Dalang dan Eksekutor Pembunuh Harsiwi Terancam Pidana Seumur Hidup

 

 Sidang perdana terdakwa kasus pembunuhan Harsiwi dikawal ketat polisi, Senin (1/8/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)


Sidang perdana terdakwa kasus pembunuhan Harsiwi dikawal ketat polisi, Senin (1/8/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kasus dugaan pembunuhan wanita bersyal bernama Harsiwi (45) di kebun tebu di Dukuh Kebon, Wedarijaksa, Pati memasuki sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Pati, Senin (1/8/2016).

Hadir dalam sidang tersebut, dua terdakwa bernama Mahmudan dan Sujito. Mahmudan yang merupakan warga Tlogowungu diseret dalam meja hijau karena diduga berperan sebagai dalang, sedangkan Sujito diduga berperan sebagai eksekutor yang menghabisi wanita asal Kaborongan, Pati Lor tersebut.

Suasana sidang dipenuhi dengan ketegangan. Pasalnya, belasan keluarga korban geram dengan kelakuan terdakwa yang tega menghabisi nyawa korban. Namun, ketegangan itu tidak sampai membuat ricuh.

Belasan personel polisi dari Satuan Sabhara Polres Pati tampak berjaga-jaga untuk mengamankan sidang perdana tersebut. “Saya berharap agar para terdakwa dijatuhi hukuman maksimal. Keduanya sudah tega melakukan pembunuhan berencana,” kata Pandu Kristianto, salah satu keluarga korban.

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sulistyo Hadi mendakwa Mahmudan dan Sujito melanggar Pasar 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, subsider Pasal 338 lebih subsider Pasal 365 ayat 3 KUHP dengan ancaman seumur hidup, maksimal hukuman mati.

Ketua Majelis Hakim Sugiyanto mengatakan, sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan jawaban terdakwa atas dakwaan dari JPU akan digelar Senin (8/8/2016) mendatang. “Hari ini, kita mendengarkan dakwaan JPU. Pekan depan, sidang dilanjutkan dengan jawaban dari terdakwa,” ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sesosok mayat yang memakai syal ditemukan di kebuh tebu, Dukuh Kebon, Wedarijaksa, Pati. Penemuan mayat tersebut sempat menggemparkan penduduk setempat.

Tak butuh waktu lama, Jajaran Polres Pati berhasil membekuk Sujito, pelaku yang diduga menghabisi nyawa korban. Sujito dibekuk pada saat mencoba melarikan diri di Jakarta. Setelah Sujito dibekuk, polisi kemudian menangkap Mahmudan, tekan Sujito yang diduga berperan sebagai eksekutor.

Editor : Kholistiono