Gandeng KPAD, LPAR Blusukan Hingga Pelosok Desa

  LPAR mengadakan rapat koordinasi mengenai perlindungan anak yang ada di Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


LPAR mengadakan rapat koordinasi mengenai perlindungan anak yang ada di Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya perlindungan terhadap anak dari tindak kekerasan dan pelecehan seksual, Lembaga Perlindungan Anak Rembang (LPAR) menggandeng Kelompok Perlindungan Anak Desa (KPAD).

Koordinator Jaringan dan Advokasi LPAR Didik Dimyati mengatakan, antara LPAR dan KPAD memiliki misi yang sama, yakni memberikan perlindungan terhadap anak dan membantu pemerintah dalam mewujudkan Rembang sebagai kabupaten layak anak.

“LPAR selalu melakukan koordinasi dengan KPAD untuk bisa sama-sama dalam memberikan edukasi terhadap warga Rembang. Apalagi, KPAD ini kan memang organisasi yang ada di masing-masing desa, sehingga, mereka tahu bagaimana kultur masyarakat setempat. Karena, kita memang blusukan sampai ke desa-desa dalam memberikan edukasi terkait perlindungan anak ini,” katanya.

Ia katakan, dari 287 desa dan 7 kelurahan yang ada di Rembang, baru ada 66 desa dan 7 kelurahan yang sudah mempunyai KPAD. “Pembentukan KPAD itu bukan wilayah kita. Sebab KPAD itu di bawah instansi pemerintah desa dan kelurahan. Dalam hal ini, KPAD juga dibina oleh BPMPKB,” ungkapnya.

Dia menambahkan, untuk sementara ini, porsinya LPAR hanya sebagai media untuk mendidik warga Rembang supaya bisa melindungi anak anak.”Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga kita saling berkoordinasi dengan pihak terkait. Sehingga pendidikan perlindungan anak bisa selalu disalurkan ke warga Rembang,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono