1 Oktober 2016, Penjual Bensin Ecer di Jepara Tak Boleh Jual Premium

Warga mengisi bahan bakar di salah satu SPBU di Kabupaten Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Warga mengisi bahan bakar di salah satu SPBU di Kabupaten Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Mulai 1 Oktober 2016, program pembatasan penggunaan premium berupa Premium Dry oleh Pertamina diberlakukan. Selain dilakukan dengan pengurangan nozzle di seluruh SPBU, pembatasan dilakukan dengan larangan pembelian premium menggunakan jeriken.

“Ini juga yang diterapkan pada seluruh SPBU di Jepara. Sebelumnya, SPBU telah mengurangi nozzle premium di 21 SPBU. Sementara larangan membeli premium menggunakan jeriken diberlakukan mulai 1 Oktober 2016. Sehingga para pengecer yang biasa membeli premium menggunakan jeriken harus beralih ke Pertalite atau Pertamax,” ujar Kordinator SPBU Jepara, Winarso kepada MuriaNewsCom, Kamis (29/9/20160.

Pihaknya mengaku telah mengirim tembusan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Desperindag) Jepara pada Senin (25/9/2016) lalu. Disperindag mendukung program Premium Dry berupa pelarangan pembelian premium menggunakan jeriken. “Kalau masih ada yang mau mengisi premium dengan jeriken kami alihkan ke Pertalite atau Pertamax,” katanya.

Guna memantapkan program tersebut, pengelola SPBU melakukan pertemuan di salah satu hotel yang berdekatan dengan SPBU Bulu. Pertemuan dihadiri pengawas yang terdiri dari perwakilan seluruh SPBU Jepara. Sebelumnya pihaknya telah melakukan sosialisasi ke masyarakat yang biasa membeli premium dengan drigen. Sosialisasi dengan pengenalan pertalite atau pertamax.

Sehingga, meski program Premium Dry belum dimulai, banyak pengecer yang sudah mulai beralih. Ini dibuktikan dengan menurunnya komsusi premium dan meningkatnya pengguna pertamax dan pertalite. Misalnya, pertalite yang semula hanya di bawah 2.000 liter perhari, sekarang sudah di atas 2.000 liter.

Editor : Akrom Hazami

Solusi Pemkab Kudus Atasi Genangan Air di Jalan

genangan

Pengguna jalan hendak melintasi genangan air di salah satu ruas di Kabupaten Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus akan menambah pembangunan jalan masuk air alias inlet . Gunanya untuk mengurangi genangan air yang menggenangi permukaan jalan.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Cipkataru) Kudus Sumiyatun mengatakan, dalam waktu dekat ini akan dibangun inlet. Nantinya pembangunan itu akan dilakukan di sisi kanan dan kiri jalan.

“Kami sudah siapkan Rp 190 juta untuk penambahan ratusan inlet. Kami utamakan di lingkup perkotaan dulu, lantaran banyak genangan di daerah perkotaan saat hujan,” katanya kepada MuriaNewsCom, Kamis (29/9/2016).

Menurutnya, inlet yang bakal dibuat nanti, berukuran 30 centimeter. Lokasi pemasangan berada di tanah tepi trotoar, sehingga mempermudah air masuk ke saluran dengan jumlah yang lebih banyak. Sementara, jarak antara satu inlet dengan lainnya, berjarak sekitar lima meter.

Beberapa titik yang dipasang, di antaranya jalan Jenderal Sudirman 22 inlet, jalan A Yani 32 unit, di jalan Loekmono Hadi 30 unit dan jalan Ramelan 31 unit. Serta daerah lain yang dianggap perlu segera ditangani.

Untuk inlet yang sudah terpasang kini, juga mencapai ratusan. Namun jumlah itu masih dianggap kurang dengan bukti banyaknya genangan air yang masih terjadi di perkotaan. Meski tidak dalam waktu yang lama, namun dengan inlet yang ditambah nanti, bakal memperbanyak dan mempercepat air yang masuk.

“Kami juga akan melakukan normalisasi gorong-gorong. Sebab saya datang langsung saat hujan, ada banyak sampah yang menghambat saluran di dalamnya. Jadi butuh dibersihkan,” ujarnya.

Sementara untuk daerah Prambatan, kata dia ada yang kurang pas untuk perencanaannya. Air di lokasi itu seharusnya dialirkan ke sisi barat dan timur menuju sungai.

Editor : Akrom Hazami

Ini Informasi Terkini Kondisi Jemaah Haji Grobogan di Tanah Suci

Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) Kisbiyanto (paling kanan) bersama para jemaah haji sedang bersiap untuk berziarah di kota Makkah. (Istimewa)

Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) Kisbiyanto (paling kanan) bersama para jemaah haji sedang bersiap untuk berziarah di kota Makkah. (Istimewa)

MuriaNewsCom,Grobogan – Posisi sebagian jemaah haji Grobogan saat ini sudah berpindah tempat. Khususnya, jemaah haji yang tergabung dalam kloter 46. Mereka sudah meninggalkan kota Makkah menuju Madinah, beberapa hari lalu.

“Benar Mas. Jemaah haji Grobogan kloter 46 sudah bergeser ke Madinah sejak Senin (27/09/2016) kemarin,” kata Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) Kisbiyanto, saat dihubungi lewat pesan singkat, Kamis (29/09/2016).

Menurut Kisbi, untuk jemaah haji Grobogan kloter 72 dan 73 baru akan meninggalkan Makkah menuju Madinah pada 5 Oktober 2016 mendatang. Hal itu terjadi lantaran waktu keberangkatan jemaah haji tidak bersamaan. Rombongan kloter 46 berangkat sepekan lebih awal dari jemaah kloter 72 dan 73.

Disinggung kondisi para jemaah, Kisbi menyatakan, semuanya dalam keadaan sehat wal afiat. Saat ini, para jemaah masih memaksimalkan ibadah selama berada di Makkah. Seperti, melakukan umroh sunnah, salat maktubah 5 waktu, i’tikaf, tawaf sunnah, dan membaca Alquran.

Selain beribadah, jemaah juga memanfaatkan waktu untuk berziarah ke tempat-tempat bersejarah di kota Makkah. Seperti, di Jabal Tsur yang di situ ada gua tempat Nabi Muhammad bersembunyi dari kejaran kaum Quraish.

Tempat lainnya, adalah Jabal Nur yang ada Gua Hira, tempat Nabi Muhammad menerima wahyu pertama kali. Selain itu, Jabal Rahmah di Padang Arafah yang jadi tempat bertemunya kembali Nabi Adam dan Ibu Hawa setelah turun dari surga juga dikunjungi para jemaah.

“Lokasi lain yang dikunjungi jemaah adalah rumah tempat Nabi Muhammad dilahirkan. Letaknya, di sebelah timur Masjidil Haram dekat tempat sa’i. Rumah tersebut masih terawat dengan baik tetapi sekarang dialihfungsikan sebagai maktabah atau perpustakaan,” jelas Dosen STAIN Kudus yang jadi pendamping jemaah haji Grobogan kloter 73 itu.

Disinggung lokasi pemondokan, Kisbi menyatakan, maktab jemaah ada di Mahbas Jin. Lokasi pemondokan ini jaraknya sekitar 2,5 km dengan Masjidi Haram.“Kalau mau ke masjid, jemaah tinggal naik Bus Salawat yang sudah disediakan di sana. Jumlah bus ini banyak dan gratis,” imbuh Kisbi.

Editor : Kholistiono

Kedapatan Bawa Sabu, Pemuda Asal Pati Dibekuk Petugas Sat Narkoba Polres Rembang

Pelaku saat diamankan di Mapolres Rembang (kiri). Barang bukti yang juga ikut dimankan oleh polisi (Dok Humas Polres Rembang)

Pelaku saat diamankan di Mapolres Rembang (kiri). Barang bukti yang juga ikut dimankan oleh polisi (Dok Humas Polres Rembang)

MuriaNewsCom,Rembang – Petugas Unit Opsnal I Res Narkoba Polres Rembang meringkus seorang pemuda berinisial D (34) warga Desa Dengkek, Kecamatan/Kabupaten Pati, karena kedapatan membawa narkoba jenis sabu.

Pelaku diamankan petugas, saat berada di pinggir jalan raya Pantura Rembang, tepatnya di Desa Purworejo, Kecamatan Kaliori, Rembang, pada Selasa (27/09/2016) sekitar pukul 18.15 WIB. Penangkapan ini, merupakan pengembangan dari laporan masyarakat.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto menyatakan, selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa sembilan paket narkotika golongan I jenis sabu yang dimasukan dalam plastik warna bening yang juga dimasukan dalam bungkus permen Tamarin dan dimasukkan lagi dalam bungkus permen Big Babol.

“Kemudian ada juga empat buah handphone, satu unit sepeda motor, satu buah senjata tajam, tujuh permen Tamarin, satu dompet berisi uang tunai sebanyak Rp 760 ribu, satu buah KTP, satu SIM C, satu ATM BRI, satu ATM BCA, satu lembar STNK dan satu lembar bukti transfer bank,” ujarnya.

Menurutnya, saat dilakukan pemeriksaan, pelaku tidak bisa mengelak dengan barang bukti tersebut. “Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas segala upaya yang telah dilakukan oleh anggota, khususnya Sat Res Narkoba Polres Rembang dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah Kabupaten Rembang. Kami juga akan mengejar pelaku penyalahgunaan narkotika, dan sedapat mungkin akan kami tekan angka penyalahgunaan narkotika,” ungkapnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku menjalani proses hukum dan diamankan di sel tahanan Polres Rembang serta dikenakan pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) Undang – undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Editor : Kholistiono

Menteri Agama Minta Santri Tak Hanya Pintar Mengaji Tetapi juga Pintar Mengkaji

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifudin saat memberikan sambutan pada acara  Stadium General  di STAI Al Anwar Sarang Rembang, Kamis (29/09/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifudin saat memberikan sambutan pada acara Stadium General di STAI Al Anwar Sarang Rembang, Kamis (29/09/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin meminta kepada santri agar tidak hanya pintar mengaji saja, namun juga harus pintar untuk mengkaji berbagai persoalan. Baik yang mengenai duniawi ataupun tentang ilmu keagamaan.

Hal itu disampaikan Menteri Agama di hadapan santri, dalam acara Stadium General di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Anwar Sarang, Rembang pada, Kamis (29/09/2016). Hadir juga dalam kesempatan itu, KH Maimoen Zubair.

“Keberadaan pondok pesantren dan STAI Al Anwar ini bisa menjadi wadah untuk berkontribusi menciptakan generasi muda yang cerdas spiritual dan sosial. Sebab, santri dituntut untuk tidak hanya bisa mengaji saja, tapi juga bisa mengkaji. Tidak hanya bisa berdzikir tapi juga harus pintar berpikir,” ujarnya.

Menag mengakui, tantangan generasi muda ke depan akan semakin besar dan tidak mudah. Namun, dengan mental dan spiritual yang kuat, maka, diyakini generasi muda bisa menghadapi tantangan tersebut dengan maksimal.

“Sebagai lembaga keagamaan Islam, tentunya Al Anwar sudah mempunyai strategi untuk mencetak kader- kader yang taat agama, mempunyai daya saing dan cinta tanah air. Dengan adanya modal itu, tentunya santri akan bisa menentukan masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Jalan Lingkar Selatan Minim Penerangan dan Rambu

Pengguna jalan melintasi jalur lingkar selatan Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

Pengguna jalan melintasi jalur lingkar selatan Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Ternyata jalan lingkar selatan di Kudus ternyata minim penerangan. Hal ini patut diwaspadai pengguna jalan setiap kali melintasi ruas tersebut.

Salah seorang pengguna jalan, Arum Kusuma, warga Jati Wetan, Jati, Kudus mengatakan dia sangat sering melintasi jalan tersebut. Sepengetahuannya, jalannya minim penerangan.

“Lampu jalan banyak yang mati. Harusnya itu segera diganti agar pengguna jalan tetap nyaman melaju,” kata Arum kepada MuriaNewsCom, Kamis (29/9/2016).

Lampu mati di kawasan itu sudah lama terjadi. Ironisnya sampai sekarang, jalan gelap masih dibiarkan.

Selain lampu jalan, rambu lalu lintas juga kurang. Dia mencontohkan, tidak adanya petunjuk hati-hati pada tikungan tajam. Dia berharap, rambu akan ditambah untuk keselamatan pengguna jalan. Sedangkan untuk kondisi jalan, menurut dia, sudah bagus.

Sebelumnya diberitakan, di Kudus, ada dua jalur lingkar. Jalur lingkar selatan dan jalur lingkar utara. Jalur lingkar selatan sudah beroperasi, yang memanjang dari Tanggulangin-Ngembal.  Jalur ini telah sempurna lebih dulu, dibanding jalur lingkar utara Mijen-Peganjaran, yang sedang dalam penyelesaian.

Meski demikian, jalur lingkar selatan bukan berarti mulus tanpa kendala. Di ruas ini, pengendara harus berhadapan dengan medan yang sebagian besar jalan lurus. Kemudian, di beberapa sudut akan bertemu jalan bertikungan tajam.

Editor : Akrom Hazami

SMKN 1 Rembang Miliki Class Axioo Program

Bupati Rembang Abdul Hafidz ikut mengamati siswa dalam praktik mengotak atik komputer di SMKN 1 Rembang, Kamis (29/09/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bupati Rembang Abdul Hafidz ikut mengamati siswa dalam praktik mengotak atik komputer di SMKN 1 Rembang, Kamis (29/09/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – SMKN 1 Rembang terus melakukan upaya peningkatan kualitas dan mutu pendidikan. Setelah sebelumnya melakukan kerja sama dengan PT Astra Honda Motor, kini SMKN 1 Rembang menggandeng perusahaan Axioo, dengan melaunching Class Axioo Program.

Kepala SMKN 1 Rembang,Singgih Darjanto mengatakan, SMK tidak dapat dipisahkan dari dunia industri. Dirinya mengibaratkan, jika SMK dan dunia industry seperti mur dan baut. “Untuk itu, kami akan terus berupaya menggandeng perusahaan dalam peningkatan mutu dan kualitas pendidikan siswa. Salah satunya yakni Axioo, untuk pengembangan jurusan teknik komputer dan jaringan,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Rembang,H.Abdul Hafidz mengapreasi kerja sama antara SMKN 1 Rembang dengan Axioo. “Harapannya, nantinya semakin banyak SMK yang mengikuti jejak  SMKN 1 Rembang ini. Sehingga anak didik atau siswanya tidak sekadar lulus tetapi memiliki skill yang mumpuni dan langsung diterima di dunia kerja,” harapnya.

Menurutnya, ke depan kompetisi akan semakin berat. Pun demikian, presiden telah menyampaikan negara Indonesia masih berada di urutan antara sembilan atau sepuluh dari bawah tentang prestasi pendidikan. Salah satu penyebabnya yakni masalah komunikasi, dalam hal ini IT.

Katanya, IT merupakan sebuah sarana yang mampu untuk menjawab tantangan zaman. Suatu bangsa kemajuannya bisa diketahui dan diukur dari kemajuan IT-nya. “Pemkab dalam memajukan pendidikan yakni siswa berprestasi akan kami back up pembiayaannya sampai ke perguruan tinggi. Sepanjang di Indonesia, kuliahnya akan kami biayai. Dengan program tersebut, harapannya banyak siswa yang terpacu untuk giat belajar,”ujarnya.

Sementara itu Direktur Axioo Class Program, Timmy Theopelus mengungkapkan, kenapa perusahaannya menjalin kerja sama dengan SMK, karena dengan mendidik  melalui kurikulum yang disinkronkan dengan kebutuhan Axioo, maka Axioo akan lebih mudah mendapatkan karyawan saat ada lulusam dari SMK.

Selain itu, dirinya juga mengakui bahwa selama ini masih sulit mencari tenaga kerja yang berkompeten sesuai kebutuhan. “Sebab  selama ini kurikulum sekolah jauh berbeda dengan yang dibutuhkan Axioo atau kita. Oleh sebab itu, kita saling bekerja sama dengan sekolah kejuruan,” ujarnya.

Dia menambahkan, melalui kerjasama ini perusahaan berbasis teknologi ini juga bisa menghemat pengeluaran. Terlebih dibandingkan dengan perusahaan mengikuti bursa kerja dengam cara memasang iklan loker di media maupun merekrut karyawan yang belum memiliki keahlian, keterampilan dan lainnya. “Sehingga, ketika penerimaan karyawan baru, perusahan itu harus melatih berbulan-bulan dengan risiko, setelah pintar mereka akan  pindah ke perusahaan lain,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Bakal Paslon Bupati Jepara Puji Kerja KPU

Jajaran KPU Jepara saat melakukan persiapan Pilkada 2016. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Jajaran KPU Jepara saat melakukan persiapan Pilkada 2016. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada Jepara 2017percaya penuh pada komisi pemilihan umum (KPU) Jepara. Terutama pada proses dan tahapan yang harus dilalui menuju pelaksanaan Pilkada mendatang.

Bakal calon Bupati Jepara Subroto mengatakan, KPU merupakan lembaga yang dipercaya negara untuk menyelenggarakan pemilu. Dalam pelaksanaannya, mereka memiliki aturan yang jelas dalam undang-undang dan memiliki detail pelaksanaan melalui PKPU.

“Kami siap melaksanakan semua tahapan yang harus dilalui. Soal mekanisme dan yang lainnya, kami mengikuti aturan saja,” ujar Subroto kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, berkait dengan kebijakan yang diambil KPU terutama soal jadwal dan lain sebagainya. Pihaknya meyakini itu dilakukan sesuai prosedur. Pada pelaksanaan pilkada ini, KPU tidak mungkin seenaknya sendiri apalagi ada pengawas khusus yakni Panwaslu maupun publik secara langsung.

Hal senada juga disampaikan bakal calon wakil Bupati dari kubu berbeda, Dian Kristiandi. Menurutnya, pola kerja KPU telah diatur sedemikian rupa. Apalagi dalam pilkada ini dilakukan serentak di berbagai daerah. Sehingga pihaknya cukup percaya dengan tahapan-tahapan yang harus dan dilaksanakan baik oleh KPU maupun di pihak bakal paslon.

“Saya kira KPU sudah memikirkan juga bagaimana baiknya. Kerja mereka sudah diatur oleh undang-undang maupun yang lainnya sedemikian detailnya,” katanya.

Sementara itu, salah satu komisioner KPU Jepara Anik Sholihatun mengatakan, justru dengan diundurnya pengumuman hasil tes kesehatan dan verifikasi persyaratan bakal paslon. Maka dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi pihak bakal paslon dalam masa perbaikan.

“Kalau diumumkan pada hari Jumat, mereka hanya memiliki hari produktif satu hari yakni Senin. Tetapi kalau diumumkan hari Sabtu, mereka memiliki waktu produktif di hari Senin-Selasa. Sebab masa perbaikan hanya tiga hari setelah diumumkannya hasil tes dan verifikasi itu,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

KPU Beri Kesempatan Parpol Cabut Dukungannya untuk Haryanto-Arifin dan Usung Calon Lain

Komisioner KPU Pati mengundang pimpinan parpol di Pati untuk menyosialisasikan Surat Edaran KPU RI Nomor 533/IX/2016, Kamis (29/09/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Komisioner KPU Pati mengundang pimpinan parpol di Pati untuk menyosialisasikan Surat Edaran KPU RI Nomor 533/IX/2016, Kamis (29/09/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Partai politik di Pati diberikan kesempatan untuk mengusung calon lain, selain paslon Haryanto-Saiful Arifin. Hal itu dikatakan Ketua KPU Kabupaten Pati Much Nasich, Kamis (29/09/2016).

Kesempatan itu diberikan, sesuai dengan Surat Edaran KPU RI Nomor 533/IX/2016 tentang Perpanjangan Masa Pendaftaran Pasangan Calon dalam Pilkada Tahun 2017 yang turun pada 27 September 2016. “Dalam surat edaran itu dijelaskan, mekanisme paslon satu calon tunggal ketika dilakukan penutupan pada 23 September 2016, kita diminta untuk memperpanjang,” ujar Nasich.

Akibat turunnya surat edaran tersebut, KPU Pati akan memperpanjang pendaftaran Paslon Bupati dan Wakil Bupati Pati selama tiga hari, yakni 2-4 Oktober 2016. Sesuai dengan surat edaran dalam poin 2A, parpol diberi kesempatan untuk mencabut dukungannya kepada calon tunggal dan mengusung calon lain.

Hal itu diharapkan untuk menghindari adanya calon tunggal pada Pilkada Pati 2017. Namun, Nasich mengaku bila semua keputusan ada di tangan parpol. Kendati diberi kesempatan, bila parpol tidak mau mencabut, pesta demokrasi dengan calon tunggal tetap akan dihelat.

“Setelah surat edaran ini turun, penetapan penundaan dilakukan pada 28 September, sosialisasi dilakukan pada 29 September sampai 1 Oktober dan perpanjangan pendaftaran pada 2-4 Oktober. Kita hanya menjalankan aturan dari KPU RI,” tutur Nasich.

Dengan demikian, Pilkada Pati 2017 belum bisa dipastikan akan berlangsung dengan calon tunggal atau tidak. Sebab, parpol diberikan kesempatan untuk mencabut dukungannya kepada paslon tunggal dan membentuk koalisi baru. Koalisi baru pengusung calon lain tersebut harus memiiki kursi setidaknya 20 persen di DPRD Pati.

Editor : Kholistiono

Polisi Panjat Tembok Gara-gara Bau Arak

Polisi menyita miras dari warga, di Kecamatan Jati, Kudus, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Polisi menyita miras dari warga, di Kecamatan Jati, Kudus, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kapolsek Jati AKP Catur Kusuma Adhi mengatakan, 11 jeriken berisi arak putih yang diamankan polisi diperoleh dengan cara tak mudah.

Dia menceritakan, awalnya petugas tidak menemukan adanya miras di kediaman Sujak (50), warga Desa Getas,Pejaten RT 2 RW 2. Namun keyakinan petugas membuahkan hasil, yakni setelah memanjat tembok tetangga, ditemukan 11 jeriken.

“Pemilik juga berdalih kalau bau yang muncul adalah bau tape busuk. Tapi petugas tidak bisa dikelabui dan terus mencari barang haram tersebut,” katanya kepada MuriaNewsCom, Kamis (29/9/2016).

Pemilik dianggap cerdik menyembunyikan miras tersebut karena cara menyimpannya yang tidak biasa. Terlebih, tempat menyimpan arak putih itu di ujung kolam yang tersembunyi.

Berdasarkan data kepolisian, pemilik bukanlah target awal operasi. Namun dengan laporan warga, maka penindakan dilakukan. Pemilik juga selama bertahun-tahun aman dari penindakan lantaran caranya menyimpan yang cerdik.

Keterangan pemilik kepada polisi, arak putih itu nantinya akan diedarkan ke Kecamatan Jati. Barang diambil dari Purwodadi. Polsek Jati mengamankan ratusan botol miras dari rumah warga di Desa Getas Pejaten, Jati, Kudus, Rabu (28/9/2016) sore. Miras itu menjadi barang bukti dan nantinya akan dimusnahkan

Editor : Akrom Hazami

Mendesak Dilakukan Penanganan, Jalan Longsor di Kelurahan Kunden Grobogan Sudah Sebabkan Rumah Warga Roboh

Seorang warga (kanan) menunjukkan lokasi rumah warga di Kelurahan Kunden yang roboh akibat bencana longsor, Kamis (29/09/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Seorang warga (kanan) menunjukkan lokasi rumah warga di Kelurahan Kunden yang roboh akibat bencana longsor, Kamis (29/09/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Sejumlah warga di Kelurahan Kunden, Kecamatan Wirosari,Grobogan meminta agar penanganan bencana longsor yang menimpa ruas jalan Nusa Indah segera dikerjakan. Sebab, longsoran jalan itu kondisinya makin parah.

Bahkan, akibat longsoran ini sempat menyebabkan dua rumah yang ada di situ roboh pada Rabu (28/09/2016). Dua rumah yang roboh tersebut milik Witono (57) dan Siti Rohmah (76), warga setempat.

Robohnya rumah tersebut disebabkan tanah di bawah bangunan terkikis derasnya air sungai Tirta yang ada di samping ruas jalan tersebut. Dua rumah yang roboh ini posisinya memang berdekatan dengan pinggiran sungai.

“Longsornya jalan ini bikin repot sekali. Kami berharap, bencana longsor ini bisa ditangani lebih serius. Sebab, longsornya ruas jalan ini sudah berlangsung lama,” kata Teguh, warga setempat.

Seperti diketahui, peristiwa longsornya ruas jalan Nusa Indah Kelurahan Kunden itu terjadi 26 April 2014 lalu. Peristiwa ini menyebabkan lima rumah warga retak dan satu rumah lainnya terpaksa dirobohkan pemiliknya karena khawatir ikut longsor ke dalam sungai yang ada di sebelahnya.

Akibat peristiwa ini, jalan penghubung ke beberapa desa tersebut putus total dan menyebabkan warga harus mencari jalur alternatif dengan jarak tempuh yang lebih jauh.

Jalan longsor sepanjang 30 meter dengan kedalaman sekitar sembilan meter itu sebelumnya sudah pernah diuruk dan dibuatkan talud di pinggir sungai. Namun, tanah yang dipakai menguruk jalan longsor itu tidak berselang lama kembali amblas.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Grobogan Agus Sulaksono ketika dimintai tanggapannya mengatakan, ada beberapa kendala yang dihadapi dalam penanganan longsor di Kelurahan Kunden. Antara lain, status jalan tersebut milik Pemprov Jateng.

Kemudian, kendala lainnya adalah soal dana besar yang diperlukan untuk mengatasi longsoran itu. Terutama, jika melakukan upaya penyodetan sungai dan merelokasi rumah warga yang terdampak bencana.

“Kita sudah mulai koordinasi dengan berbagai pihak untuk menuntaskan bencana longsor di sana. Termasuk dengan pihak Pemprov Jateng. Kita berharap bisa segera ditangani. Dalam kasus longsoran ini, kita hanya menangani masalah kedaruratan saja,” katanya.

Editor : Kholistiono

Batman Ternyata Paham Akan Manfaat Dana Cukai, Lho

Batman menjelaskan Permenkeu Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Perbup Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Batman menjelaskan Permenkeu Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Perbup Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

MuriaNewsCom, Kudus – Superhero seperti Batman, ternyata memahami benar bahwa Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus, memiliki manfaat yang sangat besar demi kesejahteraan warga.

Tidak percaya? Lihat saja video cukai yang dibuat Bagian Humas Setda Kudus ini. Di video ini ada cerita bagaimana Batman menangkap pelaku pencurian pita cukai ilegal. Dengan kostumnya yang sangat khas itu, apa yang dilakukan Batman dalam video tersebut, memang lucu dan menyenangkan.

Film ini sendiri adalah sebagian dari beberapa film yang dibuat Bagian Humas Setda Kudus, sebagai bentuk sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau. Termasuk juga sosialisasi Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Nah, Batman dalam film ini tugasnya adalah menangkap mereka yang menyalahgunakan pita cukai ilegal. Pasalnya, penyalahgunaan pita cukai ilegal, akan merugikan banyak pihak. Bukan saja pemerintah, tetapi juga warga masyarakat yang merupakan sasaran dari diterima dana cukai di Kudus ini.

Coba saja lihat aksi Batman di video ini. Selain bisa tertawa melihat bagaimana aksinya memberantas pelaku peredaran pita cukai ilegal, Batman juga mengajarkan bahwa dana cukai sangat penting, karena bisa menyejahterakan masyarakat Kudus. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

Kalahkan Rajawali, TJB Elektrik Masuk Final

Tim voli TJB Elektrik akhirnya bisa mengalahkan Rajawali di babak semifinal Patriot Cup 1 di Desa Bondo, Bangsri, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Tim voli TJB Elektrik akhirnya bisa mengalahkan Rajawali di babak semifinal Patriot Cup 1 di Desa Bondo, Bangsri, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Tim bola voli TJB Elektrik berhasil mengalahkan Rajawali dalam babak semifinal turnamen Patriot Cup I di Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, Jepara. Dari kemenangan tersebut, TJB Elektrik berhak masuk ke babak final pada turnamen yang disponsori Sukun Spirit of Sport itu.

TJB Elektrik tersebut menang dari Rajawali dengan skor 3-1. Tim dari PLTU Tanjung Jati B tersebut memang menjadi salah satu tim unggulan pada turnamen tersebut. Sebab, TJB Elektrik memiliki beberapa pemain yang mempunyai kemampuan di atas rata-rata.

Terbukti, sejak awal turnamen digelar, TJB Elektrik melenggang dengan mudah. Tim yang satu ini mampu mengalahkan lawan-lawannya dengan cukup baik. Seperti di awal menaklukkan PDAM Jepara, kemudian mengalahkan tim unggulan lainnya Gabsty dan terakhir mengalahkan Rajawali, Rabu (28/9/2016) malam.

Khusus melawan Rajawali, kekuatan TJB Elektrik memang cukup tangguh. Serangan yang dilakukan sangat tajam. Smash keras yang dilakukan pemain tak mampu diamankan pemain lawan. Di sisi lain, saat bertahan juga cukup baik. Sejumlah serangan dari pemain lain berhasil diblok dengan baik.

“Hasil dari pertandingan ini membawa TJB Elektrik masuk ke final. Di partai final, TJB Elektrik akan menghadapi Artha Yapi, yang sebelumnya sudah memastikan lolos,” ujar salah satu panitia penylenggara, Purwanto kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, sebelum partai final digelar, akan digelar terlebih dahulu pertandingan untuk memperebutkan peringkat ketiga. Yakni Victoris melawan Rajawali pada Jumat (30/9/2016) malam. Kemudian, partai final akan digelar pada Sabtu (1/10/2016) malam. “Khusus Kamis (29/9/2016) malam diliburkan dulu. Besok baru digelar perebutan peringkat ketiga,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Jalur Lingkar Selatan Kudus Bikin Waspada

truk-1

Kendaraan melintas di jalan lingkar selatan di wilayah Jati, Kabupaten Kudus, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Di Kudus, ada jalur lingkar lyang sudah beroperasi. Yakni jalur lingkar selatan yang memanjang dari Tanggulangin-Ngembal.  Jalur ini telah sempurna lebih dulu, dibanding jalur lingkar utara Mijen-Peganjaran, yang sedang dalam penyelesaian.

Meski demikian, jalur lingkar selatan bukan berarti mulus tanpa kendala. Di ruas ini, pengendara harus berhadapan dengan medan yang sebagian besar jalan lurus. Kemudian, di beberapa sudut akan bertemu jalan bertikungan tajam.

Kanit Laka Polres Kudus Ipda Tricipto mengatakan, jalur lingkar selatan masuk dalam kategori jalan yang membosankan. Pengguna jalan sering dilanda kantuk. Kondisi demikian jelas menyebabkan adanya kecelakaan.

“Jadi untuk Lingkar selatan, khususnya mulai Lingkar sampai dengan ruas Kencing, jalannya sangat mulus. Namum kurang dengan adanya pemandangan, sehingga membuat pengguna jalan itu mengantuk akibat jenuh,” katanya, Kamis (29/9/2016).

Menurutnya, faktor manusia jelas mempengaruhi terjadinya laka lantas. Ditambah lagi, saat musim hujan tiba, permukaan jalan menjadi licin.

Berdasarkan data yang dimiliknya, selama sepekan ini  ada tiga laka lantas di sepanjang jalur lingkar selatan. Hal itu karena faktor cuaca dan kelalaian manusia.

Sedangkan untuk titik jalan lingkar Kencing ke Jetak, kata dia, kondisinya tidak begitu membahayakan. Hal itu dilihat dari jumlah laka yang minim. Bahkan sepekan terakhir tidak ada. Di sana, juga lebih banyak pemandangan alam dan juga perkampungan. Hal itu membuat pengguna jalan lebih nyaman saat berkendara.

“Kalau soal lampu jalan dan rambu sudah cukup. Bahkan rambu cukup banyak guna memperingatkan pengguna jalan untuk lebih hati hati lagi,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Menteri Agama Dukung Pengembangan Pesantren di Pati

Pengasuh Ma'had Aly Maslakul Huda Abdul Gofar Rozin (kiri) memberikan kenang-kenangan kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, usai peresmian Ma'had Aly, Kamis (29/09/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pengasuh Ma’had Aly Maslakul Huda Abdul Gofar Rozin (kiri) memberikan kenang-kenangan kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, usai peresmian Ma’had Aly, Kamis (29/09/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin mengaku akan selalu memberikan dukungan sepenuhnya terhadap upaya pengembangan pondok pesantren di Kabupaten Pati. Hal itu dikatakan Lukman, usai meresmikan Ma’had Aly Maslakul Huda, Kajen, Margoyoso, Pati, Kamis (29/092016).

Dia mengatakan, agama harus membumi dan menjawab tantangan kebutuhan zaman. Ma’had Aly yang menjadi program pemerintah menjadi upaya untuk mengakomodasi tradisi pesantren dalam memperdalam ilmu-ilmu keislaman supaya bisa terjaga dengan baik.

Di Indonesia, hanya ada 13 Ma’had Aly. Salah satunya, Ma’had Aly Maslakul Huda Pati. Kehadiran Ma’had Aly diharapkan bisa menjawab tantangan kebutuhan ke depan yang semakin kompleks, sekaligus mencetak ulama-ulama terbaik masa depan.

“Dari 13 Ma’had Aly, masing-masing hanya memiliki satu program studi. Itu tujuannya supaya fokus dan benar-benar menjadi rujukan studi Islam. Di Ma’had Aly Maslakul Huda, program studinya fiqh dan ushul fiqh. 12 Ma’had Aly lainnya di Indonesia, ada yang membuka program studi Alquran, Hadis, Tasawuf, dan lain sebagainya,” kata Lukman.

Di lembaga perguruan tinggi, dia membaginya menjadi tiga, yaitu ilmu umum murni, ilmu keislaman murni, dan ilmu yang mengoneksikan ilmu Islam dan umum. Ma’had Aly akan konsentrasi pada program studi ilmu keislaman murni dan lembaga paling otoritatif di bidang pengembangan ilmu Islam murni.

Pengasuh Ma’had Aly Maslakul Huda Abdul Gofar Rozin menuturkan, Ma’had Aly akan menjadi pioner untuk mewujudkan Islam yang rahmatan lil alami, agama yang memberikan rahmat kepada alam semesta. Dari Ma’had Aly, kata Gus Rozin, ulama-ulama masa depan akan diproduksi untuk menjawab tantangan kebutuhan zaman.

Usai seminar dan peresmian Ma’had Aly Maslakul Huda, Menag dan rombongan menggelar rangkaian ziarah di Makam KH Sahal Mahfudh dan Makam Syekh Ahmad Mutamakkin. Setelah dari Pati, Menag juga akan meresmikan Ma’had Aly PP Iqna Ath-Thalibin, Pesantren Al Anwar Sarang, Rembang.

Editor : Kholistiono

Akibat Gadget, Anak di Bawah Umur Minta Nikah di Jepara

vector-gadget-anake-1

MuriaNewsCom, Jepara – Angka permohonan dispensasi nikah anak di bawah umur di Kabupaten Jepara tergolong tinggi. Dari Januari hingga September 2016 ini saja sudah ada 90 kasus. Usut punya usut, ternyata keberadaan gadget (gawai) juga mempengaruhi tingginya angka tersebut. Melalui gawai, pergaulan semakin bebas dan berujung pada hamil.

Ketua Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Jepara Abdul Malik mengemukakan, pihaknya banyak menerima permohonan dispensasi nikah. Diketahui bahwa alasan utama permohonan tersebut adalah karena hamil duluan.

“Sering terjadi yang perempuan menutupi perutnya dengan menggunakan jaket. Tetapi saat kami minta untuk membuka jaket kelihatan perutnya sudah besar,” ujar Malik kepada MuriaNewsCom, Kamis (29/9/2016)

Menurutnya, lantaran alasan tersebut, pihaknya mengaku terpaksa mengabulkan dan mempermudah pemberian dispensasi nikah tersebut. Sebab, alasan hamil duluan itu merupakan alasan yang darurat.

“Kami dengan sangat terpaksa banyak mengabulkan permohonan dispensasi nikah karena alasan darurat yakni sudah hamil. Bukan apa-apa, agar masyarakat Jepara juga lebih sadar hukum. Diyakini di luar data yang masuk di kami masih banyak yang tidak dilakukan proses secara hukum,” jelasnya.

Ia menambahkan, dari beberapa kasus yang ia tangani secara pribadi memang penyebab utama kasus hamil duluan adalah karena pergaulan. Apalagi saat ini era gawai yang mempermudah akses anak untuk bergaul secara bebas di dunia maya.

“Gadget itu dampaknya sangat luar biasa. Banyak anak yang terpengaruh oleh pergaulan. Awalnya kontak lewat gadget, dan dunia maya lalu saat ketemu melakukan hal-hal dilarang agama hingga lama-lama terjadi kecelakaan,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Polisi Bekuk 4 Penjudi Cap Ji Kia di Grobogan

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Grobogan – Aparat Polres Grobogan meringkus empat orang yang kedapatan terlibat dalam masalah perjudian jenis cap ji kia, pada Kamis (29/09/2016). Mereka ditangkap saat bertransaksi judi di sebuah pangkalan ojek di Desa Jeketro, Kecamatan Gubug.

Dari keempat pelaku ini, dua di antaranya merupakan penjual atau lebih dikenal dengan sebutan penambang. Yakni, Tri Bagas Samudra (27) dan Andi Hartanto (37). Keduanya merupakan warga Desa Pilang Wetan, Kecamatan Kebonagung, Demak.

Dua orang lainnya yang ikut ditangkap merupakan pembeli. Yakni, Suwarno (42), warga Desa Ginggangtani, Kecamatan Gubug dan Masdi (49), warga Desa Jeketro, Kecamatan Gubug.

Bersama pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti perjudian. Antara lain, uang tunai Rp 706 ribu yang merupakan omzet penjualan cap ji kia putaran keempat.

Selain itu, petugas juga mengamankan kupon rekapan judi, satu set karbon, alat tulis, tas kecil, dan dua unit HP. Kemudian, beberapa lembar ramalan judi cap ji kia ‘Eyang Soemoe’ juga disita sebagai barang bukti perjudian.

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agung Ariyanto menyatakan, penangkapan pelaku perjudian itu berkat adanya informasi dari masyarakat. Di mana, ada masyarakat yang menyebutkan jika di pangkalan ojek tersebut sejak beberapa waktu terakhir dipakai untuk bertransaksi judi.

“Dari informasi ini, kita kemudian menugaskan anggota untuk memantau lokasi tersebut selama beberapa hari. Dari pantauan yang kita lakukan, informasi masyarakat tersebut benar adanya dan akhirnya pelaku perjudian berhasil kita amankan berikut barang buktinya. Kasus ini masih kita kembangkan lebih lanjut,”  kata Agung pada wartawan.

Para pelaku perjudian itu selanjutnya akan dijerat dengan pasal 303 KUHP tentang tindak pidana perjudian. Jika nantinya terbukti, pelaku bisa terancam hukuman paling lama hingga 10 tahun.

Editor : Kholistiono

Pengumuman Hasil Tes Kesehatan Bakal Paslon Bupati Jepara Diundur

Ketua KPU Jepara M Haidar Fitri saat memberikan konferensi pers soal jadwal pengumuman hasil tes kesehatan bakal pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Ketua KPU Jepara M Haidar Fitri saat memberikan konferensi pers soal jadwal pengumuman hasil tes kesehatan bakal pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara –  Jadwal pengumuman hasil tes kesehatan bakal pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Jepara diundur. Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara menjadwalkan pengumuman dilakukan pada Jumat (30/9/2016), namun diundur pada Sabtu (1/10/2016).

Hal itu seperti yang disampaikan Ketua KPU Jepara M Haidar Fitri didampingi empat komisioner KPU Jepara lainnya, saat konferensi pers di kantor KPU Jepara, Kamis (29/9/2016).

Menurut Haidar, setelah menerima pendaftaran dua bakal paslon, KPU Jepara melanjutkan dengan tahapan pemeriksaan kesehatan jasmani, rohani dan pemeriksaan bebas penyalahgunaan narkotika. Hasil pemeriksaan sudah disampaikan oleh tim pemeriksa kesehatan dari RSUD RA Kartini ke KPU Jepara pada Rabu, (28/9/2016).

“Hasil pemeriksaan kesehatan akan diumumkan bersama dengan pengumuman penelitian syarat calon dan syarat pencalonan. Pengumuman akan kami laksanakan pada Sabtu (1/10/2016),” ujar Haidar.

Menurutnya, pemilihan tanggal 1 Oktober 2016 untuk mengumumkan hasil tes kesehatan dan hasil penelitian syarat calon karena untuk memberi kesempatan bagi bakal paslon agar dapat memanfaatkan kesempatan waktu tiga hari dalam penyerahan perbaikan. Dengan tanggal tersebut yang kebetulan hari Sabtu, maka bakal paslon masih memiliki kesempatan untuk melakukan perbaikan sampai Selasa (4/10/2016).

“Jika kami laksanakan pengumuman pada Jumat, maka bakal paslon hanya memiliki waktu produktif di hari Senin saja. Sebab, Sabtu dan Minggu instansi di Jepara libur. Itu mengantisipasi jika ada perbaikan yang menyangkut instansi tertentu,” terang Haidar.

Ia mengemukakan, KPU Jepara juga telah melaksanakan tahapan penelitian syarat calon. Sebagaimana diatur di dalam PKPU RI Nomo 7 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan KPU RI Nomor 3 Tahun 2016 tentang Tahapan, Progam dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2017, tahapan penelitian syarat calon ini mulai tanggal 23 sampai 29 September 2016.

Editor : Akrom Hazami

Ratusan Botol Miras Diamankan dari Rumah Warga di Getas Pejaten Kudus

Polisi menunjukkan ratusan botol miras di Mapolsek Jati, Kudus, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Polisi menunjukkan ratusan botol miras di Mapolsek Jati, Kudus, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Polsek Jati mengamankan ratusan botol miras dari rumah warga di Desa Getas Pejaten, Jati, Kudus, Rabu (28/9/2016) sore. Miras itu menjadi barang bukti dan nantinya akan dimusnahkan.

Kapolsek Jati, AKP Catur Kusuma Adhi mengatakan, pihaknya mengamankan ratusan botol miras. Itu dilakukan saat menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat). Dalam kegiatan, polisi menyita miras dari dua titik.

“Pertama, di rumah bapak Bambang (50) warga Desa Getas Pejaten , RT 8 RW 1, Kecamatan Jati. Polisi berhasil mengamankan miras. Yakni 27 botol miras arak putih, 19 botol miras jenis Vodca. 29 botol bir, 60 botol merek congyang, 41 anggur merah dan sembilan bir hitam,” paparnya, kepada wartawan, Kamis (29/9/2016).

Sedangkan di lokasi berikutnya, di rumah Sujak (50), warga Desa Getas Pejaten RT 2 RW 2, petugas malah dikejutkan dengan penemuan 11 jeriken miras jenis arak putih. Barang tersebut tersimpan rapi dalam rumah tersebut.

Menurutnya, jumlah jeriken sebelumnya 13 buah, namun yang dua sudah kosong. Dan berdasarkan pengakuan pemilik, yang satu jeriken sudah bocor, sehingga baunya tercium petugas saat melakukan operasi.

“Ini adalah penindakan yang besar. Itu info berdasarkan informasi masyarakat. Kami melakukan penindakan operasi pekat ini. Nantinya, ke depan akan lebih digiatkan lagi berupa kegiatan operasi semacam ini,” ujarnya.

Pelaku kini diproses secara hukum dengan hukuman tipiring. Dengan melanggar perda Peraturan Daerah (Perda) nomor 12/2004 tentang minuman beralkohol. Ancamannya denda maksimal Rp 5 juta dan kurungan tiga bulan.

Editor : Akrom Hazami

Pemkab Grobogan Siapkan Perbup Pengembangan Destinasi Pariwisata

Asisten II Pemkab Grobogan Dasuki saat membuka Lokakarya Pembahasan Draf Perbup Pengembangan Destinasi Pariwisata yang dilangsungkan di Gedung Riptaloka, Kamis (29/09/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Asisten II Pemkab Grobogan Dasuki saat membuka Lokakarya Pembahasan Draf Perbup Pengembangan Destinasi Pariwisata yang dilangsungkan di Gedung Riptaloka, Kamis (29/09/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Pemkab Grobogan melakukan upaya lebih lanjut dalam rangka pengembangan destinasi pariwisata. Yakni, menyiapkan sebuah peraturan bupati (perbup) sebagai acuan khusus untuk memaksimalkan potensi pariwisata yang dimiliki.

“Sebelum mengembangkan pariwisata lebih lanjut, pedomannya harus kita siapkan dulu. Dengan adanya pedoman berupa perbup, maka upaya pengembangan destinasi pariwisata akan bisa lebih mudah dilakukan,” kata Asisten II Pemkab Grobogan Dasuki saat membuka Lokakarya Pembahasan Draf Perbup Pengembangan Destinasi Pariwisata yang dilangsungkan di Gedung Riptaloka, Kamis (29/09/2016).

Menurut Dasuki, melalui lokakarya tersebut diharapkan bisa mendapat masukan dari berbagai pihak dalam penyempurnaan draf yang sudah disiapkan. Oleh sebab itu, berbagai pihak terkait sengaja diundang dalam lokakarya tersebut. Di antaranya, dari pihak Perhutani, sejumlah kepala desa, dinas instansi terkait, komunitas wisata hingga pemilik biro perjalanan wisata. Di samping itu, dihadirkan pula pejabat dari Disbudpar Jawa Tengah dan praktisi pariwisata.

Dalam kesempatan itu, Dasuki juga sempat menyinggung soal rencana Pemkab Grobogan untuk menjadikan Desa Tarub di Kecamatan Tawangharjo, dan Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus sebagai desa wisata. Rencana tersebut dinilai cukup beralasan karena dua desa itu punya potensi bidang pariwisata.

Untuk Desa Tarub misalnya, punya potensi wisata religi karena di situ ada makam tokoh terkenal Ki Ageng Tarub atau semasa mudanya dikenal dengan nama Jaka Tarub.

Selain wisata religi, di desa ini juga punya potensi agrowisata. Sebab, tidak jauh dari lokasi makam tersebut ada perkebunan belimbing yang cukup luas milik warga setempat.

“Selama ini, peziarah yang datang ke makam Ki Ageng Tarub maupun ke lokasi agrowisata di situ sudah cukup banyak. Nantinya, potensi ini akan kita kembangkan lebih lanjut agar pengunjung makin bertambah,” kata mantan Plt Kadisporabudpar tersebut.

Sedangkan potensi di Desa Banjarejo adalah wisata cagar budaya dan purbakala. Hal ini seiring sudah banyaknya penemuan benda cagar budaya masa lampau dan fosil binatang purba yang usianya jutaan tahun.

Sejak dua tahun terakhir, nama Banjarejo memang sudah dikenal banyak orang lantaran penemuan aneka benda kuno tersebut. Indikasinya, sejak dua tahun terakhir, sudah ada ribuan pengunjung yang datang ke sana untuk melihat penemuan benda bersejarah yang tersimpan di rumah Kades Banjarejo Ahmad Taufik.

“Potensi wisata cagar budaya di Banjarejo ini sangat luar biasa. Sebab, dari keterangan para ahli, ada banyak peradaban yang pernah hidup di situ. Oleh sebab itu, potensi ini juga layak kita kembangkan,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

Tokoh Senior PDI Perjuangan Ini Sebut Parpol di Pati Gagal Cetak Kader Berkualitas

Politisi senior PDI-P, Tasiman saat memberikan tanggapan soal calon tunggal Pilkada Pati 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Politisi senior PDI-P, Tasiman saat memberikan tanggapan soal calon tunggal Pilkada Pati 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Fenomena calon tunggal pada Pilkada Pati 2017 mendapatkan sorotan publik. Bahkan, seorang politisi senior dari PDI Perjuangan yang pernah menjabat Bupati Pati selama dua periode, Tasiman “berkicau” soal calon tunggal.

“Saya sebetulnya malu. Kenapa parpol tidak ada yang bisa membuka calon lain, selain Haryanto-Arifin. Kenapa parpol malah mendukung semua? Calon tunggal menjadi indikasi parpol di Pati gagal melakukan pendidikan politik kepada kadernya, termasuk PDI Perjuangan. Kok sekadar ikut-ikutan, tidak berani tampil dari kader sendiri,” ucap Tasiman saat berbincang dengan MuriaNewsCom.

Fenomena calon tunggal di Pati disebut-sebut Tasiman sebagai sebuah kemunduran pesat parpol yang ada di Pati. Pasalnya, hal itu menjadi indikasi tidak ada kader partai yang berkualitas, sehingga berbondong-bondong mengusung Haryanto-Arifin.

“Coba turun ke lapangan. Ketemu dengan kader di bawah dan masyarakat. Tampung aspirasi dari masyarakat. Dengan membaur dan menyatu dengan masyarakat, mesti tokoh partai akan dikenal warga. Dengan begitu, bila ada pilkada, mereka siap tampil di depan, bukan sukanya ikut-ikutan,” kata Tasiman.

Ditanya soal apakah Tasiman sebetulnya kecewa dengan keputusan PDI-P karena mengusung Haryanto-Arifin, dia mengelak. Tasiman masih mengaku sebagai orang internal PDI-P yang patuh pada apa yang sudah menjadi keputusan PDI-P.

Dia hanya menyayangkan, tidak ada kader partai yang mau maju dan tampil sebagai pemimpin. Hal itu yang kemudian membuat Tasiman berkesimpulan, pendidikan politik yang dilakukan parpol di Pati gagal membentuk kader berkualitas untuk tampil sebagai pemimpin.

Editor : Kholistiono

Ada Anak Usia 14 Tahun di Jepara Kebelet Nikah

nikah-dini-e

MuriaNewsCom, Jepara – Kondisi yang memprihatinkan terjadi di Kabupaten Jepara. Angka anak di bawah umur yang minta dispensasi untuk nikah cukup tinggi. Parahnya, ada anak yang berusia kurang dari 14 tahun yang sudah minta dispensasi nikah tersbut.

Hal itu seperti yang dikatakan Ketua Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Jepara, Abdul Malik. Menurutnya, sejak Januari hingga September ini sudah ada sekitar 90 permohonan dispensasi nikah yang diterima.

“Permohonan dispensasi nikah di Jepara memang cukup tinggi. Yang cukup memprihatinkan, usia mereka masih sangat remaja, bahkan ada yang di bawah 14 tahun,” kata Malik kepada MuriaNewsCom, Kamis (29/9/2016).

Menurutnya, hampir semua permohonan dispensasi nikah dikabulkan oleh hakim pengadilan agama. Sebab, semua permohonan itu dilatar belakangi oleh kasus hubungan gelap.

“Kami tidak mempersulit proses memberikan dispensasi itu karena demi kesadaran hukum bagi masyarakat. Sebab diyakini masih banyak kasus seperti itu yang tanpa melalui proses hukum di pengadilan,” terangnya.

Ia menambahkan, angka permohonhan dispensasi nikah di bawah umur tersebut paling banyak berasal dari wilayah Jepara utara. Meski begitu, ada beberapa kasus yang berasal dari wilayah Jepara selatan bahkan tengah.

Editor : Akrom Hazami

Wujudkan Desa Bebas Perilaku BAB Sembarangan, PKK Kadiwono Bikin Program Jambanisasi

 Katua PKK Desa Kadiwono  Ana Rini Wiharjati (tengah) bersama anggota PKK setempat meninjau jamban milik dari Rasminah (jilbab putih) warga desa setempat (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Katua PKK Desa Kadiwono Ana Rini Wiharjati (tengah) bersama anggota PKK setempat meninjau jamban milik dari Rasminah (jilbab putih) warga desa setempat (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Untuk mewujudkan percepatan desa bebas dari perilaku buang air besar sembarangan atau open defecation free (ODF), PKK Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu, Rembang, membuat program jambanisasi.

Program tersebut menyasar kepada keluarga pra sejahtera, yang hingga kini belum memiliki jamban.Ditargetkan, pada 2017 mendatang, desa tersebut sudah terbebas dari perilaku buang besar sembarangan, sesuai dengan program pemerintah.

“Harus diakui, bahwa masyarakat di Desa Kadiwono ini memang masih banyak yang buang air besar sembarangan. Baik itu di semak, di atas sungai dan lain sebagainya. Sehingga, ketika kemarau baunya kemana-mana,” ujar Ana Rini Wiharjati, Ketua PKK Desa Kadiwono.

Menurutnya, hingga Agustus 2016 lalu, dari 337 KK yang ada di desa tersebut, 60 di antaranya masih belum memiliki jamban. Sehingga, pihaknya mengajukan usulan ke pihak desa untuk pengadaan jamban. Namun, mengingat jumlahnya yang cukup banyak, hal itu tidak dapat terwujud secara serentak.

Kemudian, katanya, pihaknya juga mengajukan usulan bantuan pengadaan jamban ke PT Semen Indonesia. Mengingat, desa tersebut merupakan salah satu desa yang berada di wilayah ring 1 pabrik Semen Indonesia di Rembang.

Setidaknya, hingga kini, pihak PT Semen Indonesia sudah merealisasikan bantuan pembuatan jamban sebanyak 8 unit. “Dalam hal ini kita berterima kasih kepada pihak PT Semen Indonesia, karena sudah membantu untuk peningkatan kesehatan masyarakat melalui program jambanisasi ini,” ungkapnya.

Dengan adanya kerjasama dan bantuan dari semua pihak, dirinya yakin, jika pada 2017 nanti, Desa Kadiwono sudah terbebas dari perilaku buang air besar sembarangan atau ODF. Sebab, secara bertahap, kini warga pra sejahtera sudah memiliki jamban.

Editor : Kholistiono

Hujan Bikin Kudus Tergenang Air, Dewan Tegur SKPD

Sejumlah pengguna jalan menerobosnya derasnya guyuran hujan di salah satu sudut di Kabupaten Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Sejumlah pengguna jalan menerobosnya derasnya guyuran hujan di salah satu sudut di Kabupaten Kudus, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Memasuki musim hujan seperti sekarang ini, banyak wilayah di perkotaan Kudus yang dipenuhi genangan air. Itu terjadi setiap kali turun hujan.

Anggota DPRD Kudus Nur Khabsyin mengatakan adanya genangan air tiap kali hujan di Kudus, jelas sangat memprihatikan. Sejauh ini, intensitas hujan di wilayah setempat belum terlalu tinggi, tapi dampaknya sudah besar dan merugikan masyarakat.

“Ini baru memasuki musim hujan. Belum memasuki musim hujan yang sebenarnya. Namun dapat dilihat beberapa tempat sudah dipenuhi dengan genangan air hujan,” katanya kepada MuriaNewsCom, Kamis (29/9/2016).

Menurutnya, hujan yang terjadi sekarang belum dikategorikan tinggi. Hanya jika dilihat dampak yang terjadi, dimungkinkan akan semakin fatal jika curah hujan semakin meninggi. Dia berharap penindakan segera dilakukan dari SKPD terkait. Sebab jika dibiarkan akan merugikan banyak masyarakat.

Dia mencontohkan, beberapa titik yang banyak genangan air, misalnya di sekitar Prambatan, sekitar KEM, Jalan Ramelan dan sejumlah titik lainnya. Jalan-jalan tersebut dipenuhi dengan genangan air, saat hujan turun beberapa saat saja.

“Jangan sampai masyarakat terganggu. Sebab dengan adanya genangan air, pasti lalu lintas akan terganggu,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan, salah satu lokasi genangan ada di Prambatan. Di titik itu memang sering tergenang air. Pembuatan drainase di lokasi itu baru dibangun tahun ini. Keberadaannya belum mampu mengurangi genangan.

Editor : Akrom Hazami

Menteri Agama Resmikan Ma’had Aly Pesantren Maslakul Huda Pati

Menteri Agama RI Lukman Arifin Saifuddin saat meresmikan Ma'had Aly Pesantren Maslakul Huda, Kajen, Margoyoso, Pati, Kamis (29/09/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Menteri Agama RI Lukman Arifin Saifuddin saat meresmikan Ma’had Aly Pesantren Maslakul Huda, Kajen, Margoyoso, Pati, Kamis (29/09/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifudin mengunjungi Ma’had Aly Pesantren Maslakul Huda fi Ushul al Fiqh di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati, Kamis (29/09/2016).

Kedatangan Menag untuk menjadi keynote speaker dalam seminar bertajuk “Dari Pesantren untuk Negeri: Peran Pesantren dalam Mempersiapkan Mutafaqqih fi ad-Din melalui Ma’had Aly sebagai Basis Pengembangan Mental Bangsa.” Selain itu, Menag meresmikan Ma’had Aly Pesantren Maslakul Huda sebagai perguruan tinggi yang konsen di bidang keislaman, terutama fiqh dan ushul fiqh.

“Ma’had Aly sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam punya peran strategi untuk memajukan pendidikan Islam berbasis pesantren di Indonesia. Ma’had Aly tidak hanya untuk kepentingan pesantren saja, tetapi juga dunia Islam dan bangsa Indonesia,” ujar Lukman Hakim.

Dia menambahkan, Ma’had Aly tercantum dalam undang-undang sebagai pendidikan tinggi. Karena itu, Ma’had Aly memiliki legalitas yang kuat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dengan sistem pendidikan nasional, setara dengan STAIN, IAIN, UIN, dan lembaga pendidikan tinggi lainnya.

Namun, Ma’had Aly konsen pada kajian keislaman murni, terutama fiqh dan ushul fiqh. “Ma’had Aly akan menciptakan lulusan yang ahli dalam bidang agama Islam berbasis kitab kuning, wujud pelembagaan atas tradisi pesantren tingkat tinggi,” imbuh Lukman.

Sementara itu, Pengasuh Ma’had Aly Pesantren Maslakul Huda, Abdul Gofar Rozin menuturkan, Ma’had Aly nantinya akan menciptakan ulama-ulama masa depan yang bisa menjawab tantangan zaman. Dia memastikan bila kehadiran Ma’had Aly akan selalu konsen pada kajian keislaman murni dan tidak akan tergerus pada arus untuk menjadi STAIN, IAIN atau UIN.

Editor : Kholistiono