Malam Ini, Mercon Bumbung dan Terompet Janur Bakal Ramaikan Festival Kuliner Tempo Doeloe di Pati

Kepala Bidang Pariwisata Disbudparpora Enny Susilowati (berbaju merah muda) membuka acara Festival Kuliner Pati Tempo Doeloe, Kamis (29/12/2016). Panitia akan menyalakan mercon bumbung dan terompet janur, Sabtu (31/12/2016) malam pukul 23.59 WIB. (MuriaNewsCom)

Kepala Bidang Pariwisata Disbudparpora Enny Susilowati (berbaju merah muda) membuka acara Festival Kuliner Pati Tempo Doeloe, Kamis (29/12/2016). Panitia akan menyalakan mercon bumbung dan terompet janur, Sabtu (31/12/2016) malam pukul 23.59 WIB. (MuriaNewsCom), 

MuriaNewsCom, Pati – Panitia Festival Kuliner Pati Tempo Doeloe akan memeriahkan pergantian tahun di Pati dengan menyalakan mercon bumbung dan terompet janur di Omah Kuno, Jalan Diponegoro Nomor 115, Pati, Sabtu (31/12/2016) malam, pukul 23.59 WIB.

Mercon bumbung merupakan mainan anak-anak Nusantara era 1965-an yang masih eksis hingga sekitar tahun 1998. Mercon bumbung dibuat dari bambu dengan bahan bakar minyak tanah, menimbulkan efek ledakan seperti meriam pada saat dinyalakan dengan api.

Sementara itu, terompet janur pada masa dulu dimanfaatkan sebagai hiburan anak-anak ketika Lebaran Ketupat tiba. Kedua mainan tradisional tersebut dihadirkan sebagai pengganti alat modern saat pergantian tahun baru tiba, yakni terompet dan kembang api.

Ketua Panitia Festival Kuliner Tempo Doeloe, Alman Eko Darmo mengatakan, petasan dan kembang api pada zaman dulu hanya bisa dibeli oleh orang-orang berduit. Rakyat kecil lantas menghibur diri dengan mercon bumbung, termasuk terompet yang terbuat dari janur atau daun kelapa muda.

“Ini bagian dari refleksi, mengingatkan kembali dengan kekayaan Nusantara masa lalu yang bersahabat dengan alam. Semua mainan anak-anak juga selalu melibatkan alam. Kita rindu itu semua. Karenanya, kita hadirkan pada festival kuliner tempo dulu,” ucap Alman, Sabtu (31/12/2016).

Sebelum malam pergantian tahun, pengunjung bisa berburu puluhan jenis kuliner tempo dulu, mulai pukul 15.00 WIB. Ada getuk, tiwul, sego tewel, sego jagung, botok yuyu, iwak peyek kali, sayur lompong, lerut, uwi, ganyong atau lodro, gerontol, jagung bakar, gulali, siwalan, sego menir, rangin, sagon, lopis, gulo kacang, kue moho, pleret, jamu, legen, permen tape ketan, wedang coro, cemuai, gempol, dan masih banyak makanan kuno lainnya.

Editor : Kholistiono