Sate Serepeh, Kuliner Khas Rembang yang Menggoyang Lidah

 Asyrofi, penjual Sate Serepeh "Gandrung Mina" di depan RSUD Dr. Soetrasno Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Asyrofi, penjual Sate Serepeh “Gandrung Mina” di depan RSUD Dr. Soetrasno Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Selain terkenal dengan Lontong Tuyuhan, Rembang ternyata juga memiliki ragam kuliner khas lain yang tak kalah lezatnya dan patut dicoba ketika Anda berkunjung ke Remban. Salah satunya adalah Sate Serepeh.

Sate Srepeh merupakan sate ayam kampung, pembedanya dengan sate ayam lain terletak di bumbunya. Biasanya bumbu sate yang banyak kita jumpai menggunakan bumbu kacang dan kecap manis. Di sini bumbunya berupa kuah santan yang berwarna kemerah-merahan, modelya mirip kuah kare, namun lebih merah warnanya. Rasa bumbunya gurih dan sedikit asin pedas.

Asyrofi, salah seorang penjual Sate Serepeh “Gandrung Mina” yang berada di Jalan Pahlawan atau lebih tepatnya depan RSUD Dr. Soetrasno mengatakan, sate ini memang berbeda dengan sate lainnya.”Sebab di salah satu bahan baku bumbunya terdapat santan. Bila sate lainnya tidak ada santannya,” katanya.

Menurutnya, Sate Serepeh yang memang berbahan dasar ayam kampung ini juga tidak harus dibakar terlebih dahulu sebelum disantap seperti sate pada umumnya.”Sate ini tidak harus dibakar. Sebab sate ini juga sudah direbus dengan campuran bumbu yang disertakan santan tersebut,” ujarnya.

f-sate 2 (e)

Untuk membuat Sate Serepeh, yang perlu disiapkan di antaranya daging ayam yang sudah diiris kecil, bawang merah, bawang putih, gula merah, garam, santan dan air. “Kalau bahan bakunya sudah disiapkan, maka haluskan bawang merah, bawang putih dan tumis dengan minyak goreng. Setelah itu, air, garam gula merah dan santan masukan dalam tumisan bumbu tersebut,” bebernya.

Setelah bumbu itu ditumis, maka rebuslah daging ayam yang sudah ditusuk dengan menggunakan bumbu tersebut hingga meresap dan terasa empuk. “Bila sudah direbus dengan bumbu, maka satenya bisa langsung disajikan. Sementara itu, bila ingin dibakar sebelum disajikan ya boleh. Namum pembakaran itu jangan terlalu lama. Dikhawatirkan bisa gosong. Sebab daging satenya juga sudah direbus atau matang sebelum dibakar,” ungkapanya.

Untuk bisa menikmati Sate Serepeh, Anda tak perlu khawatir untuk merogoh kantong terlalu dalam, sebab, untuk satu porsinya hanya dihargai Rp 13.000. “Untuk harganya, satu tusuk Rp 1.500 dan untuk satu porsi sekitar Rp 13 ribu. Itu sudah termasuk nasi dan minuman,” ujarnya.

Editor : Kholistiono