Pengguna Narkoba di Jateng 600 Ribu Orang

Petugas melakukan pendataan urine milik PNS Kudus saat tes berlangsung di kantor setda setempat, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Petugas melakukan pendataan urine milik PNS Kudus saat tes berlangsung di kantor setda setempat, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2N) BNNP Jateng Susanto, mengatakan selama 2016, warga yang terjerat narkoba mencapai sekitar belasan orang. Jumlah itu merupakan data yang diterima.

“Hanya belasan saja yang masuk ke kami selama 2016. Sedangkan Nasional mencapai sekitar 5,2 juta,” katanya kepada MuriaNewsCom di sela-sela aksi tes urine PNS di Kudus, Rabu (7/12/2016).

Data pada 2015, di Jateng terdapat 600 ribu pengguna narkoba. Untuk itulah angka  pengguna narkoba terus ditekan, supaya tidak melebihi persentase nasional yakni 0,03 persen.

Dari jumlah pemakai narkoba tahun ini, kata dia, rata-rata  berusia 10-59 tahun. Meskipun, ada juga pemakai yang berusia anak-anak. Sedangkan, dari jumlah tersebut, faktor yang menyebabkan mengkonsumsi Narkoba paling banyak adalah lingkungan. Bahkan 90 persen disebabkan lingkungan.

Melihat itu, dia meminta keluarga sebagai garda paling depan untuk menanggulangi narkoba. Sementara untuk PNS di Kudus masih aman dari narkoba. Dari tes yang dilakukan, ada lima orang yang kedapatan menggunakan obat tertentu.

“Jadi ada PNS yang mengkonsumsi obat tersebut. Itu bukanlah narkoba tapi obat lainnya,”” ujarnya.

Dijelaskan, Kudus termasuk wilayah yang bagus dalam pencegahan narkoba. Sebab Kudus merupakan daerah pertama yang mengadakan tes narkoba. Daerah lain juga meniru melakukan tes narkoba, seperti Kebumen, Solo dan Blora.

Editor : Akrom Hazami