Dibuat di India, Puluhan Disabilitas Tunggu 3 Bulan Lagi untuk Bisa Gunakan Kaki dan Tangan Palsu

Para penyandang disabilitas yang akan mendapatkan bantuan tangan dan kaki palsu menjalani proses pengukuran (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Para penyandang disabilitas yang akan mendapatkan bantuan tangan dan kaki palsu menjalani proses pengukuran (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemberian bantuan kaki dan tangan palsu pada penyandang disabilitas dalam waktu dekat kembali akan dilakukan. Hal ini seiring adanya pengukuran yang dilakukan pada puluhan penyandang disabilitas lainnya.

Proses pengukuran di pendapa ini dilangsungkan usai acara penyerahan bantuan kaki dan tangan palsu pada penyandang disabilitas yang dilakukan Bupati Grobogan Sri Sumarni.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Grobogan Andung Sutiyoso menyatakan, jumlah penyandang disabilitas yang menjalani proses pengukuran ini sekitar 60 orang. Mereka ini berasal dari beberapa kecamatan yang datanya didapat dari kepala desa.

Menurut Andung, para calon menerima bantuan kaki dan tangan palsu memang terlebih dahulu harus menjalani proses pengukuran. Setelah itu, baru dilakukan pemesanan barang yang disesuaikan dengan ukuran kaki atau tangan calon penerima bantuan tersebut.

“Proses pengukuran kaki dan tangan ini harus dilakukan dulu. Perlu diketahui, pembuatan kaki dan tangan palsu tersebut dilakukan di India. Oleh sebab itu, penyandang disabilitas baru akan menerima dan bisa menggunakan bantuan itu sekitar 3 bulan ke depan,” imbuhnya.

Penyaluran bantuan pada penyandang disabilitas ini merupakan kerjasama antara Dinsosnakertrans dengan Paguyuban Rantau Grobogan (PRG) Korcab Semarang dan Masyarakat Peduli Penyandang Disabilitas (MPPD) Bantul, Yogyakarta.

Andung menambahkan, bulan lalu, pihaknya juga sudah menyerahkan peralatan bantu jalan pada penyandang disabilitas. Masing-masing, 8 unit kursi roda, 2 walker, 2 kruk dan 1 tongkat netra. Bantuan peralatan tersebut diterima beberapa hari lalu dari Yayasan Sosial Berani Bangsa Jakarta.

Editor : Kholistiono