Bawaslu Jateng Intensif Awasi Pilkada Jepara

pilkada

Pimpinan Bawaslu Jateng Teguh Purnomo mengalungkan tanda pengenal pengawas partisipatif kepada salah seorang mahasiswi perguruan tinggi di Kabupaten Jepara. (istimewa)

MuriaNewsCom, Jepara – Pimpinan Bawaslu Jawa Tengah Teguh Purnomo mengatakan terus menggelar berbagai langkah untuk memaksimalkan pengawasan gawe pilkada. Salah satunya dengan menggencarkan sosialisasi pengawasan berbasis masyarakat seperti yang digelar di Kabupaten Jepara.

Menurut Teguh, pengawasan yang paling efektif adalah jika berbagai elemen masyarakat mulai dari perguruan tinggi, ponpes, sekolah, ormas, organisasi mahasiswa, organisasi kepemudaan dan lain sebagainya bersinergi mengawal pilkada agar berjalan demokratis dan berintegritas.

Selain melakukan pencegahan, berbagai elemen itu juga bisa melaporkan kepada bawaslu dan jajaran di bawahnya jika menjumpai praktik kecurangan pemilu. Seperti politik uang, pemasangan alat peraga yang menyalahi ketentuan, kampanye yang mengandung unsur SARA dan lain sebagainya.

“Partisipasi berbagai elemen masyarakat sangat penting. Mari kita bersama kawal, awasi dan selamatkan pilkada dari berbagai kecurangan dan pelanggaran,” tandas doktor hukum Unissula ini.

Editor : Akrom Hazami

 

Warga Kuwawur Pati Mulai Manfaatkan Jagung sebagai Makananan Pokok

Perangkat Desa Kuwawur, Sukolilo, Pati menyantap nasi jagung sebagai sumber makanan pokok alternatif selain nasi beras. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Perangkat Desa Kuwawur, Sukolilo, Pati menyantap nasi jagung sebagai sumber makanan pokok alternatif selain nasi beras. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Warga Desa Kuwawur, Kecamatan Sukolilo, Pati saat ini mulai memanfaatkan jagung sebagai sumber makanan pokok, selain beras. Kondisi tersebut mendapatkan tanggapan dari Kantor Ketahanan Pangan (KKP) Kabupaten Pati.

Kepala KKP Pati, Pujo Setijanto kepada MuriaNewsCom, Senin (31/10/2016) mengatakan, masyarakat Indonesia mayoritas mengonsumsi nasi beras sebagai makanan pokok. Padahal, produksi padi di tingkat petani mengalami penurunan setiap tahunnya.

Hal itu disebabkan banyaknya area persawahan yang dialihfungsikan sebagai pemukiman. Karena itu, pihaknya mendukung bila ada warga Pati yang memanfaatkan nasi jagung sebagai alternatif sumber pangan, selain nasi beras.

Terlebih, hasil jagung di kawasan Pati selatan meningkat setiap tahunnya. Pemanfaatan nasi jagung dianggap sebagai salah satu upaya masyarakat untuk menyukseskan program swasembada pangan di Indonesia.

“Seperti kita tahu, ada banyak sumber karbohidrat di Indonesia, selain nasi. Untuk mewujudkan program swasembada pangan, semua potensi memang perlu dioptimalkan, termasuk potensi nasi jagung,” kata Pujo.

Menurutnya, nasi jagung di kalangan masyarakat masih terkesan dengan makanan masyarakat kalangan ekonomi rendah. Namun, tanpa disadari, nasi jagung punya kadar gizi yang tidak kalah dengan nasi beras. Terlebih, nasi jagung memiliki kadar rendah gula sehingga baik untuk kesehatan.

Di Pati sendiri, produksi padi masih sangat melimpah dan selalu menjadi penopang ketahanan pangan nasional. Namun, pemanfaatan nasi jagung sebagai makanan pokok alternatif diakui bukan hal yang keliru.

“Produksi padi di Pati selalu mengalami surplus setiap tahunnya, bahkan bisa menopang ketahanan pangan untuk daerah lain. Tapi, tidak ada salahnya kalau ada masyarakat memanfaatkan nasi jagung sebagai sumber makanan pokok alternatif, karena rendah gula dan baik untuk kesehatan,” ucap Pujo.

Pada 2015, panen padi di Pati mencapai 646.068 ton, jagung sebanyak 138.075 ton, dan kedelai 4.172 ton. Dia berharap, semua potensi alam pertanian di Pati bisa dimanfaatkan dengan baik, tidak harus melulu pada padi.

Editor : Kholistiono

KPH Mantingan Rembang Kembangkan Agroforestri di Hutan Jati

Administratur KPH Mantingan Toni Kus Puja (tengah) saat diwawancarai wartawan Senin (31/10/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Administratur KPH Mantingan Toni Kus Puja (tengah) saat diwawancarai wartawan Senin (31/10/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan, kembali mengembangkan agroforesty dengan melakukan penanaman buah yang ada di lahan tegakan hutan yang ada.

Administratur KPH Mantingan Rembang Toni Kus Puja mengatakan, dengan mengembankan konsep tersebut, yakni mengkombinasikan pepohonan dengan tanaman pertanian, diharapkan dapat meningkatkan keuntungan, baik secara ekonomis maupun lingkungan.

“KPH Mantingan Rembang ini meliputi 2 wilayah. Di antaranya, yakni wilayah Rembang dan Blora. Untuk luasan hutan yang ada di KPH Mantingan sekitar 16. 695 hektare. Dengan luasan tersebut, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dirinya mengatakan, untuk pengembangan agroforestri ini, nantinya yakni tanaman kedondong, nangka, sirsat dan beberapa tanaman buah lainnya. “Dengan adanya tanaman buah tersebut, setidaknya Lembaga Masyarakat Desa Hutan(LMDH) yang ada di dekat hutan bisa ikut merawat tanaman, bisa ikut menikmati manfaat hutan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, untuk memulai menanam tanaman buah tersebut, diperkirakan akan dilakukan pada Desember mendatang. Sebab, pada bulan tersebut diperkirakan curah hujan bisa maksimal. Sehingga, tanaman bisa tumbuh dengan baik.

Jika nantinya berbuah, warga bisa memanfaatkan hasilnya. Sehingga bukan hanya perhutani yang mendapatkan hasil dari lahan yang dimiliki itu, tetapi, masyarakat juga mendapatkan manfaatnya.

“Hasil hutan itu juga bisa dibagi dengan masyarakat, namun pembagian itu bukan serta merta secara perseorangan. Namun hasil hutan itu bisa dibagi dengan cara pemanfaatan hutan bersama masyarakat,” katanya.

Editor : Kholistiono

Jumlah Petugas Keamanan di Setiap Pasar di Rembang Rata-rata 2 Orang, Idealnya Seharusnya Segini

Pasar Induk Rembang. Saat ini, rata-rata jumlah petugas keamanan pasar di Rembang hanya dua orang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Pasar Induk Rembang. Saat ini, rata-rata jumlah petugas keamanan pasar di Rembang hanya dua orang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM Rembang Muntoha melalui Kasi Daya Guna Pasar Edy Sutomo mengatakan, jika saat ini jumlah petugas keamaan pasar di Rembang, rata-rata jumlahnya dua orang setiap pasar.

Dengan jumlah tersebut, dinilai masih belum ideal. Sebab, idealnya setiap pasar memiliki petugas keamanan minimal 6 orang. “Kalau sesuai SOP yang ada, setiap pasar itu idealnya harus ada 6 penjaga keamanan. Namun saat ini pasar di Rembang rata-rata mempunyai penjaga sebanyak 2 orang saja. Selain itu, sebenarnya juga menyesuaikan luasan pasar,” katanya.

Dirinya mengatakan, minimnya petugas keamanan pasar tersebut, di antaranya disebabkan banyaknya petugas yang sudah pensiun, dan belum ada pengganti lagi untuk menjaga keamanan pasar.

Kemudian terkait dengan kerawanan tindakan kriminal di pasar, pihaknya mengimbau kepada pedagang untuk lebih waspada dan mengunci kios masing-masing ketika ditinggal.”Kalau tindakan kriminal, segera lapor ke pihak keamanan atau keopolisian,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Kunjungi Agro Wisata Desa Tarub, Bupati Sri Sumarni Ajak Pejabat Makan Rujak Belimbing

Bupati Sri Sumarni didampingi perwakilan FKPD dan sejumlah pejabat melangsungkan kunjungan ke lokasi agro wisata Desa Tarub (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Sri Sumarni didampingi perwakilan FKPD dan sejumlah pejabat melangsungkan kunjungan ke lokasi agro wisata Desa Tarub (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Usai meresmikan Desa Wisata Tarub di balai desa setempat, Bupati Sri Sumarni didampingi perwakilan FKPD dan sejumlah pejabat melangsungkan kunjungan ke lokasi agro wisata yang ada di situ dengan naik dokar. Agro wisata ini merupakan sebuah kebun belimbing yang dikembangkan Winarto, warga setempat.

Begitu masuk ke lokasi agro wisata seluas hampir satu hektar itu, Sri Sumarni dan rombongan langsung dibikin takjub. Sebab, di lokasi itu banyak sekali pohon belimbing yang buahnya cukup ranum.

“Ini baru sebuah inovasi yang hebat. Membikin sebuah kebun belimbing seperti ini adalah ide yang cemerlang dan patut dicontoh. Masyarakat harus terus berinovasi untuk pengembangan potensi daerahnya,” kata Sri sambil mengamati suasana agro wisata yang dipenuhi ratusan pohon belimbing tersebut.

Setelah melihat-lihat lokasi, Sri dan rombongan pejabat kemudian dipersilahkan memetik buah belimbing yang ada di situ. Untuk memetik belimbing bisa dilakukan dengan mudah. Soalnya, banyak buah yang posisinya mudah dijangkau dengan tangan.

Setelah memetik satu belimbing, Sri kemudian langsung mencicipi di tempat. Tidak lama kemudian, dia pun mengacungkan jempol tangan kanannya. “Buahnya manis dan segar. Ada sambal apa tidak? Ini cocoknya makan rujak belimbing dulu,” katanya sambil mengupas sendiri buah yang barusan dipetik.

Permintaan orang nomor satu di Pemkab Grobogan itu dalam sekejap sudah terpenuhi. Sebab, di lokasi agro wisata itu memang sudah disediakan aneka oleh pengelola agro wisata. Persediaan sambal itu memang disediakan bagi pengunjung yang ingin rujakan di tempat tersebut.

Editor : Kholistiono

Lomba Lintas Medan Garda 45 Digelar di Kudus

ilustrasi

ilustrasi

MuriaNewsCom, Kudus – Lomba Lintas Medan Garda 45 akan digelar di Kudus, dalam rangka memperingati Hari Pahlawan ke-71. Kegiatan diadakan oleh Dewan Harian Cabang (DHC) Badan Penerus Pembudayaan Kejuangan (BPPK45 Kabupaten Kudus bersama Sukun Executive.

Lomba merupakan kegiatan jalan-jalan di alam bebas, jenis hiking yang bakal menempuh jarak belasan kilometer, Minggu (6/11/2016) mendatang.

Panitia pelaksana, Doni Dwi Harjono mengatakan, peserta bebas diikuti oleh segala umur. Yang penting semua terdiri dari kelompok yang terisi lima orang, baik perempuan ataupun laki-laki.

”Rute yang akan dilalui sejauh 17 kilometer. Mulai dari Balai Desa Undaan Tengah dan finish di wisata Wonosoco, Undaan,” katanya.

Pendaftaran acara sudah dibuka. Dan baru akan ditutup pada Jumat (4/10/2016) mendatang, berbarengan dengan technical meeting.

Kegiatan tersebut bermaksud membangkitkan kembali semangat jiwa 45. Tidak hanya tahu saja, namun juga mengerti dan mendalaminya khususnya kepada generasi muda.

Selain itu, dalam kegiatan juga mampu menumbuhkan jiwa patriotisme kepada kalangan pemuda seta ajang sikatugan bagi pecinta alam dan Hiking.

”Kegiatan ini biasanya terlaksana dua tahun sekali. Kegiatan lomba lintas garda 45, dilakukan dalam rangka hari pahlawan,” imbuh dia. (ADS)

Editor : Akrom Hazami

Setelah Banjarejo, Giliran Desa Tarub Ditetapkan jadi Desa Wisata di Grobogan

Pemukulan gong oleh Bupati Grobogan dalam pembukaan Desa Wisata di Tarub, Senin (31/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pemukulan gong oleh Bupati Grobogan dalam pembukaan Desa Wisata di Tarub, Senin (31/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Jumlah desa wisata yang ada di Grobogan bertambah lagi. Ini menyusul ditetapkannya Desa Tarub di Kecamatan Tawangharjo sebagai desa wisata.

Penetapan Desa Wisata Tarub dilakukan langsung Bupati Grobogan Sri Sumarni di balai desa setempat, Senin (31/10/2016). Acara peresmian Desa Wisata Tarub dilakukan dengan pemukulan gong dan pelepasan balon oleh Sri Sumarni. “Mulai hari ini, desa wisata yang ada di Grobogan tambah satu lagi. Yakni, Desa Tarub yang ada di Kecamatan Tawangharjo ini,” kata Sri.

Menurutnya, peresmian desa wisata itu dilakukan bukan sekedar seremonial saja. Tetapi, merupakan salah satu komitmen untuk mengembangkan sektor pariwisata yang ada di Grobogan.

Sri menegaskan, Desa Tarub punya potensi wisata yang beda dengan lainnya. Termasuk dengan Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus yang beberapa hari sebelumnya sudah diresmikan jadi desa wisata.“Kalau di Banjarejo, potensinya benda peninggalan masa lalu. Tetapi di Desa Tarub adalah wisata religi dan agro industri,” sambungnya.

Wisata religi yang jadi daya tarik wisatawan adalah makam tokoh terkenal Ki Ageng Tarub atau semasa mudanya dikenal dengan nama Joko Tarub yang memiliki istri bidadari bernama Nawang Wulan. Tokoh ini merupakan kakek buyut dari tokoh terkenal Ki Ageng Selo yang sering diceritakan bisa menangkap petir.

Wisata religi lainnya adalah petilasan menantu Ki Ageng Tarub yang bernama Bondan Kejawen atau juga dikenal dengan Lembu Peteng. Bondan Kejawen ini adalah putra dari Prabu Brawijaya V, raja terakhir Kerajaan Majapahit.

“Selama ini, Makam Ki Ageng Tarub sudah ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah. Bahkan, saat Hari Jadi Grobogan juga ada rangkaian acara wajib untuk berziarah kesini,” kata Sri.

Editor : Kholistiono

Atur Lalu Lintas di Kudus, Dishubkominfo : Perlu Perda

Petugas menata tempat parkir di salah satu ruas jalan di Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Petugas menata tempat parkir di salah satu ruas jalan di Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Penataan lalu lintas beserta dengan sanksi bagi yang melanggar, membutuhkan payung hukum yang kuat. Untuk itu, dibuatkanlah payung hukum jenis peraturan daerah (Perda) yang akan mengatasi persoalan lalu lintas di Kudus.

Kepala Dishubkominfo Kudus Didik Sugiharto mengatakan, kebutuhan perda sangatlah dibutuhkan petugas. Sebab segala penindakan yang dilakukan akan lebih mendasar jika ada landasan seperti ada perdanya, sebagai dasar penindakan.

“Misalnya saja tentang parkir, kami ada rencana untuk parkir sembarangan bisa digembok atau dikempesi. Jika masih ada yang melanggar, maka bisa kenakan sanksi,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Tanpa adanya payung hukum, lanjutnya, maka dapat berakibat buruk ke depan nanti. Sebaliknya dengan adanya payung hukum, maka petugas dalam menata lalu lintas juga lebih mudah.

Menurutnya, dengan tindakan yang tegas maka dapat membuat masyarakat lebih disiplin. Sehingga tidak ada lagi yang melanggar aturan, khususnya tentang lalu lintas.

Selain itu juga, dalam perda akan menyinggung soal Amdal lalin. Hal itu sangat berhubungan dengan lokasi perkotaan yang banyak menjadi pertokoan. Kondisi semacam itu juga berhubungan dengan penataan parkir.

“Kendaraan besar yang masuk perkotaan juga dapat diatur di dalamnya. Dan itu diatur di dalam perda nantinya,” ujarnya.

Selain itu juga, perda nantinya juga mampu mengatur tentang rekayasa lalu lintas di Kudus. Sebab tidak menutup kemungkinan rekayasa lalin dapat diterapkan dengan melihat kondisi jalan di Kudus.

Saat ini, kata dia, rancangan soal perda anyar tersebut sudah masuk pada bagian hukum. Tinggal menunggu hasil koreksi dan pembahasan dengan bagian hukum. Setelah itu, rancangan akan langsung diusulkan ke DPRD untuk segera dibahas.

“Kami berharap hanya cukup satu perda saja. Tentang bagaimana teknis bisa diatur di Perbup. Yang jelas kami menginginkan tahun depan dapat direalisasikan,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Meski Banyak yang Diringkus, Penjual Judi Cap Ji Kia di Grobogan Masih Bermunculan

Sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan dari pelaku perjudian cap ji kia di Karangrayung. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan dari pelaku perjudian cap ji kia di Karangrayung. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Meski sudah banyak yang ditangkap, penjual judi di Grobogan khususnya jenis cap ji kia seolah tidak ada habisnya. Hal ini seiring masih adanya penjual judi yang kembali dibekuk polisi, Senin (31/10/2016).

Pelaku perjudian yang diamankan kali ini bernama Mustaqim (34) yang biasa beroperasi di wilayah Kecamatan Karangrayung. Pelaku berhasil diamankan ketika hendak menjual capj ji kia di Desa Parakan.

“Penangkapan pelaku berawal dari informasi warga tentang maraknya perjudian jenis cap ji kia di Desa Parakan. Petugas kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut dari informasi ini hingga akhirnya berhasil mengamankan pelaku,” kata Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning melalui Kapolsek Karangrayung AKP Sukardi.

Saat ditangkap, pelaku tidak bisa menghindar jika jadi penjual judi. Sebab, saat digeledah, polisi berhasil mendapatkan sejumlah barang bukti yang dibawa tersangka.

Barang buktinya antara lain berupa uang tunai hasil penjualan cap ji kia sebesar Rp 238.000. Kemudian, 15 lembar ramalan, beberapa bendel kupon yang sudah maupun belum terjual, alat tulis, tas kulit, dan handphone.

“Saat ini, pelaku maupun barang bukti diamankan Polsek Karangrayung. Kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pelaku yang kita amankan ini,” sambungnya.

Agusman menambahkan, pihaknya tidak akan bersikap tegas dengan masalah perjudian yang jadi salah satu penyakit masyarakat tersebut. Hal itu dibuktikan dengan sudah ditangkapnya puluhan pelaku berbagai jenis perjudian dalam beberapa bulan terakhir.

Editor : Kholistiono

Pencuri Kayu Jati di Hutan Blora Kabur saat Terdengar Suara Ini

Petugas mengamankan barang bukti pencurian kayu jati di wilayah Blora, Senin. (Polres Blora)

Petugas mengamankan barang bukti pencurian kayu jati di wilayah Blora, Senin. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Upaya pencurian kayu jati di wilayah Blora, gagal, Senin (31/10/2016). Tepatnya di petak 78 , RPH Japah, Kph Blora, Desa Sumberejo.

Kronologi penangkapan, sekitar pukul 08.00  WIB, petugas jaga hutan Sat Shabara Polres Blora Brigadir Ariyadi dan Bripda Adrian turun dari hutan untuk melaksanakan serah terima dengan petugas jaga baru, di kantor Kemantren Perhutani Blora di Desa Sumberejo.

Saat mereka melewati petak 78 itu, keduanya melihat kejanggalan. Mereka melihat dari jauh aksi pencuri yang sedang mengangkut hasil tebangannya. Mereka segera berkordinasi. Tak lama, para petugas perhutani dan personel Sat Shabara Polres Blora melakukan pengejaran dan meletuskan tembakan peringatan kepada pencuri.

Dengan tingkah gugup dan takut ditangkap, pencuri kayu pun jatuh dari motornya dan kemudian lari terbirit –birit meninggalkan hasil potongan kayu jati dan sepeda motor, beserta gegraji dan kampak. Para petugas tidak berhasil menangkapnya.

Kemudian petugas perhutani memanggil bantuan untuk mengevakuasi barang bukti hasil pencurian kayu jati. Dan barang bukti yang berhasil diamankan adalah sepotong kayu jati ukuran diameter 30 cm diamankan ke kantor kemantren Desa Sumberejo, sedangkan untuk barang bukti sepeda motor dan alat pemotong diamankan ke Mapolsek Japah sebagai bahan penyelidikan lebih lanjut.

Editor : Akrom Hazami

Rumput Lapangan Simpang Tujuh Kudus Rusak Akibat Inbox, Ini Trik Pemkab

rumput

Kondisi rumput di lapangan Simpang Tujuh Kudus yang mengalami kerusakan usai digelarnya Inbox, akhir pekan lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Rumput yang rusak di lapangan Simpang Tujuh Kudus, akibat konser Inbox, akhir pekan kemarin, membuat pemerintah setempat memutar otak untuk menangani. Di antaranya adalah memupuk rerumputan biar tumbuh kembali.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Cipta Karya  dan Tata Ruang Kudus Sumiyatun. Menurutnya, pupuk yang digunakan untuk penghijauan lapangan Simpang Tujuh sudah tersedia.

“Stoknya pupuk ada banyak, tinggal memupuknya saja dan rumput akan tumbuh kembali dengan lebat,” katanya kepada MuriaNewsCom, Senin (31/10/2016).

Menurutnya, rumput yang rusak karena terinjak massa, dianggap tak ada masalah. Hal itu lantaran kegiatan yang berlangsung diperuntukkan dan dinikmati oleh masyarakat Kudus juga. Selain itu, kegiatan semacam itu terbilang jarang. Sehingga apa yang terjadi, pemkab memakluminya.

Selain pupuk, petugas juga menyirami lapangan untuk memudahkan pasokan air. Dengan demikian maka rumput yang tadinya rusak, dapat cepat bersemi dan rimbun.

“Apalagi kini musim hujan. Rumput yang tumbuh juga makin cepat. Jadi tidak masalah jika sekarang rumputnya rusak, karena akan tumbuh lagi,” ujarnya.

Dia menambahkan pascakonser kemarin, petugas langsung mengeceknya ke lokasi. Dan dari hasilnya, yang mengalami kerusakan hanyalah rumputnya, sedangkan untuk taman yang berada di sebelah selatan Simpang Tujuh, tidak rusak.

Konser yang berlangsung selama dua hari itu, Sabtu (29/10/2016) dan Minggu (30/10/2016) menyedot perhatian masyarakat. Mereka memadati lapangan Simpang Tujuh.

Editor : Akrom Hazami

Ngeri! Ini Cerita Wadi yang Rumahnya Roboh Diterjang Puting Beliung

Para petugas dari Polsek, Koramil dan Kecamatan Pulokulon serta BPBD Grobogan membantu membereskan rumah warga yang roboh akibat terjangan lisus. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Para petugas dari Polsek, Koramil dan Kecamatan Pulokulon serta BPBD Grobogan membantu membereskan rumah warga yang roboh akibat terjangan lisus. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Meski ada beberapa rumah roboh dan rusak, namun bencana puting beliung di Kecamatan Pulokulon, Minggu (30/10/2016) malam, tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Namun, bencana tersebut membuat trauma warga yang rumahnya roboh diterjang angin.

“Waduh, anginnya kemarin kencang sekali. Saya sempat ketakutan saat angin datang dari arah barat,” kata Wadi, warga Dusun Kedung Wungu, Desa Panunggalan yang rumahnya roboh diterjang angin.

Menurutnya, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 18.30 WIB. Sebelumnya, hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Tidak lama kemudian, hujan yang turun diselingi hembusan angin kencang.“Rumah saya kebetulan di pinggir sawah. Jadi, ketika angin datang terasa sekali hembusannya,” cetus bapak dua anak itu.

Melihat kondisi dirasa cukup membahayakan, Wadi kemudian mengajak istri dan kedua anaknya ke teras rumah. Hal itu dilakukan agar sewaktu-waktu terjadi musibah, bisa menyelamatkan diri dengan cepat.

“Tidak lama setelah ada diteras, rumah sudah bergoyang-goyang. Kami berempat kemudian lari ke halaman dan beberapa menit kemudian rumah saya ambruk. Beruntung, kami sekeluarga bisa selamat,” katanya.

Kesedihan akibat rumahnya ambruk juga dialami Purwoto yang rumahnya ada di seberang rumah Wadi. Menurutnya, rumahnya dari kayu yang ambruk itu baru saja didirikan seminggu lalu.

“Rumah ini persis selesai seminggu lalu dan belum sempat ditempati. Soalnya, saya baru mau persiapan menata barang-barang. Saat kejadian, saya ada di rumah orang tua di depan,” cetusnya.

Sementara itu, sejak pagi tadi, puluhan orang tampak berada di lokasi untuk membantu membereskan reruntuhan rumah yang roboh. Selain warga setempat, kerja bakti juga dibantu personel dari Polsek, Koramil dan Kecamatan Pulokulon. Belasan anggota BPBD juga terlihat membantu menebang pohon yang kondisinya membahayakan setelah sebelumnya terkena angin.

“Sejak malam setelah kejadian, kami sudah berada di lokasi. Ini kita masih membantu menebang pohon yang miring akibat tertiup angin supaya tidak roboh menimpa rumah warga,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrikan.

Seperti diberitakan, bencana alam berupa angin puting beliung melanda wilayah Kecamatan Pulokulon itu menyebabkan 4 rumah warga roboh. Dari empat rumah yang ambruk, tiga di antaranya ada di Dusun Kedung Wungu, Desa Panunggalan. Masing-masing milik Wadi, Purwoto, dan Sunardi.

Sedangkan satu rumah roboh lainnya, milik Marno yang ada di Dusun Sugihan, Desa Tuko. Disamping itu, ada juga kandang ayam milik Budiyono, warga Panunggalan yang ambruk.

Hembusan angin kencang juga menyebabkan tenda dan panggung hiburan di areal sawah Dusun Kedung Wungu ambruk. Lokasi ini, sedianya akan dipakai untuk panen raya jagung yang digelar PT Bisi International hari ini, Senin (31/10/2016). Lantaran lokasinya porak poranda, acara panen jagung dan pertemuan kelompok tani dipindahkan ke balaidesa Panunggalan.

“Data korban angin lisus ini ada empat rumah roboh. Sedangkan yang rusak ringan ada puluhan akibat genting rumahnya kocar-kacir. Untuk pohon tumbang juga banyak sekali,” kata Camat Pulokulon Basuki Mulyono saat ditemui di lokasi bencana.

Editor : Kholistiono

Hai Traveller, Kudus Itu Sangat Menarik Lho

Bangunan GKKK yang menawan di pintu masuk Kudus. (istimewa)

Bangunan GKKK yang menawan di pintu masuk Kudus. (istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Kabupaten Kudus sudah lama dikenal sebagai salh satu destinasi wisata yang menarik. Jika selama ini yang terkenal adalah wisata reliji, saat ini sudah banyak lokasi wisata baru yang bisa didatangi para traveller.

Bagi traveller yang ingin menikmati liburan, di Kabupaten Kudus sudah ada beberapa lokasi wisata baru. Misalnya saja Gerbang Kudus Kota Kretek (GKKK) yang memang megah dan sangat cantik.

Jika melihat desainnya, sudah bisa terlihat bahwa memang gerbang itu dibangun untuk semakin menancapkan imej Kudus sebagai kota kretek. Dengan daun tembakau sebagai simbolnya, gerbang itu menjadi salah satu spot yang menarik dikunjungi.

Apalagi kalau malam hari. Pemandangan di sana sangat bagus. Dan tentu saja sangat instagramable alias bagus untuk difoto dan diunggah ke media sosial (medsos) yang dimiliki masing-masing.

Selain bangunan, Kudus juga dikenal dengan kulinernya yang memang tiada duanya. Pasalnya, kuliner-kuliner Kudus sangatlah khas dan tidak ada duanya. Soto kerbau, sate kerbau, lentog, jenang, dan lain sebagainya, menambah panjang hal-hal menarik di Kudus.

Pembangunan yang sedemikian pesat di Kudus, memang dirancang sedemikian rupa. Salah satu faktor penunjangnya adalah penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus. Ini membuat penataan lokasi-lokasi wisata yang ada, menjadi menarik untuk dikunjungi.

Belum lagi lokasi-lokasi kuliner yang ada, yang kemudian dikemas dengan bagus. Misalnya saja kawasan kuliner khas Kudus seperti lentog. Penataan lokasi untuk mencicipi kuliner khas Desa Tanjung ini, dibuat dengan baik dan membuat nyaman pengunjung yang datang.

Pembangunan yang pesat ini, memang merupakan salah satu dari pelaksanaan ketentuan mengenai aturan cukai. Tepatnya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

”Bagian Humas Setda Kudus memiliki tanggung jawab untuk mempromosikan berbagai lokasi wisata dan kuliner di wilayah ini. Sehingga masyarakat luas bisa mengetahui setiap potensi wisata yang dimiliki Kudus, dan mereka akan datang berkunjung,” terang Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno.

Putut mengatakan, traveller akan merasakan sensasi tersendiri saat berkunjung di Kabupaten Kudus. Inilah sebabnya, promosi dilakukan dengan berbagai cara, sehingga bisa membuat Kota Kudus menjadi lokasi yang layak dikunjungi. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

Kiai di Welahan Jepara Jelekkan Salah Satu Paslon Bupati

Para pasangan calon bupati Jepara. (MuriaNewsCom)

Para pasangan calon bupati Jepara. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jepara, mulai diteror kampanye negatif. Padahal hal tersebut berdampak negatif, dan bisa memecah belah antarwarga.

Ketua MUI Jepara, Mashudi mengatakan pilkada di Kota Ukir yang hanya diikuti oleh dua paslon memang memunculkan kerawanan tersendiri. Seperti kampanye negatif yang menyerang salah satu paslon dengan menggunakan istilah yang berkaitan dengan tingkat penguasaan ilmu agama.

Dan hal itu diakuinya sudah mulai muncul. Salah satunya seperti yang terjadi saat forum pengajian yang digelar di Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara.

“Kiai pengajian itu membandingkan dua paslon. Tapi ujungnya itu mengarah kampanye negatif yang menyerang paslon lain,” kata akademisi Unisnu Jepara dan juga UIN Walisongo Semarang ini, baru-baru ini.

Mashudi berharap tokoh agama di Kabupaten Jepara tidak terkotak-kotak atau bahkan malah memprovokasi yang berujung terbelahnya masyarakat seiring gawe pilkada.

Menurutnya, tokoh agama justru harus mendorong pelaksanaan gawe pilkada yang damai dan teduh di Kota Ukir.

“Istilahnya jangan sampai ada kaca yang pecah atau ranting yang patah hanya gara-gara pilkada. Kasus Dongos beberapa tahun lalu di Jepara harus jadi pelajaran kita bersama,” ujarnya.

Diketahui, kasus rusuh pemilu di Desa Dongos, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara terjadi pada 30 April 1999 atau kurang dari dua bulan menjelang Pemilu 1999. Waktu itu massa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan massa Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terlibat bentrok yang mengakibatkan empat orang tewas, puluhan luka-luka dan kerugian material lainnya.

Ihwal mulai munculnya kampanye negatif yang menyerang paslon tertentu juga diakui oleh Ali Mursid dari Ponpes Dhilalul Quran, Raguklampitan, Jepara. Bahkan “serangan” itu dengan menggunakan sarana publik baik yang ada di dunia maya maupun nyata. “Itu sudah marak sekali. Ini yang kita sesalkan,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Ini Lho, Solusi yang Dibuat Bupati Kudus yang Membuat DPRD Batang Datang Berkunjung

Bupati Kudus H Musthofa menerima cinderamata dari Ketua Komisi B DPRD Batang, usai kunjungan yang mereka lakukan terkait dengan penyelesaian kasus tenaga honorer K2.(Istimewa)

Bupati Kudus H Musthofa menerima cinderamata dari Ketua Komisi B DPRD Batang, usai kunjungan yang mereka lakukan terkait dengan penyelesaian kasus tenaga honorer K2.(Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebuah solusi yang dilakukan Bupati Kudus H Musthofa, rupanya menarik minat dari pemerintah kabupaten (pemkab) yang lain. Dan solusi itula yang membuat Kudus banyak dikunjungi.

Ya, solusi itu juga yang membuat Komisi B DPRD Batang mendatangi bupati untuk sharing soal tersebut. Pasalnya, solusi itulah yang ingin juga diterapkan di Kabupaten Batang, sehingga situasi akan semakin kondusif.

Solusi tersebut adalah solusi terkait dengan keberadaan tenaga honorer kategori II (K2), yang sampai saat ini masih terkatung-katung nasibnya. Meski sudah bolak-balik ke Istana Negara Jakarta untuk minta diangkat sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

Namun keinginan tersebut selalu berakhir dengan tangan hampa, karena semuanya dikembalikan pada daerah untuk mengambil kebijakan sesuai kemampuan anggaran yang ada.

Melihat hal ini, Bupati Kudus H Musthofa merasa terpanggil untuk bisa memberikan penghargaan kepada mereka, yang telah mengabdikan diri selama bertahun-tahun. Bupati memberikan kebijakan memberi gaji dengan standar upah minimum kabupaten (UMK) yang tahun ini sebesar Rp. 1.608.200. Serta adanya jaminan kesehatan melalui BPJS kesehatan/BPJS Ketenagakerjaan.

Inilah yang membuat Komisi B DPRD Batang tertarik, dan memutuskan untuk datang berkunjung. Dipimpin ketuanya, yakni Teguh Raharjo, kedatangan komisi itu, karena ingin ”ngangsu kaweruh” mengenai solusi tenaga honorer ini.

”Termasuk yang lebih luas, yaitu mengenai kemajuan dunia pendidikan di Kudus. Di antaranya SMK dengan keahlian khusus yang dibangun tanpa APBD,” kata Teguh Raharjo.

Terkait hal itu, bupati memaparkan gagasannya tersebut. Menurutnya, tenaga honorer K2 yang mayoritas adalah guru, merupakan profesi yang telah berjasa memberikan bekal pendidikan bagi generasi penerus.

”Secara lebih luas, tenaga honorer yang telah memberikan pengabdian bertahun-tahun layak untuk mendapatkan honor senilai besaran UMK ini. Bagi kami, tidak ada alasan tidak ada anggaran. Ingatlah pengabdian mereka. Setelah kami alokasikan anggaran ini, ternyata bisa,” kata bupati.

Bupati yang telah memasuki tahun kesembilan kepemimpinannya di Kudus itu, mengatakan tidak ingin menyisakan pekerjaan rumah di wilayah ini.  Tetapi semuanya harus rampung sesuai dengan program pro rakyatnya.

”Untuk itu, harus ada peran masyarakat untuk menyukseskan program kami ini. Salah satunya adalah partisipasi dari para guru. Kalau di Kudus bisa, saya yakin di Batang juga harus bisa,” imbuhnya.

Editor: Merie

 

Pasar di Rembang Bakal Dipasangi dengan CCTV

Pasar Induk Rembang yang rencananya menjadi salah satu pasar yang akan dipasangi CCTV. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Pasar Induk Rembang yang rencananya menjadi salah satu pasar yang akan dipasangi CCTV. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Untuk mengantisipasi adanya tindakan kriminal pencurian di pasar, pihak Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM Rembang bakal dipasangi closed circuit television (CCTV) di sejumlah pasar di Rembang.

Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM Rembang Muntoha melalui Kasi Daya Guna Pasar Edy Sutomo mengatakan, rencana pemasangan CCTV telah diusulkan. Sebab, hal itu dinilai penting untuk meminimalisasi adanya tindakan kriminal.

“Pemasangan CCTV ini nantinya ditempatkan di sejumlah pasar di Rembang. Di antaranya Pasar Induk Rembang, Lasem, Pamotan, Sarang dan sebagainya. Dengan adanya CCTV ini, nantinya diharapkan bisa membuat pedagang dan pengunjung lebih nyaman dan aman,” katanya.

Sementara itu, terkait dengan jumlah kasus pencurian yang terjadi di pasar yang ada di Rembang, dirinya mengutarakan bahwa pihak dinas belum pernah mendapatkan laporan secara resmi. “Kalau masalah jumlah kasus pencurian, memang kita tidak pernah mendapatkan laporan secara resmi atau tertulis. Namun kalau secara lisan kita sering mendengar itu,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Lowongan Kerja Wartawan PT Muria Indomedia

loker

 

MuriaNewsCom, Kudus – Anda mempunyai kemampuan menulis dan, fotografi jurnalistik, serta memiliki gairah kerja di bidang jurnalistik? Sekaranglah saatnya Anda penuhi keinginan tersebut. PT Muria Indomedia yang menaungi MuriaNewsCom dan Koranmuria.com, kini sedang membuka lowongan pekerjaan.

Adapun lowongan yang disediakan untuk posisi reporter/wartawan/jurnalis, untuk ditempatkan di seluruh wilayah Keresedinan Pati.

Untuk bisa menempati posisi yang ditawarkan, Anda harus memenuhi kualifikasi sebagai berikut:

Pria/wanita Usia maksimal 25 tahun

Sehat jasmani dan rohani

Pendidikan terakhir S1 (Mahasiswa semester akhir diperbolehkan dengan syarat melampirkan transkip nilai)

Punya pengalaman di bidang tulis menulis

Punya kemauan kuat jadi wartawan

Punya kendaraan dan SIM C

Mampu bekerja dalam tim

Mempunyai Gadget atau gawai Android dengan koneksi internet

Siap bekerja keras dan kerja dengan target

Jika Anda mempunyai kualifikasi di atas, silakan kirimkan lamaran dan CV. Baik ke alamat redaksi atau juga ke alamat email ke kantor redaksi PT Muria Indomedia.

Alamat: United Futsal Stadium Lantai 2, Ring Road Utara Singocandi, Kudus Jawa Tengah, Kode Pos: 59314. Nomor telepon: 0291-4248700.

Alamat email: red.murianews@gmail.com.

Lamaran berlaku hingga Minggu (12/11/2016).

Editor : Akrom Hazami

Ribuan Batang Mangrove dan Cemara Laut Ditanam di Pulau Panjang Jepara

Sejumlah pihak melakukan kegiatan penanaman pohon cemara laut dan mangrove di Jepara. (Tribranewsjepara)

Sejumlah pihak melakukan kegiatan penanaman pohon cemara laut dan mangrove di Jepara. (Tribranewsjepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Kepala Satuan Polisi Perairan Resor Jepara, Jawa Tengah, Ajun Komisaris Polisi Hendrik Irawan menghadiri Bakti Lingkungan Kagama penanaman 7.500 batang mangrove dan cemara laut di Pantai Pulau Panjang, Minggu (30//10/2016).

Pada kegiatan tersebut diikuti oleh 169 orang dari Matarna Unisnu, kelompok klub Vespa, Yayasan Surya Jepara, Kodim 0719 Jepara, Polres Jepara, Kagama, PLTU Tanjung Jati B, Kahmi, PMI, penggiat penanam mangrove Arcapala dan Kelompok nelayan Bandengan.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin melalui Kasat Polair AKP Hendrik Irawan mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan penanaman pohon mangrove dan cemara laut di pantai Pulau Panjang.

Dengan adanya penanaman pohon mangrove (kayu bakau) ini, diharapkan bisa menjaga garis pantai agar tetap stabil guna melindungi tepian pantai dari terjangan ombak langsung yang berpotensi menghantam dan merusak bibir pantai, melindungi pantai dari kerusakan, seperti erosi atau abrasi.  “Itu juga berperan dalam pembentukan pulau dan menstabilkan daerah pesisir,” katanya dikutip Tribratanewsjepara.

Dirinya juga berharap, semoga dengan adanya kegiatan ini, turut andil dalam mengurangi pemanasan global yang disebabkan oleh ulah manusia dengan bentuk pembangunan yang tidak terkontrol sehingga meningkatnya suhu bumi.

Editor : Akrom Hazami

3 Maling Sepeda Motor Asal Jepara yang Beroperasi di Pati Diringkus Polisi

Tiga pelaku curanmor (atas) dan dua penadah hasil curian (bawah) serta empat sepeda motor yang diamankan polisi sebagai barang bukti. Tiga motor hasil curian, sedangkan Vario merah digunakan tersangka untuk mencuri. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Tiga pelaku curanmor (atas) dan dua penadah hasil curian (bawah) serta empat sepeda motor yang diamankan polisi sebagai barang bukti. Tiga motor hasil curian, sedangkan Vario merah digunakan tersangka untuk mencuri. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Tiga pelaku pencurian kendaraan sepeda motor yang beroperasi di wilayah Pati diringkus polisi. Ketiga pelaku tersebut merupakan warga Desa Keling dan Jlegong, Jepara.

Selain itu, polisi juga menangkap dua penadah sepeda motor hasil curian yang merupakan warga Desa Dukuhseti dan Grogolan, Kecamatan Dukuhseti. Mereka diringkus, setelah polisi melakukan pengembangan hasil razia rayon yang dilaksanakan rayon 5, terdiri dari Polsek Dukuhseti, Tayu, Cluwak dan Gunungwungkal.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo kepada MuriaNewsCom, Senin (31/10/2016) mengatakan, mereka sudah menjadi target operasi (TO) karena mencuri sepeda motor di sejumlah tempat, seperti Juwana, Tayu, Tambakromo, dan Pati Kota. Keberadaannya yang sudah sangat meresahkan masyarakat membuat polisi segera bertindak.

Ketiga maling tersebut, kata Kompol Sundoyo, antara lain Amin Nurohman (18) dan Agung Tri Nugroho (19) yang merupakan warga Desa Jlegong, Kecamatan Keling, Jepara, serta Irom Mustalia (21), warga Desa Keling, Jepara.

Sementara itu, dua penadah sepeda motor adalah Sugiyarto (64), warga Dukuhseti dan Abdul Kholik (41), warga Desa Grogolan, Dukuhseti. Mereka, baik pencuri maupun penadah diamankan di Mapolres Pati.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, berupa sepeda motor Kawasaki Ninja RR warna hijau hasil pencurian di Juwana, satu sepeda motor Yamaha Mio J warna putih hasil pencurian di Warnet Joyokusumo Pati Kota, satu sepeda motor Honda Vario warna putih hasil pencurian di Tayu, dan satu sepeda motor Vario merah bernopol K 2931 NQ sebagai kendaraan untuk mencuri.

“Kami juga mengamankan satu set kunci leter T dengan dua mata bor sebagai alat untuk melakukan pencurian. Semua sepeda motor hasil kejahatan kami sita sebagai barang bukti. Saat ini, kami tengah menginterogasi para pelaku untuk pengembangan lebih lanjut,” ucap Kompol Sundoyo.

Mereka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pidana pencurian disertai dengan pemberatan dengan ancaman hukuman pidana tujuh tahun penjara. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dengan sepeda motor yang ditinggal. “Gunakan kunci pengaman tambahan, parkir di tempat yang ramai, kalau perlu pasang alarm antimaling,” imbau Kompol Sundoyo.

Editor : Kholistiono

Anggota Linmas Biting Blora Diberi Pelatihan oleh Polisi

Perwakilan Bhabinkamtibmas Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupateng Blora, menyerahkan seragam secara simbolik ke anggota linmas. (Polres Blora)

Perwakilan Bhabinkamtibmas Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupateng Blora, menyerahkan seragam secara simbolik ke anggota linmas. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Bhabinkamtibmas Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupateng Blora memberikan arahan, bantuan seragam dan pelatihan secara berkala kepada para anggota Linmas di Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, akhir pekan kemarin. Guna menciptakan keamanan dan ketertiban di suatu wilayah.

Kegiatan ini atas dasar kerja sama antara perangkat desa, Bhabibkamtibmas Polsek Sambong, dan Bhabinsa Sambong. Acara ini dikandung maksud agar para anggota Linmas ini bisa kembali aktif bertugas membantu menjaga kemanan dan ketertiban di Desa Biting, setelah adanya bantuan seperangkat seragam Linmas dari dana Desa Biting.

Menurut Bhabinkamtibmas Desa Biting Brigadir Agus Puji mengatakan kegiatan seperti ini sangatlah penting karena dapat memberdayakan potensi warga masyarakat anggota Linmas untuk turut menjaga kemanan dan ketertiban di desanya sendiri.

Sebagai anggota kepolisian khusunya Bhabinkamtibmas yang tempat tinggalnya jauh dari daerah desa binaannya, kegiatan ini sangat membantu tugas kepolisian untuk menjaga situasi tetap kondusif.

“Karena tidak sepenuhnya Bhabinkamtibmas bisa memonitor situasi maka dari itu perlunya dibentuk anggota keamanan swakarsa seperti Linmas ini. “ujar Agus.

Secara simbolis, Agus menyerahkan seperangkat seragam Linmas kepada perwakilan salah satu anggota linmas setempat. Di kemudian hari akan diadakan pelatihan dan pembinaan keamanan oleh Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa Sambong, supaya para anggota Linmas ini mempunya keahlian dan dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

Editor : Akrom Hazami

Gara-gara Punya Satu Kaki, Rahma Bocah Asal Sidomulyo Pati Ini Ditinggal Orang Tuanya

 Rahma sedang dipangku neneknya yang mengasuh Rahma sejak berusia empat bulan. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Rahma sedang dipangku neneknya yang mengasuh Rahma sejak berusia empat bulan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Lahir dalam kondisi cacat tentu bukan sesuatu yang diinginkan Rahma, bocah berusia enam tahun yang hidup dalam asuhan kakek neneknya di Dukuh Pojok, Desa Sidomulyo, Kecamatan Jakenan, Pati. Namun, karena cacat bawaan lahir, bocah ini ditinggal orang tuanya sejak usia empat bulan.

Warni (65), nenek Rahma bercerita tentang kisah pahit yang menimpa cucu kesayangannya itu. “Pada saat Rahma berusia empat bulan, ibunya titip Rahma karena ingin merantau. Namun, hingga kini tidak ada kabarnya,” ungkap Warni.

Bahkan, tersiar kabar bahwa menantunya itu sudah menikah lagi dengan pria lain. Sementara itu, Muryono, ayah Rahma bekerja di kapal dan jarang pulang. Sesekali pulang, ayah Rahma memilih untuk tinggal bersama keluarganya.

Warni hanya berpikir positif kenapa kedua orang tuanya tega meninggalkan anaknya. Mungkin, kata Warni, kedua orang tuanya belum bisa menerima kenyataan bahwa anaknya itu lahir dalam kondisi cacat dengan kaki satu.

Ayah Rahma kadangkala memang menjenguk anaknya itu dan memberikan uang. Namun, hal itu tidak cukup mengobati Rahma ketika rindu dengan ayah dan ibunya.

Satu hal yang dikhawatirkan Warni, yaitu ketika dirinya bersama suaminya sudah tiada. Sebab, Warni sudah berusia 65 tahun dan suaminya, Saryo sudah berusia 85 tahun. “Saya khawatir, kalau kami sudah tiada, siapa yang akan merawat Rahma?” ucapnya.

Sesekali, Warni mengungkapkan kegelisahannya itu kepada Rahma. Namun, cucunya itu membuat jawaban yang mengejutkan. “Saya bertanya, bagaimana kalau saya nanti meninggal. Dia jawab ingin ikut meninggal juga. Saya menangis dalam hati,” tutur Warni.

Meski begitu, dia bangga punya cucu Rahma. Bocah ini diakui sangat gigih menghadapi getirnya hidup. Dia tidak minder ketika bermain dan sekolah. Bahkan, Rahma terbilang murid yang cerdas.

Neneknya itu berharap, suatu saat kelak Rahma bisa meraih cita-cita agar memiliki masa depan yang cerah. “Dia selalu semangat ketika akan bersekolah. Sekarang baru duduk di bangku kelas satu SD Negeri Sidomulyo 03 Jakenan,” tutupnya.

Baca juga : Kisah Rahma, Bocah dengan Satu Kaki Asal Sidomulyo Pati yang Gigih Hadapi Kerasnya Hidup

Editor : Kholistiono

Pejabat Pemkab Kudus Dilatih Lakukan Pertolongan Pertama

latihan

Salah seorang petugas dari Pemkab Kudus melakukan kegiatan Pertolongan Pertama di RS dr Loekmono Hadi, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pejabat SKPD di lingkungan Pemkab Kudus, diajari cara melakukan Pertolongan Pertama (PP). Latihan keselamatan tersebut diberikan guna memberikan pemahaman kepada pejabat untuk membantu jikalau

dibutuhkan setiap saat.

Pemberian pelatihan diberikan oleh pihak RSUD Dr Loekmono hadi Kudus. Kegiatan dilakukan di depan Pendapa Kudus, Senin (31/10/2016) pagi hari usai apel pagi.

Direktur RSUD Dr Loekmono Hadi dokter Aziz Achyar mengatakan, pemberian bantuan sebenarnya sangat mudah diberikan oleh orang awam, termasuk juga masyarakat umum serta kalangan pejabat. Untuk itulah latihan itu
dilakukan.

“Seperti halnya cara mengatasi jika ada yang terkena serangan jantung dan juga pemberian nafas buatan. Meski tergolong banyak yang tahu, namun kebanyakan masyarakat masih belum banyak yang tahu caranya,” katanya kepada
MuriaNewsCom.

Untuk itu dalam praktik pertolongan tersebut dilakukan cara menolongnya. Dimulai dari membangunkan, melihat denyut nadinya, memberikan pompa pada jantung hingga nafas buatan dan kembali memeriksa denyut nadi.

Tak hanya soal PP, cara menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (Apar) juga diberikan pembinaan. Risiko kebakaran yang tinggi juga membuat masyarakat umum termasuk SKPD dituntut mampu menguasainya.

“Sama juga, Apar juga dapat dikuasai oleh masyarakat umum. Penggunaannya juga mudah sehingga mampu digunakan saat terjadi kebakaran,” ungkapnya.

Pelatihan yabg dilakukan, kata dia, juga diberikan kepada keluarga pasien. Mulai dengan cara mencuci tangan yang bersih dan benar hingga cara memberikan pertolongan pertama

“Ini juga termasuk dalam rangka peningkatan kualitas layanan. Jadi kami berikan kepada seluruh keluarga pasien yang di RSUD,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

Kisah Rahma, Bocah dengan Satu Kaki Asal Sidomulyo Pati yang Gigih Hadapi Kerasnya Hidup

Rahma (tengah) bersama neneknya dan seorang anggota TNI yang peduli dengannya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Rahma (tengah) bersama neneknya dan seorang anggota TNI yang peduli dengannya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Di Dukuh Pojok, Desa Sidomulyo, Kecamatan Jakenan, Pati, hidup seorang bocah berusia enam tahun, bernama Rahmawati. Rahma sejak lahir hidup dalam keterbatasan fisik, yakni hanya memiliki satu kaki.

Rahma tinggal di rumah sederhana bersama kakek dan neneknya yang sudah berusia renta. Warni, nenek Rahma sudah berusia 65 tahun, sedangkan Saryo, kakek Rahma sudah berusia 85 tahun.

Untuk bertahan hidup, kakek dan nenek Rahma yang sudah dianggap sebagai orang tuanya sendiri bekerja serabutan. Warni yang sudah tua masih giat bekerja sebagai kuli tandur, sedangkan Saryo memelihara dua ekor kambing.

Keduanya begitu tabah merawat Rahma. Justru dengan cucunya yang mengalami disabilitas sejak lahir itu, kakek dan neneknya selalu punya semangat bertahan hidup untuk merawat Rahma.

Rahma sendiri diakui anak yang cerdas. Meski cacat fisik, Rahma tidak minder ketika bermain dengan teman-temannya. Saat ini, Rahma duduk di bangku kelas 1 SD Negeri Sidomulyo 03 Jakenan.

“Nalarnya seperti orang tua. Selama TK, uang saku Rahma Rp 4 ribu. Ternyata uang itu disisihkan Rp 2 ribu setiap hari. Dalam setahun, tiba-tiba punya tabungan Rp 800 ribu. Dalam hati, saya menangis,” ungkap Warni.

Untuk berangkat sekolah, Warni selalu mengantar dan menungguinya, lantaran jaraknya sekolahnya cukup jauh. Sembari menunggu cucunya, Warni terkadang membantu menyapu halaman sekolah hingga diangkat menjadi tukang kebun.

Lantaran iba, sejumlah masyarakat yang peduli memberikan bantuan kepada Rahma. Dua tahun yang lalu, misalnya. Rahma mendapatkan bantuan berupa tongkat untuk berjalan. Dia berharap, Rahma bisa meraih cita-citanya.

Editor : Kholistiono

4 Rumah Warga di Grobogan Roboh Diterjang Lisus

Salah satu rumah warga Dusun Kedung Wungu, Desa Panunggalan yang roboh diterjang puting beliung tadi malam. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Salah satu rumah warga Dusun Kedung Wungu, Desa Panunggalan yang roboh diterjang puting beliung tadi malam. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Bencana alam berupa angin puting beliung melanda wilayah Kecamatan Pulokulon, Minggu (30/10/2016) malam.  Hembusan angin yang berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB itu menyebabkan 4 rumah warga roboh.

Dari empat rumah yang ambruk, tiga di antaranya ada di Dusun Kedung Wungu, Desa Panunggalan. Masing-masing milik Wadi, Purwoto, dan Sunardi.

Sedangkan satu rumah roboh lainnya, milik Marno yang ada di Dusun Sugihan, Desa Tuko. Di samping itu, ada juga kandang ayam milik Budiyono, warga Panunggalan yang ambruk.

Hembusan angin kencang juga menyebabkan tenda dan panggung hiburan di areal sawah Dusun Kedung Wungu ambruk. Lokasi ini, sedianya akan dipakai untuk panen raya jagung yang digelar PT Bisi International hari ini, Senin (31/10/2016). Lantaran lokasinya porak poranda, acara panen jagung dan pertemuan kelompok tani dipindahkan ke Balai Desa Panunggalan.

“Data korban angin lisus ini ada empat rumah roboh. Sedangkan yang rusak ringan ada puluhan akibat genting rumahnya kocar-kacir. Untuk pohon tumbang juga banyak sekali,” kata Camat Pulokulon Basuki Mulyono saat ditemui di lokasi bencana.

Editor: Kholistiono

Forum Kiai Muda Jateng Dukung Berdirinya Pabrik Semen di Rembang

Ketua Bidang Media FSKM Jateng KH Anis Maftuhin (kiri)  dan KH. Aqomaddin Shofa (tengah) Ketua FSKM Jateng saat melakukan jumpa pers dua hari lalu (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Ketua Bidang Media FSKM Jateng KH Anis Maftuhin (kiri) dan KH. Aqomaddin Shofa (tengah) Ketua FSKM Jateng saat melakukan jumpa pers dua hari lalu (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Forum Silaturahim Kiai Muda (FSKM) Jawa Tengah menyatakan dukungannya atas berdirinya pabrik semen milik PT Semen Indonesia di Kabupaten Rembang. Sebab, pabrik yang didirikan di Desa Kadiwono Kecamatan Bulu tersebut merupakan perusahaan milik negara atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Ketua Bidang Media FSKM Jateng KH Anis Maftuhin mengungkapkan, pengurus FSKM secara umum mendukung upaya-upaya yang dilakukan pemerintah terkait pabrik semen di Kabupaten Rembang. Terlebih nantinya bisa bermanfaat secara baik untuk umat.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Wali di Salatiga ini, bentuk dukungan yang diberikan FSKM terkait berdirinya pabrik semen di Rembang berwujud dorongan moral. Pihaknya memberikan dorongan moral agar pabrik semen di Rembang tetap berjalan.

“Kami memberikan dorongan moral agar pabrik semen di Rembang bisa tetap berjalan. Sehingga warga bisa mendapatkan peluang lapangan pekerjaan. Masalah pabrik semen, jika untuk kemaslahatan atau kebaikan bersama, maka kami dukung,” jelas Anis.

Sementara itu, pihaknya juga  meminta konflik hukum yang saat ini sedang terjadi terkait pendirian pabrik semen di Kabupaten Rembang tidak dipolitisasi. Sehingga situasi yang terjadi di lapangan terkait pendirian pabrik semen bisa dilihat secara bijaksana.

“Soal pabrik semen, FSKM Jateng tidak ingin terlibat dalam polemik yang tidak produktif. Kami sesuaikan dengan visi misi kami. Sejauh pendirian pabrik semen di Rembang untuk kebaikan bersama, maka kami dukung,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono