Pemutaran Film Sosialisasi Cukai di Hadipolo Jadi Ajang Kreatif

Warga Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kudus, melihat pemutaran film video soal iklan cukai, yang digelar di desa mereka pada Sabtu (13/8/2016) (MuriaNewsCom)

Warga Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kudus, melihat pemutaran film video soal iklan cukai, yang digelar di desa mereka pada Sabtu (13/8/2016) (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus –Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kudus, menjadi satu dari sekian banyak desa yang disambangi kegiatan pemutaran film video iklan sosialisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Kegiatan itu berlangsung di lapangan desa setempat, pada Sabtu (13/8/2016) malam kemarin. Dan warga masih saja antusias menyambut kegiatan yang menjadi salah satu kegiatan kreatif dari Bagian Humas Setda Kudus.

Warga Desa Hadipolo menyaksikan pertunjukan yang mengasyikkan sekaligus mengedukasi mereka itu dengan antusias. Pasalnya, kreativitas yang diwujudkan dalam bentuk pemutaran film layar tancap itu, menjadi satu hal yang menarik perhatian warga.

”Lah, saya ini kan sudah tua. Dulu sering menyaksikan film layar tancap di lapangan. Tapi sudah sangat lama sekali tidak ada. Ini malah ada kegiatan yang sama. Yakni mutarkan film kayak dulu kita lihat layar tancap,” kata Muhammad, salah seorang warga Hadipolo.

Muhammad juga senang, karena selain bisa melihat pemutaran film, ada juga keramaian layaknya pasar malam saat kegiatan itu digelar. ”Suasananya sangat bagus. Kita bisa melewatkan malam bersama dengan keluarga juga. Sambil menyaksikan film,” jelasnya.

Kegiatan pemutaran film iklan cukai di Kutuk ini, sama dengan kegiatan sebelumnya yang sudah digelar di berbagai desa di Kudus lainnya. Kegiatan yang digelar ini, dengan berlandaskan Peratuan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Tidak hanya warga Hadipolo saja yang datang menyaksikan kegiatan itu. Namun banyak juga warga di desa lainnya, yang mendatangi lokasi acara, sehingga menambah semarak kegiatan yang digelar malam itu.

Selain itu, banyak sekali pedagang kaki lima (PKL) yang juga ikut serta dalam kegiatan ini. Mereka seolah menjadi bagian tidak terpisahkan, karena selalu hadir dalam setiap acara digelar. Bahkan, pedagang berharap jika kegiatan itu bisa digelar secara rutin dan keliling seluruh desa yang ada di Kudus. Pasalnya, mereka juga bisa mendapatkan keuntungan yang cukup besar dari kegiatan ini.

Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno mengatakan, film-film yang diputar di sana, adalah film-film tentang bagaimana dana cukai itu diperoleh Pemkab Kudus, kemudian digunakan untuk apa. ”Termasuk bahwa dana cukai itu digunakan untuk kesejahteraan masyarakat Kudus,” terangnya.

Dana cukai, menurut Winarno, digunakan sepenuhnya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Misalnya saja kondisi infrastruktur yang kemudian menjadi lebih baik, karena dibangun salah satunya menggunakan dana cukai. ”Kita ingin warga desa yang ada di seluruh Kabupaten Kudus, mengerti soal ini. Dan sejauh sosialisasi yang kita lakukan, tampaknya memang cukup berhasil. Salah satunya karena kemasan kita yang menarik dengan memutarkan film ini,” paparnya.

Winarno juga mengatakan bahwa pihaknya berterima kasih kepada warga, karena sudah sangat mengapresiasi kegiatan pemutaran film ini. Kegiatan ini sudah digelar di berbagai desa lainnya di Kudus sebelumnya. Dan respon masyarakat sangat bagus dengan kegiatan ini.

”Mereka merasa terhibur dengan adanya kegiatan ini, karena jarang sekali ada sosialisasi yang dilakukan dengan memutarkan film di lapangan. Banyak warga yang bertanya, giliran desa mana yang akan digelar pemutaran film soal cukai. Katanya mereka ingin datang ke sana dan menonton lagi,” jelasnya. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

Warga Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kudus, melihat pemutaran film video soal iklan cukai, yang digelar di desa mereka pada Sabtu (13/8/2016).(MuriaNewsCom)