Massa Penolak Pabrik Semen Singgah di Pendapa Pati

 Massa JMPPK yang menggelar aksi long march dari Rembang menuju Semarang beristirahat di Pendapa Kabupaten Pati, depan Rumah Dinas Bupati Pati, Selasa (6/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Massa JMPPK yang menggelar aksi long march dari Rembang menuju Semarang beristirahat di Pendapa Kabupaten Pati, depan Rumah Dinas Bupati Pati, Selasa (6/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ratusan warga yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) dari Rembang dan Pati yang menggelar aksi long march tolak pabrik semen singgah di Pendapa Kabupaten Pati, Selasa (6/12/2016). Mereka beristirahat di pendapa, setelah lelah berjalan dari Rembang.

Selain beristirahat, mereka memakan nasi bungkus yang dibawa dari perbekalan. Ibu-ibu penolak semen tampak lahap memakan perbekalan di pendapa, depan Rumah Dinas Bupati Pati.

Tepat setelah mereka sampai dan beristirahat di pendapa, hujan deras mengguyur. Beberapa di antara mereka tertidur, karena lelah berjalan dari Rembang yang dijadwalkan sampai di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Jumat (9/12/2016).

“Aksi long march ini sebagai bentuk prihatin dan tirakat kami agar pabrik semen di Rembang ditutup. Sebab, Mahkamah Agung (MA) sudah memutuskan dan memerintahkan pabrik semen di Rembang ditutup. Kami berharap, Gubernur Jawa Tengah segera mencabut SK pendirian pabrik semen sesuai dengan perintah MA,” ujar Joko Prianto, koordinator JMPPK Rembang.

Senada dengan itu, Ketua JMPPK Gunretno menuturkan, aksi jalan kaki menjadi bentuk tirakat warga JMPPK yang menolak pendirian pabrik semen di Rembang maupun di Pati. “Kami semua berharap, pabrik semen tidak berdiri di Pegunungan Kendeng, baik di Pati maupun Rembang,” ucap Gunretno.

Editor : Kholistiono