Dipadati Wisatawan, Pengelola Pantai Karang Jahe Rembang Kerahkan Puluhan Warga

 Jalan menuju Pantai Karang Jahe nampak macet, menyusul meningkatnya jumlah wisatawan yang datang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Jalan menuju Pantai Karang Jahe nampak padat, menyusul meningkatnya jumlah wisatawan yang datang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pantai Karang Jahe Rembang pada musim liburan ini, membuat pengelola tempat wisata tersebut harus menambah jumlah tenaga, untuk memaksimalkan pelayanan terhadap pengunjung.

“Musim liburan seperti ini, jumlah wisatawan di Pantai Karang Jahe meningkat drastis. Jika pada hari biasa, hanya sekitar seribu hingga 1.500 orang, pada liburan ini bisa mencapai sekitar 10 ribu orang per hari. Untuk itu, kita juga menambah tenaga,” ujar  Ali Musthofa, Pengelola Pantai Karang Jahe Rembang.

Untuk pengelola sendiri, katanya, diambilkan dari desa setempat, yakni Desa Punjulharjo. Sebab, lokasi Pantai Karang Jahe berada di desa tersebut. Setidaknya, untuk tambahan tenaga sekitar 75 orang. “Kalau hari biasa petugasnya hanya sekitar 15 orang saja, kini ada penambahan, menjadi 90 orang. Mereka bertugas sebagai pemantau wisata, petugas parkir, pengarah wisatawan dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Sementara itu, saat disinggung mengenai fasilitas yang ada di Pantai Karang Jahe, pihaknya mengaku bahwa saat ini  masih banyak  yang harus dibenahi dan ditambah. Seperti halnya tempat parkir, jalan, MCK dan beberapa fasilitas lainnya.

Nantinya, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan pembenahan, sehingga kedepannya bisa lebih maksimal. Untuk saat ini, fasilitas MCK atau kamar mandi hanya ada di satu titik saja. Sementara itu, lahan parkir bagi kendaraam pengunjung juga sangat terbatas.

“Untuk tahun depan, akan kita programkan lagi penambahan MCK, perluasan lahan parkir serta jalan. Sebab, selama ini jalan untuk menuju tempat wisata ini hanya ada satu jalan. Dan itupun dilalui oleh wisatawan untuk masuk dan keluar pantai. Sehingga tahun depan akan kita usulkan supaya jalan masuk dan keluar dari pantai bisa dipisahkan. Supaya tak ada kemacetan di saat hari libur sekolah seperti sekarang ini,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono