Ratusan Botol Miras Disita Selama Operasi Cipta Kondisi Blora

Polres Blora memperlihatkan sejumlah botol miras yang berhasil disita selama Operasi Cipta Kondisi. (Polres Blora)

Polres Blora memperlihatkan sejumlah botol miras yang berhasil disita selama Operasi Cipta Kondisi. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Jelang Operasi Lilin Candi 2016 yang akan dilaksanakan jajaran Polda Jawa Tengah, Satuan Polres Blora menggelar Operasi Cipta Kondisi untuk mengantisipasi tindak kejahatan jalanan dan konvensional yang biasanya meningkat jelang hari libur nasional seperti Natal dan Tahun Baru 2017.

“Selama kurang lebih 14 hari sudah  dimulai Operasi Cipta Kondisi untuk antisipasi kejahatan seperti penodongan, perampasan, copet, perjudian, premanisme dan bahkan narkoba serta antisipasi terorisme yang mulai marak terjadi akhir-akhir ini,” ujar Kabag Ops Polres Blora Kompol I Gede Arda dikutip Polres Blora.

Dikatakan I Gede bahwa Operasi Cipta Kondisi dilakukan menjelang pelaksanaan Operasi Lilin Candi 2016. Menurutnya, anggota akan melakukan tindakan tegas untuk memberantas semua tindak pidana terutama kejahatan jalanan dan premanisme untuk menciptakan situasi kondusif di wilayah Kabupaten Blora.

“Manakala membahayakan masyarakat dan petugas akan diambil tindakan tegas. Termasuk sanksi pidana. Misalnya perampok mengambil barang orang lain, menganiaya hingga meninggal dunia, itu hukumannya berat,” ungkapnya.

Menurutnya, personel kepolisian tidak hanya ditempatkan di titik-titik rawan seperti tempat keramaian atau kemacetan, namun juga melakukan razia sebagai upaya antisipasi atau pencegahan terjadinya tindak kejahatan yang mungkin akan muncul sewaktu-waktu.

“Kami razia selektif, diarahkan sesuai atensi pimpinan untuk menanggulangi tindak kejahatan. Mulai dari razia tempat hiburan kafe atau karaoke, warung-warung penjual miras dan tempat perjudian dan pusat keramaian antisipasi premanisme. Kegiatan patroli di tempat rawan kejahatan jalanan juga akan lebih intensif dilakukan untuk menekan potensi tidak kriminal.

Ia menyampaikan, pos pantau juga tetap digelar untuk memberikan rasa aman di tengah masyarakat. “Pos pantau sifatnya dinamis untuk pencegahan. Dengan adanya anggota, masyarakat merasa aman dan rasa takut berkurang. Sementara, Operasi Cipta Kondisi mobile, petugas sudah siap melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat yang membutuhkan,” tandasnya.

Editor : Akrom Hazami