Mau Lihat Film Asyik soal Cukai, Warga Pladen Harus Standby Malam Ini

Warga Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, Kudus, bakal menyaksikan pertunjukan film sosialisasi mengenai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebagaimana warga di desa-desa lainnya, malam ini. (MuriaNewsCom)

Warga Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, Kudus, bakal menyaksikan pertunjukan film sosialisasi mengenai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebagaimana warga di desa-desa lainnya, malam ini. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Mau menghabiskan akhir pekan dengan menyenangkan, warga Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, Kudus, harus datang malam ini ke lapangan desa mereka, mulai pukul 19.00 WIB.

Ada pertunjukan menarik yang bakal digelar di sana. Yaitu pemutaran film layar tancap, yang bertemakan soal sosialisasi aturan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus.

Film-film inilah yang akan memperlihatkan kepada warga Desa Pladen bagaimana Pemkab Kudus menerima dana cukai, dan digunakan untuk apa saja dana tersebut.

Warga Pladen menjadi bagian dari desa-desa yang didatangi Bagian Humas Setda Kudus, untuk mendapatkan sosialisasi mengenai aturan penggunaan dana cukai. Sosialisasi yang dikemas dengan cara yang menghibur melalui film itu, sudah digelar di berbagai desa lain di Kudus ini.

”Bagian Humas Setda Kudus adalah salah satu pilar dari sosialisasi mengenai dana cukai ini. Dan kita melakukannya dengan mendatangi desa-desa yang ada di Kudus ini, supaya semua warga bisa terangkul semua untuk upaya sosialisasi ini,” tutur Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno.

Pemutaran film iklan cukai di Kutuk ini, sama dengan kegiatan sebelumnya yang sudah digelar di berbagai desa di Kudus lainnya. Kegiatan yang digelar ini, dengan berlandaskan Peratuan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Kedatangan program sosialisasi dana cukai ke desa-desa itu, menurut Winarno, sebagai upaya untuk bisa memahamkan warga mengenai dana cukai. ”Menyasar ke desa-desa adalah bagian terpenting dari kegiatan sosialisasi ini. Warga desa di Kudus juga berhak untuk mengetahui, dana cukai itu digunakan untuk apa saja,” tegas Winarno.

Dari serangkaian kegiatan di desa-desa yang sudah dilaksanakan, terbukti bahwa warga desa memang antusias terhadap program ini. ”Mereka juga kebanyakan baru memahami bahwa dana cukai digunakan untuk kesejahteraan mereka. Nah, dengan begini sasaran sosialisasi menjadi tercapai,” katanya.

Selain pemutaran film soal dana cukai, ada juga hiburan yang dikemas menarik dalam pertunjukan itu. Termasuk pertunjukan musik, yang memang disukai warga. Ini adalah bagian yang memang sengaja ditampilkan, sehingga kegiatan sosialisasi menjadi menarik dan maksimal.

Pengemasan kegiatan yang menghibur, layaknya sebuah pertunjukan layar tancap, membuat kegiatan ini akan sangat menyenangkan. Apalagi, juga ada hiburan lainnya yang bisa dimanfaatkan warga saat datang ke sana.

”Sehingga warga Desa Pladen bisa melihat sendiri bagaimana dana cukai itu digunakan. Yakni demi kesejahteraan warga itu sendiri. Bagaimana bisa memanfaatkan dana ini dengan baik, bisa disaksikan lewat pemutaran film ini,” terangnya.

Ada banyak tema yang diperlihatkan dalam film-film garapan Bagian Humas tersebut. Namun intinya adalah bagaimana dana cukai tersebut, bisa digunakan warga untuk meningkatkan pendapatan atau kesejahteraan mereka.

Dengan sosialisasi melalui film ini, Winarno mengatakan, pihaknya ingin mengajak masyarakat luas, supaya bisa memahami aturan soal cukai ini. Termasuk bahwa dana cukai itu digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan warga, melalui berbagai kegiatan.

”Bahkan, dana cukai itu dibuat untuk memperbaiki jalan-jalan di Kudus, yang tentunya akan membuat aktivitas atau kegiatan warga menjadi lancar. Jika infrastruktur sudah mendukung, maka aktivitas perekonomian juga akan meningkat. Dan akan mengangkat kesejahteraan masyarakat,” papar Winarno.

Setelah Desa Pladen, kegiatan pemutaran film ini akan digelar juga di Desa Payaman (Mejobo) pada 10 Agustus 2016, Desa Hadipolo (Jekulo) pada 13 Agustus 2016, dan Desa Honggosoco (Jekulo) yang belum ditentukan tanggalnya. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie