah. Akibatnya, mereka harus membeli pupuk non subsidi hingga memiliki kartu tani.

Rencananya, mereka yang belum memiliki kartu tani akan diikutkan pada pemutakhiran data pemilik kartu tani 2017. Namun, waktu pemutakhiran data belum bisa dipastikan, sehingga petani yang ketinggalan tidak memiliki kartu tani diminta untuk membeli pupuk non subsidi.

“Nanti ada pemutakhiran data kartu tani, tapi belum tahu kapan waktunya. Yang jelas, 2017 nanti pasti ada. Konsekuensinya, petani yang belum punya kartu tani harus membeli pupuk non subsidi untuk kebutuhan pertanian,” kata Kelompok Jabatan Fungsional Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan (Dispertanak) Pati, Puji Hartatik.

Sesuai dengan aturan, stok pupuk bersubsidi di Kabupaten Pati untuk 2017 diperuntukkan bagi petani yang memiliki kartu tani. Karena itu, mereka yang ketinggalan belum punya kartu tani diharapkan bersabar untuk menunggu hingga ada waktu pemutakhiran data.

Sejauh ini, para petani di Pati diakui sudah terakomodasi dengan memiliki kartu tani. Bila ada yang belum punya, Puji menyebut ada dua kemungkinan. Pertama, petani mengabaikan sosialisasi kartu tani. Kedua, perangkat desa kurang sukses dalam melakukan sosialisasi program kartu tani.

Editor : Kholistiono

Pembangunan Jalan Lingkar Utara di Kudus Gagal Diselesaikan Tahun Ini

Warga berada di ruas jalan lingkar utara di Mijen, Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga berada di ruas jalan lingkar utara di Mijen, Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pembangunan  jalan lingkar utara di Mijen, Kaliwungu, Kudus gagal dituntaskan pada tahun ini. Untuk itu, Pemkab Kudus merencanakan, pembanguan dilanjutkan tahun depan dan bakal dituntaskan tahun depan juga.

Kadinas Bina Marga Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral (BPESDM) Sama’ani Intakoris mengatakan, pembangunan bakal dimulai pada Januari-Februari tahun depan. Diharapkan, dengan pembangunan yang sejak dini maka pada tahun depan jalan sudah dapat dilalui. “Kami sudah menganggarkan penyelesaian pembangunan. Total alokasi yang disiapkan untuk penuntasan Jalan Lingkar Peganjaran-Mijen sekitar Rp 10 miliar,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Sumber dana tersebut berasal dari anggaran kabupaten lewat APBD Murni.  Namun tak menutup kemungkinan nantinya bakal mendapat bantuan dari provinsi maupun juga bantuan dari pusat. Menurutnya, tahapan yang akan dilakukan yakni dengan menyiapkan apraisal untuk pembebasan lahan yang akan digarap. Totalnya sepanjang 160-an meter dan lebar 20 meter pada lokasi yang gagal diselesaikan tahun ini.

Selanjutnya, kata dia, pihaknya akan melanjutkan penyambungan jalan lingkar yang belum terhubung di petak 4. Semua tahapan tersebut diperkirakan akan tuntas pada bulan Juli-Agustus tahun depan sehingga sebelum akhir tahun dapat dilalui. ”Namun jika mempertimbangkan penambahan infrastruktur pendukung, kemungkinan akan sepenuhnya dimanfaatkan pada akhir tahun depan. Kami akan tuntaskan tahun depan,,” jelasnya .

Dikatakannya, manfaat banyak bakal muncul jika jalan sudah jadi. Dan yang paling nampak adalah pertumbuhan ekonomi di Kudus, yang kini juga sudah mulai nampak di sejumlah titik di lingkar. “Ekonomi pasti akan tumbuh, buktinya pada jalur lingkar lain mulai muncul toko modern, toko usaha dan juga usaha lain yang dimiliki masyarakat. Selain itu harga juga pasti naik,” imbuhnya.

Selain itu, jika jalan rampung bakal memecah kepadatan di perkotaan. Sebab kendaraan tak perlu memutar jika menuju ke Gebog atau Bae. Dengan demikian maka kondisi perkotaan juga akan lancar.

Editor : Akrom Hazami

Nur Khabsyin Desak Polri Tuntaskan Penyidikan Kasus Gula Rafinasi

ILUSTRASI

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Kudus – M. Nur Khabsyin, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia ( DPN APTRI ) mendesak Bareskrim Mabes Polri untuk secepatnya menuntaskan kasus perembesan gula rafinasi skala besar yang diduga dilakukan oleh PT Berkah Manis Makmur (PT BMM) melalui PT Lyus Jaya Sentosa dan PT Duta Sugar Internasional (PT DSI).

“Rembesan bukan hanya dilakukan oleh dua perusahan tersebut, namun oleh perusahaan gula rafinasi lainnya. Total kerugian petani dari penyimpangan 11 perusahaan gula rafinasi (termasuk PT BMM dan PT DSI) mencapai 600.000 ton,” kata Khabsyin dalam rilis persnya.

Pria yang juga anggota DPRD Kudus melanjutkan, DPN APTRI memperkirakan rembesan gula rafinasi di musim giling ini mengakibatkan turunnya harga lelang gula tani sebesar Rp 1000/ kg. Total kerugian akibat turunnya harga lelang gula mencapai Rp 700 miliar.

Dari hasil investigasi APTRI diperoleh informasi bahwa dua perusahaan tersebut melakukan melakukan penyelewengan dengan dua modus berbeda. Modus PT Lyus Jaya Sentosa tergolong modus baru, yakni PT Lyus membeli gula rafinasi dari PT PT BMM. Mestinya PT Lyus mengolah menjadi gula halus, namun praktiknya tidak terjadi pengolahan. Namun langsung menjual ke pasar setelah diganti karung yang berlogo PT Lyus. Sementara PT DSI langsung menjual gula rafinasinya ke pasar.

“Kasus penyimpangan gula rafinasi ini kini ditangani oleh Direktorat Tipideksus Bareskrim Mabes Polri,” ujarnya.

Dalam kasus PT Lyus sudah pada tahap penyidikan, sedangkan untuk kasus PT DSI masuk tahap penyelidikan. Kasus tersebut merupakan pengembangan dari pelaporan APTRI tentang gula impor milik Bulog tanpa SNI.

Dalam pengembangannya, Bareskrim Mabes Polri  menemukan dua kasus itu.  Terkait permasalahan tersebut DPN APTRI menyampaikan tuntutan kepada pemerintah agar kasus penyimpangan gula rafinasi terus menerus terjadi bahkan cenderung meningkat.

“Oleh karena itu, kami mendesak Kementerian Perdagangan agar menindak tegas perusahaan gula rafinasi yang terbukti melakukan penyimpangan. Kasus serupa ini sangat menyengsarakan petani dan merugikan perekonomian nasional,” tambahnya.

Menuntut Kementerian Perdagangan membuat mekanisme kontrol baru terhadap industri gula rafinasi, agar kasus perembesan/ penyimpangan gula rafinasi tidak terus menerus terjadi.

Menuntut Kementerian Perdagangan agar kuota izin impor gula rafinasi dikurangi karena ada kelebihan 600 ribu ton. Tidak hanya itu, APTRI mendesak aparat kepolisian dan aparat penegak hukum lainnya untuk bertindak tegas terhadap industri gula rafinasi yang telah lama melakukan kecurangan tersebut.

“Tindakan mereka telah merugikan jutaan petani tebu rakyat termasuk mengacaukan kebijakan pemerintah terkait tata gula nasional,” pungkas Khabsyin.

Editor : Akrom Hazami

Mulai Januari 2017, Petani di Pati Tidak Bisa Beli Pupuk Bersubsidi Tanpa Kartu Tani

 Seorang petani menunjukkan kartu tani yang bisa digunakan untuk membeli pupuk bersubsidi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang petani menunjukkan kartu tani yang bisa digunakan untuk membeli pupuk bersubsidi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Petani di Kabupaten Pati dipastikan tidak akan bisa membeli pupuk bersubsidi bila tidak memiliki kartu tani. Ketentuan tersebut mulai berlaku per Januari 2017.

Kelompok Jabatan Fungsional Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan (Dispertanak) Pati Puji Hartatik mengatakan, pupuk bersubsidi yang disediakan pemerintah hanya untuk petani yang memiliki kartu tani. Kartu tersebut bisa didapatkan dengan mendaftar di kelompok tani setempat.

“Petani yang belum punya kartu tani memang tidak bisa membeli pupuk bersubsidi yang disediakan pemerintah pusat. Ketentuan itu berlaku, mulai Januari 2017. Solusinya, petani bisa mendaftar di kelompok tani yang ada di daerahnya masing-masing,” ujar Puji, Jumat (30/12/2016).

Hanya saja, petani yang saat ini mengajukan kartu tani belum bisa dipastikan segera mendapatkan atau tidak. Sebab, pengadaan kartu tani pada tahap berikutnya masih menunggu dari kebijakan pemerintah pusat.

“Kartu tani sudah dibagikan beberapa waktu yang lalu. Kalau ada petani yang sekarang ini belum mendapatkan kartu tani, bisa mendaftar di kelompok tani setempat. Namun, kepemilikan kartu tani belum bisa dipastikan karena pengadaan kartu tani pada tahap selanjutnya menunggu kebijakan pemerintah pusat,” imbuhnya.

Kendati begitu, dia memastikan bila pengadaan kartu tani akan dilakukan pada 2017. Hal itu untuk mengakomodasi para petani yang belum mendapatkan kartu tani. Tapi, kepastian waktu pengadaannya belum bisa dipastikan.

Editor : Kholistiono

Puluhan Awak Bus di Terminal Induk Grobogan Mendadak Dites Urine

Petugas dari Dokkes Polres Grobogan tengah memeriksa urine awak bus di terminal Induk Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Petugas dari Dokkes Polres Grobogan tengah memeriksa urine awak bus di terminal Induk Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Puluhan awak bus dan para pedagang asongan yang ada di terminal induk Purwodadi, Jumat (30/12/2016) mengikuti kegiatan tes urine di tempat tersebut. Sedikitnya ada sekitar 20 orang yang ikut diambil sampel urinenya guna dites petugas dari Dokkes Polres Grobogan.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, hasilnya semua negatif. Artinya, tidak ada satupun yang terindikasi mengonsumsi barang terlarang.

Kanit Registrasi dan Identifikasi Satlantas Polres Grobogan Iptu Untung Ariyono menyatakan, selain kondisi kendaraan, faktor manusia juga punya pengaruh besar dalam kasus kecelakaan lalu lintas.

Oleh sebab itu, para pengemudi perlu dites urine untuk memastikan kalau kondisi mereka aman dan layak untuk mengemudikan kendaraan.

“Pelaksanaan tes urine ini merupakan upaya pencegahan terjadinya kecelakaan. Khususnya menghadapi momen libur panjang akhir tahun. Melalui kegiatan ini kita bisa memastikan kalau kondisi awak bus, khususnya sopir benar-benar aman untuk mengemudikan kendaraan,” katanya didampingi Kanit Laka Ipda Sunarto yang ikut memantau pelaksanaan tes urine tersebut.  

Sementara itu, Kepala Terminal Induk Suparna mengatakan, pihaknya sangat mendukung adanya kegiatan pemeriksaan urine buat awak bus dan pedagang asongan tersebut. Selain untuk keselamatan, tindakan tersebut dinilai merupakan upaya untuk mencegah adanya peredaran dan pemakaian narkoba. 

Usai pelaksanaan tes urine, petugas kemudian melangsungkan pengecekan fisik kendaraan. Khususnya, bus antar kota antar provinsi (AKAP). Dalam pengecekan yang dilakukan, ada tiga bus yang terpaksa ditindak karena tidak lengkap suratnya.

“Dari sekitar 15 bus AKAP yang kita periksa, tiga di antaranya kita tilang karena surat-suratnya tidak lengkap,” kata Susanto Adi Wibowo, pegawai Dishubkominfo Grobogan yang juga menjabat sebagai Pejabat Penyidik PNS (PPNS), usai menggelar kegiatan. 

Editor : Akrom Hazami

Panggung Acara Parade Musik Dangdut di Grobogan Sudah Didirikan

Kru tampak mendirikan panggung Parade Musik Dangdut yang akan berlangsung di Grobogan, Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kru tampak mendirikan panggung Parade Musik Dangdut yang akan berlangsung di Grobogan, Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Persiapan Parade Musik Dangdut yang didukung Sukun Premiere pada malam tahun baru terus dilakukan di Grobogan. Persiapan terkini adalah mendirikan panggung yang akan dipakai untuk melangsungkan acara.

Dari pantauan di lokasi, persiapan mendirikan panggung sudah dilangsungkan sejak Jumat (30/12/2016) pagi. Pendirian panggung dilakukan dalam suasana hujan yang mengguyur sejak malam harinya.

Panggung utama untuk pentas dangdut ditempatkan di bagian selatan Stadion Kuripan, Kelurahan Purwodadi. Dari pinggir jalan A Yani, panggung utama itu bisa terlihat jelas. Jarak panggung dari jalan raya sekitar 300 meter.

Di sebelah baratnya, ada satu panggung lagi yang disiapkan. Rencananya, tempat ini akan digunakan untuk Bupati Grobogan Sri Sumarni berserta jajaran FKPD dan pejabat yang dijadwalkan akan menghadiri puncak acara pergantian tahun baru.

“Acara parade dangdut juga akan dihadiri Bupati Grobogan Sri Sumarni, jajaran FKPD dan para pejabat. Rombongan pejabat akan tiba disini sekitar pukul 23.30 WIB,” kata Ketua Panitia Parade Dangdut Prasetyo petang tadi.

Dijelaskan, awalnya, lokasi parade akan dilangsungkan di halaman Stadion Krida Bhakti. Namun, dengan berbagai pertimbangan pihak keamanan, lokasinya dialihkan ke Stadion Kuripan. Acara ini diselenggarakan Sukun Premiere bekerjasama dengan, PAMMI, pemkab, kepolisian dan instansi terkait lainnya.

Menurutnya, dalam parade nanti akan menampilkan empat grup dangdut lokal. Yakni, Patimura, Cobolo, Mahkota, dan Nuansa 97. Kemudian, ada sekitar 12 penyanyi yang ambil bagian.
“Total musisnya sekitar 40 orang yang terlibat. Baik penyanyi dan pemain music,” ujar Sekretaris PAMMI Grobogan itu.

Pelaksanaan even Parade Musik Dangdut 2017 di Stadion Kuripan, Purwodadi juga mendapat perhatian serius dari aparat keamanan. Indikasinya, even yang digelar untuk memeriahkan malam tahun baru itu akan dijaga banyak personel kemanan.

“Pengamanan malam tahun baru lebih dikonsentrasikan di wilayah Kota Purwodadi. Soalnya, di sini ada kegiatan cukup besar yakni, even Parade Musik Dangdut. Untuk pengamanan, kita siapkan 300 personel. Personel ini di luar yang bertugas di gereja, objek vital dan pos pelayanan,” kata Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning melalui Kabag Ops AKP Parno.

Menurutnya, untuk perayaan Tahun Baru 2017, pihaknya sudah siap melakukan tugas pengamanan. Sejauh ini, berbagai persiapan pengamanan sudah dilakukan. Baik secara internal maupun melibatkan instansi terkait lainnya.

“Jajaran Polres Grobogan siap mengamankan momen pergantian tahun 2017. Kita harapkan, suasana tetap kondusif,” jelas mantan Kapolsek Kota Purwodadi itu.

Editor : Akrom Hazami

 

Satpam Grobogan Harus Bantu Ciptakan Kamtibmas

Seorang satpam saat hadir dalam rangkaian HUT Satpam tahun 2016, di Grobogan, Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Seorang satpam saat hadir dalam rangkaian HUT Satpam tahun 2016, di Grobogan, Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni menyatakan, seiring dengan perkembangan dinamika kamtibmas, dukungan dan peran serta dari semua elemen masyarakat sangat dibutuhkan. Salah satunya adalah dalam bentuk pengamanan swakarsa, seperti tenaga Satuan Pengamanan (Satpam).

Hal itu disampaikan Sri Sumarni dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-36  Satuan Pengamanan (Satpam) di halaman Mapolres, Jumat (30/12/2016).

“Satpam diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam rangka mendukung pemeliharaan kamtibmas. Selama ini, satpam mampu menunjukkan kinerja yang baik dalam membantu tugas polri,” ujar Sri Sumarni yang dalam kesempatan itu bertindak selaku inspektur upacara.

Peringatan HUT Satpam itu dihadiri Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) lainnya serta para kasat dan kapolsek. Upacara juga diikuti oleh anggota satpam dari sejumlah instansi, linmas, dan satpol PP.

Menurut Sri, untuk meningkatkan kemampuan, polri selama ini selalu memberikan pelatihan pada para satpam. Yakni, latihan peningkatan fisik dan pengetahuan seputar pengamanan. Disamping itu, ada pula pelatihan spesialisasi di bidang industrial security.

“Selama ini satuan pengamanan telah mampu menunjukkan kinerjanya dengan baik dalam membantu polri dalam membina keamanan dan ketertiban masyarakat. Satpam juga berperan dalam menumbuhkan kesadaran dan kewaspadaan keamanan di tempatnya bertugas, seperti mengamankan pelaku kejahatan, memberikan informasi terkait tindak pidana maupun gangguan kamtibmas lainnya,” jelasnya.

Usai upacara, bupati dan kapolres berkesempatan menyerahkan beragam hadiah pada pemenang lomba yang digelar dalam rangkaian HUT Satpam tahun 2016.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Bupati Kudus Ancam Robohkan Tempat Karaoke yang Berani Rusak Segel

Ribuan kader NU, yang terbagi dari berbagai organisasi melakukan aksi unjuk rasa di depan Pendapa Pemkab Kudus, Kudus, Jumat (30/12/2016).

Ribuan kader NU, yang terbagi dari berbagai organisasi melakukan aksi unjuk rasa di depan Pendapa Pemkab Kudus, Kudus, Jumat (30/12/2016).

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa mengancam, bakal merobohkan bangunan kafe dan karaoke jika merusak segel yang dipasang pada bangunan.  Ancaman itu bukanlah main-main, lantaran kini semua karaoke telah tersegel.

Pernyataan Bupati diungkapkan saat menemui pengunjuk rasa di depan kantor pemkab setempat, Jumat (30/12/2016). Dikatakan bupati, kalau semua karaoke, Kamis (29/12/2016) malam sudah disegel dan kini sudah tak ada lagi keberadaan karaoke yang buka. 

“Jika berani membuka garis yang dipasang atau membuka segel, maka saya akan merobohkan bangunan karaokenya,” katanya di hadapan peserta aksi dari sejumlah organisasi NU setempat.

Pihaknya mengaku lelah dengan cara yang selama ini dilakukan dalam penegakan. Sehingga tak ada jalan lain selain menegakkan aturan dengan cara menyegel bangunan karaoke di Kudus. “Saya bosan umpet – umpetan. Tidak boleh ada lagi keberadaan karaoke yang buka di Kudus ini. Aturan sudah jelas,” imbuhnya.

Ditambahkan Kapolres Kudus AKBP Andy Rifa’i, pihaknya meminta partisipasi masyarakat dalam mengawasi keberadaan karaoke yang sudah disegel. Jika masih ada yang nekat buka, dia meminta secepatnya dilaporkan kepada kepolisian. “Jadi jangan bertindak sendiri, kami jamin bakalan menindaklanjuti laporan yang sudah sampai pada kami,” ujarnya.

Selain itu, hukuman dengan tegas juga akan dilakukan jika menjumpai karaoke yang buka. Sebelumnya diberitakan, ribuan kader NU, yang terbagi dari berbagai organisasi melakukan aksi unjuk rasa di depan Pendapa Pemkab Kudus, Kudus, Jumat (30/12/2016).

Editor : Akrom Hazami

Baca jugaRibuan Kader NU Demo Tuntut Tempat Karaoke di Kudus 

123 Orang Meninggal Dalam Kecelakaan di Rembang

Pemaparan oleh Polres Rembang terkait angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Rembang pada tahun 2016 dan 2015 lalu. Kegiatan ini dilakukan di Aula Mapolres Rembang, Jumat (30/12/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Pemaparan oleh Polres Rembang terkait angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Rembang pada tahun 2016 dan 2015 lalu. Kegiatan ini dilakukan di Aula Mapolres Rembang, Jumat (30/12/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Pada 2016 ini, Polres Rembang mencatat ada 123 orang yang meninggal dalam kecelakaan yang terjadi di wilayah Kabupaten Rembang. Jumlah tersebut meningkat dari tahun 2015, yang tercatat ada 97 orang meninggal dunia karena kecelakaan di jalan.

Secara keseluruhan, untuk 2016, kasus angka kecelakaan yang terjadi di Rembang sebanyak 470. Dari angka tersebut, yang meninggal dunia sebanyak 123 orang, luka berat 2 orang dan luka ringan sebanyak 589 orang.

Sedangkan untuk 2015, jumlah angka kecelakaan sebanyak 431 kasus. Rinciannya, 97 orang meninggal dunia, 12 orang luka ringan dan 554 orang mengalami luka ringan.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto mengatakan, di antara penyebab meningkatnya kasus kecelakaan yang terjadi di Rembang, katanya, kondisi geografis Rembang berada di jalur Pantura. “Dari data yang ada, memang ada peningkatan jumlah angka kecelakaan selama 2016 ini dibanding tahun sebelumnya,” ungkapnya saat menggelar jumpa pers di Aula Mapolres Rembang, Jumat (30/12/2016).

Terkait hal itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti halnya Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dinhubkominfo), Dinas Pendidikan dan sekolah. Hal ini, bertujuan untuk meminimalisasi jumlah angka kecelakaan di Rembang untuk tahun depan.

“Dengan Dinhubkominfo misalnya, nantinya kita akan membahas tentang pemberian garis zona selamat yang ada di jalan protokol. Kemudian dengan pihak sekolah, kita akan memberikan sosialisasi kepada pelajar mengenai pendidikan berlalu linta, dan juga kepada orang tua ataupun masyarakat,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono 

Getuk Ireng Buatan Lily Ludes Dibeli Pemburu Kuliner Jadul di Pati

Stand getuk ireng milik Lily Wulandari yang diburu pembeli dalam Festival Kuliner Pati tempo dulu di Omah Kuno, Sabtu (30/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Stand getuk ireng milik Lily Wulandari yang diburu pembeli dalam Festival Kuliner Pati tempo dulu di Omah Kuno, Sabtu (30/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Getuk ireng buatan Lily Wulandari yang dijajakan dalam Festival Kuliner Pati Tempo Doeloe di Omah Kuno, Jalan Diponegoro Nomor 115, Pati, Jumat (30/12/2016), ludes diserbu pembeli. Sebagian besar pembeli memilih getuk ireng, karena sudah langka dan susah dicari.

Lily mengatakan, getuk ireng dibuat dari bahan dasar ketela seperti membuat getuk biasa. Namun, dia menambahkan pewarna alami dari merang padi supaya warnanya hitam.

Tidak dijual sendirian, getuk ireng yang dijajakan di stand bagian luar tersebut dicampur dengan tiwul, gatot, dan getuk biasa. “Kalau getuk biasa warnanya kuning. Ini warnanya hitam, karena dicampur bahan pewarna alami dari merang padi. Ini makanan kuno yang sekarang sudah mulai tidak ada,” ujar Lily saat berbincang dengan MuriaNewsCom di sela-sela melayani puluhan pembeli.

Sejak dijajakan pada pukul 16.00 WIB, getuk ireng buatan Lily sudah habis pukul 17.30 WIB. Antusiasme pengunjung membeli getuk ireng tidak lepas dari eksistensinya yang mulai hilang, di pasar tradisional sekalipun.

Lily yang tinggal di Gunungbedah, Margorejo, Pati ini mengaku tahu resep getuk ireng dari orang tuanya. Selama ini, Lily tidak menjual getuk ireng di warung, tetapi hanya menerima pesanan. Rencannya, dia akan menjualnya di kawasan Stadion Joyokusumo.

Bani Pujiastuti (38), pembeli asal Desa Kaborongan, Pati mengaku rindu dengan masa kanak-kanak ketika dibuatkan getuk ireng oleh emaknya. Karena itu, berburu kuliner tempo dulu yang digelar anak-anak muda yang berprofesi sebagai jurnalis, pengusaha dan pemuda lintas profesi ini dimanfaatkan Puji untuk mengobati rindu akan masa kecilnya.

Festival sendiri rencananya akan berakhir pada Sabtu (31/12/2016) malam pukul 12.00 WIB. Pada malam tersebut, panitia akan menyalakan mercon bumbung dan terompet dari daun kelapa muda.

Editor : Kholistiono

Laskar Brotoseno Dirikan Tenda Perjuangan untuk Dukung Pabrik Semen di Rembang

Tenda perjuangan yang didirikan warga pro pabrik semen di Rembang. Tenda ini lokasinya di area Bukit Bokong perbatasan Kadiwono Gunem, yang juga bersebelahan dengan tenda perjuangan kontra pabrik semen. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Tenda perjuangan yang didirikan warga pro pabrik semen di Rembang. Tenda ini lokasinya di area Bukit Bokong perbatasan Kadiwono Gunem, yang juga bersebelahan dengan tenda perjuangan kontra pabrik semen. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Sejumlah orang yang tergabung dalam “Laskar Brotoseno” mendirikan tenda perjuangan di area Bukit Bokong Kadiwono, Kecamatan Gunem atau lebih tepatnya di area pabrik Semen Indonesia Rembang.Tenda tersebut didirikan untuk memberikan dukungan moral supaya pabrik semen bisa beroperasi.

Salah seorang warga Timbrangan RT 5 RW 1 Ahmad Ahid mengatakan, pendirian tenda itu merupakan  inisiatif warga yang ada di ring I pabrik semen . “Selama ini yang muncul ke permukaan kok hanya tenda perjuangan para penolak semen saja. Untuk itu, kita sebagai warga yang mendukug beroperasinya pabrik semen juga bikin tenda perjuangan,” ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya tenda perjuangan tersebut, pihaknya juga ingin menunjukkan kepada masyarakat umum, bahwa warga Rembang juga ingin mendukung adanya pabrik semen, apalagi yang berada di ring I pabrik semen.

Dari pantauan MuriaNewsCom di lapangan, tenda sebanyak 1 buah yang didirikan tersebut terbuat dari terpal selebar 3 meter, panjang 5 meter. Lokasi tenda tersebut bersebelahan dengan tenda perjuangan kontra pabrik semen.

Menurutnya, nantinya, warga yang menempati tenda perjuangan tersebut akan dijadwal secara bergiliran, baik itu ketika siang ataupun malam. Diperkirakan, nantinya untuk siang, tenda ditempati 10 orang, pun demikian pada malam hari.

Katanya, mengenai jangka waktu menempati tenda perjuangan tersebut, pihaknya mengutarakan, bahwa akan tenda itu akan  dihuni hingga pabrik semen beroperasi. Terlebih, sudah ada keputusan yang jelas dari pihak pengadilan.

“Untuk keberadaan tenda perjuangan ini, ya hingga pabrik beroperasi, bahkan hingga ada putusan atau kesimpulan yang jelas dari pihak pengadilan atau pemerintah,” ucapnya.

Terpisah, tokoh pemuda dari Desa Tegaldowo, Wahyudi mengatakan, Laskar Brotoseno tersebut merupakan tokoh pewayangan yang berkarakter kuat dan sabar. “Nama laskar Brotoseno itu diberi langsung oleh Mbah Maimoen Zubair.Sebelum aksi damai Pada Kamis pekan lalu, kita sowan terlebih dahulu kepada Mbah Mun. Dan akhirnya beliau memberikan nama itu. Sehingga nama itu kita pakai untuk berjuang mendukung pabrik ini,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga masih berhubungan baik dengan warga penolak semen. Meskipun saat ini sama- sama mendirikan tenda perjuangan. “Kita juga masih saling sapa, saling ngopi bareng. Namun di saat ngobrol di warung atau di rumah, tak pernah ngomongin semen. Namun ngomongin sepak bola atau yang lainnya,” ujarnya.

Wahyuningsih warga Desa Pasucen, Kecamatan Gunem menambahkan, bahwa untuk  makan dan minum bagi warga yang berjaga di tenda perjuangan, nantinya akan  dikirim dari rumah. “Untuk keperluan hidup di tenda perjuangan mendukung pabrik semen ini, baik masak atau makanan akan dikirim dari warga desa atau membawa dari rumah,” ungkapnya.

Terkait dengan pendirian tenda perjuangan tersebut, salah satu warga kontra pabrik semen yang tak bersedia menyebutkan namanya mengatakan, bahwa pendirian tenda pendukung semen tersebut, rata-rata tidak dikenalnya. “Saya tak mengenal mereka, mereka ingin mendirikan tenda di situ ya terserah aja,” katanya.

Kemudian, mengenai hubungan sehari-hari dengan warga yang  pro pabrik semen, pihaknya juga mengatakan bahwa hanya bersapa secara biasa. “Ya masih saling bersapa, namun tak akrab,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

FOTO-FOTO : Derita Akibat Banjir Grobogan

Rumah warga terendam banjir di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Rumah warga terendam banjir di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Jika hujan terus turun, maka kemungkinan besar Kabupaten Grobogan akan banjir. Seperti halnya hujan yang terjadi pada  Kamis (29/12/2016) malam hingga Jumat (30/12/2016) siang.

Rumah warga terendam banjir di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Rumah warga terendam banjir di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

Banjir terjadi di beberapa desa. Di Kecamatan Grobogan. Di wilayah ini sedikitnya ada empat desa yang dilanda bancana banjir. Yakni, Desa Tanggungharjo, Teguhan, Lebak dan Putatsari.

Kemudian, wilayah yang terkena banjir juga berada di Kelurahan Grobogan. Terutama di Kampung Pucang. Dalam musibah ini, ada ratusan rumah yang sempat kemasukan air setinggi 10 cm sampai satu meter. Selain itu, air yang meluap dari Kali Senthe juga menerjang areal pertanian.

Warga berada di area banjir di salah satu titik di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Warga berada di area banjir di salah satu titik di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Banjir yang melanda beberapa desa tersebut mulai datang menjelang waktu Subuh. Namun, mulai pukul 10.00 WIB, banjir sudah mulai surut.

Editor : Akrom Hazami

7 PSK Konangan saat Mangkal di Bekas Stasiun KA Purwodadi di Grobogan

Tujuh perempuan yang ditengarai berprofesi jadi PSK didata identitasnya dan diberi pembinaan di kantor Satpol PP. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Tujuh perempuan yang ditengarai berprofesi jadi PSK didata identitasnya dan diberi pembinaan di kantor Satpol PP. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski kawasan prostitusi di lahan bekas koplak dokar sudah dihancurkan beberapa waktu lalu, namun bisnis esek-esek di situ tidak mati. Tetapi mulai pindah lokasi di dekatnya.

Yakni, masih d ikawasan bekas Stasiun Kereta Api Purwodadi yang saat ini dipakai untuk terminal angkot. Lokasi ini berada di sebelah barat bekas koplak dokar tetapi dibatasi dengan tembok setinggi 2 meter.

Indikasinya ada praktik prostitusi terungkap saat dilakukan razia, Kamis (29/12/2016) malam. Dalam razia yang dilakukan petugas gabungan dari Dinsosnakertrans, Polres Grobogan dan Satpol PP itu didapati ada tujuh perempuan yang ditengarai sebagai PSK.

“Sebagian di antaranya merupakan wajah lama yang dulu ada di kawasan koplak dokar. Mereka ini bukan warga sini tetapi pendatang dari luar kota,” kata Kabid Sosial Dinsosnakertrans Grobogan Kurniawan.

Selanjutnya, ketujuh perempuan yang terkena razia langsung diangkut ke kantor Satpol PP untuk didata dan diberi pembinaan. Selain itu, mereka juga diminta membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan yang bisa mengganggu ketertiban umum.

“Kali ini mereka hanya kita kasih pembinaan. Kalau di kemudian hari kedapatan mengulangi perbuatannya maka akan kita ambil tindakan lebih tegas. Misalnya, mengirimkan mereka ke panti sosial,” tegas pria yang akrab disapa Wawan itu.

Dia menyatakan, kegiatan dengan petugas gabungan itu dilakukan setelah ada informasi dari masyarakat. Yang mana, info yang masuk menyebutkan jika ada praktik prostitusi yang dilakukan di sejumlah warung di kawasan terminal angkot.

“Informasi ini langsung kita tindaklanjuti. Kami berharap, di kawasan bekas stasiun kereta api ini tidak ada lagi praktik prostitusi. Para pedagang juga kita peringatkan sekalian kita minta agar tidak menyediakan miras,” imbuhnya. 

Editor : Akrom Hazami

Banjir Grobogan, Ini Penangan dari BPBD

Salah satu rumah warga yang terendam banjir di Kabupaten Grobogan, Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Salah satu rumah warga yang terendam banjir di Kabupaten Grobogan, Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Soal banjir yang melanda Grobogan, Jumat (30/12/2016),  Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Grobogan Titi Rahajuningsih menyatakan, pihaknya sudah melakukan penanganan bencana banjir yang terjadi di sejumlah titik tersebut.

Meski banjir sudah surut namun personel BPBD masih ditempatkan di lokasi untuk memantau perkembangan dilapangan.

“Tingginya curah hujan sejak kemarin sudah kita antisipasi. Masyarakat kita minta tenang karena BPBD sudah siaga menghadapi bencana yang bisa muncul setiap saat,” katanya.

Hujan yang mengguyur wilayah Grobogan sejak Kamis (29/12/2016) malam hingga Jumat (30/12/2016) siang menyebabkan bencana banjir di berbagai tempat. Meski tidak berlangsung lama, namun banjir yang melanda ini sempat bikin panik warga.

Dari pantauan lapangan, bencana banjir paling parah berada di Kecamatan Grobogan. Di wilayah ini sedikitnya ada empat desa yang dilanda bancana banjir. Yakni, Desa Tanggungharjo, Teguhan, Lebak dan Putatsari.

Kemudian, wilayah yang terkena banjir juga berada di Kelurahan Grobogan. Terutama di Kampung Pucang.

Dalam musibah ini, ada ratusan rumah yang sempat kemasukan air setinggi 10 cm sampai satu meter. Selain itu, air yang meluap dari Kali Senthe juga menerjang areal pertanian.

Banjir yang melanda beberapa desa tersebut mulai datang menjelang waktu Subuh. Namun, mulai pukul 10.00 WIB, banjir sudah mulai surut.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Hujan Sehari Semalam, Grobogan Banjir 

 

Banjir Grobogan juga Dipicu Akibat Luapan Sungai Lusi

Salah satu rumah warga yang terendam banjir di Kabupaten Grobogan, Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Salah satu rumah warga yang terendam banjir di Kabupaten Grobogan, Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Camat Grobogan Amir Syarifuddin ketika dimintai komentarnya soal banjir menyatakan, beberapa desa di wilayahnya memang selalu langganan banjir setiap hujan deras datang. Namun, banjir yang menerjang biasanya tidak belangsung lama. Sekitar 1-3 jam sudah mulai surut seiring menurunnya debit Sungai Lusi.

“Seperti diketahui, aliran air Kali Senthe ini masuknya ke Sungai Lusi. Kalau Sungai Lusi penuh maka airnya meluap ke perkampungan. Nanti kalau debit Sungai Lusi turun maka airnya langsung menghilang,” katanya.

Selain di wilayah Grobogan, banjir juga terjadi di Kecamatan Geyer. Tepatnya, di seberang jembatan gantung yang menghubungkan Desa Suru dan Sobo.

Akibat banjir ini, akses menuju dua desa menjadi terganggu. Terutama bagi pengendara sepeda motor.

“Banjir di sekitar jembatan gantung hanya menggenangi jalan dan areal yang rendah saja. Untuk sementara tidak ada rumah warga yang kemasukan air,” terang Camat Geyer Aries Ponco.

Selanjutnya, bencana banjir juga sempat melanda dua desa di wilayah Kecamatan Brati. Masing-masing, Desa Tirem dan Lemahputih.

Di kedua desa ini, sekitar 100 rumah yang kebanjiran dengan ketinggian 20-40 cm. Kemudian, areal perawahan yang ada tanaman padi juga banyak yang tergenang.

“Pendataan bencana banjir masih kita lakukan. Namun, saat ini, air sudah mulai surut,” kata Camat Brati Bambang Lunto.

Diketahui, hujan yang mengguyur wilayah Grobogan sejak Kamis (29/12/2016) malam hingga Jumat (30/12/2016) siang menyebabkan bencana banjir di berbagai tempat. Meski tidak berlangsung lama, namun banjir yang melanda ini sempat bikin panik warga.

Dari pantauan lapangan, bencana banjir paling parah berada di Kecamatan Grobogan. Di wilayah ini sedikitnya ada empat desa yang dilanda bancana banjir. Yakni, Desa Tanggungharjo, Teguhan, Lebak dan Putatsari.

Kemudian, wilayah yang terkena banjir juga berada di Kelurahan Grobogan. Terutama di Kampung Pucang.

Dalam musibah ini, ada ratusan rumah yang sempat kemasukan air setinggi 10 cm sampai satu meter. Selain itu, air yang meluap dari Kali Senthe juga menerjang areal pertanian.

Editor : Akrom Hazami

Antisipasi Dampak Banjir di Pati, Puluhan Polisi Diterjunkan

Sejumlah polisi membantu mendorong mobil sedan yang mogok akibat terendam banjir saat melintas di Jalan Kayen-Sukolilo, Pati, Jumat (30/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah polisi membantu mendorong mobil sedan yang mogok akibat terendam banjir saat melintas di Jalan Kayen-Sukolilo, Pati, Jumat (30/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Satu peleton pasukan pengendali massa (dalmas) yang terdiri dari 30 personel dan satu unit patroli Turjawali diterjunkan di kawasan Jalan Kayen-Sukolilo, Pati, Jumat (30/12/2016). Mereka diterjunkan untuk mengantisipasi adanya dampak banjir akibat meluapnya air di Sungai Jeratun Seluna.

“Kami mendapatkan informasi banjir dari masyarakat, sehingga kami langsung menerjunkan satu peleton dalmas, pagi sekitar pukul 06.30 WIB. Pada saat kami turun di lokasi, kedalaman banjir mulai dari 10 cm hingga 50 cm,” ujar Kasat Sabhara Polres Pati AKP Amlis Chaniago.

Selama memantau lokasi, ada sejumlah mobil dan sepeda motor yang mogok karena mesinnya kemasukan air. Beberapa polisi yang bertugas langsung mendorong mobil yang mogok hingga posisi mobil tidak terendam banjir.

Mereka diterjunkan untuk mengambil langkah, membantu kesulitan masyarakat selama banjir merendam akses jalan utama Pati-Sukolilo tersebut. Selain itu, komunikasi dengan masyarakat diharapkan bisa mengantisipasi bila terjadi hal yang tidak diinginkan akibat dampak banjir.

Selain polisi, sejumlah relawan yang tergabung dari berbagai organisasi ikut terjun memantau perkembangan situasi. Tak hanya di Desa Kayen, sejumlah jalan di berbagai daerah juga terendam banjir. Salah satunya, Sukolilo, Winong, Gabus, Pucakwangi, hingga Jakenan.

Editor : Kholistiono

Hujan Sehari Semalam, Grobogan Banjir

Salah satu rumah warga yang terendam banjir di Kabupaten Grobogan, Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Salah satu rumah warga yang terendam banjir di Kabupaten Grobogan, Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Hujan yang mengguyur wilayah Grobogan sejak Kamis (29/12/2016) malam hingga Jumat (30/12/2016) siang menyebabkan bencana banjir di berbagai tempat. Meski tidak berlangsung lama, namun banjir yang melanda ini sempat bikin panik warga.

Dari pantauan lapangan, bencana banjir paling parah berada di Kecamatan Grobogan. Di wilayah ini sedikitnya ada empat desa yang dilanda bancana banjir. Yakni, Desa Tanggungharjo, Teguhan, Lebak dan Putatsari.

Kemudian, wilayah yang terkena banjir juga berada di Kelurahan Grobogan. Terutama di Kampung Pucang.

Dalam musibah ini, ada ratusan rumah yang sempat kemasukan air setinggi 10 cm sampai satu meter. Selain itu, air yang meluap dari Kali Senthe juga menerjang areal pertanian.

Banjir yang melanda beberapa desa tersebut mulai datang menjelang waktu Subuh. Namun, mulai pukul 10.00 WIB, banjir sudah mulai surut.

Tingginya curah hujan juga menyebabkan jalan di depan kantor Kecamatan Grobogan sempat tergenang. Akibatnya, arus kendaraan dari Purwodadi menuju Kudus dan Pati sempat tersendat di sekitar pertigaan Ketapang, depan kantor kecamatan.

Editor : Akrom Hazami

Ribuan Kader NU Demo Tuntut Tempat Karaoke di Kudus

Polisi berjaga-jaga di lokasi aksi tuntut penutupan tempat karaoke di depan pendapa Pemkab Kudus, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Polisi berjaga-jaga di lokasi aksi tuntut penutupan tempat karaoke di depan pendapa Pemkab Kudus, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ribuan kader NU, yang terbagi dari berbagai organisasi melakukan aksi unjuk rasa di depan Pendapa Pemkab Kudus, Kudus, Jumat (30/12/2016). Aksi dilakukan dengan tuntutan menutup  tempat karaoke dan tak boleh lagi ada yang beroperasi.

M Syarmato Hasyim, Ketua PC Ansor Kudus menyebutkan, kalau aksi dilakukan oleh ribuan masa. Beberapa kelompok yang hadir, seperti Banser, Ansor, IPNU, PMII dan berbagai ormas NU lainnya. “Kami satu tujuan, yakni menutut menutup semua karaoke yang ada di Kudus. Kami akan tetap mengawal dan mengawasinya,” katanya kepada MuriaNewsCom saat aksi.

Aksi dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB atau usai salat Jumat hingga selesai sekitar pukul 14.15 WIB. Acara aksi dimulai dengan cara orasi. Aksi juga menutup jalan yang berada di depan pendapa. Syarmanto mengatakan, pengawasan tentang tutupnya karaoke juga harus dipantau. Jangan sampai masih ada karaoke yang buka, atau malah karaoke yang belum tersegel dan baru mulai buka, masih ada.

“Ini merupakan bentuk penegakan peraturan daerah di Kudus, jadi harus dilaksanakan sesuai dengan aturan. Selain itu juga, kami juga meminta agar miras diberantas. Sebab aturan tentang miras juga sudah ada,” ungkapnya.

Dikatakan kalau Kudus merupakan kota aman dan religius.  Kudus juga merupakan kota yang kondusif, sehingga harus dibersihkan dari keberadaan karaoke di Kudus ini.

Editor : Akrom Hazami

 

Musthofa Tegaskan Tempat Karaoke Bandel Kudus Wajib Tutup Sekarang juga

Bupati Kudus Musthofa berkomunikasi dengan Kepala Satpol PP Kudus, Abdul Halil, didampingi Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai, Dandim 0722 Kudus Letkol (Czi) Gunawan Yudha, dan Ketua DPRD Kudus Masan. (ISTIMEWA)

Bupati Kudus Musthofa berkomunikasi dengan Kepala Satpol PP Kudus, Abdul Halil, didampingi Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai, Dandim 0722 Kudus Letkol (Czi) Gunawan Yudha, dan Ketua DPRD Kudus Masan. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Tempat karaoke di Kudus ternyata masih ada yang tetap beroperasi. Padahal, pemerintah setempat telah melarangnya dengan mengeluarkan kebijakan.

Insiden pembunuhan oknum TNI di salah satu tempat karaoke, beberapa hari lalu seolah menyulut emosi pemkab. Karenanya, pemerintah setempat langsung bertindak tegas akan menutup seluruh karaoke yang masih beroperasi sebelum tahun baru tiba.

Bupati Kudus Musthofa tak main-main untuk menutup tempat karaoke bandel. Musthofa bekerja sama dengan forkopinda, seperti TNI, Polri, dan Satpol PP. Apalagi ini menjelang tahun baru, Musthofa menegaskan jika Kudus harus bersih dari karaoke. “Masyarakat bisa merayakan tahun baru dengan nyaman” kata Musthofa, Kamis (29/12/2016) malam saat melakukan razia bersama pihak terkait.

Kegiatan razia dilakukan hingga Jumat (30/12/2016) dini hari. Bahkan, Musthofa akan menggelar pengajian untuk merayakan pergantian tahun. Ini merupakan penegasan religiusitas masyarakat di kota Kudus. “Aparat Satpol PP bersama dengan TNI dan Kepolisian Resor Kudus akan menutup semua tempat karaoke malam ini juga,” tambahnya.

Musthofa ingin menegakkan aturan. Yaitu Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2015 tentang hiburan malam, pub, termasuk hiburan karaoke. “Saya ingin menjaga Kudus ini kondusif dengan suasana masyarakat religi penuh persaudaraan tetap terjaga, dengan mengikuti aturan,” ujar orang nomor satu di Kudus ini.

Apa yang diupayakan bupati mendapat dukungan dari Kapolres dan Dandim 0722 Kudus serta Satpol PP sebagai penegak perda pemkab. Mereka akan turun sampai karaoke benar-benar bersih. Pihaknya telah membentuk tim. Selain dari kepolisian, TNI, dan Satpol PP, juga ada Ketua DPRD, tim dari SKPD terkait termasuk Dishub dan Disbudpar, serta PPNS.

Editor : Akrom Hazami

Top, Dispendukcapil Grobogan Luncurkan Layanan Administrasi Kependudukan Online

Bupati Grobogan Sri Sumarni menekan tombol enter untuk proses cetak Akta Kelahiran dan Kartu Identitas Anak yang diajukan pemohon pelayanan adminduk secara online. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Sri Sumarni menekan tombol enter untuk proses cetak Akta Kelahiran dan Kartu Identitas Anak yang diajukan pemohon pelayanan adminduk secara online. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Inovasi baru dilakukan Dispendukcapil Grobogan untuk memudahkan pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) bagi masyarakat. Yakni, meluncurkan pelayanan adminduk secara online yang secara resmi diluncurkan Jumat (30/12/2016).

Peluncuran pelayanan adminduk online dilakukan Bupati Grobogan Sri Sumarni di halaman kantor Dispendukcapil setempat. Acara yang dilangsungkan dalam suasana hujan itu dihadiri direktur rumah sakit di Grobogan, camat, dan para pimpinan SKPD terkait.

“Saya mengapresiasi terobosan Dispendukcapil dengan meluncurkan layanan secara online. Hal ini nantinya akan memudahkan masyarakat dalam mengurus administrasi kependudukan yang diperlukan,” kata Sri.

Ia mengatakan, dengan pelayanan online maka proses untuk mendapatkan KTP, akta kelahiran dan lainnya bisa dilakukan mudah dan cepat. Selain itu, melalui online juga bisa menghemat biaya dan menekan terjadinya praktik pungli.

“Melalui layanan online, pendaftarannya bisa diakses lewat internet. Jadi, orang yang butuh pelayanan ini bisa kirimkan data dari rumah lewat handphone,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dispendukcapil Grobogan Moh Susilo menyatakan, ada beberapa tujuan diluncurkannya pelayanan secara online tersebut. Antara lain, memberikan akses seluasnya pada masyarakat dalam rangka pendaftaran administrasi kependudukan secara mudah dan cepat serta bisa dilakukan kapan saja. Kebijakan ini diterakan guna meminimalkan terjadinya pungutan liar karena meniadakan pertemuan langsung antara petugas dan pemohon.

Susilo menjelaskan, pelayanan online tersebut berbasis website yang bisa diakses lewat alamat layanandispendukcapilgrobogan.go.id. Setelah masuk website ini, pemohon akan dipandu untuk mendaftarkan pelayanan adminduk melalui aplikasi khusus yang tersedia.

Dalam kesempatan itu pula, dilakukan pula penandatanganan kerja sama dengan pihak rumah sakit dan rumah bersalin yang ada di Grobogan. Yakni, kerja sama memberikan pelayanan 3 in 1 atau paket hemat.

“Melalui program ini, setiap bayi lahir di instansi kesehatan tersebut akan bisa membawa pulang tiga dokumen sekaligus. Yakni, kartu keluarga baru, akta kelahiran, dan kartu identitas anak,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Tim Saber Pungli Kudus Diminta Pantau Modin yang Fasilitasi Administrasi Perkawinan

pungli-kawin

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus telah berupaya memberantas pungutan liar (Pungli) dalam sistem birokrasi pemerintahannya. Salah satu upayanya membentuk Tim Unit Pemberantasan Pungli berdasaran surat keputusan Bupati Kudus No: 715/195/2016 tanggal 22/12/2016 sebagai tindak lanjut Inpres Jokowi.

Bupati sebagai pengendali dan penanggungjawab, Wakapolres Kudus selaku Ketua Pelaksana, Wakil Ketua I dijabat Inspektorat Kudus dan Wakil Ketua II dijabat Kasi Intel Kejari Kudus. Sekretaris dijabat Kabag Ops Polres Kudus. Tim didukung empat kelompok kerja (Pokja), yakni Unit Inteljen, Unit Pencegahan, Unit Penindakan, dan Unit Yustisi.

Menurut Moh Rosyid, dosen STAIN Kudus, ada hal yang terlewatkan bahwa satu hal yang menjadi grundelan warga yang kawin atau mengawinkan dibebani secara alami dan tertradisi yakni memberi ‘suap’ pada modin (perangkat) desa. “Modin memfasilitasi administrasi perkawinan,” katanya di rilis pers.

Di sisi lain, Kemenag memberlakukan biaya gratis bagi muslim yang perkawinannya dilaksanakan di KUA pada jam kerja. Tetapi karena modin desa bukan pegawai Kemenag (KUA) maka ‘bola’ penegakan pungli di tangan bupati.

Perlu sinergi antara tim unit pemberantasan pungli Pemkab Kudus dengan Kemenag Kudus manyikapi hal ini bila tradisi pungli benar-benar ingin disirnakan.

Editor : Akrom Hazami