7 PSK Konangan saat Mangkal di Bekas Stasiun KA Purwodadi di Grobogan

Tujuh perempuan yang ditengarai berprofesi jadi PSK didata identitasnya dan diberi pembinaan di kantor Satpol PP. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Tujuh perempuan yang ditengarai berprofesi jadi PSK didata identitasnya dan diberi pembinaan di kantor Satpol PP. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski kawasan prostitusi di lahan bekas koplak dokar sudah dihancurkan beberapa waktu lalu, namun bisnis esek-esek di situ tidak mati. Tetapi mulai pindah lokasi di dekatnya.

Yakni, masih d ikawasan bekas Stasiun Kereta Api Purwodadi yang saat ini dipakai untuk terminal angkot. Lokasi ini berada di sebelah barat bekas koplak dokar tetapi dibatasi dengan tembok setinggi 2 meter.

Indikasinya ada praktik prostitusi terungkap saat dilakukan razia, Kamis (29/12/2016) malam. Dalam razia yang dilakukan petugas gabungan dari Dinsosnakertrans, Polres Grobogan dan Satpol PP itu didapati ada tujuh perempuan yang ditengarai sebagai PSK.

“Sebagian di antaranya merupakan wajah lama yang dulu ada di kawasan koplak dokar. Mereka ini bukan warga sini tetapi pendatang dari luar kota,” kata Kabid Sosial Dinsosnakertrans Grobogan Kurniawan.

Selanjutnya, ketujuh perempuan yang terkena razia langsung diangkut ke kantor Satpol PP untuk didata dan diberi pembinaan. Selain itu, mereka juga diminta membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan yang bisa mengganggu ketertiban umum.

“Kali ini mereka hanya kita kasih pembinaan. Kalau di kemudian hari kedapatan mengulangi perbuatannya maka akan kita ambil tindakan lebih tegas. Misalnya, mengirimkan mereka ke panti sosial,” tegas pria yang akrab disapa Wawan itu.

Dia menyatakan, kegiatan dengan petugas gabungan itu dilakukan setelah ada informasi dari masyarakat. Yang mana, info yang masuk menyebutkan jika ada praktik prostitusi yang dilakukan di sejumlah warung di kawasan terminal angkot.

“Informasi ini langsung kita tindaklanjuti. Kami berharap, di kawasan bekas stasiun kereta api ini tidak ada lagi praktik prostitusi. Para pedagang juga kita peringatkan sekalian kita minta agar tidak menyediakan miras,” imbuhnya. 

Editor : Akrom Hazami