Ini 10 Kasus yang Menonjol di Polres Rembang untuk 2016 dan 2015

Beberapa tersangka tindak pidana yang ditahan di sel tahanan Polres Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Beberapa tersangka tindak pidana yang ditahan di sel tahanan Polres Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Sepanjang tahun 2016, pihak Kepolisian Resor Rembang  mencatat ada 10 kasus yang menonjol dibandingkan tahun 2015. Pertama adalah pencurian dengan pemberatan (currat). Sedikitnya 34 kasus currat dalam kurun waktu satu tahun, dan yang dituntaskan sebanyak 20.

“Yang paling menonjol memang masih currat seperti tahun sebelumnya. Namun demikian, trendnya mengalami penurunan. Tahun lalu jumlahnya ada 58 kasus dan yang bisa dituntaskan sebanyak 12. Sedangkan kalau urutan terbanyak jumlah kasus, tahun ini sebenarnya perjudian. Jumlahnya 52 dan dituntaskan semuanya,” ujar Kapolres Rembang AKBP Sugiarto.

Kemudian, di urutan kedua kasus yang menonjol di Polres Rembang adalah pencurian dengan kekerasan sebanyak 6 kasus dan dituntaskan 5 kasus. Sedangkan di tahun 2015, ada 12 kasus dan dituntaskan 7 kasus.

Selanjutnya adalah pencurian kendaraan bermotor sebanyak 22 kasus dan dituntaskan 5. Tahun 2015, kasus curanmor ada 60 kasus dan dituntaskan sebanyak 12. Kemudian, kasus pembakaran 0, pun demikian tahun sebelumnya.

data

Ada juga penganiayaan dengan pemberatan (anirat) jumlahnya 1 kasus dan dituntaskan 1. Tahun 2015 jumlahnya 0. Sedangkan, kasus pembunuhan pada 2016 ini ada 2 kasus dan dituntaskan semua. Tahun 2015 0. Ada pula uang palsu yang jumlahnya nol.

Selanjutnya adalah kasus narkoba yang jumlahnya ada 18 kasus dan dituntaskan semua. Tahun sebelumnya ada 7 kasus dan selesai semua. Kemudian ada kasus perkosaan jumlahnya 0, dan tahun 2015 ada 1 dan tidak terselesaikan.

Terkahir adalah penipuan, dengan jumlah kasus sebanyak 12 kasus dan dituntaskan 10. Sedangkan tahun 2015 ada 18 dan dituntaskan 21 kasus.

Menurut Kapolres melihat kondisi tersebut, adanya peningkatan kinerja dari personel jajaran kepolisian. Sebab jumlah laporan yang masuk menurun. Sedangkan kasus yang bisa diungkap juga semakin banyak. Selain itu, untuk kasus yang belum terungkap akan segera didalami.

“Ini juga lantaran berkat dukungan seluruh pihak.  Kami bisa menekan sejumlah tindak pidana di Rembang, termasuk peran serta rekan media yang selalu menyampaikan imbauan kami kepada warga masyarakat,” tegasnya.

Editor : Kholistiono