Warga Kutuk, Yuk Nonton Film Cukai yang Asyik Ini

 Ramainya kegiatan pemutaran film sosialisasi cukai yang digelar Bagian Humas Setda Kudus di beberapa desa yang ada di wilayah ini (MuriaNewsCom)


Ramainya kegiatan pemutaran film sosialisasi cukai yang digelar Bagian Humas Setda Kudus di beberapa desa yang ada di wilayah ini (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Mau tontonan yang menghibur sekaligus memberikan edukasi tersendiri? Nah, bagi warga Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, datang saja ke lapangan desa setempat, pada Kamis (4/8/2016) mulai pukul 19.00 WIB.

Di sana, warga bisa menyaksikan sendiri berbagai macam film yang menyenangkan, menghibur, sekaligus memberikan pembelajaran bagi warga, akan pentingnya Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus selama ini.

Kegiatan ini adalah kegiatan yang digelar Bagian Humas Setda Kudus, sebagai bagian sosialisasi mengenai aturan cukai. Dengan cara memutarkan film soal itu, di desa-desa yanga da di Kudus ini. ”Kita akan datang ke Desa Kutuk, untuk keperluan serupa. Sehingga warga bisa memanfaatkan kesempatan ini,” kata Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut ”Win” Winarno.

Pemutaran film iklan cukai di Kutuk ini, sama dengan kegiatan sebelumnya yang sudah digelar di berbagai desa di Kudus ini. Kegiatan yang digelar ini, dengan berlandaskan Peratuan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

”Warga Desa Kutuk bisa melihat sendiri bagaimana dana cukai itu digunakan. Yakni demi kesejahteraan warga itu sendiri. Bagaimana bisa memanfaatkan dana ini dengan baik, bisa disaksikan lewat pemutaran film ini,” terangnya.

Winarno menganggap penting jika warga Desa Kutuk, menyaksikan film ini. Karena mereka adalah bagian yang berhak untuk memanfaatkan dana cukai, demi peningkatan kesejahteraan mereka.

”Itu sebabnya, kita putarkan film berbagai penggunaan dana cukai. Biar warga bisa paham, bahwa mereka adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam penggunaan dana cukai yang diterima Pemkab Kudus. Yakni digunakan untuk peningkatan kesejahteraan mereka,” paparnya.

Bagian Humas Setda Kudus menjadi salah satu pilar untuk melakukan sosialisasi mengenai aturan pemakaian dana cukai ini. Dan yang terbaru adalah sosialisasi dengan menggunakan metode pemutaran film soal cukai, yang digelar di desa-desa.

Ada banyak tema yang diperlihatkan dalam film-film garapan Bagian Humas tersebut. Namun intinya adalah bagaimana dana cukai tersebut, bisa digunakan warga untuk meningkatkan pendapatan atau kesejahteraan mereka.

Dengan sosialisasi melalui film ini, Winarno mengatakan, pihaknya ingin mengajak masyarakat luas, supaya bisa memahami aturan soal cukai ini. Termasuk bahwa dana cukai itu digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan warga, melalui berbagai kegiatan.

”Bahkan, dana cukai itu dibuat untuk memperbaiki jalan-jalan di Kudus, yang tentunya akan membuat aktivitas atau kegiatan warga menjadi lancar. Jika infrastruktur sudah mendukung, maka aktivitas perekonomian juga akan meningkat. Dan akan mengangkat kesejahteraan masyarakat,” papar Winarno.

Setelah Desa Kutuk, kegiatan pemutaran film ini akan digelar juga di Desa Pladen (Jekulo) pada 6 Agustus 2016, Desa Payaman (Mejobo) pada 10 Agustus 2016, Desa Hadipolo (Jekulo) pada 13 Agustus 2016, dan Desa Honggosoco (Jekulo) yang belum ditentukan tanggalnya. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie