Kecelakaan Renggut 5 Nyawa, Penangkapan Anggota DPRD Kudus karena Narkoba, dan Penutupan Karaoke

 

kaleidoskop-kudus_revMuriaNewsCom, Kudus – Ada beragam peristiwa yang terjadi di Kudus selama 2016. Tidak sedikit peristiwa itu mampu membuat geger masyarakat. MuriaNewsCom merangkum sejumlah berita untuk Anda. Berikut berita tersebut : 

  1. Kecelakaan bus di Jalan lingkar Payaman, 5 Tewas

Peristiwa kecelakaan lalu lintas terjadi di Tikungan Bancak, Jalan Lingkar Utara Kudus, tepatnya di Desa Payaman, Kecamatan Mejobosekitar pukul 02.30 WIB Minggu (8/5/2016) pagi. Dalam kecelakaan lima orang meninggal dan puluhan lainnya luka-luka.

Dari informasi yang dihimpun, kecelakaan maut tersebut terjadi saat bus pariwisata Tiara Mas yang bernomor polisi EA 7388 A yang membawa penumpang sebanyak 40 orang warga Surabaya tersebut terguling di tingkuan Bancak, Payaman. Tepatnya berada di sebelah utara Polsek Mejobo.

Warga berada di dekat bangkai bus yang mengalami kecelakaan di jalur lingkar Payaman, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Warga berada di dekat bangkai bus yang mengalami kecelakaan di jalur lingkar Payaman, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Saat menyalip truk, lanjutnya, tiba-tiba bus banting setir ke kanan. Akibatnya, salah satu ban menabrak trotoar hingga membuat keseimbangan bus tak terjaga dan terguling.

Baca juga : KECELAKAAN KUDUS: 5 Orang Tewas Saat Bus Tiara Mas Terguling di Tikungan Bancak 

 

  1. Anggota DPRD Kudus Ditangkap karena Narkoba

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng memastikan bahwa Ketua Komisi C DPRD Kudus, Agus Imakudin, jadi tersangka. Setelah sebelumnya, Agus ditangkap akibat kepemilikan narkoba.

BNNP menetapkan Agus Imakudin jadi tersangka penyalahgunaan narkotika. Agus Imakudin beserta temannya, digerebek di Puri Anjasmoro, Semarang. Tepatnya pada Senin (25/7/2016). BNNP telah melakukan pemeriksaan. Hasilnya, dari tangan mereka disita satu paket kecil narkotika jenis sabu. Barang haram itu disembunyikan di dalam wadah plastik tempat pasta gigi.

Agus harus dicopot pula dari jabatannya sebagai Ketua Komisi C DPRD Kudus. Meski demikian, AI tetap berstatus sebagai wakil rakyat.

Pencopotan AI dibacakan Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus pada rapat paripurna laporan Pansus Perubahan Tata Tertib DPRD Kudus, Kamis (3/11/2016) malam. Sebab dari bukti yang dikantongi BK DPRD Kudus, AI positif terjerat narkoba.

Tersangka kepemilikan narkoba yang melibatkan anggota DPRD Kudus Agus Imakudin di kantor BNNP Jateng. (MuriaNewsCom)

Tersangka kepemilikan narkoba yang melibatkan anggota DPRD Kudus Agus Imakudin di kantor BNNP Jateng. (MuriaNewsCom)

 

Ketua BK DPRD Kudus Setia Budi Wibowo mengatakan, pihaknya hanya melakukan apa yang menjadi kewenangan BK. Karena kewenangan BK hanya sebatas pada pelanggaran kode etik dan tata tertib DPRD. Adapun pemberhentian seorang anggota DPRD sebagai anggota legislatif merupakan kewenangan pimpinan DPRD.

“Hasil penyelidikan, verifikasi, klarifikasi dan konfirmasi pihak terkait, saudara AI terbukti melanggar kode etik, tata tertib, dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. BK menjatuhkan sanksi pemberhentian AI dari pimpinan alat kelengkapan DPRD Kudus,” ujar Bowo pada rapat paripurna tersebut.

Bowo menguraikan laporan setebal delapan halaman, di antaranya proses dimulainya penyelidikan dugaan penyalahgunaan narkotika AI. Kemudian, BK memulai penyelidikan setelah mendapat aduan dari warga. Tepatnya 26 Juli 2016. Diketahui, aduan berdasarkan informasi tertangkapnya AI di tangan BNN Provinsi Jateng, (25/7/2016). Tidak hanya itu, BK membuktikannya pula dengan mendengarkan keterangan lisan teradu (AI) secara langsung.

BK juga menempuh cara dengan meminta keterangan secara langsung dua kali ke BNN Provinsi Jateng. Tepatnya pada 1 Agustus dan 13 September 2016. BK akhirnya menerima surat keterangan dari BNN atas bukti-bukti kasus yang menjerat AI. Tidak hanya itu, BK juga mempertimbangkan putusan pengadilan AI.

Ketua DPRD Kudus Masan mengatakan, pihaknya tidak ingin ada anggota DPRD yang terjerat kasus narkoba. Sebab, anggota DPRD wajib menaati kode etik dan tata tertib DPRD Kudus, termasuk menaati kewajiban dan larangan, serta memberikan teladan. “BK telah bekerja dengan baik. Penyelidikan dan dijatuhkannya sanksi tersebut diharapkan semakin meningkatkan kepercayaan publik atas kinerja anggota DPRD Kudus,” ucapnya.

Baca juga : BNNP Jateng Pastikan Agus Imakudin Resmi Tersangka

 

  1. Gegernya penutupan tempat karaoke

Perda tentang keberadaan karaoke di Kudus telah melarang beroperasinya tempat hiburan tersebut. Tapi sampai kini, masih ditemukan adanya tempat karaoke yang tetap nekat beroperasi.

Hal itu disampaikan Kepala Satpol PP Kudus Abdul Halil. Menurutnya, Satpol PP masih melakukan operasi terkait karaoke. Dan dari hasil penindakan yang dilakukan masih dijumpai adanya karaoke yang masih nekat untuk buka.

“Harus diakui kalau masih ada karaoke yang buka. Bahkan semalam juga masih ada yang buka meski kucing- kucingan,” katanya kepada MuriaNewsCom,  Rabu (9/11/2016).

Satpol PP sudah melakukan upaya penutupan. Hal yang dilakukan adalah dengan mendatangai lokasi hiburan tiap malam. Sampai akhirnya mereka benar-benar mau menutup tempah hiburannya.Sedangkan untuk karaoke yang masih nekat buka, pihaknya sudah melakukan penyegelan paksa. Sedangkan beberapa lainya mengerti dengan menutup usahanya sendiri.

“Total karaoke ada 18 lokasi, empat di antaranya susah kami segel karena nekat buka. Beberapa lainnya mau menutup sendir,” jelasnya.

Petugas Satpol PP melakukan penyegelan tempat karaoke yang bandel alias tetap beroperasi. (MuriaNewsCom)

Petugas Satpol PP melakukan penyegelan tempat karaoke yang bandel alias tetap beroperasi. (MuriaNewsCom)

 

Dia mengatakan, upaya ke depan yang akan dilakukan masih adalah menertibkan tempat karaoke yang masih beroperasi. Hal itu akan dilakukan terus, guna memastikan perda benar benar berjalan.

“Aturannya tegak lurus, jadi kalau melarang, berarti memag di Kudus tidak boleh ada karaoke. Jadi kami akan menindaknya bahkan kalau perlu kami tongkrongi depan karaoke,” tegasnya

Insiden pembunuhan oknum TNI di salah satu tempat karaoke, beberapa hari lalu seolah menyulut emosi pemkab. Karenanya, pemerintah setempat langsung bertindak tegas akan menutup seluruh karaoke yang masih beroperasi sebelum tahun baru tiba.

Bupati Kudus Musthofa tak main-main untuk menutup tempat karaoke bandel. Musthofa bekerja sama dengan forkopinda, seperti TNI, Polri, dan Satpol PP. Apalagi ini menjelang tahun baru, Musthofa menegaskan jika Kudus harus bersih dari karaoke. “Masyarakat bisa merayakan tahun baru dengan nyaman” kata Musthofa, Kamis (29/12/2016) malam saat melakukan razia bersama pihak terkait.

Kegiatan razia dilakukan hingga Jumat (30/12/2016) dini hari. Bahkan, Musthofa akan menggelar pengajian untuk merayakan pergantian tahun. Ini merupakan penegasan religiusitas masyarakat di kota Kudus. “Aparat Satpol PP bersama dengan TNI dan Kepolisian Resor Kudus akan menutup semua tempat karaoke malam ini juga,” tambahnya.

Musthofa ingin menegakkan aturan. Yaitu Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2015 tentang hiburan malam, pub, termasuk hiburan karaoke. “Saya ingin menjaga Kudus ini kondusif dengan suasana masyarakat religi penuh persaudaraan tetap terjaga, dengan mengikuti aturan,” ujar orang nomor satu di Kudus ini.

Apa yang diupayakan bupati mendapat dukungan dari Kapolres dan Dandim 0722 Kudus serta Satpol PP sebagai penegak perda pemkab. Mereka akan turun sampai karaoke benar-benar bersih. Pihaknya telah membentuk tim. Selain dari kepolisian, TNI, dan Satpol PP, juga ada Ketua DPRD, tim dari SKPD terkait termasuk Dishub dan Disbudpar, serta PPNS.

Baca jugaMusthofa Tegaskan Tempat Karaoke Bandel Kudus Wajib Tutup Sekarang juga

Editor : Akrom Hazami