KPP Pratama Jepara: Pelayanan Amnesti Pajak Tak Dibebani Biaya Apapun

amnesty e

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jepara menegaskan bahwa pelayanan amnesti pajak tidak dibebani biaya apapun. Sehingga wajib pajak diminta untuk datang langsung ke kantor pelayanan amnesti pajak yang ada di KPP Pratama Jepara.

Hal itu seperti yang disampaikan Kepala KPP Pratama Jepara Endaryono. Menurutnya, layanan terkait program amnesti pajak yang dilaksanakan oleh Ditjen Pajak tidak dibebankan biaya apapun, termasuk juga di KPP Pratama Jepara.

“Seluruh pembayaran uang tebusan amnesti pajak dilakukan melalui sistem elektronik e-billing pada Bank Persepsi,” ujar Endaryono kepada MuriaNewsCom, Senin (22/8/2016).

Lebih lanjut ia mengemukakan, apabila ada oknum pegawai yang meminta imbalan dalam bentuk apapun dalam pelayanan amnesti pajak, maka wajib pajak atau masyarakat dapat melaporkannya. Pelaporan dapat dilakukan secara langsung di KPP Pratama Jepara maupun melalui layanan pengaduan amnesti pajak di 1500 200 atau hotline Direktur Jenderal Pajak di 0813 1050 3747.

“Ketika melakukan pengaduan juga harus disertai informasi lengkap seperti identitas pegawai terutama nama dan unit kerja oknum pegawai yang bersangkutan dan identitas pelapor termasuk nama dan nomor KTP,” ungkap Endaryono.

Ia juga mengatakan, wajib pajak atau masyarakat diimbau untuk datang langsung ke help desk di KPP Pratama Jepara, atau ke ruang khusus pelayanan amnesti pajak yang telah disediakan. Itu penting agar menghindari oknum yang meminta imbalan tertentu dengan menawarkan jasa pengurusan amnesti pajak namun tidak dapat dipertanggung jawabkan.

“Diharapkan datang sendiri ke KPP Pratama Jepara, kami sudah menyiapkan ruangan khusus. Kami juga menjamin kerahasiaan identitas wajib pajak yang mengikuti program amnesti pajak ini,” terangnya.

Ia menambahkan untuk menghindari antrean dan penumpukan di akhir periode pertama amnesti pajak 30 September 2016. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat atau wajib pajak agar tidak menunggu hingga menjelang akhir periode tersebut.

Editor : Akrom Hazami