“Ini Bukan Hari Baik untuk Bongkar Lapak PKL”

Salah seorang PKL, Wawan, saat berada di lokasi pembongkaran lapak di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Salah seorang PKL, Wawan, saat berada di lokasi pembongkaran lapak di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Wawan Setiawan (50), seorang PKL di Kudus ini menolak lapaknya dibongkar Satpol PP secara paksa.

Dia meminta waktu untuk membongkar lapaknya sendiri. Hal itu, dilakukan lantaran dirinya mencari hari yang baik menurut perhitungannya.

“Saya ini orang Jawa, jadi harus cari hari baik serta hitungan yang baik pula. Tidak bisa sembarangan, kalau tidak laku, gara-gara hari pindah jelek, gimana,” tanyanya saat lapaknya hendak dibongkar Satpol PP.

Dia yang telah lama membuka lapak di jalan R Agil Kusumadya bersedia pindah meskipun terpaksa. Itu dilakukan karena telah ada tempat baru yang disediakan.

Tempat baru yang dimaksud, adalah sama di jalan R Agil. “Sebenarnya kalau keberatan ya keberatan, sebab sudah 27 tahun di sini. Tapi bagaimana lagi, maksimal seminggu harus sudah pindah ini,” ungkapnya.

M Sunaryo, pedagang warung juga mengungkapkan kekesalannya. Namun lantaran sudah menjadi kebijakan pemerintah, dia hanya bisa menerima.

“Lokasi baru kecil, hanya sekitar tiga meter. Padahal saya jualan makanan. Tapi bagaimana lagi, tidak bisa apa-apa,” keluhnya.

Editor : Akrom Hazami