80 Kepala Keluarga Jepara Ditargetkan Gunakan Gas Metan

TPA BANDENGAN 2

Pipa penyalur gas metan nampak terlihat di atas tumpukan sampah di TPA Bandengan. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sejak tahun 2015 lalu sedikitnya 30 hingga 40 kepala keluarga (KK) telah memanfaatkan gas metan untuk keperluan memasak. Tahun ini ditargetkan, pemanfaat gas metan mampu bertambah dibanding dari tahun lalu yakni sekitar 80 KK.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Jepara Fathurrahman. Menurutnya, gas metan tersebut berasal dari pengelolaan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Bandengan. Setalah sempat dimanfaatkan untuk internal TPA pada tahun 2014 lalu, gas metan mulai disalurkan ke warga sekitar TPA pada 20165 kemarin.

“Tahun ini targetnya bertambah dua kali lipat, sekitar 80 KK yang bisa memanfaatkan gas metan untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Fathurrahman kepada MuriaNewsCom, Senin (1/8/2016).

Dia mengemukakan, pengelolaan gas metan itu dilakukan di TPA Bandengan, kemudian disalurkan ke rumah-rumah warga melalui pipa. Sejauh ini tidak ada penarikan biaya untuk pemasangan pemanfaatan gas metan.

“Tahun lalu bahkan warga juga diberi kompor. Mereka tidak dipungut biaya, kecuali untuk perawatan kalau ada yang rusak harus diperbaiki,” terangnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, beberapa kajian telah dilakukan. Terutama terkait jangkauan dan banyaknya warga yang disaluri gas metan. Dia mengaku pengembangan terus dilakukan termasuk bagaimana memanfaatkan sampah agar bermanfaat.

“Pendanaan dari pemerintah, sehingga warga tidak perlu khawatir untuk masalah biaya. Sedangkan dari segi bahaya atau tidaknya gas metan, kami pastikan aman karena kami sudah melakukan kajian, dan memang aman bagi kesehatan saat digunakan untuk masak,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami