Polda Jateng Tebar Intelijen untuk Monitor Botoh Pilkada Pati

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono saat memimpin apel gelar pasukan di Alun-alun Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono saat memimpin apel gelar pasukan di Alun-alun Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Botoh selama ini dikenal menjamur di Kabupaten Pati setiap ada pemilihan kepala daerah. Keberadaan botoh disebut-sebut ikut mempengaruhi suara, sehingga dinilai mencederai pilkada yang demokratis dan bermartabat.

Pengamat politik Universitas Diponegoro, Hakim Alif Nugroho mengatakan, botoh bisa memengaruhi suara, karena dia ikut andil demi kemenangan taruhan pada setiap pesta demokrasi. Hal itu yang membuat keberadaan botoh dinilai menodai proses demokrasi yang baik dan bermartabat.

“Saya sendiri secara pribadi belum tahu adanya botoh di Pati. Namun, kabar burung mengamini kalau Pati memang dikenal dengan botohnya pada setiap pesta demokrasi. Dari sisi pidana, itu perbuatan melawan hukum. Dari sisi politik, jelas akan memengaruhi suara sehingga membuat demokrasi menjadi tidak tidak sehat. Polisi mesti bekerja ekstra untuk mengantisipasi botoh,” ucap Hakim, Rabu (7/12/2016).

Secara terpisah, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono mengaku sudah mengantisipasi keberadaan botoh dengan melakukan monitor melalui teknologi informasi. Selain itu, pihaknya akan mengoptimalkan fungsi intelijen dan operasi-operasi tertutup sebagai antisipasi keberadaan botoh.

“Secara terbuka, kami ingatkan agar cara-cara demokratis harus dikedepankan. Meski begitu, operasi-operasi tertutup dan optimalisasi peran intelijen akan dilakukan demi terciptanya proses demokrasi yang bermartabat dan bebas dari botoh,” tandas Irjen Pol Condro.

Editor : Kholistiono