Kecelakaan Renggut 5 Nyawa, Penangkapan Anggota DPRD Kudus karena Narkoba, dan Penutupan Karaoke

 

kaleidoskop-kudus_revMuriaNewsCom, Kudus – Ada beragam peristiwa yang terjadi di Kudus selama 2016. Tidak sedikit peristiwa itu mampu membuat geger masyarakat. MuriaNewsCom merangkum sejumlah berita untuk Anda. Berikut berita tersebut : 

  1. Kecelakaan bus di Jalan lingkar Payaman, 5 Tewas

Peristiwa kecelakaan lalu lintas terjadi di Tikungan Bancak, Jalan Lingkar Utara Kudus, tepatnya di Desa Payaman, Kecamatan Mejobosekitar pukul 02.30 WIB Minggu (8/5/2016) pagi. Dalam kecelakaan lima orang meninggal dan puluhan lainnya luka-luka.

Dari informasi yang dihimpun, kecelakaan maut tersebut terjadi saat bus pariwisata Tiara Mas yang bernomor polisi EA 7388 A yang membawa penumpang sebanyak 40 orang warga Surabaya tersebut terguling di tingkuan Bancak, Payaman. Tepatnya berada di sebelah utara Polsek Mejobo.

Warga berada di dekat bangkai bus yang mengalami kecelakaan di jalur lingkar Payaman, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Warga berada di dekat bangkai bus yang mengalami kecelakaan di jalur lingkar Payaman, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Saat menyalip truk, lanjutnya, tiba-tiba bus banting setir ke kanan. Akibatnya, salah satu ban menabrak trotoar hingga membuat keseimbangan bus tak terjaga dan terguling.

Baca juga : KECELAKAAN KUDUS: 5 Orang Tewas Saat Bus Tiara Mas Terguling di Tikungan Bancak 

 

  1. Anggota DPRD Kudus Ditangkap karena Narkoba

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng memastikan bahwa Ketua Komisi C DPRD Kudus, Agus Imakudin, jadi tersangka. Setelah sebelumnya, Agus ditangkap akibat kepemilikan narkoba.

BNNP menetapkan Agus Imakudin jadi tersangka penyalahgunaan narkotika. Agus Imakudin beserta temannya, digerebek di Puri Anjasmoro, Semarang. Tepatnya pada Senin (25/7/2016). BNNP telah melakukan pemeriksaan. Hasilnya, dari tangan mereka disita satu paket kecil narkotika jenis sabu. Barang haram itu disembunyikan di dalam wadah plastik tempat pasta gigi.

Agus harus dicopot pula dari jabatannya sebagai Ketua Komisi C DPRD Kudus. Meski demikian, AI tetap berstatus sebagai wakil rakyat.

Pencopotan AI dibacakan Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus pada rapat paripurna laporan Pansus Perubahan Tata Tertib DPRD Kudus, Kamis (3/11/2016) malam. Sebab dari bukti yang dikantongi BK DPRD Kudus, AI positif terjerat narkoba.

Tersangka kepemilikan narkoba yang melibatkan anggota DPRD Kudus Agus Imakudin di kantor BNNP Jateng. (MuriaNewsCom)

Tersangka kepemilikan narkoba yang melibatkan anggota DPRD Kudus Agus Imakudin di kantor BNNP Jateng. (MuriaNewsCom)

 

Ketua BK DPRD Kudus Setia Budi Wibowo mengatakan, pihaknya hanya melakukan apa yang menjadi kewenangan BK. Karena kewenangan BK hanya sebatas pada pelanggaran kode etik dan tata tertib DPRD. Adapun pemberhentian seorang anggota DPRD sebagai anggota legislatif merupakan kewenangan pimpinan DPRD.

“Hasil penyelidikan, verifikasi, klarifikasi dan konfirmasi pihak terkait, saudara AI terbukti melanggar kode etik, tata tertib, dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. BK menjatuhkan sanksi pemberhentian AI dari pimpinan alat kelengkapan DPRD Kudus,” ujar Bowo pada rapat paripurna tersebut.

Bowo menguraikan laporan setebal delapan halaman, di antaranya proses dimulainya penyelidikan dugaan penyalahgunaan narkotika AI. Kemudian, BK memulai penyelidikan setelah mendapat aduan dari warga. Tepatnya 26 Juli 2016. Diketahui, aduan berdasarkan informasi tertangkapnya AI di tangan BNN Provinsi Jateng, (25/7/2016). Tidak hanya itu, BK membuktikannya pula dengan mendengarkan keterangan lisan teradu (AI) secara langsung.

BK juga menempuh cara dengan meminta keterangan secara langsung dua kali ke BNN Provinsi Jateng. Tepatnya pada 1 Agustus dan 13 September 2016. BK akhirnya menerima surat keterangan dari BNN atas bukti-bukti kasus yang menjerat AI. Tidak hanya itu, BK juga mempertimbangkan putusan pengadilan AI.

Ketua DPRD Kudus Masan mengatakan, pihaknya tidak ingin ada anggota DPRD yang terjerat kasus narkoba. Sebab, anggota DPRD wajib menaati kode etik dan tata tertib DPRD Kudus, termasuk menaati kewajiban dan larangan, serta memberikan teladan. “BK telah bekerja dengan baik. Penyelidikan dan dijatuhkannya sanksi tersebut diharapkan semakin meningkatkan kepercayaan publik atas kinerja anggota DPRD Kudus,” ucapnya.

Baca juga : BNNP Jateng Pastikan Agus Imakudin Resmi Tersangka

 

  1. Gegernya penutupan tempat karaoke

Perda tentang keberadaan karaoke di Kudus telah melarang beroperasinya tempat hiburan tersebut. Tapi sampai kini, masih ditemukan adanya tempat karaoke yang tetap nekat beroperasi.

Hal itu disampaikan Kepala Satpol PP Kudus Abdul Halil. Menurutnya, Satpol PP masih melakukan operasi terkait karaoke. Dan dari hasil penindakan yang dilakukan masih dijumpai adanya karaoke yang masih nekat untuk buka.

“Harus diakui kalau masih ada karaoke yang buka. Bahkan semalam juga masih ada yang buka meski kucing- kucingan,” katanya kepada MuriaNewsCom,  Rabu (9/11/2016).

Satpol PP sudah melakukan upaya penutupan. Hal yang dilakukan adalah dengan mendatangai lokasi hiburan tiap malam. Sampai akhirnya mereka benar-benar mau menutup tempah hiburannya.Sedangkan untuk karaoke yang masih nekat buka, pihaknya sudah melakukan penyegelan paksa. Sedangkan beberapa lainya mengerti dengan menutup usahanya sendiri.

“Total karaoke ada 18 lokasi, empat di antaranya susah kami segel karena nekat buka. Beberapa lainnya mau menutup sendir,” jelasnya.

Petugas Satpol PP melakukan penyegelan tempat karaoke yang bandel alias tetap beroperasi. (MuriaNewsCom)

Petugas Satpol PP melakukan penyegelan tempat karaoke yang bandel alias tetap beroperasi. (MuriaNewsCom)

 

Dia mengatakan, upaya ke depan yang akan dilakukan masih adalah menertibkan tempat karaoke yang masih beroperasi. Hal itu akan dilakukan terus, guna memastikan perda benar benar berjalan.

“Aturannya tegak lurus, jadi kalau melarang, berarti memag di Kudus tidak boleh ada karaoke. Jadi kami akan menindaknya bahkan kalau perlu kami tongkrongi depan karaoke,” tegasnya

Insiden pembunuhan oknum TNI di salah satu tempat karaoke, beberapa hari lalu seolah menyulut emosi pemkab. Karenanya, pemerintah setempat langsung bertindak tegas akan menutup seluruh karaoke yang masih beroperasi sebelum tahun baru tiba.

Bupati Kudus Musthofa tak main-main untuk menutup tempat karaoke bandel. Musthofa bekerja sama dengan forkopinda, seperti TNI, Polri, dan Satpol PP. Apalagi ini menjelang tahun baru, Musthofa menegaskan jika Kudus harus bersih dari karaoke. “Masyarakat bisa merayakan tahun baru dengan nyaman” kata Musthofa, Kamis (29/12/2016) malam saat melakukan razia bersama pihak terkait.

Kegiatan razia dilakukan hingga Jumat (30/12/2016) dini hari. Bahkan, Musthofa akan menggelar pengajian untuk merayakan pergantian tahun. Ini merupakan penegasan religiusitas masyarakat di kota Kudus. “Aparat Satpol PP bersama dengan TNI dan Kepolisian Resor Kudus akan menutup semua tempat karaoke malam ini juga,” tambahnya.

Musthofa ingin menegakkan aturan. Yaitu Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2015 tentang hiburan malam, pub, termasuk hiburan karaoke. “Saya ingin menjaga Kudus ini kondusif dengan suasana masyarakat religi penuh persaudaraan tetap terjaga, dengan mengikuti aturan,” ujar orang nomor satu di Kudus ini.

Apa yang diupayakan bupati mendapat dukungan dari Kapolres dan Dandim 0722 Kudus serta Satpol PP sebagai penegak perda pemkab. Mereka akan turun sampai karaoke benar-benar bersih. Pihaknya telah membentuk tim. Selain dari kepolisian, TNI, dan Satpol PP, juga ada Ketua DPRD, tim dari SKPD terkait termasuk Dishub dan Disbudpar, serta PPNS.

Baca jugaMusthofa Tegaskan Tempat Karaoke Bandel Kudus Wajib Tutup Sekarang juga

Editor : Akrom Hazami

 

Peristiwa yang Bikin Geger Grobogan

kaleidoskop-grobogan_rev

MuriaNewsCom, Grobogan – Selama 2016, ada banyak peristiwa yang bikin geger Kabupaten Grobogan. MuriaNewsCom merangkum kejadiannya.

  1. Kecelakaan bus peziarah, 4 Tewas

 Peristiwa kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Purwodadi-Pati km 7 yang masuk wilayah Desa Sumberjatipohon, Kecamatan Grobogan/Kabupaten Grobogan, Kamis (5/5/2016) sekitar pukul 09.00 WIB. Dalam peristiwa ini, ada empat korban meninggal dunia dan belasan orang luka-luka.

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa itu bermula saat minibus yang mengangkut sekitar 30 orang melaju dari arah Pati menuju Purwodadi. Sesampai di jalan turunan, bus warna merah bernomor K1736 AD terlihat oleng dan tidak bisa dikendalikan dengan sempurna.

Dalam waktu bersamaan, dari arah Purwodadi melaju minibus umum PO Lukita jurusan Pati-Purwodadi. Lantaran bus dari atas tidak bisa dikendalikan, akhirnya menabrak bus yang ada di depannya.Saking kerasnya benturan, bus yang mengangkut rombongan peziarah dari Kecamatan Wedarijaksa, Pati itu kemudian sempat terguling di sebelah barat bahu jalan. Sementara bus yang dari arah selatan tetap dalam posisi berdiri namun bodi sebelah depan rusak parah.

“Keras sekali suara benturan kedua bus tadi. Kemungkinan, bus dari atas mengalami rem blong sehingga sopirnya tidak bisa mengendalikan kendaraan,” kata Teguh, salah seorang saksi mata.
Akibat peristiwa ini, arus lalu lintas menuju Pati dan sebaliknya sempat terhenti. Sebab, warga dan petugas kepolisian masih sibuk melakukan evakuasi korban dan membersihkan puing-puing kendaraan yang berserakan ditengah jalan.

Bus peziarah asal Pati yang terguling di Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bus peziarah asal Pati yang terguling di Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Nur Cahyo ketika dimintai komentarnya belum bisa memberikan keterangan lengkap. Soalnya, petugas masih perlu melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa kecelakaan itu.

“Bisa jadi, kecelakaan itu ada indikasi rem blong. Namun, hal ini masih perlu disediliki lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pastinya. Untuk saat ini saya belum bisa memberikan keterangan lengkap,” katanya di lokasi kejadian.

Baca juga : KECELAKAAN GROBOGAN : 4 Orang Tewas saat Bus Peziarah dari Pati Tabrak Minibus

 

  1. Menguak bumi bersejarah, Banjarejo

Kawasan Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, bakal menjadi salah satu lokasi wisata yang bisa diandalkan ke depannya. Ini seiring dengan langkah Bupati Grobogan Sri Sumarni yang akan membangun kawasan itu.

Bupati merasa optimistis jika ke depan, Desa Banjarejo bakal jadi tempat kunjungan wisatawan. Itu dinyatakannya usai bupati Banjarejo sebagai desa wisata, belum lama ini.

”Potensi wisata dalam hal benda purbakala dan cagar budaya di Banjarejo memang luar biasa. Dua potensi ini sudah bisa jadi daya tarik banyak orang untuk datang ke sini. Sejak kecil dulu saya sering dengan cerita Medang Kamulan, dan saya yakin jika kerajaan itu pernah ada di sini,” katanya.

Menurut bupati, untuk memaksimalkan potensi Banjarejo, tentu tidak selesai dengan menetapkan jadi desa wisata saja. Tetapi banyak hal lain yang harus dilakukan agar pencanangan desa wisata bisa sukses seperti harapan semua pihak.

”Jadi, untuk menyukseskan Desa Wisata Banjarejo ini harus dikejakan satu persatu. Tidak bisa dalam sekejap karena butuh waktu dan biaya,” jelasnya.

Warga berada di lokasi penemuan barang bersejarah di Banjarejo, Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Warga berada di lokasi penemuan barang bersejarah di Banjarejo, Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Salah satu prioritas yang akan dilakukan adalah pembenahan sarana dan prasarana pendukung. Yakni, perbaikan akses menuju Banjarejo, karena masih ada banyak ruas jalan yang kondisinya rusak. Baik akses dari Kecamatan Kradenan maupun Kecamatan Ngaringan.

”Saya sudah perintahkan supaya perbaikan jalan menuju Banjarejo dialokasikan pada APBD 2017. Saat ini, proses penyusunan APBD 2017 masih dalam tahap awal. Soal perbaikan akses jalan ke Banjarejo juga sudah dapat dukungan penuh dari Pak Agus Siswanto (ketua DPRD Grobogan, red). Untuk pembenahan sarana dan prasarana pendukung lainnya pasti akan kita perhatikan,” terang Sri.

Mantan ktua DPRD Grobogan itu juga berpesan kepada Kepala Desa (Kades) Banjarejo Ahmad Taufik, agar merawat penemuan benda bersejarah dengan baik. Sri juga meminta agar Taufik selalu berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya terkait pengembangan desa wisata.

Seperti dengan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, Balai Arkeologi (Balar) Jogjakarta, tim Ahli Cagar Budaya Jateng, dan Disporabudpar. ”Setelah dijadikan desa wisata, banyak pekerjaan yang harus dilanjutkan. Tergetnya, potensi disini harus bisa mendatangkan banyak pengunjung,” pesannya.

Dari sekian banyak benda bersejarah di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan, barangkali penemuan bangunan kuno mirip pondasi yang terbuat dari tumpukan batu bata dinilai paling fenomenal. Sebab, sejak penemuan itu mencuat, ada ribuan orang yang berkunjung ke desa ini.

Tidak hanya warga Grobogan saja, banyak juga orang dari luar kota yang datang ke sana. Bahkan, ada juga orang dari Kalimantan Timur yang melihat penemuan itu lantaran muncul kabar jika bangunan kuno tersebut merupakan bagian Istana Medang Kamulan.

Bangunan kuno dari tatanan batu bata itu ditemukan di areal sawah di Dusun Nganggil (12/10/2015). Panjang pondasi yang sudah sempat digali dan terlihat ini ada 40 meter. Membentang dari arah utara menuju ke selatan.

Batu bata yang dipakai membuat bangunan itu bentuknya lebih besar dibandingkan batu bata yang lazim saat ini. Panjang batu bata itu 30 cm, lebarnya 20 cm, dan ketebalannya 8 cm. Warnanya juga lebih merah dibandingkan batu bata saat ini.

Tinggi bangunan mirip pondasi itu sekitar 40 cm. Lebarnya ada 30 cm. Tumpukan paling atas ditaruh batu bata yang dipasang dengan posisi melintang. Sementara batu bata pada tiga tumpukan dibawahnya dipasang dengan posisi berdiri.

Penemuan bangunan kuno itu terjadi secara kebetulan. Yakni, saat para petani tengah membuat sumur gali dengan dana bantuan dari Kementerian Pertanian. Saat menggali sedalam dua meter, petani menemukan batu bata di dalam tanah.

Adanya keyakinan jika Kerajaan Medang Kamulan berdiri di Desa Banjarejo menyebabkan penemuan itu langsung jadi pusat perhatian. Tidak lama setelah kabar itu menyebar, orang mulai berduyun-duyun datang ke sana. Setiap hari, tidak kurang 500 orang yang penasaran untuk melihat bentuk bangunan kuno tersebut.

“Pengunjung bangunan kuno waktu itu memang luar biasa banyaknya. Bahkan saat hari Minggu atau libur, pengunjungnya sempat sampai 2.000 orang,” kata Kades Banjarejo Ahmad Taufik.

Bupati Grobogan Sri Sumarni di lokasi tempat bersejarah di Banjarejo, Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Sri Sumarni di lokasi tempat bersejarah di Banjarejo, Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sementara itu, berdasarkan keterangan peneliti dari Balai Arkeologi Yogyakarta Sugeng Riyanto yang datang ke lokasi, ditegaskan jika bangunan itu termasuk benda bersejarah. Sebab, dilihat dari cirinya, diperkirakan bangunan itu peninggalan abad 15 hingga 16.

Menurutnya, bangunan kuno itu dinilai merupakan sebuah batas ruang tertentu. Artinya, tidak jauh dari lokasi pernah ada bangunan yang lebih besar. Bisa sebuah rumah, pusat aktivitas waktu itu atau sebuah bangunan kerajaan.

Baca juga : Bangunan Kuno dari Tatanan Batu Bata jadi Penemuan Paling Fenomenal di Banjarejo 

 

Selain benda purbakala dan cagar budaya, ada satu potensi wisata terbaru yang ada di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus. Yakni, berupa fenomena alam munculnya sebuah sendang yang airnya berwarna kebiru-biruan yang berada di Dusun Peting.

Sendang tersebut muncul dari proses pelebaran mata air yang sebelumnya sudah ada di areal sawah di sebelah selatan Dusun Peting. Mata air sebelumnya ukurannya hanya 2 x 2 meter dengan kedalaman 2,5 meter.

Pelebaran dilakukan agar bisa menampung lebih banyak air khususnya untuk menghadapi musim kemarau. Sebab, wilayah Desa Banjarejo termasuk tandus dan sulit mendapatkan air saat kemarau datang.

Proyek pelebaran mata air yang berada di sawah milik Karno (30), dimulai Jumat (16/9/2016). Untuk mempercepat pekerjaan, pelebaran mata air dilakukan menggunakan dua alat berat jenis backhoe.

Selama sehari penuh, komplek mata air berhasil diperlebar dengan ukuran 4 x 8 meter membujur dari arah barat ke timur. Selain diperluas, kedalamannya juga ditambah jadi 5 meter.

Keesokan harinya, Sabtu (17/9/2016), baru terjadi kehebohan. Hal ini terjadi setelah kolam yang diperlebar itu terisi air yang warnanya kebiru-biruan.

“Kalau saya amati, air di sendang ini warnanya mirip di telaga warna di Pegunungan Dieng. Ini merupakan fenomena alam yang luar biasa buat Desa Banjarejo. Soalnya, sumber air disini sangat susah didapatkan,” kata Kades Banjarejo Ahmad Taufik.

Menurut Taufik, mata air yang di Dusun Peting tersebut sudah ada sejak zaman nenek moyang. Selama ini, mata air di situ tidak pernah berhenti mengeluarkan air kendati pada puncak musim kemarau.

Oleh sebab itulah, pihaknya sengaja membuat rencana pelebaran mata air tersebut. Tujuannya, agar bisa menampung banyak air sehingga nantinya bisa dipakai untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan bercocok tanam.

Warga berada di lokasi penemuan barang bersejarah di Banjarejo, Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Warga berada di lokasi penemuan barang bersejarah di Banjarejo, Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kepala Desa (Kades) Banjarejo Ahmad Taufik mengatakan, selama ini pihaknya selalu berkoordinasi dengan instansi terkait, yang ada hubungannya dengan keberadaan sebuah situs.

Koordinasi itu, menurut Taufik, baik melalui short message service (SMS) atau pesan singkat, maupun telepon. Bahkan sudah beberapa kali pihaknya berkomunikasi langsung ke Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, Balai Arkeologi (Balar) Jogjakarta, tim Ahli Cagar Budaya Jateng, dan Disporabudpar Grobogan.

”Setiap ada penemuan, langsung kita informasikan dan kirimkan fotonya pada instansi terkait. Jadi koordinasi itu selalu kita lakukan, meski terkadang hanya lewat media sosial (medsos),” katanya.

Taufik mengatakan, terkait pembenahan sarana dan prasarana wisata, pihaknya tidak akan mengandalkan dana dari Pemkab Grobogan saja. Tetapi juga akan berupaya semampunya lewat dana desa, kalau memang memungkinkan.

Selain itu, sebisa mungkin pihaknya akan menyiapkan sarana sederhana dengan dana swadaya masyarakat. ”Yang jelas kami juga akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengembangkan wisata di sini. Soal kendala yang dihadapi, nanti kita pecahkan bersama dengan berbagai pihak. Terutama Pemkab Grobogan. Biar terasa ringan,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Haryanto-Arifin Setujui Desain Surat Suara Pilkada Pati

Paslon tunggal Haryanto-Arifin menunjukkan desain surat suara yang sudah disetujui di Media Center KPU Pati, Sabtu (31/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Paslon tunggal Haryanto-Arifin menunjukkan desain surat suara yang sudah disetujui di Media Center KPU Pati, Sabtu (31/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati, Haryanto-Saiful Arifin menyetujui desain dan bentuk surat suara yang akan digunakan pemilih pada pilkada, 15 Februari 2017 mendatang. Persetujuan itu dilakukan di Media Center Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pati, Sabtu (31/12/2016).

Ketua KPU Pati Much Nasich mengatakan, paslon tunggal diundang untuk menyetujui surat suara, sebelum dicetak. Persetujuan itu dilakukan dalam bentuk tanda tangan yang tertuang dalam master surat suara. Ada tiga master surat suara yang ditandatangani sebagai dasar untuk mencetak.

“Surat suara yang akan dicetak sebanyak daftar pemilih tetap (DPT), ditambah 2,5 persen dari jumlah DPT. Di Pati, DPT ada 1.034.256 orang. Jadi, jumlah surat suara yang akan dicetak rencananya ada sekitar 1.060.112 surat suara,” ujar Nasich.

Selain surat suara, seluruh kebutuhan terkait dengan pemungutan suara dijadwalkan selesai pada 15 Januari 2017. Di antaranya, segel, hologram, dan formulir-formulir yang dibutuhkan pada pemungutan suara. Semua kebutuhan pemungutan suara akan dikirim ke tingkat kecamatan, tujuh hari sebelum pelaksanaan Pilkada.

“Nanti, kita butuh waktu beberapa hari setelah 15 Januari untuk melakukan penyortiran dan pengepakan. Surat suara ada di Surabaya, karena ini pakai e-katalog yang menentukan KPU RI. Jadi, kita tinggal mengomunikasikan dengan penyedia, desain kita kirimkan, dicetak, kita minta persetujuan,” imbuhnya.

Haryanto sendiri sudah menyetujui desain kartu suara yang disodorkan KPU Pati. Desain kartu itulah yang nantinya akan digunakan secara resmi pada Pilkada 2017. Desain tersebut diharapkan bisa dipahami masyarakat agar bisa menggunakan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani.

“Saya manut, sesuai dengan besarnya, panjangnya, sudah kita sepakati. Ada satu pasangan, satu lagi kotak kosong atau tidak bergambar, di situ sudah dijelaskan. Kami berharap, masyarakat nanti bisa menggunakan hak pilih sesuai dengan hati nurani,” kata Haryanto.

Bentuk desain sudah dianggap sesuai dengan mekanisme dan tata naskah Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). Haryanto menyebut tidak ada rekayasa dalam pembuatan desain surat suara. Dia juga tidak berani menghendaki desain surat suara, karena semuanya mendasarkan pada PKPU.

Editor : Kholistiono

Biduan Cantik Panaskan Suasana Pergantian Tahun di Parade Musik Dangdut di Grobogan

 Seorang biduan tampil dalam Parade Musik Dangdut yang digelar di Stadion Kuripan, Purwodadi, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)


Seorang biduan tampil dalam Parade Musik Dangdut yang digelar di Stadion Kuripan, Purwodadi, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski pergantian tahun baru masih tengah malam nanti, namun sejak Sabtu (31/12/2016) sore tadi, suasana semarak mulai terlihat di Kota Purwodadi. Ini seiring digelarnya Parade Musik dangdut yang didukung Sukun Premiere untuk meramaikan momen spesial yang dinantikan banyak orang tersebut.

Dari pantauan di lapangan, selepas asar tadi, pertunjukkan parade dangdut yang digelar oleh Sukun Premiere bekerjasama dengan Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) Grobogan itu sudah dimulai.

Sejumlah biduan cantik sudah mulai menggoyang puluhan orang yang sudah berdatangan di Stadion Kuripan, Purwodadi. Meski cuaca masih cukup menyengat, namun para dangdut mania terlihat tetap bersemangat dan ikut berjoget dari depan panggung hiburan utama.

Ketua DPC PAMMI Grobogan HM Misbah menyatakan, parade dangdut itu sesuai jadwal memang dimulai sekitar pukul 15.00 WIB atau selepas asar hingga datangnya tahun baru 2017. Untuk kegiatan ini sedikitnya ada lima grup dangdut yang akan tampil.

Yakni, Patimura, Cobolo, Mahkota, dan Nuansa 97. Kemudian, ada sekitar 12 penyanyi yang ambil bagian. Total musisnya sekitar 40 orang yang terlibat. Baik penyanyi dan pemain musik.

“Grup dangdut ini tampil bergantian. Untuk pembukaan tadi, grup Patimura yang tampil duluan. Untuk grup dangdut yang tampil dalam parade tersebut semuanya adalah musisi lokal. Demikian pula dengan penyanyinya,” kata Misbah yang sempat ikut bernyanyi duet diatas panggung sore tadi.

Sementara itu, di halaman Setda Grobogan dilangsungkan apel gelar pasukan pengamanan tahun baru. Bupati Grobogan Sri Sumarni bertindak sebagai inspektur upacara dalam kesempatan itu. Acara gelar pasukan juga dihadiri Dandim 0717 Letkol Jan Piter Gurning, Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning beserta para perwira. Hadir pula, Asisten II Dasuki dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

Editor : Akrom Hazami

Dikabarkan Sudah Bebas dari Hukuman di Arab Saudi, Sarman, Jemaah Umrah Asal Rembang Hingga Kini Tak Kunjung Pulang

Masriyatun menunjukkan foto suaminya, Sarman yang setahun lalu berangkat umrah dan hingga kini belum pulang dari Saudi.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Masriyatun menunjukkan foto suaminya, Sarman yang setahun lalu berangkat umrah dan hingga kini belum pulang dari Saudi.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Masih ingat dengan Sarman (79)? Jemaah umrah asal Desa Turus, Kecamatan Rembang, yang sudah setahun ini belum pulang karena divonis pengadilan di Arab Saudi dengan hukuman penjara dan cambuk sebanyak 80 kali.

Meski dari pihak PT Anamira Tour, yang merupakan biro jasa perjalanan, yang ketika November 2015 lalu membawa jemaah umrah termasuk salah satunya adalah Sarman, mengabarkan bahwa Sarman telah bebas pada November 2016 lalu dan sudah berada di Kedutaan Besar Indonesia di Arab Saudi, namun hingga 31 Desember ini, Sarman belum juga sampai di rumah.

Menurut keterangan istri Sarman, yaitu Masriyatun, dirinya mendapatkan informasi dari pengelola PT Annamira, jika suaminya akan pulang sebelum akhir Desember tahun 2016. “Tapi saat ini Mbah Sarman tak juga pulang,” katanya.

Sementara itu, saat MuriaNewsCom mendatangi Kantor PT Annamira Cabang Rembang di Jalan Selamet Riyadi Nomor 9 Mondoteko Rembang, pemilik jasa umrah bernama Fitri Sari tak ada di tempat.

Petugas security di tempat tersebut menyebut, jika Fitri Sari sedang menjalankan umrah sejak sepekan lalu. “Orangnya lagi umrah Mas, minggu kemarin,” kata Satpam yang tak bersedia menyebutkan namanya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Fitri Sari mengaku bahwa saat ini  dirinya masih berada di Madinah. “Ya saya umroh, saat ini masih di Madinah,” ucap singkatnya.

Mengenai keperluannya ia berada di Madinah, dirinya pun tak bersedia menjelaskan apakah sedang melakukan proses kepulangan jemaah umrahnya, yakni Sarman, yang sempat tersandung masalah hukum pada 2015 lalu atau ada agenda lain. Saat disinggung mengenai kepulangan Mbah Sarman, wanita tersebut langsung mematikan sambungan teleponnya.

Untuk diketahui, informasi yang dihimpun, Sarman ketika baru sehari berada di Makkah pada November 2015 lalu terpisah dari rombongan dan hilang. Akhirnya, setelah dicari ke sana kemari, Askar (polisi Arab Saudi) menemukannya sedang bersama dengan seorang pria Yaman di dalam toilet.

Kemudian, Sarman dibawa ke kantor Askar untuk menjalani pemeriksaan. Askar lalu menuduh Sarman berbuat asusila dengan orang Yaman, didasarkan bukti rekaman CCTV.

Dalam rekaman tersebut, Sarman terlihat masuk ke dalam toilet bersama pria Yaman itu. Sarman cukup lama berada di toilet, sekitar satu jam. Terkait kasus ini, Sarman juga divonis pengadilan Arab Saudi dengan hukuman 80 kali cambuk dan 6 bulan penjara.

Editor : Kholistiono

Ratusan Pejabat di Lingkungan Pemkab Kudus Dilantik

Bupati Kudus Musthofa saat melakukan pelantikan pejabat di pendapa setempat. (ISTIMEWA)

Bupati Kudus Musthofa saat melakukan pelantikan pejabat di pendapa setempat. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 457 pejabat di lingkungan Pemkab Kudus dilantik di pendapa kabupaten setempat, Sabtu (31/12/2016) sore. Pejabat yang dilantik yakni di tingkat eselon, staf ahli dan camat.

Seorang pejabat di Kudus juga mendadak pingsan saat proses pelantikan di pendapa pemkab setempat. Pejabat tersebut langsung dibawa ke mobil ambulans milik Dinas Kesehatan yang siaga di lokasi.
Dalam kesempatan itu, Bupati Kudus Musthofa menyambut baik hal tersebut. Diharapkan, satu sama lain bisa saling bersinergi.

Berikut nama-nama pejabat yang dilantik.

 

Editor : Akrom Hazami

Satpam Sukun Grup Rayakan HUT

satpam

Seorang satpam Sukun Grup tampak mengikuti kegiatan lari estafet di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan satpam yang bekerja dalam perusahaan Sukun Grup, menggelar kegiatan dalam memperingati HUT Satpam ke-36. Kegiatan dilaksanakan selama beberapa hari dengan rangkaian kegiatan yang meriah.

Kuswant, panitia kegiatan menyebutkan, jumlah total satpam di Sukun Grup mencapai 200 lebih. Semuanya mengikuti kegiatan HUT kali ini dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh panitia. “Acara sudah dimulai sejak Jumat (30/12/2016) kemarin. Kemudian, dilanjutkan hari ini mulai dari pagi tadi. Lokasinya di kantor pusat Sukun dan sekitarnya,” katanya saat dihubungi MuriaNewsCom. 

Menurutnya, berbagai kegiatan sudah dilaksanakan. Mulai dari upacara dan juga perlombaan. Perlombaan yang meriah adalah lari estafet, yang juga diikuti ratusan satpam dari Sukun tersebut.  “Estafet dibagi dalam bebebepa kelompok. Di antaranya tadi, kemudian pada 6,7,14 Januari estafet dan final dilaksanakan pada 21 Januari mendatang,” ujarnya.

Satpam yang mengikuti estafet, tak hanya berasal dari satpam laki-laki saja tapi juga satpam perempuan juga. Untuk perempuan, panjang lintasan yang dilakukan adalah sejauh 1,5 kilometer. Sementara, untuk laki-laki, panjang lintasan dua kali lipat yakni sejauh tiga kilometer, yang ditempuh dengan kelompok. “Kami start mulai kantor pusat Sukun, kemudian berlari ke utara menuju kawasan Gondosari bagian utara dan mengitari kompleks perusahaan,” jelasnya.

Selain lomba, pada HUT kali ini juga dilakukan pemberian penghargaan. Seperti penghargaan satpam terbaik, tergiat dan sebagainya.

Editor : Akrom Hazami

Ribuan Botol Miras Dimusnahkan di Jepara

Kendaraan berat memusnahkan miras di Mapolres Jepara. (Tribratanewsjepara)

Kendaraan berat memusnahkan miras di Mapolres Jepara. (Tribratanewsjepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Kepolisian Resor Jepara, melaksanakan pemusnahan barang bukti hasil Operasi Cipta Kondisi Jelang Tahun Baru 2017 di halaman belakang Mapolres Jepara, Sabtu, (31/12/2016) pagi .

Pemusnahan hasil Operasi Cipta Kondisi ini memusnahkan ratusan ribu petasan dan ribuan liter miras berbagai jenis dan merk. Hal ini untuk mendukung situasi Kamtibmas yang kondusif selama perayaan malam pergantian tahun baru 2017 di Kabupaten Jepara.

Pemusnahan miras dihadiri oleh Pj Bupati Jepara, Dandim 0719 Jepara, Ketua Kejaksaan Negeri Jepara, Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Ketua MUI Kabupaten Jepara, Pejabat Utama Polres Jepara dan Kapolsek Jajaran Polres Jepara serta anggota Polres Jepara.

Selama sepekan terakhir pelaksanaan operasi cipta kondisi yang berakhir pada tanggal 30 Desember 2016, Polres Jepara telah melakukan penindakan hukum terhadap tersangka penjual Miras.

Dari barang bukti yang dimusnahkan berupa 1.001 liter miras jenis Gingseng, 2.126 liter miras jenis Ciu, Newport 12 botol, anggur kolesom 86 botol, bir hitam 15 botol, bir anker 298 botol dan 192 liter miras oplosan tak bermerk.

“Seluruh barang bukti miras tersebut telah diamankan dan dimusnahkan pada hari ini,” ucap Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin.

Editor : Akrom Hazami

3 Kejadian Jepara Bikin Heboh di 2016, Mulai Pungkruk, Om Telolet Om, dan Warung Harga Mahal di Bandengan

kaleidoskop-jepara_rev

MuriaNewsCom, Jepara – Kabupaten Jepara selama 2016 telah terjadi banyak hal. MuriaNewsCom merangkum beberapa kejadian yang bikin heboh Kota Ukir.

Di antaranya seperti nasib tempat karaoke Pungkruk seusai dirobohkan, beberapa waktu lalu. Tapi sampai saat ini nasibnya tak jelas.

  1. Nasib tempat karaoke Pungkruk

Tempat hiburan karaoke di Kawasan Pungkruk, Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, Jepara, telah dirobohkan dan diratakan dengan tanah oleh Pemkab Jepara beberapa waktu lalu. Namun, hal itu tak menyurutkan niat para pengusaha karaoke untuk berhenti. Mereka kini mulai membuka usaha karaoke lagi. 

Hanya, tempat karaoke yang saat ini ada tak sebanyak dulu. Selain itu, tanah yang ditempati bangunan karaoke bukan tanah yang berstatus milik Pemkab Jepara.

 

Salah seorang pengusaha karaoke, Yusuf mengatakan, dirinya kembali membuka usaha karaoke karena desakan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Menurutnya, layaknya tempat hiburan karaoke pada umumnya. Dia juga menyediakan sejumlah pemandu karaoke (PK). Alasan dia menyewa bangunan di tanah milik warga Negara Korea karena jika mendirikan di atas tanah milik pemerintah sudah tidak berani lagi setelah peristiwa pembongkaran beberapa waktu lalu.

kaleidoskop-pungkruk

Petugas memeriksa sejumlah PK di salah satu tempat karaoke di Pungkruk usai pembongkaran. (MuriaNewsCom)

 

Sebelumnya, kawasan Pantai Pungkruk terkenal sebagai pusat lokasi hiburan karaoke. di sepanjang pantai, berdiri puluhan bangunan kafe karaoke. Namun, pada tahun 2015, Pemkab Jepara meratakan seluruh bangunan kafe karaoke. Kala itu dengan dalih, kawasan Pantai Pungkruk akan disulap menjadi pusat wisata kuliner. Tapi, hingga kini tanda-tanda Pantai Pungkruk akan dijadikan pusat wisata kuliner belum nampak. Puing-puing sisa bangunan kafe karaoke masing memenuhi lahan tersebut.

Baca juga : Tempat Karaoke di Kawasan Pungkruk Jepara Bergeliat Lagi

Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan (Ciptaruk) Jepara mengaku, akan melakukan pembangunan Pungkruk sebagai pusat wisata kuliner. Dengan skema dan desain pembangunan telah ada, dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 10 miliar. Tetapi Pemkab Jepara baru mengalokasikan dana Rp 1 miliar.

Anggaran dari APBD sebesar Rp 1 miliariItu untuk membangun kios dan los kuliner.  Faktor yang menyebabkan keterlambatan pembangunan tersebut lantaran perencanaan yang terlalu mepet. Seharusnya, perencanaan sudah dilakukan pada periode APBD Perubahan. Sedangkan pembongkaran dilakukan pada Oktober sehingga perencanaan praktis baru bisa dilakukan mendekati pengetokan APBD 2016.

Pembangunan kawasan Pungkruk, lanjut dia, memang bukan proyek ekslusif di dinasnya. Tapi juga Dinas Bina Marga, Pengairan dan ESDM untuk perbaikan jalan, dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk infrastruktur pelengkap.

 

  1. Om Telolet Om dari Ngabul Jepara

Fenomena frasa ‘Om Telolet Om’ tengah menjadi viral, beberapa waktu lalu. Bahkan melesat luar biasa. Salah satu penyebab fenomenalnya “Om Telolet Om” berasal dari daerah Ngabul, Jepara.

Dari penelusuran di lapangan, hampir setiap sore, warga Ngabul dan sekitarnya memburu bus agar membunyikan klaksonnya. Mereka merekamnya ke video.

Warga kena wabah Om Telolet Om. (MuriaNewsCom)

Warga kena wabah Om Telolet Om. (MuriaNewsCom)

 

Di antaranya video yang diambil dari depan SPBU Ngabul.  Di video itu, warga juga membawa tulisan “OM TELOLET :)” sambil berseru “Om, telolet om!” berulang kali. Hal itu pun kini kian ramai.

Baca juga : “Om Telolet Om” dari Ngabul Jepara Mendunia, Obama dan Justin Bieber Pun Ikut-Ikutan 

 

3. Harga Makanan di Warung di Pantai Bandengan Jepara Super Mahal

Keinginan menikmati liburan dengan nyaman, rupanya berakhir dengan tidak menyenangkan bagi keluarga Kepala Desa (Kades) Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kudus, Edy Purwanto.

Pasalnya, saat menikmati makan siang di sebuah rumah makan di Pantai Bandengan, Jepara, keluarga tersebut merasa bahwa, mereka telah membayar makanannya dengan harga tidak wajar.

Saking sebalnya dengan peristiwa itu, istri kades Undaan Lor, yang bernama Aizzatun Nada, menggugah beberapa foto warung makan tempatnya berkunjung pada 25 Desember 2016 lalu. Bukan itu saja. Nota pembelian makanan juga diunggah dalam akun Facebook miliknya.

Dalam akunnya itu, istri kades tersebut menceritakan bagaimana dirinya bersama rombongan keluarga, memilih satu lokasi rumah makan yang cukup bersih dan sepi. Pasalnya, warung makan langganannya sedang ramai sekali.

Alhasil, unggahan di medsos tersebut berhasil membuat pengguna medsos lainnya berkomentar. Rata-rata mempertanyakan bagaimana mungkin makan di sebuah warung biasa, harus sampai membayar jutaan rupiah.

Edy sendiri saat dihubungi, membenarkan kejadian tersebut. Awalnya, dia bersama rombongan menghabiskan liburan di kawasan wisata Jepara Ourland Park (JOP). ”Namun, kami memutuskan makan siangnya di Pantai Bandengan saja. Karena warung langganan kami sedang ramai, akhirnya kami mencari-cari yang lain. Ketemulah sebuah warung yang nyaman, namun cukup sepi. Kita makanlah di sana,” tuturnya, Senin (26/12/2016).

Suasana salah satu warung yang menerapkan harga super mahal di Pantai Bandengan Jepara. (MuriaNewsCom/Merie)

Suasana salah satu warung yang menerapkan harga super mahal di Pantai Bandengan Jepara. (MuriaNewsCom/Merie)

 

Saat membayar itulah, Edy dan istrinya merasa kaget ketika disodori nota dengan nilai yang harus dibayar adalah Rp 2,304 juta. Apalagi, terdapat perbedaan harga pada beberapa item yang tertulis di nota. ”Istri saya sempat protes kepada pemilik warung. Maksudnya karena ada yang berbeda dan aneh, apalagi mahal, kami minta dihitung ulang saja. Tapi, malah mendapat sambutan yang kurang enak,” jelasnya.

Dimulai dari dua teko es teh senilai Rp 99 ribu, dua teko es jeruk seharga Rp 190 ribu, satu teko teh hangat senilai Rp 49.500, tiga porsi kerang tumis Rp 195 ribu, 20 ikan kakap Rp 1,2 juta, dua ikan kerapu Rp 250 ribu, 4 bakul nasi Rp  238 ribu, satu bungkus rokok LA Rp 23 ribu, dan satu teko es jeruk Rp 59.500. Dan nilai total dari makan siang tersebut adalah Rp 2,304 juta.

Yang terasa lucu adalah, pada harga dua teko es jeruk nilainya adalah Rp 190 ribu, namun pada satu teko es jeruk pada nota paling bawah, nilainya hanya Rp 59.500. Jika ini adalah item yang sama, seharusnya harga satu teko es jeruknya Rp 95 ribu. Namun, justru satu teko es jeruk tambahan itu, hanya bernilai Rp 59.500.

Berita yang sempat viral di media sosial tersebut, segera diantisipasi dengan cara memanggil seluruh pemilik warung makan yang ada di sana. “Begitu kita dengar ada keluhan seperti itu, paginya kita langsung kumpulkan semua pemilik warung makan,” kata Kepala Disbudpar Jepara Mulyaji kepada MuriaNewsCom.

Mulyaji mengatakan, pertemuan itu dilaksanakan pada Selasa (27/12/2016). Pihaknya hanya ingin memberikan pembinaan kepada para pedagang, untuk tidak memanfaatkan situasi banyaknya pengunjung yang datang ke pantai. “Bukan kepada pedagang di Bandengan saja. Tapi kepada seluruh pemilik warung makan di semua lokasi wisata yang ada di Jepara. Jangan aji mumpung,” tegasnya.

Baca juga : Ini Rincian Harga Makanan yang Tidak Wajar, yang Harus Dibayar Keluarga Kades Asal Kudus di Pantai Bandengan  

Editor : Akrom Hazami

Nenek Tewas Tenggelam saat BAB di Sungai di Grobogan

Tim SAR mengusung jenazah korban tenggelam yang berhasil ditemukan di Grobogan, sekitar pukul 14.00 WIB. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Tim SAR mengusung jenazah korban tenggelam yang berhasil ditemukan di Grobogan, sekitar pukul 14.00 WIB. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa orang tenggelam terjadi di Desa Ngabenrejo, Kecamatan/Kabupaten Grobogan, Sabtu (31/12/2016). Korbannya diketahui bernama Yasemi, warga RT 04 RW 01, desa setempat.

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa tenggelamnya korban diperkirakan sudah berlangsung sekitar waktu Subuh. Namun, baru diketahui pihak keluarganya sekitar pukul 07.00 WIB.

Ceritanya, pagi itu anggota keluarganya sedang mencari keberadaan nenek berusia 80 tahun tersebut. Hal itu dilakukan karena tidak lama lagi ada acara hajatan di rumah cucunya yang akan melangsungkan pernikahan. Rumah korban dan tempat cucunya hanya berselisih beberapa rumah saja.

Setelah dicari dirumah tetangga tidak ketemu, anggota keluarga kemudian mencari di pinggiran sungai yang ada di depan rumah Yasemi. Saat menyisir tempat itu, mereka mendapati tongkat kayu yang biasa dipakai Yasemi sehari-hari.

Setelah diperiksa, ada bekas jejak kaki di pinggir sungai seperti bentuk orang terpeleset. Selanjutnya, warga sekitar berupaya melakukan pencarian di sekitar lokasi. Karena tidak kunjung ditemukan, warga kemudian melaporkan pada pihak kepolisian dan meminta bantuan tim SAR BPBD Grobogan.

“Begitu dapat laporan anggota langsung meluncur kesana. Sekitar lokasi yang diperkirakan jadi tempat awal terpelesetnya korban langsung kita sisir tetapi hasilnya masih nihil,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan.

Upaya pencarian kemudian diperluas menyisir aliran sungai. Dalam upaya pencarian ini dibantu pula anggota Ubaloka Kwarcab Grobogan dan tim rescue Basarnas pos Jepara.

Setelah menyisir aliran sungai sepanjang 500 meter, anggota tim SAR berhasil menemukan selendang yang diduga milik korban. Kemudian, pencarian diterukan lagi menyusuri aliran sungai menuju wilayah Desa Temon, Kecamatan Brati. Akhirnya, sekitar pukul 14.00 WIB, jasad korban tenggelam ini berhasil ditemukan dan selanjutnya diserahkan pada pihak keluarganya.

Kapolsek Grobogan AKP Sucipto ketika dikonfirmasi menyatakan, dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda penganiayaan. Jenazah korban selanjutnya diserahkan pada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Menurutnya, dari hasil keterangan sejumlah saksi, sebelumnya korban sempat pamit mau buang air besar (BAB) ke sungai. Biasanya, korban tidak penah buang air besar di sungai. Tetapi hal itu dilakukan karena rumahnya saat itu penuh orang karena cucunya mau menikah. “Kemungkinan, saat buang air besar itulah korban terpeleset karena cuaca masih agak gelap waktu itu,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Siswa SMP Ini Nekat Jual Terompet demi Bantu Orang Tua di Kudus

M Faisal Abbas (13), warga Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, menata jualannya berupa terompet di area GOR Bung Karno Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

M Faisal Abbas (13), warga Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, menata jualannya berupa terompet di area GOR Bung Karno Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Masa liburan sekolah biasanya dilakukan dengan berlibur bersama keluarga atau bersama teman. Namun tidak untuk remaja yang masih duduk di bangku SMP ini. Dia memilih berjualan terompet ketimbang berlubur karena ingin belajar mandiri.

Dia adalah M Faisal Abbas (13), warga Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati. Selama liburan kali ini, dia berjualan terompet di kompleks GOR Kudus sekitar kantor KONI. Di tepi jalan, dia menunggu pembeli yang datang ke lapaknya. “Memang biasanya juga seperti ini berjualan terompet. Apalagi ini pas akhr tahun jadi bisa jualan. Hitung-hitung dapat membantu orang tua juga,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut siswa yang duduk di SMP 2 Undaan itu, dalam berjualan tidak kulakan sendiri. Namun orang tuanya yang kulakan terompet dan dia hanya membantu menjualkannya saja. Sementara orang tuanya jualan terompet di lokasi yang tak jauh dari GOR.

Dia mengatakan, sebenarnya ingin juga berlibur seperti teman teman lainnya. Namun dia tak tega melihat keluarganya hidup dengan kondisi pas-pasan. Untuk itulah dia nekat dan tak malu jika harus berjualan terompet. “Ini kan juga halal, bukan barang haram. Selain itu juga mampu membantu orang tua membuat saya senang,” ujarnya.

Dalam sehari, penghasilan dari jualan terompet tak bisa dipastikan. Sebab pada tahun ini pembeli terompet tergolong sepi oleh pembeli. Namun, biasanya pembeli akan berdatangan mendekati malam tahun baru dan detik-detik pergantian tahun.

Dalam membuka dagangan, dia jualan mulai pukul 08.00 WIB hingga sore hari. Khusus malam tahun baru berjualan hingga malam hari. Lokasi yang ramai membuatnya tak takut, terlebih sesekali orang tua juga mengeceknya.

Terompet yang dijual juga harganya macam-macam. Harga yang dipatok milai dari Rp 5 ribu, hingga paling mahal berbentuk naga besar seharga Rp 25 ribu. Harga itu dianggap umum. “Biasanya barang dagangan selalu sisa tiap tahun. Jadi harus disimpan dengan rapi dan dapat dijual tahun depan,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Tokoh Penolak Pabrik Semen di Rembang Minta Perbedaan Pendapat Tidak Sampai Memecah Kerukunan

Tenda perjuangan yang dihuni oleh warga kontra pabrik semen. Di sebelahnya, saat ini juga berdiri tenda perjuangan pro pabrik semen. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Tenda perjuangan yang dihuni oleh warga kontra pabrik semen. Di sebelahnya, saat ini juga berdiri tenda perjuangan pro pabrik semen. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Terkait dengan didirikannya tenda perjuangan oleh warga pro pabrik semen yang tergabung dalam Laskar Brotoseno yang lokasinya bersebelahan dengan tenda perjuangan penolak pabrik semen, salah satu tokoh penolak pabrik Joko Priyanto menyampaikan, jika hal tersebut tidak dipermasalahkan.

Menurutnya, setiap orang memiliki hak untuk menyuarakan pendapatnya. “Nggak apa-apa. Mereka mendirikan tenda untuk mendukung pabrik semen itu sah-sah saja. Sebab negara Indonesia ialah negara demokrasi. Sehingga setiap warga Negara juga berhak menyalurkan pendapatnya dengan berbagai cara,” ujar Joko, Sabtu (31/12/2016).

Katanya, meskipun berbeda pendapat, yang penting adalah kerukunan tetap dijaga. Sebab, siapaun mereka adalah saudara. Sehingga, tidak harus mengorbankan kerukunan hanya karena perbedaan pendapat.

Lebih lanjut dirinya berharap, adanya tenda perjuangan antara pro pabrik semen dan kontra pabrik semen tidak menimbulkan konflik antarwarga. Sebab, semuanya memiliki hak untuk bersuara dan berpendapat terkait pabrik semen.

Editor : Kholistiono

Ini Daftar Hiburan di Pati Pada Malam Tahun Baru 2017

Panggung hiburan dangdut di pojok Alun-alun Pati, Sabtu (31/12/2016), sudah dipersiapkan untuk pentas malam ini sekitar pukul 20.00 WIB. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Panggung hiburan dangdut di pojok Alun-alun Pati, Sabtu (31/12/2016), sudah dipersiapkan untuk pentas malam ini sekitar pukul 20.00 WIB. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sedikitnya ada 17 hiburan di berbagai daerah di Kabupaten Pati yang dihelat untuk merayakan malam tahun baru 2017. Dari jumlah tersebut, sebagian besar hiburan merupakan dangdut yang sudah lama digemari warga Pati.

Dari informasi yang dihimpun, hiburan dangdut Manhattan dengan bintang tamu Nita Talia akan digelar di Alun-alun Pati dengan disertai pesta kembang api pukul 00.00-00.30 WIB. Ada pula kesenian budaya ketoprak di Perempatan Jago, Jalan Pemuda, Pati. Kedua kegiatan tersebut diadakan oleh Pemkab Pati.

Musik band Seven Minor dari Yogyakarta dan pesta kembang api juga akan menyemarakkan The Safin Hotel di Jalan Diponegoro Nomor 229 Pati. Di sebelah barat Hotel Safin, Festival Kuliner Pati Tempo Doeloe yang menyajikan ragam jajanan klasik akan dimeriahkan dengan lima mercon bumbung dan terompet antik dari janur kuning.

Di Desa Dengkek, Kecamatan Pati, pemuda menggelar pagelaran musik dangdut OM Giopatra. Di depan Balai Desa Trangkil, pemuda mengadakan band musik lokal, sedangkan dangdut Gorama diadakan di halaman rumah Sholekan, Desa Bogotanjung, Kecamatan Gabus.

Secara berturut-turut, selanjutnya adalah dangdut OM Sadewa di Desa Bulumulyo, Batangan, dangdut Verista Musik di lapangan bola voli Desa Kedungsari, Tayu, dangdut Ryu Star di Desa Ngablak, Cluwak, OM Bintang Remaja di halaman Kecamatan Tlogowungu, dangdut New Vaganza di Desa Sendangrejo, Tayu, OM Leonata di lapangan sepak bola Desa Tamansari, Jaken, dangdut OM Genta di Desa Mojoluhur, Jaken, dangdut Romansa di Desa Manjang, Jaken, serta kesenian ketoprak budaya Bhati Kuncoro di Desa Ngurenrejo, Wedarijaksa.

Kapolres Pati AKPB Ari Wibowo mengimbau kepada seluruh masyarakat Pati yang merayakan Tahun Baru untuk selalu mengutamakan kondusivitas, keamanan, dan ketertiban. Dia juga mengimbau kepada pemuda untuk menghindari tawuran selama menghadiri berbagai hiburan yang diadakan di berbagai daerah.

Editor : Kholistiono

10 PSK Mangkal di Warung Kopi Pecangaan Jepara Ditertibkan Polisi

ILUSTRASI

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Jepara – Sekitar 10 orang PSK ditertibkan Polsek Pecangaan Jepara, saat mangkal di beberapa warung kopi di Desa Pulodarat, Sabtu (31/12/2016) dini hari.

Mereka ditertibkan dari warung kopi karena dianggap meresahkan warga. Karenanya, warga melaporkan hal itu ke petinggi desa setempat. Petinggi desa, babinsa, dan Polsek Pecangaan turun ke lokasi tersebut.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin melalui Kapolsek Pecangaan AKP Bajuri mengatakan, polisi menertibkan 10 orang PSK dari warung kopi. “Mereka kami tertibkan karena warga kesal,” kata Bajuri dihubungi MuriaNewsCom, Sabtu.

Warga banyak yang resah dengan keberadaan PSK. Polisi dan perangkat desa telah beberapa kali melakukan teguran kepada pemilik warung. Tapi hal itu tak juga digubris.

Akhirnya polisi dan perangkat desa melakukan tindakan. Para PSK ditertibkan. Mereka diberi surat pernyataan agar tidak mengulang. “Sebenarnya mau kami kenakan tipiring, tapi karena kejaksaan libur, jadi hanya diberi surat pernyataan,” pungkasnya. 

Editor : Akrom Hazami

3 Jabatan Kepala SKPD di Grobogan Kosong

Bupati Grobogan Sri Sumarni mengambil sumpah para pejabat yang dilantik berdasarkan SOTK baru di pendapa kabupaten setempat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Sri Sumarni mengambil sumpah para pejabat yang dilantik berdasarkan SOTK baru di pendapa kabupaten setempat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni melangsungkan pelantikan pejabat yang disesuaikan dengan SOTK baru, Sabtu (31/12/2016). Total pejabat yang dilantik di pendapa kabupaten ada 957 orang, meliputi eselon II, III, dan IV. Sebelum pelantikan, dilangsungkan acara pengukuran organisasi perangkat daerah yang baru.

Dalam pelantikan itu, ada tiga posisi jabatan kepala SKPD (eselon II) yang masih kosong. Yakni, Kepala Disporabudpar, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, dan Dinas Infokom. Kemudian ada juga kekosongan untuk posisi dua staf ahli.

Dua staf ahli sebelumnya pindah ke tempat lain. Yakni, Bambang Panji menjadi Kepala Satpol PP dan Sugeng menjabat jadi Sekretaris Dinas Koperasi UMKM.

“Untuk posisi tiga kepala SKPD yang kosong nanti akan diisi dikemudian hari. Nanti akan ditunjuk Plt kepala SKPD di tiga instansi tersebut,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah Grobogan Suhadi.

Dalam pelantikan pejabat sesuai SOTK baru, boleh dibilang tidak ada perombakan besar-besaran seperti yang diprediksi selama ini. Sebagian besar pimpinan SKPD masih ditempati wajah lama.

Meski begitu, ada juga kepala SKPD yang berubah posisinya. Misalnya, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang merupakan dinas baru pecahan dari Dinsosnakertrans.

Pucuk pimpinan dinas ini dijabat Nurwanto yang sebelumnya menjadi Kepala Dinas Bina Marga.

Tempat Nurwanto digantikan Subiyono yang sebelumnya jadi Kepala Dinas Pengairan. Sesuai SOTK baru, dinas pengairan hilang dan gabung dengan dinas Bina Marga yang namanya berubah jadi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

Di luar itu, pucuk pimpinan SKPD masih ditempati pejabat lama kendati nama instansinya ada yang berubah. Misalnya, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman yang dulu bernama Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan masih dijabat M Chanief.

Untuk posisi jabatan eselon III dan IV, untuk level kabid, kasubag atau kasi terjadi banyak perubahan. Ada banyak pegawai yang berpindah ke instansi lainnya. Sedangkan di jabatan camat, praktis masih tetap seperti semula.

Bupati Sri Sumarni menyatakan, penataan jabatan hari ini lebih banyak bersifat pengukuhan. Adapun rotasi dan promosi pada sebagian kecil jabatan adalah pengisian beberapa jabatan kosong yang akhirnya berdampak pada pergeseran jabatan lain.

Meskipun melalui Organisasi Perangkat Daerah yang baru, tupoksinya hampir sama, dan hal itu tidak dapat  dipandang ringan karena kondisi lingkungan dan aturannya sudah berbeda.

”Organisasi Perangkat Daerah yang baru ini, bekerja berdasarkan visi dan misi dalam RPJMD 2016 -2021. Kemudian, perencanaan dan penganggaran juga menerapkan E-Planning dan E-Budgetting yang didampingi langsung oleh KPK dengan mengedepankan prinsip pemerintahan yang bersih, efisien dan akuntabel,” tegasnya.

Sri juga mengingatkan, tuntutan pelayanan saat ini lebih bersifat terbuka dan berbasis tehnologi informasi yang menuntut proses penyelesaian secara cepat, tepat dan transparan sertabebas dari pungutan liar. Hal ini jelas membutuhkan kerja keras, cerdas, kompak dan cepat, dengan sentuhan manajemen, karakter kepemimpinan dan teknik operasional yang lebih profesional.

“Para kepala SKPD saya minta agar segera konsolidasi, dan koordinasi, serta  menandatangani pakta integritas bagi seluruh pejabat dan ASN pada instansi masing-masing. Semua pejabat agar segera memahami tugas pokok dan fungsi jabatan masing-masing, dan melaksanakan program serta kegiatan yang telah direncanakan. Saya minta para pejabat yang habis dilantikberusaha membuat inovasi demi kemajuan daerah,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Habis Dilantik, Pengurus PTMSI Grobogan Bikin Kejurkab Tenis Meja

Sebanyak 80 atlet ikut ambil bagian dalam kejurkab tenis meja di gedung PGRI Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sebanyak 80 atlet ikut ambil bagian dalam kejurkab tenis meja di gedung PGRI Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Setelah terbentuk beberapa waktu lalu, pengurus Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Grobogan akhirnya dilantik, Sabtu (31/12/2016). Acara pelantikan pengurus periode 2016-2020 dilangsungkan di gedung PGRI Grobogan di Kelurahan Danyang, Purwodadi.

Pelantikan pengurus PTMSI Grobogan dilakukan Wakil Ketua Bina Prestasi PTMSI Jawa Tengah Dustamat. Acara pelantikan juga disaksikan Ketua KONI Grobogan Fatchur Rachman dan sejumlah pengurus lainnya.

Menariknya, beberapa saat usai pelantikan, para pengurus PTMSI baru sebanyak 18 orang langsung menjalankan tugas perdana. Yakni, menggelar kejurkab tenis meja yang dilangsungkan di tempat pelantikan.

“Ya, sengaja kami ingin melakukan rangkaian acara yang sedikit berbeda. Yakni, langsung menggelar kejuaraan usai pelantikan pengurus. Dengan cara ini, acara pelantikan jadi lebih semarak,” kata Ketua PTMSI Grobogan Afrosin Arif.

Dalam kejurkab tersebut ada 80 atlet yang ambil bagian baik putra maupun putri. Selain dari klub, peserta juga datang dari perwakilan kecamatan.

“Peserta kejurkab ini sengaja kita batasi jumlahnya. Soalnya, waktu penyelenggaraan kegiatan hanya sehari ini saja,” cetus Afrosin yang juga ikut jadi peserta dalam kejurkab itu.

Target ke depan, pihaknya akan lebih sering lagi menggelar even tenis meja. Baik antarsekolah ataupun kecamatan. Hal itu perlu dilakukan guna menggairahkan lagi olahraga tenis meja yang dinilai sudah mulai menurun peminatnya.

“Sebenarnya potensi atlet masih cukup banyak. Namun, minimnya even membuat peminat jadi berkurang. Makanya, untuk menyemarakkan lagi olahraga pingpong perlu bikin even rutin,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Malam Tahun Baru di Jepara, Perhatikan Rekayasa Lalu Lintas di Jepara

Rekayasa Lalu Lintas di Jepara saat Malam Tahun Baru.

Rekayasa Lalu Lintas di Jepara saat Malam Tahun Baru.

MuriaNewsCom, Jepara  – Kepolisian Resor Jepara Jawa Tengah akan memberlakukan rekayasa dan penutupan arus lalu lintas di sejumlah jalur maupun ruas jalan di lokasi pusat perayaan pergantian malam tahun baru 2017, Sabtu (31/12/2016).Wilayah tersebut adalah Alun-alun Kabupaten Jepara Jalan Kartini.

“Sekitar jam 6 malam rekayasa arus akan dimulai atau sesuai dengan situasi kondisi dilapangan,” tutur Kapolres Jepara, AKBP M Samsu Arifin dikutip Tribratanewsjepara.

Samsu menjelaskan, rekayasa arus lalu lintas dilakukan untuk mengurai kepadatan pengguna jalan pada malam pergantian tahun baru serta menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) yang kondusif agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.

“Mari jaga keamanan dan kenyamanan Kabupaten Jepara dengan menaati peraturan lalu lintas. Silahkan merayakan tahun baru, tapi taati peraturan lalu lintas. Bagi pengendara sepeda motor agar selalu memakai helm sesuai standar SNI, jangan kebut-kebutan apalagi pakai knalpot bising dan juga jangan berbonceng lebih dari dua orang,” imbaunya.

Berikut rekayasa pengalihan atau penyekatan arus lalu lintas selama malam pergantian tahun baru di Jepara :

Ring I wilayah pusat kota dengan titik-titik: penyekatan SCJ, pertigaan SMP 2, perempatan RS GRAHA, Tugu Pancasila, Tugu PLN, perempatan Kanisius, Klenteng dan Mutiara, Belakang Kodim dan Belakang SCJ.

Ring II wilayah pinggir kota dengan titik penyekatan pertigaan Songki, Perempatan Jalan Slamet Riyadi, jembatan Kaliwiso, Tugu Kartini, Simpang Lancar. Ring III wilayah luar kota dengan titik-titik penyekatan pertigaan jalan lingkar Mulyoharjo, Pos Mulyoharjo, perempatan SMIK, Pos BRI, Bundaran Ngabul, Potroyudan, perempatan Mantingan, Kanal, perempatan Demaan, pertigaan Bulu, perempatan terminal dan pertigaan Pasar 2 Jepara.

Sementara, penutupan arus lalu lintas dilakukan sebagai lokasi bebas kendaraan untuk tempat perayaan pergantian malam tahun baru 2017 dan lokasi parkir kendaraan bermotor.

Adapun kantong-kantong parkir yang disediakan adalah sebagai berikut, parkir roda 4 Jalan Kopral Sapari,  Jalan Diponegoro dan Jalan dr Sutomo.  Sedangkan untuk parkir roda 2 adalah di sepanjang Jalan Diponegoro, depan SCJ, depan Kodim dan Jalan Kopral.

Editor : Akrom Hazami

Pencabulan, Penutupan Karaoke, Hingga Hebohnya Netizen Soal Mobil Bupati Pati yang Dibuat Acara Mantenan

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Pati – Beragam peristiwa terjadi di Kabupaten Pati selama 2016. Mulai dari kasus pencabulan, penutupan karaoke dan beragam peristiwa lainnya. Berikut ini di antara peristiwa ngehits  selama 2016 di Kabupaten Pati.

 

29 Februari

Mobil Bupati Pati Dibuat Acara Mantenan Bikin Geger

Netizen dihebohkan dengan sebuah unggahan foto dari akun Ika Pus Pita yang memperlihatkan mobil dinas Bupati Pati plat merah bernomor polisi K 1 A yang digunakan untuk acara mantenan di Kebumen.

Ngantene wae numpak mobile bupati marak kebumen… ben rejekine iso kyk bupati… amin,” tulis Ika Pus Pita yang artinya, “Pengantinnya saja naik mobilnya bupati menuju Kebumen. Supaya rezekinya bisa seperti Bupati. Amin.”

Sontak, postingan itu menuai hujatan dari netizen. Beragam komentar dilayangkan kepada Ika Pus Pita. “Ini namanya pelanggaran mobil dinas kok dipakai lamaran,” komentar akun Nursang.

Capture foto postingan dari pemilik akun Ika Pus Pita yang bikin geger netizen. (Facebook)

Capture foto postingan dari pemilik akun Ika Pus Pita yang bikin geger netizen. (Facebook)

Komentar senada dilontarkan akun Sri Rejeki. “Lha kok pakai mobil itu sih dik Ika. Kok tidak pakai mobilnya sendiri”.

Yang paling membuat netizen geram, Ika Pus Pita justru membalas komentar: “Lha kenapa pada sewot. Yang punya saja, diam aja kok,” tulisnya.

24 Februari 

Penjual Nasgor di Pati Ditangkap Polisi Karena Cabuli ABG 

Seorang penjual nasi goreng bernama Anggit yang merupakan warga Kecamatan Pati terpaksa berurusan dengan aparat kepolisian, lantaran diduga mencabuli remaja di bawah umur berinisial DW (17) asal Kecamatan Margorejo.

Pelaku dibekuk petugas Polres Pati, lantaran membawa remaja itu hingga berhari-hari dan dicabuli berkali-kali. Padahal, pelaku dan korban awalnya hanya berkenalan melalui handphone.

Pelaku terancam dijerat Pasal 81 ayat 2 Undang-undang Perlindungan Anak Nomor 35 tahun 2014 dengan ancaman kurungan penjara antara 5 hingga 15 tahun.

 16 Maret

 Seorang Modin di Pati Diduga Lakukan Tindakan Asusila Terhadap18 Bocah

Seorang modin berinisial MS (57), warga Desa Sidoharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati diduga melakukan pelecehan seksual pada 18 bocah. Hal itu dilakukan dalam kurun waktu empat tahun.

Dari informasi yang dihimpun, pelaku dipecat jabatannya sebagai modin I di desanya akibat aksi bejatnya itu. Aksi itu terbongkar pada Maret ini, setelah salah satu orangtua korban kaget dengan pengakuan anaknya yang tidak mau diajak bermain “burung” dengan sang modin.

Sebut saja Dewa (bukan nama sebenarnya). Bocah laki-laki ini mengaku acapkali diminta untuk memenuhi hasrat sang modin yang menjadi guru ngajinya itu. Sontak, pengakuan Dewa menyulut emosi warga.

Sudah ada lima orang yang menjadi korban dari aksi bejat sang modin dalam kurun waktu 2016. Sementara itu, warga setempat menyatakan bila korban bisa mencapai 18 anak.

6 Oktober

Cabuli Bocah 11 Tahun, Pemuda Pengangguran di Pati Dibekuk Polisi

Seorang pemuda pengangguran berinisial R (21), warga Kecamatan Margoyoso,Pati  terpaksa berurusan dengan polisi karena diduga mencabuli seorang bocah berusia 11 tahun yang tak lain tetangganya sendiri. R ditangkap polisi, Kamis (06/10/2016).

Kasat Reskrim Polres Pati AKP Agung Setyo Budi saat memberikan keterangan kepada awak media, Kamis (06/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kasat Reskrim Polres Pati AKP Agung Setyo Budi saat memberikan keterangan kepada awak media, Kamis (06/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Penangkapan terhadap pelaku dilakukan, setelah kerabat bocah melaporkan kepada polisi. Terlebih, dari hasil visum, ada bekas ciuman pada salah satu bagian tubuh korban. Selain itu, korban mengaku dipaksa melucuti baju dan diraba pada bagian alat vital.

 

 

21 Janurari

Pengusaha Karaoke PTUN-kan Pemkab Pati

Sedikitnya ada tujuh pengusaha karaoke yang mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, lantaran perpanjangan izin karaoke tidak diberikan Pemkab Pati.

Kuasa Hukum Pengusaha Karaoke Nimerodi Gulo mengatakan, pihaknya sudah mengajukan perpanjangan tanda daftar usaha pariwisata (TDUP). Sayangnya, pejabat Pemkab Pati tidak meresponsnya hingga akhirnya gugatan dilayangkan ke PTUN Semarang.

“Gugatan ini sudah kita lakukan pada 21 Januari 2016 lalu, karena pejabat Pemkab Pati tidak memberikan respons terkait izin perpanjangan karaoke yang kami ajukan. Ini sudah melewati enam kali persidangan. Besok Selasa (23/2/ 2016) tinggal putusan dari majelis hakim,” ujar Gulo.

24 Februari

Hasil Putusan PTUN Semarang Soal Izin Karaoke di Pati

Majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang memutuskan perkara izin karaoke di Pati yang diajukan sejumlah pengusaha karaoke.

Dari dua perkara yang diajukan kuasa hukum, satu perkara diputuskan agar Pemkab Pati segera memberikan izin karaoke. Sementara itu, satu perkara lainnya diputuskan supaya Pemkab Pati tidak memberikan izin karaoke.

Tempat karaoke yang gugatannya diterima Hakim PTUN Semarang, antara lain Star King, CJ Karaoke, dan Romantika. Sedangkan tempat karaoke yang gugatannya ditolak Hakim PTUN Semarang, di antaranya Las Vegas, MDK Karaoke, Permata, dan The Boss.

Dengan putusan itu, Pemkab Pati wajib menerbitkan perpanjangan karaoke terhadap Star King, CJ dan Romantika, tetapi tidak menerbitkan perpanjangan izin untuk Las Vegas, MDK Karaoke, Permata, dan The Boss.

4 Maret

Penutupan Karaoke di Pati

Ada nuansa yang berbeda dari penegakan Perda yang dilakukan Satpol PP Pati kali ini. Kendati sempat tersandera berbulan-bulan tak bisa melakukan eksekusi tempat karaoke yang melanggar Perda, tetapi kali ini mereka menunjukkan kebolehannya.

Puluhan personel Satpol PP dikerahkan untuk menutup operasional karaoke Las Vegas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Puluhan personel Satpol PP dikerahkan untuk menutup operasional karaoke Las Vegas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pada Jumat (4/3/2016) dalam waktu 2,5 jam saja, mereka yang didampingi polisi dan TNI berhasil menyegel sepuluh tempat karaoke yang dinilai bertentangan dengan Perda.

Kesepuluh tempat karaoke yang berhasil disegel, antara lain Karaoke Marimar, Koplak, Natalia, Mars, Maestro, Meteor, Mutiara, Natalia, Ratu dan Las Vegas. Tempat itu berhasil disegel, setelah sempat terlibat saling dorong dengan karyawan dan wanita pemandu karaoke.

Editor : Kholistiono

Kudus Borong Medali Emas Kejurprov Tenis Meja 2016

Atlet tenis meja Kudus dan ofisial berfoto bersama usai Kejurprov di GOR Bung Karno Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Atlet tenis meja Kudus dan ofisial berfoto bersama usai Kejurprov di GOR Bung Karno Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kejurprov Tenis Meja 2016 yang didukung Sukun Spirit of Sport telah usai di GOR Bung Karno Kudus, Jumat (30/12/2016). Pada kejuaraan tersebut, Kudus berhasil jadi juara umum dan membawa pulang banyak medali.

Panitia pertandingan, Heni Sandra mengatakan, pada pertandingan yang diselenggarakan selama tiga hari itu, Kudus membawa delapan medali emas, enam medali perak dan sembilan perunggu. “Kudus mendapatkan prestasi yang bagus dalam Kejurprov tahun ini. Bahkan beberapa laga malah mempertandingkan Kudus lawan Kudus,” kata Heni di lokasi Kejurprov di Kudus, Jumat (30/12/2016) malam.

Menurutnya beberapa medali emas yang didapat Kudus meliputi juara putra Junior,jJuara Putri Yunior, Kelompok Kadet Putri di bawah 14 tahun dan juga untuk Kategori Pemula Putra bawah 12 tahun.  Selain itu, medali emas juga didapatkan dalam kategori beregu Pemula Putra, Beregu Yunior Putra, dan Beregu Kadet Putri. Sementara untuk perunggu, di antaranya dalam Beregu Kadet Putra dan Beregu Pemula Putri.

Dengan perolehan tersebut, Kudus mendapatkan medali paling banyak dengan 23 medali. Hal itu pula yang membuat Kudus menjadi juara umum dalam Kejurprov tenis meja tahun ini. “Kami menerjunkan 47 atlet, jadi kami memang mengincar banyak medali, khususnya medali emas dan target juara umum,” ujarnya.

Sementara, posisi kedua perolehan terbanyak medali adalah Cilacap dengan 11 medali. Sekitar 11 medali meliputi tiga emas, lima perak dan tiga perunggu. Dan ketiga adalah Purworejo 10 medali meliputi tiga medali emas, tiga medali perak dan empat perunggu.

Sementara untuk daerah lain, seperti Pekalongan harus pulang dengan tangan kosong lantaran tanpa medali satupun. Wilayah lain seperti Wonogiri, Pekalongan dan Karanganyar hanya membawa satu perunggu untuk masing-masing daerah.

“Terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu, panitia, peserta yang jauh-jauh datang mengikuti pertandingan serta untuk Sukun yang banyak sekali membantu mensukseskan kegiatan kali ini,” imbuhnya

Editor : Akrom Hazami

Ini 10 Kasus yang Menonjol di Polres Rembang untuk 2016 dan 2015

Beberapa tersangka tindak pidana yang ditahan di sel tahanan Polres Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Beberapa tersangka tindak pidana yang ditahan di sel tahanan Polres Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Sepanjang tahun 2016, pihak Kepolisian Resor Rembang  mencatat ada 10 kasus yang menonjol dibandingkan tahun 2015. Pertama adalah pencurian dengan pemberatan (currat). Sedikitnya 34 kasus currat dalam kurun waktu satu tahun, dan yang dituntaskan sebanyak 20.

“Yang paling menonjol memang masih currat seperti tahun sebelumnya. Namun demikian, trendnya mengalami penurunan. Tahun lalu jumlahnya ada 58 kasus dan yang bisa dituntaskan sebanyak 12. Sedangkan kalau urutan terbanyak jumlah kasus, tahun ini sebenarnya perjudian. Jumlahnya 52 dan dituntaskan semuanya,” ujar Kapolres Rembang AKBP Sugiarto.

Kemudian, di urutan kedua kasus yang menonjol di Polres Rembang adalah pencurian dengan kekerasan sebanyak 6 kasus dan dituntaskan 5 kasus. Sedangkan di tahun 2015, ada 12 kasus dan dituntaskan 7 kasus.

Selanjutnya adalah pencurian kendaraan bermotor sebanyak 22 kasus dan dituntaskan 5. Tahun 2015, kasus curanmor ada 60 kasus dan dituntaskan sebanyak 12. Kemudian, kasus pembakaran 0, pun demikian tahun sebelumnya.

data

Ada juga penganiayaan dengan pemberatan (anirat) jumlahnya 1 kasus dan dituntaskan 1. Tahun 2015 jumlahnya 0. Sedangkan, kasus pembunuhan pada 2016 ini ada 2 kasus dan dituntaskan semua. Tahun 2015 0. Ada pula uang palsu yang jumlahnya nol.

Selanjutnya adalah kasus narkoba yang jumlahnya ada 18 kasus dan dituntaskan semua. Tahun sebelumnya ada 7 kasus dan selesai semua. Kemudian ada kasus perkosaan jumlahnya 0, dan tahun 2015 ada 1 dan tidak terselesaikan.

Terkahir adalah penipuan, dengan jumlah kasus sebanyak 12 kasus dan dituntaskan 10. Sedangkan tahun 2015 ada 18 dan dituntaskan 21 kasus.

Menurut Kapolres melihat kondisi tersebut, adanya peningkatan kinerja dari personel jajaran kepolisian. Sebab jumlah laporan yang masuk menurun. Sedangkan kasus yang bisa diungkap juga semakin banyak. Selain itu, untuk kasus yang belum terungkap akan segera didalami.

“Ini juga lantaran berkat dukungan seluruh pihak.  Kami bisa menekan sejumlah tindak pidana di Rembang, termasuk peran serta rekan media yang selalu menyampaikan imbauan kami kepada warga masyarakat,” tegasnya.

Editor : Kholistiono

Tahun Baru jadi Momentum Kudus Bersih dari Karaoke

Akrom Hazami red_abc_cba@yahoo.com

Akrom Hazami
red_abc_cba@yahoo.com

TAHUN 2016 segera berakhir dalam hitungan jam. Yang berarti 2017 siap menyongsong. Ada berbagai cerita kelam yang harus ditutup. Seperti halnya di Kudus.

Satu di antaranya adalah ihwal tempat karaoke. Sesuai aturan yang ada yakni Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2015 tentang hiburan malam, pub, termasuk hiburan karaoke. Dalam aturan itu, di antaranya melarang tempat karaoke beroperasi.

Aturan tinggal aturan. Mungkin aturan dibuat untuk dilanggar. Sebab, tempat karaoke masih banyak yang beroperasi. Meski kadang harus petak umpet dengan Satpol PP setempat. Tampak upaya separuh hati menegakkan perda masih melanda Satpol PP.

Ditambah lagi, beberapa waktu lalu para pekerja tempat hiburan menggelar aksi meminta tempat karaoke tetap buka. Tapi suara mereka redam dengan ketegasan bupati. Intinya, tempat karaoke tetap dilarang beroperasi.

Namun ketegasan bupati tak berjalan mulus di lapangan. Nyatanya, satu tempat karaoke New Lobby  di Jati, Kudus masih beroperasi seperti biasa. Ironisnya, di tempat itu malah terjadi pembunuhan yang dilakukan sesama pengunjung.

Sontak masyarakat dibuat melongo. Sebab sepengetahuannya bahwa tempat karaoke sudah tutup semua. Tapi ternyata tidak. Ada apa dengan aturan itu? Belum lagi rasa tak percaya yang dobel muncul. Yakni diketahui pelaku pembunuhannya adalah oknum TNI. Duh!

Merasa ada yang tidak beres, Bupati Kudus Musthofa, bereaksi.  Merasa kecolongan, maka pemerintah setempat langsung bertindak tegas. Semoga benar-benar tegas. Yaitu, pemkab akan menutup seluruh karaoke yang masih beroperasi sebelum tahun baru tiba.

Bupati bekerja sama dengan forkopinda, seperti TNI, Polri, dan Satpol PP sepakat dan tegas akan  menutup tempat karaoke. Dia ingin menjaga Kudus lebih kondusif dengan suasana masyarakat religi, dan penuh persaudaraan, dengan mengikuti aturan.

Apa yang diupayakan bupati mendapat dukungan dari Kapolres dan Dandim 0722 Kudus serta Satpol PP sebagai penegak perda pemkab. Mereka akan turun sampai karaoke benar-benar bersih. Pihaknya telah membentuk tim. Selain dari kepolisian, TNI, dan Satpol PP, juga ada Ketua DPRD, tim dari SKPD terkait termasuk Dishub dan Disbudpar.

Harapannya, pemerintah setempat bisa menaati aturan yang telah dibuat. Sudah cukup ketidaktegasan kalian justru berujung pada kriminalitas. Jangan ada ‘tapi’, ‘nanti’, atau ‘alasan’ lainnya untuk menindak tegas tempat karaoke bandel. Sikap tegas untuk menegakkan aturan, agar tempat karaoke benar-benar tutup, harus dilakukan. (*)

Selama Haryanto Memimpin, Kemiskinan dan Pengangguran di Pati Turun Drastis

Calon Bupati Pati, Haryanto saat bertemu dengan tim sukses di Haryanto-Arifin Center, Jalan Diponegoro Pati, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Calon Bupati Pati, Haryanto saat bertemu dengan tim sukses di Haryanto-Arifin Center, Jalan Diponegoro Pati, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Calon Bupati Pati Haryanto selama ini dikenal sebagai sosok tokoh pemimpin yang menuai segudang prestasi selama menjabat sebagai Bupati Pati periode 2012-2017. Tak hanya mendapatkan banyak penghargaan tingkat nasional, Haryanto juga berhasil meningkatkan ekonomi masyarakat Pati.

Pertumbuhan ekonomi di Pati mampu berada di atas rata-rata, yakni 5,98 persen. Angka tersebut lebih tinggi ketimbang pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah yang hanya 5,4 persen dan nasional hanya 5,1 persen.

Selain itu, angka kemiskinan di Pati yang awalnya 14 persen, perlahan turun menjadi 10 persen. Sedangkan angka pengangguran yang semula mencapai 13 persen, saat ini turun drastis di angka 6,3 persen. Sejumlah parameter tersebut cukup menjadi bukti keberhasilan Haryanto dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Pati.

Belum lagi, program pembangunan di bidang infrastruktur yang hampir menyentuh semua daerah. Berbagai jalan yang semula dikeluhkan masyarakat, saat ini banyak diperbaiki. Haryanto sadar, infrastruktur yang baik akan menopang jalannya roda perekonomian.

“Program yang saya buat untuk menata infrastruktur sudah bisa dinikmati masyarakat. Ini adalah wujud keseriusan saya selama memimpin Pati sejak 2012, bukan sekadar janji. Irigasi dan normalisasi Sungai Juwana yang menghabiskan APBN senilai Rp 27,5 miliar juga bisa dirasakan masyarakat. Belum lagi, pembangunan jembatan Sampang berkonstruksi baja sudah terealisasi dan bisa dinikmati masyarakat,” ujar Haryanto.

Menurutnya, infrastruktur yang memadahi membuat investor berdatangan untuk menanamkan investasinya di Pati. Dengan hadirnya investor, lapangan kerja akan dibuka selebar-lebarnya yang pada akhirnya bisa menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan.

Di kawasan Pati selatan, misalnya. Haryanto berhasil menarik investor untuk membangun pabrik jagung yang siap menampung hasil pertanian jagung dari petani di Pati dan sekitarnya. Ada juga industri perikanan berskala besar di Jalan Pati-Juwana yang keberadaannya mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal.

“Kita tidak membedakan wilayah Pati utara atau selatan. Semua pembangunan dilakukan secara merata sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah. Kebetulan saya mencalon diri lagi, kami akan pertajam visi dan misi untuk memajukan Pati di berbagai bidang, baik pendidikan, kesehatan, pelayanan dasar, dan sebagainya,” tuturnya.

Selama kepemimpinannya, berbagai pasar tradisional yang dinilai sudah tidak layak dibangun agar lebih representatif. Keberadaan pasar tradisional yang reprentatif diharapkan mampu mendongkrak perekonomian pedagang pasar, sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Pati.

Belum lagi potensi di bidang pertanian. Haryanto pernah menerima penghargaan tingkat ketiga nasional. Penghargaan danaraksa juga pernah diterima dari Presiden, karena keberhasilannya mengatur keuangan dan manajemen keuangan dengan kinerja yang tinggi.

“Semua itu wujud peran saya sebagai kepala daerah yang konsisten melaksanakan visi dan misi. Saya berharap, pada 2017-2022 nanti menambah satu misi untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup dengan pembangunan yang berkelanjutan,” imbuh pria asal Desa Raci, Kecamatan Batangan yang lahir pada 8 April 1964 ini.

Editor : Kholistiono

Aksi Bunuh Tersadis, hingga Jatuhnya Korban Jiwa saat Bencana Angin di Blora

Warga berkerumun di lokasi pembunuhan mayat terbakar di Kabupaten Blora. (MuriaNewsCom)

Warga berkerumun di lokasi pembunuhan mayat terbakar di Kabupaten Blora. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Blora – Sejumlah peristiwa yang bikin heboh Kabupaten Blora mewarnai sepanjang 2016.  Berikut beberapa peristiwa menghebohkan yang berhasil dirangkum MuriaNewsCom selama kurun 2016.

1. Aksi pembunuhan tersadis, mayat perempuan dibakar

Tepatnya pada 10 Juli 2016 terkuak. Yakni ditemukannya mayat di di punden area persawahan, Dukuh Ketanggi, Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngawen. Mayat berjenis kelamin perempuan itu dibakar oleh pembunuhnya.

Identitas mayat itu ternyata Ninik Susilo, perempuan warga Desa Kedungrejo Kecamatan Tunjungan, Blora. Korban dibunuh oleh Sumijan (39) alias Jan Sapi, warga Dukuh Bedegan, Desa Bangklean, Kecamatan Jati, Blora. Polisi mengungkapkan, motif pembunuhan Ninik Susilo karena ingin menutupi hubungan asmara antara pelaku dan korban. Sebab tersangka juga sudah memiliki keluarga.

kaleidoskop-mayat-dibakar

Warga dan polisi berada di lokasi pembunuhan mayat yang dibakar di Kabupaten Blora, beberapa bulan lalu. (MuriaNewsCom)

 

Tersangka dikenai pasal berlapis khususnya pasal 340 KUHP, subsider pasal 338, pasal 355 dan pasal 365 dengan ancaman hukuman kurungan di atas 15 tahun. Saat ini pelaku diamankan di Mapolres Blora bersama barang bukti milik korban. Di antaranya satu unit Honda Revo tahun 2013 bernopol k-4281-WN antas nama Ninik Susilo yang merupakan korban pembunuhan, Helm warna merah muda, dan satu buah ponsel.

Selain barang milik pribadi korban, barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian juga diamankan. Di antaranya satu buah batu gunung warna kuning dengan ukuran helm orang dewasa, sisa abu jerami dan sisa kayu terbakar. Satu pasang sandal jepit warna kombinasi, serta daun kering terdapat bercak darah.

Baca juga : 54 Adegan Pembunuhan Sadis Ninik Susilo Direkonstruksi 

 
2. Bencana alam puting beliung yang tewaskan warga

Bencana angin puting beliung melanda Desa Bogowanti, Kecamatan Ngawen, Sabtu sore (29/10/2016). Seorang warga setempat tewas, akibat tertimpa bangunan yang ambruk. Korban bernama Ahmad Solekan (17).

Rumah yang ambruk itu merupakan milik warga, Sutar. Keterangan yang dihimpun, Sabtu sore sekitar pukul 15.30 WIB, Sutar ada di sawah yang lokasinya tak jauh dari rumah. Dia merasakan angin kencang menerjang perkampungannya. Sutar melihatnya dari sawah.

 

kaleidoskop-beliung

Sebuah rumah warga yang hancur akibat bencana angin puting beliung yang mengakibatkan korban jiwa. (ISTIMEWA

 

Karena khawatir, Sutar bergegas ke rumah. Ternyata, bangunan rumahnya sudah rata dengan tanah. Dari balik reruntuhan, dia melihat tubuh putranya terbujur kaku dengan tertimpa reruntuhan bangunan. Sutar berteriak minta tolong kepada tetaangganya.

Sejumlah tetangga tiba ke lokasi. Mereka berupaya menarik tubuh korban. Beberapa luka memar terlihat di bagian kepala siswa SMK Muhammadiyah 1 Blora itu.

Baca juga : Puting Beliung di Blora, 1 Warga Bogowanti Tewas 

Editor : Akrom Hazami

Ingin Menikmati Malam Tahun Baru dalam Suasana Kamping? Datang ke Desa Banjarejo Grobogan

 

Sejumlah warga Desa Banjarejo, Grobogan, sedang mempersiapkan tenda bagi pengunjung yang akan merayakan tahun baru di kawasan objek wisata bekas sumur minyak tua. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah warga Desa Banjarejo, Grobogan, sedang mempersiapkan tenda bagi pengunjung yang akan merayakan tahun baru di kawasan objek wisata bekas sumur minyak tua. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Suasana perayaan tahun baru di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan, malam nanti bisa dipastikan beda dengan lainnya. Sebab, acaranya digelar layaknya suasana kamping yang dilakukan para pecinta alam.

“Sengaja kita tidak menampilkan acara yang menimbulkan banyak kebisingan. Makanya, kita bikin suasananya seperti kamping dan lokasinya kebetulan sangat mendukung,” kata Kades Banjarejo Ahmad Taufik.

Menurutnya, di lokasi kegiatan yang ditempatkan di kawasan objek wisata bekas sumur minyak tua yang dikenal dengan nama Buran itu sudah disiapkan tenda besar untuk pengunjung. Karena tendanya mungkin tidak mencukupi maka pengunjung yang akan datang sudah disarankan untuk membawa perlengkapan kamping sendiri.

Taufik menyatakan, ide membikin acara tahun baru itu datang dari warga dan juga para pemerhati purbakala dan cagar budaya. Dari sinilah, kemudian diputuskan untuk menggelar acara memeriahkan pergantian tahun di Banjarejo.

“Lokasi yang kita pilih sengaja di kawasan Buran. Pertimbangannya, selain lokasinya menarik, di sana jauh dari perkampungan sehingga aktivitas perayaan tahun baru tidak akan mengganggu masyarakat,” katanya.

Terkait dengan penyelenggaraan kegiatan yang baru kali ini dilakukan, sejak beberapa hari lalu, berbagai elemen masyarakat Desa Banjarejo sudah mulai bergotong-royong menata lokasi. Di antaranya, membersihkan rumput liar di sekitar sendang, dan menyiapkan sarana lain yang diperlukan.

Misalnya, tempat duduk dan bersantai bagi pengunjung. Kemudian membikin jembatan bambu hingga tengah sumur minyak untuk dipakai selfie pengunjung.

Untuk menyemarakkan malam pergantian tahun nanti, ada beragam acara yang disiapkan. Antara lain, api unggun dan pesta lampion dan kembang api.

“Sementara baru ini yang kita siapkan. Kemungkinan nanti bisa kita tambah lagi acaranya biar tambah meriah,” imbuhnya.

Taufik menyatakan, lokasi wisata itu berada di tanah tegalan milik Mbah Lamidi. Jarak sumur dari perkampungan penduduk sekitar satu kilometer jauhnya dan tempatnya memang agak terpencil.

Bentuk sumur ini menyerupai lingkaran dengan diameter 7 meter dan kedalamannya diperkirakan lebih dari 10 meter. Dari jarak sekitar 5 meter dari sumur sudah tercium bau menyengat, seperti bau solar. Sumur minyak ini merupakan sisa peninggalan zaman Belanda.

Editor : Akrom Hazami

Malam Ini, Mercon Bumbung dan Terompet Janur Bakal Ramaikan Festival Kuliner Tempo Doeloe di Pati

Kepala Bidang Pariwisata Disbudparpora Enny Susilowati (berbaju merah muda) membuka acara Festival Kuliner Pati Tempo Doeloe, Kamis (29/12/2016). Panitia akan menyalakan mercon bumbung dan terompet janur, Sabtu (31/12/2016) malam pukul 23.59 WIB. (MuriaNewsCom)

Kepala Bidang Pariwisata Disbudparpora Enny Susilowati (berbaju merah muda) membuka acara Festival Kuliner Pati Tempo Doeloe, Kamis (29/12/2016). Panitia akan menyalakan mercon bumbung dan terompet janur, Sabtu (31/12/2016) malam pukul 23.59 WIB. (MuriaNewsCom), 

MuriaNewsCom, Pati – Panitia Festival Kuliner Pati Tempo Doeloe akan memeriahkan pergantian tahun di Pati dengan menyalakan mercon bumbung dan terompet janur di Omah Kuno, Jalan Diponegoro Nomor 115, Pati, Sabtu (31/12/2016) malam, pukul 23.59 WIB.

Mercon bumbung merupakan mainan anak-anak Nusantara era 1965-an yang masih eksis hingga sekitar tahun 1998. Mercon bumbung dibuat dari bambu dengan bahan bakar minyak tanah, menimbulkan efek ledakan seperti meriam pada saat dinyalakan dengan api.

Sementara itu, terompet janur pada masa dulu dimanfaatkan sebagai hiburan anak-anak ketika Lebaran Ketupat tiba. Kedua mainan tradisional tersebut dihadirkan sebagai pengganti alat modern saat pergantian tahun baru tiba, yakni terompet dan kembang api.

Ketua Panitia Festival Kuliner Tempo Doeloe, Alman Eko Darmo mengatakan, petasan dan kembang api pada zaman dulu hanya bisa dibeli oleh orang-orang berduit. Rakyat kecil lantas menghibur diri dengan mercon bumbung, termasuk terompet yang terbuat dari janur atau daun kelapa muda.

“Ini bagian dari refleksi, mengingatkan kembali dengan kekayaan Nusantara masa lalu yang bersahabat dengan alam. Semua mainan anak-anak juga selalu melibatkan alam. Kita rindu itu semua. Karenanya, kita hadirkan pada festival kuliner tempo dulu,” ucap Alman, Sabtu (31/12/2016).

Sebelum malam pergantian tahun, pengunjung bisa berburu puluhan jenis kuliner tempo dulu, mulai pukul 15.00 WIB. Ada getuk, tiwul, sego tewel, sego jagung, botok yuyu, iwak peyek kali, sayur lompong, lerut, uwi, ganyong atau lodro, gerontol, jagung bakar, gulali, siwalan, sego menir, rangin, sagon, lopis, gulo kacang, kue moho, pleret, jamu, legen, permen tape ketan, wedang coro, cemuai, gempol, dan masih banyak makanan kuno lainnya.

Editor : Kholistiono