Laskar Brotoseno Dirikan Tenda Perjuangan untuk Dukung Pabrik Semen di Rembang

Tenda perjuangan yang didirikan warga pro pabrik semen di Rembang. Tenda ini lokasinya di area Bukit Bokong perbatasan Kadiwono Gunem, yang juga bersebelahan dengan tenda perjuangan kontra pabrik semen. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Tenda perjuangan yang didirikan warga pro pabrik semen di Rembang. Tenda ini lokasinya di area Bukit Bokong perbatasan Kadiwono Gunem, yang juga bersebelahan dengan tenda perjuangan kontra pabrik semen. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Sejumlah orang yang tergabung dalam “Laskar Brotoseno” mendirikan tenda perjuangan di area Bukit Bokong Kadiwono, Kecamatan Gunem atau lebih tepatnya di area pabrik Semen Indonesia Rembang.Tenda tersebut didirikan untuk memberikan dukungan moral supaya pabrik semen bisa beroperasi.

Salah seorang warga Timbrangan RT 5 RW 1 Ahmad Ahid mengatakan, pendirian tenda itu merupakan  inisiatif warga yang ada di ring I pabrik semen . “Selama ini yang muncul ke permukaan kok hanya tenda perjuangan para penolak semen saja. Untuk itu, kita sebagai warga yang mendukug beroperasinya pabrik semen juga bikin tenda perjuangan,” ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya tenda perjuangan tersebut, pihaknya juga ingin menunjukkan kepada masyarakat umum, bahwa warga Rembang juga ingin mendukung adanya pabrik semen, apalagi yang berada di ring I pabrik semen.

Dari pantauan MuriaNewsCom di lapangan, tenda sebanyak 1 buah yang didirikan tersebut terbuat dari terpal selebar 3 meter, panjang 5 meter. Lokasi tenda tersebut bersebelahan dengan tenda perjuangan kontra pabrik semen.

Menurutnya, nantinya, warga yang menempati tenda perjuangan tersebut akan dijadwal secara bergiliran, baik itu ketika siang ataupun malam. Diperkirakan, nantinya untuk siang, tenda ditempati 10 orang, pun demikian pada malam hari.

Katanya, mengenai jangka waktu menempati tenda perjuangan tersebut, pihaknya mengutarakan, bahwa akan tenda itu akan  dihuni hingga pabrik semen beroperasi. Terlebih, sudah ada keputusan yang jelas dari pihak pengadilan.

“Untuk keberadaan tenda perjuangan ini, ya hingga pabrik beroperasi, bahkan hingga ada putusan atau kesimpulan yang jelas dari pihak pengadilan atau pemerintah,” ucapnya.

Terpisah, tokoh pemuda dari Desa Tegaldowo, Wahyudi mengatakan, Laskar Brotoseno tersebut merupakan tokoh pewayangan yang berkarakter kuat dan sabar. “Nama laskar Brotoseno itu diberi langsung oleh Mbah Maimoen Zubair.Sebelum aksi damai Pada Kamis pekan lalu, kita sowan terlebih dahulu kepada Mbah Mun. Dan akhirnya beliau memberikan nama itu. Sehingga nama itu kita pakai untuk berjuang mendukung pabrik ini,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga masih berhubungan baik dengan warga penolak semen. Meskipun saat ini sama- sama mendirikan tenda perjuangan. “Kita juga masih saling sapa, saling ngopi bareng. Namun di saat ngobrol di warung atau di rumah, tak pernah ngomongin semen. Namun ngomongin sepak bola atau yang lainnya,” ujarnya.

Wahyuningsih warga Desa Pasucen, Kecamatan Gunem menambahkan, bahwa untuk  makan dan minum bagi warga yang berjaga di tenda perjuangan, nantinya akan  dikirim dari rumah. “Untuk keperluan hidup di tenda perjuangan mendukung pabrik semen ini, baik masak atau makanan akan dikirim dari warga desa atau membawa dari rumah,” ungkapnya.

Terkait dengan pendirian tenda perjuangan tersebut, salah satu warga kontra pabrik semen yang tak bersedia menyebutkan namanya mengatakan, bahwa pendirian tenda pendukung semen tersebut, rata-rata tidak dikenalnya. “Saya tak mengenal mereka, mereka ingin mendirikan tenda di situ ya terserah aja,” katanya.

Kemudian, mengenai hubungan sehari-hari dengan warga yang  pro pabrik semen, pihaknya juga mengatakan bahwa hanya bersapa secara biasa. “Ya masih saling bersapa, namun tak akrab,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono