Ratusan Warga Jagalan Purwodadi Demo Tolak Pendirian Hotel Ampera

 

Ratusan warga Kampung Jagalan Utara, Kelurahan Purwodadi menyampaikan aspirasi menolak keberadaan Hotel Ampera (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ratusan warga Kampung Jagalan Utara, Kelurahan Purwodadi menyampaikan aspirasi menolak keberadaan Hotel Ampera (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ratusan warga Kampung Jagalan Utara, Kelurahan Purwodadi, menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kelurahan Purwodadi, Sabtu (30/7/2016). Seperti keputusan sebelumnya, dalam aksi itu, warga kembali menegaskan penolakan terhadap pendirian Hotel Ampera di kampung padat penduduk tersebut.

“Kami atas nama warga tetap menolak jika di hotel ini nantinya disediakan karaoke atau hiburan lainnya yang menjurus maksiat. Sebab, keberadaan hiburan seperti ini akan mengganggu lingkungan dan membawa dampak negatif,” cetus koordinator aksi M Sirajuddin.

Menurutnya, digelarnya aksi demo itu dipicu langkah Kepala Kelurahan Purwodadi Ustadzi yang dinilai tidak tepat. Yakni, mengundang beberapa warga untuk diajak mediasi di Hotel Ampera pada Rabu (27/7/2016) lalu. Namun, pihak kelurahan sama sekali tidak melibatkan pengurus RT maupun RW setempat.

“Kami tidak mengerti langkah yang dilakukan Lurah Purwodadi ini. Sebab, kami ini tidak perlu mediasi lagi. Karena sikap kami sudah tegas menolak keberadaan hotel tersebut,” sambungnya.

Camat Purwodadi Mat Suberi didampingi jajaran muspika menerima kedatangan warga Jagalan Utara di Pendapa Kelurahan. Sementara Lurah Purwodadi Ustadzi tidak terlihat saat itu.

“Saat ada rencana pertemuan di Hotel Ampera beberapa hari lalu, kebetulan saya datang meski tidak diundang. Karena tidak ada pengurus RT dan RW yang hadir maka saya meminta agar pertemuan ditutup. Hal ini saya lakukan supaya suasana di wilayah Purwodadi kondusif,” tegasnya.

Usai menggelar aksi di situ, ratusan warga dengan mengendarai sepeda motor selanjutnya menuju Kantor Badan Perizinan dan Pelayanan Terpadu (BPPT) Grobogan. Aksi yang dilakukan di BPPT ini tidak berlangsung lama karena pimpinan instansi tersebut tidak ada ditempat.

Dari BPPT, ratusan warga dengan dikawal aparat Polres Grobogan kemudian menuju ke Kantor Pemkab Grobogan untuk menyampaikan asiprasinya pada Bupati Sri Sumarni. Namun, karena bupati sedang tugas keluar kota mereka akhirnya diterima sejumlah pejabat. Antara lain, Staf Ahli Bambang Panji, Kepala Kesbanglinmas Yudhi Sudarmunanto, dan Kepala Kantor Satpol PP Hadi Widoyoko.

 Editor : Kholistiono

Menikmati Enaknya Dumbek, Jajanan Khas Rembang

 Dumbek, kue tradisional khas Rembang yang rasanya legit (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Dumbek, kue tradisional khas Rembang yang rasanya legit (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Pernahkah Anda mendengar nama Dumbek? Tentu di antara Anda, mungkin masih banyak yang belum tahu dan mendengar tentang nama itu. Karena Dumbek memang jarang ada di daerah lainnya, selain di Jawa, khususnya Pantura Timur, salah satunya di Rembang.

Dumbek adalah nama kue tradisional yang nikmat dan khas di Rembang. Kue ini terbuat dari bahan-bahan yang sederhana berupa tepung beras, santan kelapa dan gula jawa yang direbus. Kue ini berwarna cokelat yang berasa manis dengan tekstur kenyal.

Salah satu hal yang juga sangat menarik perhatian dari kue ini selain rasanya adalah, kemasan yang sangat unik sekali karena dibungkus oleh daun kelapa yang masih muda atau orang Jawa sering menyebutnya sebagai janur kuning, yang dibentuk seperti terompet atau kerucut.

 Dumbek, kue tradisional khas Rembang yang rasanya legit (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Dumbek, kue tradisional khas Rembang yang rasanya legit (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Maka tidak heran pada masa kejayaannya, kue ini juga sangat disukai oleh anak-anak kecil karena kemasan yang agak mirip seperti mainan tradisional, namun banyak juga orang dewasa yang suka jajanan tersebut.

Salah seorang pembuat jajanan Dumbek dari Lasem Rumiah (55) mengatakan, makanan ini memang terbilang kuno. Namun demikian, jajanan ini tak jarang selalu ada ketika ada acara penting.”Seperti halnya mantu, hajatan, bahkan acara resmi penyambutan bupati atau pejabat,” katanya.

“Rasanya kenyal, legit. Sebab dalam pembuatannya menggunakan bahan alami. Yakni tepung kanji yang dicampur dengan gula aren. Sementara, campuran itu dimasukan ke dalam janur atau daun lontar yang sudah dibentuk menyerupai terompet atau kerucut,” paparnya.

Editor : Kholistiono

 

Kini Blora Punya Kakang dan Mbakyu Duta Wisata 2016

kakang mbakyu blora

Proses terpilihnya Kakang Mbakyu Duta Wisata Blora 2016, Danu dan Hana di Blora.

 

MuriaNewsCom, Blora – Kini Kabupaten Blora mempunyai Kakang dan Mbakyu Duta Wisata 2016.

Adalah Danu Santo Asmoro dan Hananing Kumalasari. Mereka dinobatkan sebagai Kakang Mbakyu Duta Wisata Blora tahun 2016. Keduanya berhasil memperoleh nilai tertinggi dari total peserta sebanyak 38 orang.

Plt Sekretaris Daerah Blora Sutikno Slamet berharap Kakang Mbakyu Duta Wisata bisa membawa pariwisata di wilayahnya semakin maju. Dari serangkaian masa karantina diharapkan peserta Duta Wisata bertambah wawasan mengenai kepariwisataan yang ada di Blora.

“Saya yakin Duta Wisata Kab Blora mampu mempromosikan pariwisata agar dikenal masyarakat luas,” harapnya dikutip dari halaman www.blorakab.go.id.

Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata, Kebudayaan, Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Blora Slamet Pamuji dalam sambutannya menuturkan penilaian dimulai sejak masa karantina  mulai tes tertulis, wawancara dan penampilan bakat.

Selama masa karantina peserta juga dibekali kemampuan berkomunikasi, kepribadian, etika, table manner, dan kepariwisataan. Peserta juga berkunjung ke Kampung Samin dan sentra kerajinan keramik di Desa Balong, Jepon.

“Bekal yang sudah diajarkan untuk diimplementasikan setelah mengikuti ajang Duta Wisata ini yaitu mengembangkan sektor pariwisata di Blora semakin maju,” pungkasnya.

Adapun peringkat II putra diraih Muhammad Chairul Reza dari SMA N 2 Blora, peringkat III diraih Septian Bagas Prasetyo mahasiswa Unisula Semarang. Sedangkan harapan I, II, III masing-masing diraih Mas Frillian Gerry HA dari SMA N 1 Blora, Fiky Afandriawan dari SMA N 1 Jepon, dan Ersa Baabdullah dari SMA N 2 Cepu.

Sedangkan di kategori putri peringkat II diraih Olivia Ratna Febriyanti dari SMA N 2 Blora, peringkat III diraih Armida Nabilaazmi dari SMA N 1 Cepu. Harapan I, II, III masing-masing diraih Dewi Ramadhani dari SMA N 2 Blora, Ika Audiyah Andriyani mahasiswa Undip Semarang, Jihan Nina Lestari dari SMA N 1 Tunjungan.

Sementara itu Mas Frillian Gerry H. A. terpilih sebagai peserta Kakang Terfavorit, sedangkan Renaningtyas Widi H terpilih sebagai peserta Mbakyu Duta Wisata Terfavorit.

Danu Santo Asmoro merupakan siswa SMA N 1 Blora, sedangkan Hahaning Kumalasari tercatat sebagai mahasiswi STIPRAM Yogyakarta.

Malam Grand Final Kakang Mbakyu Duta Wisata Kab. Blora tahun 2016 digelar di gedung Sasana Bhakti Blora, Jumat (29/7). Acara dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Blora dan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) se-Blora dan tamu undangan lainnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Target Produksi Garam di Jepara Terancam Gagal

garaam

Petani melakukan proses produksi garam di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

 

MuriaNewsCom, Jepara – Target produksi garam di Kabupaten Jepara 120 ton/hektare terancam gagal. Bahkan Pemkab Jepara melalui Dinas Kelautan dan perikanan Jepara sudah sangat pesimistis mampu mencapai target tersebut.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jepara Achid Setyawan mengatakan, pihaknya mengaku pesimistis target produksi garam terpenuhi karena kondisi cuaca yang ada saat ini. Bahkan sampai akhir tahun nanti diperkirakan cuaca tidak mendukung karena kemarau basah.

“Kami perkirakan memang tidak bisa mencapai target. Bahkan menurun dibanding tahun lalu sampai separuh atau 50 persen,” ujar Achid kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, produksi garam di Jepara tersentralisasi di sepanjang pesisir Kecamatan Kedung. Mulai dari Desa Tanggul Tlare hingga Kedung Malang di ujung selatan. Dari luasan lahan yang ada, jumlah produksi pertanian per tahun mencapai 40 ribu ton. Kondisi tersebut, kata dia, cukup menyusahkan.

“Sebab tahun ini Jepara ditargetkan mampu memroduksi garam hingga 120 ton/hektare. Sedangkan tahun lalu taregtnya 100 ton/hektare. Sejumlah program sudah mulai dijalankan termasuk melakukan merencanakan proses pengadaan geo membran. Tapi melihat kondisi cuaca saat ini susah,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu petani garam di Desa Panggung, Kecamatan Kedung, Sukahar menjelaskan, normalnya petani garam sudah mulai menanam pada Juli. Sebab saat itu sudah musim kemarau yang cukup terik. Tapi tahun ini kemungkinan besar tak bisa dilakukan. Selain karena terkena rob air lalu beberapa bulan lalu, sampai saat ini hujan masih terus mengguyur Jepara.

“Saat ini kami tengah berusaha melakukan pengeringan lahan. Rencananya, Agustus bisa mulai menanam. Sehingga diharapkan November-Desember bisa puncak panen,” kata Sukahar.

Dalam siklus pertanian garam, petani biasanya mulai berproduksi pada Juli. Puncak panen dilakukan pada November-Desember, selanjutnya disimpan di dalam gudang atau dijual langsung. Jika disimpan di dalam gudang, akan dijual pada Januari hingga Februari.

Editor  : Akrom Hazami

 

 

Kecamatan Pati Raih Juara Pertama pada Pekan Olahraga Kabupaten

 Bupati Pati Haryanto memberikan sambutan penutupan Porkab Pati di GOR Pesantenan. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Bupati Pati Haryanto memberikan sambutan penutupan Porkab Pati di GOR Pesantenan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kecamatan Pati berhasil menjadi juara pertama pada Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) I Pati dengan skor 117. Kemudian, peringkat kedua Kecamatan Margoyoso dengan skor 61, dan Kecamatan Juwana meraih peringkat ketiga dengan skor 55.

Bupati Pati Haryanto mengatakan, Porkab yang baru pertama kali dilakukan Pemkab Pati itu diharapkan bisa menjadi ajang untuk mencari atlet-atlet unggul di Pati. Prestasi mereka digeber di tingkat kabupaten yang nantinya bisa melenggang di tingkat provinsi, bahkan nasional.

“Melalui Porkab, kami ingin meningkatkan prestasi di bidang olahraga. Atlet-atlet unggul dan berbakat nantinya akan dikirim ke Tegal dalam kejuaraan Porprov Jawa Tengah 2018,” kata Haryanto.

Kendati kejuaraan olahraga bergengsi tingkat Jateng itu masih lama digelar, tetapi persiapan dianggap perlu untuk menyiapkan atlet pilihan. Sebab, prestasi kabupaten Pati saat ini berada di peringkat sebelas dalam Porprov.

Dengan adanya seleksi yang ketat melalui Porkab, Haryanto berharap agar peringkat Pati dalam Porprov meningkat pada periode selanjutnya. Setidaknya, Pati bisa masuk sepuluh besar. “Syukur-syukur bisa masuk lima besar,” harapnya.

Selain soal persiapan untuk menyongsong Porprov, Porkab diharapkan menjadi motivasi bagi dunia olahraga di Kabupaten Pati. Seluruh atlet dari berbagai daerah yang ada di 21 kecamatan di Pati dipacu untuk berkompetisi dan menjadi juara.

Editor : Kholistiono

 

Perbaikan Pengairan di Kabupaten Jepara Telan Rp 49,7 Miliar

Alat berat akan melakukan pengerukan di salah satu titik saluran di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Alat berat yang disiapkan untuk melakukan pengerukan di salah satu titik saluran di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara –  Bidang pengairan yang ada di Dinas Bina Marga Pengairan ESDM Kabupaten Jepara, tahun ini mendapatkan alokasi anggaran sekitar Rp 49,7 miliar. Anggaran tersebut mayoritas digunakan untuk perbaikan, terutama saluran irigasi.

Kabid Pengarian pada Dinas Bina Marga, Pengairan dan ESDM Jepara, Sahli mengatakan, anggaran tersebut dialokasikan untuk 125 proyek atau kegiatan. Proyek tersebut digelar merata di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Jepara.

“Lokasinya hampir merata di setiap kecamatan di Jepara. Termasuk juga di sungai kawasan kota seperti kali kanal yang saat ini mulai diperbaiki karena aliran sungai yang tidak merata dan tertata,” ujar Sahli kepada MuriaNewsCom, Sabtu (30/7/2016).

Di antara proyek yang dilaksanakan adalah pengerukan lumpur sungai karena dangkal, perapian alur, dan pembangunan kembali beton yang sudah rusak. Selain itu, ada juga perbaikan bendung.

”Untuk perapian lebih hemat karena kami menggunakan klinik. Hanya butuh pengoprasian alat karena alatnya memang sudah ada,” terangnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk perapian atau pembersihan kali sebagian menggunakan dana klinik. Anggaran khusus untuk klinik hanya sebesar Rp 300 juta untuk tahun ini.

Karena keterbatasan anggaran tersebut, tak semua saluran irigasi bisa diperbaiki dengan klinik. ”Untuk klinik kami priotitaskan yang sekiranya perlu perbaikan mendesak,” katanya.

Dia menambahkan, sejumlah saluran irigasi di Jepara mengalami pendangkalan. Jika tak dikeruk dikawatirkan merusak saluran air. Khususnya pada musim hujan. Sebagian proyek sudah dilakukan sejak beberapa waktu yang lalu.

Seperti di sungai Sowan Lor, Sowan Kidul, Jondang dan Surodadi,Kedung. Termasuk pengerukan di kali kanal. Sementara sebagian yang lain masih proses lelang.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Abdul Hafidz : Rembang Itu Punya Segalanya

 Bupati Rembang Abdul Hafidz (kiri batik) mendampingi Aura Kasih dan Rizal Armada ketika mengunjungi Museum Kartini. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Bupati Rembang Abdul Hafidz (kiri batik) mendampingi Aura Kasih dan Rizal Armada ketika mengunjungi Museum Kartini. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Kabupaten Rembang memiliki potensi wisata yang bagus. Baik itu dari wisata pantainya, wisata sejarah ataupun wisata industri, khususnya sektor batik, yaitu Batik Lasem. Hal ini disampaikan Bupati Rembang Abdul Hafidz, ketika mengenalkan potensi wisata di Rembang kepada artis ibu kota Aura Kasih dan vokalis Band Armada yaitu Rizal.

“Rembang ini punya segalanya. Baik itu wisata pantai di antarnya Pantai Karangjahe, kemudian wisata sejarah di antarnya Museum Kartini, bangunan-bangunan kuno di Lasem, batik dan lain sebagainya,” kata Hafidz.

Dirinya berharap, kedatangan Aura Kasih dan Band Armada di Rembang, bisa melihat potensi wisata yang ada di Rembang, sehingga, nantinya secara tidak langsung, pariwisata di Rembang dapat dikenal secara luas oleh masyarakat.

“Dengan semakin banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Rembang, diharapkan perekonomian di Rembang juga ikut meningkat. Khususnya UMKM, nantinya juga kena imbas untuk bisa berkembang,” ungkapnya.

Dijadwalkan, artis ibu kota ini dijadawalkan akan mengunjungi berbagai tempat wisata di Rembang. Di antaranya. Museum Kartini, Pantai Karangjahe, wisata batik di Lasem dan lainnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto mengutarakan, yang terpenting semua budaya, semua wisata bisa terdongkrak.”Sehingga Kota Rembang bisa selalu jadi jujugan wisatawan yang melintas,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Basuki Abdullah Terpilih jadi Ketua Muhamadiyah Gebog Kudus

Suasana kegiatan Musyab di Gebog, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Suasana kegiatan Musyab di Gebog, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 
MuriaNewsCom, Kudus – Sesuai dengan prediksi, pemilihan pengurus baru Muhammadiyah atau Musyab di Gebog Kudus berlangsung meriah. Puluhan nama muncul dalam bursa calon. Di kegiatan yang didukung PR Sukun itu pun berjalan sukses.

Tapi akhirnya, ketua yang terpilih adalah, Basuki Abdullah. Basuki dipercaya memimpin Muhammdiyah Gebog selama lima tahun ke depan. Basuki unggul atas 21 nama yang masuk bursa calon.

Panitia Kegiatan, Karmidi mengungkapkan kalau calon awalnya 22 orang, kemudian dipilih oleh sembilan orang formatur. Akhirnya terpilih satu nama yang menjadi ketua berdasarkan rapat formatur.

“Beliau sebelumnya menjabat sebagai sekertaris, dan saat Musyab ini, dipercaya menjadi ketua. Sembilan formatur percaya kalau Basuki Abdullah mampu memimpin ke depan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, pengalaman menjabat sekretaris jelas menjadi nilai lebih bagi ketua yang baru. Sehingga, membuat tim formatur yakin akan kemampuannya.

Sedangkan ketua yang lama, Masnan Muslim sudah melepas jabatannya. Karena sudah menjabat selama dua kali periode lamanya. Untuk itu, dia mempercayakan kepada pengurus baru ke depannya.

Dalam tubuh pengurus, ketua dan formatur  mempercayakan sekretaris diisi oleh Karmidi, sedangkan bendahara diisi N Setiawan.

“Sementara baru tiga nama, nantinya bakal dilakukan pembahasan lebih lanjut mengenai nama nama yang masuk dalam pengurus,” ungkapnya.

Soal gebrakan ke depan, beberapa rencana sudah tertata dengan apik.  Seperti berencana membuat sekolah SMP atau SMK. Selain itu juga berencana membuat kantor terpadu yang terdapat balai pengobatan.

“Masih ada yang lainnya, namun itu baru rencana. Tinggal menunggu rapat kelanjutan bagiamana,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

 

KPP Pratama Jepara: Ini Keuntungan Manfaatkan Tax Amnesty

Petugas penerima wajib pajak yang ingin memanfaatkan Tax Amnesty di ruangan khusus pelayanan Tax Amnesty KPP Pratama Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Petugas penerima wajib pajak yang ingin memanfaatkan Tax Amnesty di ruangan khusus pelayanan Tax Amnesty KPP Pratama Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Tax Amnesty, yakni pengampunan pajak bagi wajib pajak melalui pengungkapan dan pembayaran sejumlah uang tebusan dengan angka tertentu yang jauh lebih sedikit.

Ada banyak keuntungan bagi wajib pajak yang selama ini tidak patuh dan taat terhadap pajak, ketika memanfaatkan program pengampunan pajak ini.

Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jepara, Endaryono menjelaskan, peraturan dan pelaksanaan mengenai Tax Amnesty telah dimulai. Karena banyak keuntungan yang bisa diterima wajib pajak ketika memanfaatkannya, maka wajib pajak diimbau tidak khawatir untuk memanfaatkan momen ini.

“Tidak perlu khawatir memanfaatkan Tax Amnesty karena selain data wajib pajak dirahasiakan, juga banyak keuntungan yang akan diterima,” ujar Endaryono kepada MuriaNewsCom, Sabtu (30/7/2016).

Lebih lanjut dia menerangkan, wajib pajak  tak perlu khawatir dalam mengikuti program Tax Amnesty karena sesuai Pasal 11 UU No. 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak. Wajib pajak juga akan dibebaskan dari segala jeratan sanksi administrasi dan sanksi pidana untuk kewajiban perpajakan sebelum tanggal 31 Desember 2015 atau dengan kata lain data yang terlapor tak akan bisa dijadikan dasar penyelidikan, penyidikan, dan/atau penuntutan pidana terhadap wajib pajak.

“Segala data maupun informasi  yang disampaikan wajib pajak melalui surat pernyataan yang tertera juga di jamin aman. Sehingga tidak perlu ragu, apalagi khawatir untuk memanfaatkan Tax Amnesty,” tegas Endaryono.

Adanya kebijakan Tax Amnesty, semestinya menjadi kesempatan emas karena program ini hanya akan berlangsung dalam waktu yang terbatas. Secara resmi hanya diberlakukan selama sembilan bulan saja, dalam tempo tiga periodeyakni muali 01 Juli 2016 hingga 31 Maret 2017 saja.

“Kesempatan ini benar-benar berlaku sangat terbatas. Jadi sangat disayangkan jika dilewatkan begitu saja oleh para wajib pajak pribadi atau badan. Lagi pula, wajib pajak hanya akan dibebankan tarif khusus yang jauh lebih kecil persentasenya. Semakin awal mengikuti, maka akan semakin kecil tarif tebusan yang dikenakan.” terangnya.

Endaryono menyatakan, bagi wajib pajak sendiri juga pasti diuntungkan oleh beragam kemudahan dan keringanan tertentu. Pertama, semua pajak terutang berupa PPh, PPN, dan PPnBM serta sanksi administrasi maupun sanksi pidana akan terhapuskan.

Kedua, terhindar dari pemeriksaan pajak alias tidak bisa dilakukan pemeriksaan pajak atas data-data yang telah dilaporkan. Jika wajib pajak sedang dilakukan pemeriksaan pun, maka secara otomatis pemeriksaan tersebut akan dihentikan seketika itu juga ketika mengajukan amnesty pajak.

Ketiga, mendapat penghapusan PPh final atas pengalihan harta berupa tanah dan/atau bangunan serta saham. “Yang sudah nampak jelas, wajib pajak akan diuntungkan oleh pengenaan tarif tebusan yang sangat rendah, terbebas dari segala sanksi,” imbuhnya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

 

Lihat Kamar Mandi RA Kartini, Begini Kesan Aura Kasih dan Rizal Armada

 Aura Kasih dan Rizal Armada saat melihat kamar mandi RA Katini (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Aura Kasih dan Rizal Armada saat melihat kamar mandi RA Katini (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Hari Jadi ke-275 Kabupaten Rembang juga dimeriahkan dengan kedatangan artis ibu kota, yakni Aura Kasih dan group band Armada, pada Sabtu (30/7/2016). Kedatangan mereka di Pendapa Kabupaten juga disambut antusias oleh warga.

Kedatangan mereka juga disambut Bupati Rembang Abdul Hafidz dan Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto, SKPD, TNI, Polri serta tak ketinggalan para pelajar juga ikut memyambutnya.

Dalam kesempatan itu, artis Aura Kasih dan Rizal Armada, terlihat menyempatkan diri untuk mengunjungi Museum Kartini yang lokasinya berada di belakang Pendapa Kabupaten. Mereka didampingi Kasi Sejarah Museum dan Kepurbakalaan pada Dinbudparpora Rembang Siti Nuryati.

Mereka pun berkeliling museum untuk melihat benda-benda peninggalan RA Kartini. Tak ketinggalan, kedua artis ini pun melihat kondisi kamar mandi yang dulunya digunakan oleh RA Kartini semasa menjadi istri dari Bupati Rembang ketika itu. Kamar mandi dengan ukuran 2 X 2 meter tersebut berada di samping museum sebelah timur.

“Ya, sederhana kamar mandinya. Tapi mungkin kalau zaman dahulu ini terbilang mewah, karena RA Kartini kan istri dari Bupati Rembang. Ketika itu, mungkin bak mandi seperti ini belum banyak yang punya, tapi karena termasuk bagian dari keluarga pejabat, maka RA Kartini memiliki fasilitas seperti ini,” ujar Aura Kasih.

Sementara itu, vokalis Band Armada Rizal mengungkapkan, meski tokoh perempuan, RA Kartini merupakan sosok yang sederhana. Kita bisa mencontoh dari kesederhanaan RA Kartini, di samping inspirasi-inpirasinya dalam memajukan bangsa ini,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Puncak Acara 1 Abad Qudsiyyah Kudus Digelar 22 Kegiatan

qudisyyah

Warga melihat publikasi acara peringatan 100 Tahun Madrasah Qudsiyyah.

 

MuriaNewsCom, Kudus – Acara puncak peringatan satu abad Qudsiyyah Kudus bakal digelar selama sepekan, 1 – 7 Agustus 2016. Bertempat di lapangan Qudsiyyah, Jl KHR Asnawi No 32 Damaran Kota Kudus. Sedikitnya tak kurang dari 22 acara bakal dilaksanakan.

Acara-acara yang bakal menjadi andalan di antaranya, Santri Mandiri & UMKM Expo, pameran  Kitab Ulama Nusantara, Konser Budaya santri, peluncuran album baru Rebana Qudsiyyah “Al-Mubarok”, Bahsul Masail se-Jawa Madura, Lomba Mewarnai Gambar Menara, Caknun & Kia Kanjeng,  Laga Santri & Pelajar se-Jateng serta ditutup dengan Gema Qudsiyyah bersama KH Mustofa Bisri.

Ketua panitia satu abad Qudsiyyah, Ihsan, mengatakan Santri Mandiri & UMKM Expo bakal digelar selama satu pekan untuk mewadai dan memasarkan produk-produk alumni dan masyarakat umum. Sebanyak 30 stan disiapkan panitia untuk mendukung seluruh rangkaian acara satu abad. “Bagi UMKM yang ingin memperluas pasar, silakan segera mendaftar,” kata Ihsan di rilis persnya.

Selain menyiapkan expo, dia menyatakan juga menyiapkan galeri pameran kesenian dan pameran kitab-kitab karya ulama Nusantara. “Ada begitu banyak kitab-kitab karya ulama Nusantara, termasuk karya pendiri Qudsiyyah KHR Asnawi yang akan kita pamerkan,” kata dia.

Pameran ini akan digelar selama tiga hari, yakni pada Senin – Rabu, 1-3 Agustus 2016 yang bertempat di Aula MA Qudsiyyah Kudus.

Agenda lain yang cukup banyak ditunggu-tungu adalah peluncuran album baru “Al-Mubarok” grup Rebana Qudsiyyah. Mereka bakal meluncurkan album kesebelasnya. Total ada seratus 100 lagu yang sudah diproduksi selama ini.  “Sebanyak 15 lagu baru bakal ada dalam DVD terbarunya Al-Mubarok. Lagu ini melengkapi total 100 lagu Al Mubarok. Ini sebagai kado ulangtahun Qudsiyyah ke-100,” papar Ihsan.

Selain itu, pria yang juga menjabat sebagai Ketua FKUB Kudus ini menuturkan, panggung Caknun dan Kiai Kanjeng dari Yogyakarta, yang bakal digelar pada Rabu malam (3/8) mendatang juga menjadi daya tarik masyrakat umum.

“Kita Undang Cak Nun untuk mendaulat Sholawat karya pendiri Qudsiyyah sebagai Sholawat kebangsaan. Selama ini Sholawat Asnawiyyah hanya dikenal di Kudus saja, kita mau sholawat ini dikenal secara nasional karena sholawat ini berisi doa untuk keamanan Indonesia raya,” ungkap dia.

Kegiatan selama satu pekan ini akan ditutup dengan pengajian yang bertajuk “Gema Qudsiyyah” bersama KH Mustofa Bisri pada Sabtu (6/8) mendatang.  “Kita berharap dalam momentum 100 tahun ini, Qudsiyyah semakin maju dan semakin berkah,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Seni di Balik Secangkir Kopi Lelet

Kopi Lelet khas Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kopi Lelet khas Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Bagi para pecinta kopi sejati belum lengkap rasanya kalau belum merasakan nikmatnya Kopi Lelet.  Kopi Lelet ini mempunyai ciri tersendiri cara menikmatinya, yaitu meleletkan ampas kopi ke batang rokok, bisa rokok kretek maupun rokok putih.

Kopi Lelet adalah kopi tradisional yang digiling menjadi sangat halus yang berasal dari Rembang, dan sudah sangat terkenal terutama bagi pecinta dan penikmat kopi lokal. Karena sangat halusnya, ampas kopi tersebut dapat dileletkan di batang rokok.

Kegiatan membatik di batang rokok merupakan kegiatan yang menyatukan rasa seni dan rasa kopi, sehingga dapat menimbulkan kenikmatan tersendiri.

Jika Anda berkunjung ke Rembang, cukup mudah untuk bisa menikmati Kopi Lelet. Sebab, hampir di setiap warung atau angkringan menyediakan Kopi Lelet. Untuk bisa menikmati kopi ini, Anda juga tak perlu merogoh kocek dalam-dalam, karena harganya berkisar Rp 2-3 ribu per cangkir.

Lebih dari itu, Kopi Lelet ini ternyata juga bisa menjadi media silaturrahmi dan menjalin keakraban. Karena, mengobrol atau membincangkan sesuatu bisa lebih rileks dengan ditemani Kopi Lelet. Apalagi dipadu dengan gorengan, akan semakin nikmat.

“Kalau lagi ngobrol sama temen atau rekan-rekan kerja, bisa lebih asyik kalau ditemani Kopi Lelet. Apalagi yang dari luar daerah, pasti penasaran dengan kopi khas Rembang ini,” Mulyono, warga Tasikagung Rembang.

Selain itu, ngopi bareng juga disebutnya untuk media relaksasi dari rasa capek, karena seharian sibuk dengan pekerjaan. “Bila sudah ngopi, rasa capek, suntuk, jenuh setelah bekerja itu bisa langsung plong, hilang. Sehingga di tubuh juga ada rasa semangat dan bugar,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Vera Haryanto Ajak Pemuda Pati Berpartisipasi dalam Ekonomi Kreatif

Vera Haryanto mengajak pemuda untuk ikut berpartisipasi dalam ekonomi kreatif di Desa Sirahan, Cluwak. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Vera Haryanto mengajak pemuda untuk ikut berpartisipasi dalam ekonomi kreatif di Desa Sirahan, Cluwak. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Tresya Oktavera Wedyastantri, putri sulung Bupati Pati Haryanto mengajak pemuda di Pati untuk berpartisipasi dalam ekonomi kreatif. Ada banyak produk unggulan di Pati yang bisa disulap secara kreatif menjadi barang dengan ekonomi tinggi.

“Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sudah tiba. Kita dihadapkan pada era kompetisi yang ketat. Karena itu, butuh kreativitas yang tinggi untuk bisa bersaing dalam kompetisi ekonomi tersebut,” ujar Vera, Jumat (29/7/2016).

Kreativitas yang dimaksud, bisa memanfaatkan barang-barang bekas tak terpakai atau barang dengan harga murah dan disulap menjadi barang mahal. Untuk mengubah barang murah menjadi barang mahal butuh kreativitas. Hal itu yang disebut Vera sebagai ekonomi kreatif.

Salah satu contoh ekonomi kreatif, antara lain bros dari flanel, aneka produk rajut yang saat ini digemari dalam dunia fashion, miniatur dan perabotan dari pemanfaatan barang bekas, dan lain sebagainya. “Di Pati, sudah mulai bermunculan yang bergiat di bidang ekonomi kreatif. Pemuda juga harus mengikuti jejak baik tersebut,” kata Vera.

Dalam dunia ekonomi kreatif, Vera juga menekankan pada aspek manajemen dan pemasaran. Produk bagus hasil dari kreativitas tidak bisa sukses, tanpa dibekali dengan ilmu pemasaran dan manajemen yang baik.

“Bagaimana orang lain bisa membeli produk kita yang bagus, kalau mereka tidak tahu. Ini yang disebut dengan pemasaran atau marketing. Bagaimana bisnis bisa berjalan dengan baik tanpa adanya manajemen yang baik pula,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

 

Ini Empat Orang Anggota Dewan yang Tidak Hadir saat Tes Urine

kudus-tes urine-3 (e)

Ketua DPRD Kudus Masan bersama anggota dewan lainnya, memegang stiker penolakan terhadap narkoba, usai tes urine yang dilaksanakan pada Jumat (29/7/2016) malam. MuriaNewsCom (Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ternyata, tidak semua anggota DPRD Kudus menghadiri tes urine, yang diselenggarakan pada Jumat (29/7/2016) malam. Ada empat orang yang tidak hadir saat itu.

Selain Ketua Komisi C DPRD Kudus Agus Imakudin yang memang berada di panti rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah, ada empat orang anggota dewan yang tidak tes urine.

Keempatnya adalah Hartopo, Ulwan Hakim, Bambang Kasriyono, dan Luwis Junaiti. Alasan yang disampaikannya juga bermacam-macam, namun lebih banyak yang sedang keluar kota.

Misalnya saja Hartopo dan Ulwan Hakim, yang tidak hadir saat tes urine dengan alasan keluar kota. ”Kalau yang saya dengar, keduanya sedang touring memang keluar kota,” kata salah seorang anggota dewan yang menolak disebut namanya.

Sedangkan dua orang lainnya, yakni Bambang Kasriyono tidak hadir saat tes urine, dikarenakan sedang sakit. Sementara Luwis Junaiti memberikan alasan bahwa dirinya sedang ke Kalimantan Timur (Kaltim).

Tes urine sendiri, dilaksanakan DPRD Kudus bekerjasama dengan BNNP Jateng. Ini menindaklanjuti kasus tertangkapnya Agus Imakudin karena dugaan kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu.

Ketua DPRD Kudus Masan menegaskan bagi mereka yang belum mengikuti tes urine, maka harus melakukan tes sendiri, ke kantor BNNP Jateng. ”Ini sudah keputusan, sehingga bagi anggota yang belum tes urine, harus tes sendiri ke sana,” tegasnya.

Masan mengatakan bahwa, tes urine itu wajib dilaksanakan. Nantinya, bagi yang belum tes urine, akan diantarkan sekretaris DPRD Kudus (Sekwan) ke kantor BNNP Jateng.

”Saya sudah perintahkan sekwan untuk mengantarkan ke BNNP Jateng, anggota kita yang belum tes urine. Agar semua juga melaksanakan tes urine,” terangnya kemudian.

Sebagaimana diketahui, hasil akhir dari tes urine yang dilaksanakan itu sendiri adalah semuanya negatif. Tidak ada anggota dewan yang terbukti mengonsumsi narkoba berdasarkan hasil tes tersebut.

Editor: Merie

Kampungmu Kurang Asri? Bacalah Trik Hebat Ala Dusun di Kudus Ini

Warga membuat biopori di Kampung Iklim di Dusun Kauman, Ngembalrejo, Bae, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga membuat biopori di Kampung Iklim di Dusun Kauman, Ngembalrejo, Bae, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 
MuriaNewsCom, Kudus – Kampung Iklim di Kudus yang bertempat di Dusun Kauman Desa Ngembalrejo Bae Kudus, merupakan satu-satunya di wilayah itu.

Ada alasan khusus kenapa bisa disebut Kampung Iklim. Kampung Iklim merupakan kampung yang mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Khususnya terhadap pencegahan bencana dan mampu mengikuti perubahan iklim.

Kepala Dusun Kauman Umar Khattab mengatakan kalau di kampungnya terdapat di RW 4 Desa Ngembalrejo. Masyarakat sangat kompak untuk mewujudkan wilayah agar semakin nyaman dan tanggap bencana.

“Semenjak banjir besar dulu, kami berkumpul untuk mencari solusi. Kami ini korban. Harus ada solusi untuk menanganinya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Pihaknya menempuh berbagai upaya. Seperti memperbanyak pepohonan. Baik yang besar maupun yang jenis bunga atau sayuran. Bahkan, tiap rumah sudah sadar dengan banyak menanam tumbuhan.

Warga juga memilah sampah. Mulai dari sampah organik, nonorganik, plastik kaca, botol plastik, dan lain sebagainya.

Sampah yang terkumpul, diolah dan dimanfaatkan. Warga mengupayakan pengolahan sendiri untuk dimanfaatkan lagi. Sehingga tidak ada sampah yang keluar.

“Kami juga membuat program ribuan biopori. Hingga kini sudah ada 1600 biopori. Kami menargetkan akan semakin menambah biopori untuk resapan air,” imbuhnya

Dia berharap daerah lain mampu meniru. Hal itu untuk membuat daerah yang lebih sejuk, serta daerah yang aman .

Editor : Akrom Hazami

 

 

Mau Tahu Hasil Tes Urine Para Anggota Dewan Kudus?

kudus-tes urine-2 (e)

Anggota DPRD Kudus sedang mengantre untuk mengetahui hasil tes urine yang dilakukan petugas dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jateng, Jumat (29/7/2016) malam. MuriaNewsCom (Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Anggota DPRD Kudus telah melaksanakan tes urine, untuk mengetahui apakah mereka mengonsumsi narkoba atau tidak, malam ini. Dan hasilnya bisa dibilang melegakan bagi mereka.

Pasalnya, dari tes urin yang dilakukan kepada anggota tersebut, semuanya dinyatakan negatif. Alias tidak ada yang terbukti mengonsumsi narkoba. Karena itu, wajah-wajah para anggota dewan juga terlihat sumringah karenanya.

Sejak pukul 20.00 WIB, satu persatu anggota dewan yang hadir dalam rangka rapat paripurna pengesahan APBD Perubahan 2016 itu, diambil sampel urinenya. Mereka ditempatkan di lantai bawah gedung DPRD Kudus.

Saat datang, mereka langsung diminta untuk buang air kecil dahulu, kemudian menyerahkannya ke petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah yang bertugas malam itu.

Tes sendiri berlangsung tidak sampai satu jam untuk semua anggota. Dan hasilnya, menurut Kasi Intelejen BNNP Jateng Kompol Meilian Rahmadi, adalah negatif semua.

”Dari pemeriksaan yang kita lakukan, hasilnya sudah langsung bisa diketahui. Dan tadi memang hasilnya semua urine dinyatakan negatif,” katanya kepada sejumlah wartawan yang meliput kegiatan tersebut.

Menurut Meilian, tes urine yang dilakukan itu, juga cukup ampuh untuk mengetahui apakah seseorang mengonsumsi narkoba atau tidak. ”Karena meski dia memakai seminggu lalu, masih bisa terdeteksi. Dan ada lima item yang akan terdeteksi melalui tes urine ini. Jadi, jangan diragukan,” jelasnya.

Ditanya apakah tes urine sudah cukup untuk mengetahui seseorang memakai narkoba atau tidak, Meilian mengatakan jika hal itu sudah cukup. Jadi tidak perlu tes yang lebih spesifik lagi, seperti tes rambut.

”Tes rambut hanya diberlakukan kepada orang-orang khusus, yang kemudian memang terdeteksi menggunakan narkoba. Namun untuk kalangan biasa atau awam, cukup dengan menggunakan tes urine ini saja. Sudah cukup, kok,” paparnya.

Meilian meyakini bahwa kalangan anggota dewan Kudus sudah memahami bahwa narkoba adalah barang yang terlarang. Sehingga akan menjauhinya atau tidak mengonsumsinya. ”Mereka pasti paham bahayanya. Jadi, akan menghindarinya,” imbuhnya.

Editor: Merie

 

Mahasiswa Undip Ajarkan e-Commerce di Desa Sirahan Pati

Sejumlah pelaku UMKM di Desa Sirahan, Kecamatan Cluwak mengikuti program pengenalan e-Commerce dari mahasiswa Undip yang sedang KKN. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah pelaku UMKM di Desa Sirahan, Kecamatan Cluwak mengikuti program pengenalan e-Commerce dari mahasiswa Undip yang sedang KKN. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Sejumlah mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang yang mengikuti kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Sirahan, Kecamatan Cluwak, Pati mengajarkan tentang e-Commerce. Hal itu diharapkan agar warga semakin tahu tentang seluk beluk perdagangan elektonik.

Saat ini, perdagangan dalam dunia ekonomi mulai diklasifikasikan dalam perdagangan online dan offline. Perdagangan online ini yang disebut dengan e-Commerce, sedangkan perdagangan secara langsung dinamakan offline.

“Ada banyak potensi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Desa Sirahan. e-Commerce bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan produk UMKM melalui internet. Bahkan, seseorang bisa berinteraksi dengan calon pembeli melalui gadget atau komputer yang pada akhirnya bisa mendongkrak penjualan produk UMKM di Desa Sirahan,” ujar Tresya Oktavera Wedyastantri, mahasiswi Jurusan Manajemen Undip asal Desa Raci, Batangan.

Dalam mensosialisasikan e-Commerse, mereka bekerja sama dengan para pelaku UMKM, pemuda karang taruna, perangkat desa, hingga kelompok tani. Kehadiran mereka diharapkan bisa memadukan antara produk dan e-Commerse.

“Yang dimaksud e-Commerse itu, perdagangan melalui sistem elektronik, terutama internet. Perdagangan itu bisa mulai penyebaran, pembelian, pemasaran hingga penjualan melalui jasa pengiriman barang. Meski terkesan sederhana, tetapi ada pola manajemen yang harus diketahui warga,” kata Vera.

Vera menambahkan, Tim KKN dari Undip yang ditugaskan di Desa Sirahan sengaja memilih e-Commerse sebagai salah satu programnya, karena kesadaran tentang pemasaran yang lebih modern penting dilakukan pelaku UMKM. Dengan e-Commerce, pelaku UMKM diharapkan bisa memasarkan dan menjual aneka produknya melalui online.

Editor : Kholistiono

 

Ini Aktivitas Perdana Proyek Revitalisasi Alun-alun Purwodadi

Sejumlah pekerja tengah memasang patok kayu di sekeliling Alun-alun Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah pekerja tengah memasang patok kayu di sekeliling Alun-alun Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Setelah mendapat sorotan, proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi akhirnya mulai dikerjakan. Hal ini, terlihat dengan adanya belasan pekerja yang mulai melakukan kegiatan di seputar kawasan alun-alun, Jumat (29/7/2017).

Dari pantauan di lapangan, belasan pekerja tersebut melakukan pemasangan patok kayu di sekeliling alun-alun. Tepatnya, beberapa meter di belakang trotoar yang ada saat ini. Patok tersebut merupakan tanda untuk lokasi penggalian pondasi trotoar yang baru.

Informasi yang didapat, dalam waktu dekat, pihak rekanan akan memasang pagar penutup di lokasi pekerjaan. Tepatnya, di sisi luar trotoar atau di pinggir jalan sekeliling alun-alun. Penutupan ini dilakukan untuk pengamanan material dan peralatan kerja yang akan segera ditempatkan di situ.

Kepala Dinas Cipta, Karya Tata Ruang dan Kebersihan (DCTK) Grobogan M Chanif menyatakan, sebenarnya, pihak rekanan bermaksud memasang pagar pengaman lebih dulu sebelum melakukan kegiatan. Namun, pihaknya meminta agar pemagaran ditunda dulu sampai PKL yang ada di situ menempati lahan relokasi sementara.

“Dalam akhir pekan ini, para PKL kita toleransi masih boleh jualan di alun-alun. Minggu depan, mereka sudah harus pindah ke tempat relokasi yang sudah kita siapkan. Jadi, pekan depan kemungkinan akan dilakukan pemagaran,” ujar Chanif melalui Kabid Cipta Karya Joni Sarjono.

Menurutnya, sesuai kontrak, proyek revitalisasi alun-alun itu sudah harus rampung dalam waktu 160 hari terhitung sejak 16 Juli lalu. Batas akhir penyelesaian proyek senilai Rp 10,6 miliar ini sampai dengan 22 Desember mendatang.

 Editor : Kholistiono

Subroto-Nur Yahman Resmi Diusung Golkar Maju di Pilkada Jepara

Subroto - Nur Yahman mendeklarasikan diri sebagai pasangan dalam Pilkada Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Subroto – Nur Yahman mendeklarasikan diri sebagai pasangan dalam Pilkada Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Teka-teki siapa sosok yang bakal mendampingi Subroto dalam Pemilihan Daerah (Pilkada) Jepara 2017 akhirnya terjawab. Subroto akan berpasangan dengan  Nur Yahman, sosok yang telah dua kali menjadi calon Bupati Jepara pada pilkada sebelumnya. Kepastian tersebut muncul dari partai Golkar, yang mendeklarasikan pasangan itu di kantor DPD Golkar Jepara, Jumat (29/7/2016).

Deklarasi itu digelar setelah DPD Golkar Jepara menerima rekomendasi dari DPP Golkar. Deklarasi digelar setelah pengurus partai berlambang pohon beringin ini menggelar Musda IX, membentuk kepengurusan baru.

Bakal pasangan calon bupati-wakil pupati itu juga disetujui oleh beberapa partai lain. Salah satunya adalah partai Nasdem. Meski belum mendeklarasikan bakal pasangan itu, Nasdem dikabarkan telah mendapatkan rekomendasi dari DPP Nasdem untuk mengusung pasangan tersebut.

Partai Nasdem juga hadir dalam deklarasi yang digelar oleh Golkar tersebut. Selain Nasdem, juga ada dua partai lain yang hadir yakni Hanura dan PAN. Masing-masing diwakili oleh pengurus partai tersebut.

Saat prosesi deklarasi, Japar yang terpilih kembali sebagai ketua DPD Partai Golkar Jepara secara aklamasi pada Musda IX itu menegaskan, jajaran pengurus, kader dan simpatisan harus membantu untuk memenangkan calon yang diusung Partai Golkar dan beberapa Parpol lain. Ia juga berpesan agar Golkar kembali dibesarkan.

“Pengurus teras Partai Golkar Jepara tidak bisa menjalankan mesin partai tanpa bantuan semua pihak. Untuk itu semua pihak harus solid,” kata Japar dalam pidato politiknya.

Sementara itu, Nur Yahman mengaku senang bisa kembali berpartisipasi dalam pesta demokrasi di Jepara. Meskipun sebelumnya dua kali mencalonkan diri sebagai Bupati Jepara dan gagal, ia saat ini merasa yakin akan berhasil menang meski diposisikan sebagai wakil bupati.

“Saya sudah tidak asing dengan partai Golkar karena pilkada sebelumnya, juga mengusung saya sebagai calon bupati. Melihat peta politik di Jepara saat ini, saya berharap PDI Perjuangan juga ikut bergabung dalam koalisi. Agar bisa bersama-sama berjuang untuk Jepara,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Ribuan Ibu Tes Kanker Serviks di Kudus

 

Sejumlah ibu melakukan tes kanker serviks di gedung PKK Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Sejumlah ibu melakukan tes kanker serviks di gedung PKK Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ribuan ibu termasuk ibu rumah tangga dan pekerja pabrik rokok melakukan tes kanker serviks. Kegiatan itu dilakukan untuk mengetahui penyakit berbahaya tersebut.

Kepala DKK Kudus dr Maryata mengatakan pihaknya melakukan tes serviks, membutuhkan dua cara. Pertama dengan Iva, dan kedua dengan Pabsmir.

Untuk Iva, yang melakukan tes pada Jumat (29/7/2016) pagi  sekitar 4.050 ibu. Sedangkan Pabsmir ada sekitar 1000. Kebanyakan yang melakukan tes adalah mereka para buruh rokok.

Tes kesehatan tersebut penting guna mengetahui gejala dini kanker. Kerahasiaan sangat terjamin sehingga bagi yang ikut tes tidak usah khawatir jika memiliki masalah soal kanker.

“Jika tahu maka dapat segera diobati sebab gejala kerap kali tidak dirasa. Padahal dampaknya bisa fatal,” ungkapnya.

Untuk dapat di cek dengan lancar, ibu diminta tidak usah tegang. Karena otot yang tegang dapat membuat lubang serviks keras, dan susah dicek.

Riyatun (48) seorang karyawan mengungkapkan senang dengan program itu. “Tidak sakit, biasa saja. Tak kira sakit atau gimana. Tes juga hanya sebentar,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

KPU Sebut Ada 3 Tokoh yang Bakal Maju pada Pilkada Pati Lewat Jalur Independen

 Sri Susahid (berbaju hijau), seorang tokoh yang mengajukan diri sebagai Calon Bupati Pati lewat jalur independen. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Sri Susahid (berbaju hijau), seorang tokoh yang mengajukan diri sebagai Calon Bupati Pati lewat jalur independen. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Komisioner KPU Pati Imbang Setiawan menyebut, ada tiga tokoh yang sudah beberapa kali konsultasi terkait dengan syarat dan pendaftaran Calon Bupati Pati melalui jalur nonparpol. Satu di antaranya, seorang mantri asal Desa Payang, Kecamatan Pati Kota, Sri Susahid.

“Sudah ada tiga tokoh yang datang untuk bertanya terkait dengan syarat dan pendaftaran. Namun, kami tidak bisa menyebutkan namanya karena belum sampai pada tahapan pendaftaran calon bupati dari perseorangan. Pendaftaran dijadwalkan pada 6 sampai 10 Agustus 2016,” ujar Imbang, Jumat (29/7/2016).

Untuk lolos menjadi calon bupati lewat nonparpol, kata Imbang, seorang tokoh mesti lolos verifikasi berkas. Pasalnya, berkas tersebut nantinya akan diteliti secara administratif. Salah satunya, ada kemungkinan dukungan ganda atau tidak.

Tak berhenti di situ, KPU akan melakukan verifikasi faktual yang dilakukan Panitia Pemungutan Suara (PPS). Seseorang yang menyatakan dukungannya terhadap calon independen benar-benar dicek dari satu rumah ke rumah lainnya.

“Aturan itu sudah sesuai dengan undang-undang. Jadi, tidak ada pendukung bayangan. Semua akan diverifikasi secara faktual. Dari 67.015 dukungan minimal harus tersebar minimal di 11 kecamatan dari 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Pati,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

 

Malam Ini, BNN Provinsi Periksa Urine Anggota Dewan

 Suasana menjelang pelaksanaan paripurna di DPRD Kudus. Setelah itu, akan dilaksanakan tes urine kepada seluruh anggota dewan yang ada. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Suasana menjelang pelaksanaan paripurna di DPRD Kudus. Setelah itu, akan dilaksanakan tes urine kepada seluruh anggota dewan yang ada. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah malam ini melakukan pemeriksaan atau tes urine, kepada para anggota DPRD Kudus.

Sejak sekitar pukul 19.00 WIB, anggota dari BNNP sudah mulai berdatangan ke kantor DPRD Kudus. Ada belasan orang yang datang, yang kemudian menunggu dimulainya pemeriksaan.

Kedatangan BNNP ini, berbarengan dengan akan dilaksanakannya rapat paripurna di dewan, yang menurut undangan, akan dilaksanakan pada pukul 20.00 WIB. Sedangkan tes urine sendiri, rencananya akan dilakukan usai rapat paripurna.

Pemeriksaan urine ini sendiri, dilakukan setelah adanya permintaan dari DPRD Kudus. Terlebih setelah kasus tertangkapnya Ketua Komisi C DPRD Kudus Agus ”Udin” Imakudin oleh BNNP atas dugaan kepemilikan narkotika jenis sabu.

Ketua DPRD Kudus Masan sendiri memang pernah menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan tes urine terhadap para anggota dewan. Apalagi, anggota dewan juga banyak yang kemudian menginginkan tes tersebut.

”Kita akan melaksanakan tes itu, karena memang banyak anggota yang juga meminta. Sehingga kita akan berkoordinasi dengan BNN Provinsi Jateng untuk menggelar tes urine,” tuturnya belum lama ini.

Tes urine ini, menurut Masan, dilakukan dengan biaya dari pribadi masing-masing anggota dewan. Mereka akan dipotong gajinya, untuk dilakukan tes urine. ”Kita sudah sepakat akan hal itu. Potong gaji untuk membayar tes urine,” katanya.

Desakan agar anggota dewan diperiksa urinenya, juga datang dari berbagai kalangan di Kudus. Para aktivis atau kelompok masyarakat yang peduli akan pemberantasan narkoba di wilayah ini, mengedarkan kotak sumbangan kepada warga, untuk membiayai tes urine bagi anggota dewan.

Aksi penggalangan dana ini, sudah dilakukan beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang ada di Kudus ini. Pasalnya, ada anggota dewan yang mengatakan jika biaya tes urine itu mahal. Sehingga aktivis LSM melakukan aksi penggalangan dana.

Editor: Merie

Warga Kirig, Jangan Lupa Saksikan Film Cukai yang Akan Buat Sejahtera

 Bagian Humas Setda Kudus memutar film sosialisasi mengenai aturan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus selama ini. (MuriaNewsCom)

Bagian Humas Setda Kudus memutar film sosialisasi mengenai aturan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus selama ini. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Kegiatan pemutaran film mengenai sosialisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus, terus berlanjut.

Rencananya, kegiatan itu akan kembali digelar di Desa Kirig, Kecamatan Mejobo, Kudus, pada Sabtu (30/7/2016) malam, mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai.

Ini adalah kesempatan bagi warga Kirig, untuk bisa melihat secara langsung, sosialisasi mengenai penggunaan dana cukai, yang digunakan demi kesejahteraan masyarakat Kudus. Dari film itu, warga bisa menyaksikan pesan bahwa mereka bisa ikut memanfaatkan dana cukai, melalui berbagai kegiatan yang diprogramkan Pemkab Kudus.

”Warga Kudus supaya paham bahwa dana cukai yang diterima pemkab, memang digunakan untuk kesejahteraan mereka. Melalui program-program yang sudah dibentuk dan dilaksanakan. Nah, tugas kita menyosialisasikan program itu, supaya masyarakat yang belum mengetahuinya, bisa tahu dan paham soal ini,” tutur Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno.

Kegiatan yang digelar ini, dengan berlandaskan Peratuan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Tujuan dari berbagai program kerja dari dana cukai ini, menurut Winarno, memang diperuntukkan bagi warga itu sendiri. Misalnya kegiatan pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kudus, yang terdiri dari berbagai macam jenis pelatihan.

”Ikut saja pelatihan di sana. Dari sana jenis ketrampilan yang bisa dikuasai akan bertambah, karena sudah diajarkan semua. Jenisnya juga menyesuaikan apa kebutuhan dari warga sendiri. Sehingga nanti jika membuka usaha sendiri, akan bisa lebih maksimal,” tuturnya.

Bagian Humas Setda Kudus sendiri menjalin kerja sama yang baik dengan perangkat desa yang menjadi lokasi pemutaran film. Perangkat desa menyambut hangat kegiatan ini, karena memang sangat bermanfaat bagi warga mereka.

”Tentu saja ini adalah bentuk kerja sama yang baik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dengan para perangkat desa. Karena keinginan pemkab untuk menyosialisasikan program-programnya, mendapat sambutan baik di tingkat desa,” kata Kepala Bagian Humas Setda Kudus Putut Winarno.

Winarno mengatakan, keinginan pihaknya agar setiap warga di Kabupaten Kudus mengetahui dan memahami bagaimana Kudus menerima dana cukai, digunakan untuk apa saja, dan terutama apa manfaatnya bagi masyarakat Kudus itu sendiri, bisa diakomodir masing-masing perangkat dengan baik. ”Sehingga semua yang ingin kita sampaikan, tersampaikan dengan baik,” terangnya.

Setelah Desa Kirig, kegiatan pemutaran fil ini akan digelar juga di Desa Gamong (Kaliwungu) pada 31 Juli 2016, Desa Kutuk (Undaan) pada 4 Agustus 2016, Desa Pladen (Jekulo) pada 6 Agustus 2016, Desa Payaman (Mejobo) pada 10 Agustus 2016, Desa Hadipolo (Jekulo) pada 13 Agustus 2016, dan Desa Honggosoco (Jekulo) yang belum ditentukan tanggalnya. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

Nekad, Sopir Angkot di Jepara Ini jadi Pengusaha Miniatur Kapal yang Kaya Raya 

 

Nur Faad berfoto dengan karyanya yang hebat. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Nur Faad berfoto dengan karyanya yang hebat. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 
MuriaNewsCom, Jepara – Kisah menarik datang dari Kota Ukir Jepara. Seorang sopir angkot Nur Faad berani beralih profesi menjadi pengrajin miniatur kapal bersejarah, meski tanpa modal keahliah khusus di bidang kayu dan ukir.

Ya, warga Desa Mulyoharjo, Kecamatan Kota itu nekad dan belajar secara otodidak. Hasilnya, kini dirinya mampu meraup untung jutaan rupiah dari hasil karya uniknya itu.

Keputusan Faad beralih profesi dari supir menjadi perajin mulai sekitar tujuh tahun silam, yakni pada 2009. Saat itu dia belum tahu apa-apa tentang kerajinan. Namun dia belajar secara otodidak dan banyak bertanya pada orang lain. Selain itu, dia juga sering melihat langsung bentuk kapal di pelabuhan.

Dari sana dia mulai coba-coba bikin kapal pinisi. Proses pembuatan sekitar satu minggu. Setelah itu hasil karya pertamanya itu dititipkan ke salah satu temanya yang sudah lebih dulu bergelut di kerajinan. Ternyata laku. ”Bahkan hanya berselang satu hari dari waktu saya menitipkan kapal saya. Ternyata laku Rp 800 ribu waktu itu,” kata Faad kepada MuriaNewsCom.

Setelah berhasil menjual karya pertama tersebut, suami dari Sukarti ini semakin tekun membuat kerajinan miniatur kapal. Khususnya kapal pinisi dan kapal dewa ruci. Kemudian dia mengaku lebih fokus kepada dua jenis kapal itu karena menurutnya, dua kapal sudah sangat populer. Kapal pinisi terkenal dengan kapal bajak laut di Sulawesi. Sementara kapal Dewa Ruci merupakan nama dari kapal angkat laut.

“Saya berpikir seperti itu. Karena jenis dua kapal itu sudah terkenal maka kemungkinan minat orang-orang juga akan lebih banyak,” katanya.

Saat ini penjualan hasil karya Faad sudah tembus di berbagai negara. Seperti Iran, Amerika, Korea, Australia, Malaysia dan lain-lain. Ribuan miniatur kapal sudah diproduksi mulai awal-awal berdiri. Faad mengatakan, pada awal-awal pesanan tidak terlalu lancar. Baru mulai lancar sejak sekitar tiga tahun terakhir.

Faad mengaku, pengalaman yang paling berkesan selama bergelut di bisnis kerajinan miniatur kapal ini, saat dipesan oleh salah satu angkatan laut pada 2013 lalu. Waktu itu, akan ada peresmian salah satu akademi kelautan di Surabaya oleh peresiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY). Karya Faad dipesan untuk dijadikan kenang-kenangan buat Presiden SBY.

”Saya senang sekali waktu itu. Karena saya diundang langsung dan disuruh melihat bentuk kapal Dewa Ruci secara langsung,” katanya.

Dia menambahkan, dalam proses pembuatannya tidak bisa dilakukan oleh orang sembarangan. Dalam proses pembuatan selama ini Faad mengandalkan beberapa pekerjanya yang sudah terlatih. Saat ini Faad memiliki tujuh pekerja. Mereka bekerja setiap hari dan dibayar sesuai dengan pekerjaannya.

Editor : Akrom Hazami

 

Ini Pesan Ketum ISSI Jateng Biar Grobogan Punya Atlet Sepeda yang Handal

Ketua Umum Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Jawa Tengah Dede Indra Permana Sudiro saat menyampaikan sambutan dalam acara pelantikan pengurus ISSI Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ketua Umum Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Jawa Tengah Dede Indra Permana Sudiro saat menyampaikan sambutan dalam acara pelantikan pengurus ISSI Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ketua Umum Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Jawa Tengah Dede Indra Permana Sudiro menyatakan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mencetak atlet sepeda handal. Salah satu yang paling penting adalah penyediaan venue untuk sarana latihan maupun menggelar pertandingan.

“Minimal, harus punya tempat untuk latihan. Setidaknya untuk latihan sepeda BMX,” ujar Dede saat melangsungkan pelantikan pengurus ISSI Grobogan periode 2016-2020, Jumat (29/7/2017).

Menurut Dede, sejauh ini memang belum banyak daerah yang memiliki venue memadai. Hal ini terjadi karena pembuatan venue memerlukan dana yang cukup besar.

“Untuk bikin tempat latihan minimal ada dana Rp 500 juta. Ini memang jadi kendala karena kebutuhannya besar. Makanya, pembuatannya perlu dilakukan bertahap,” katanya.

Dalam kepengurusan ISSI Grobogan yang baru kali ini terbentuk, sosok ketua umum dipercayakan pada Yoyok Prihantoro. Acara pengukungan juga dihadiri Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto dan Ketua KONI Grobogan Fatchur Rahman. Keduanya juga tercatat dalam kepengurusan sebagai Pembina ISSI Grobogan.

Menurut Fatchur Rahman, untuk bisa meraih prestasi memang salah satu faktor pendukungnya adalah sarana dan prasarana yang memadai. Tidak hanya untuk olahraga sepeda saja tetapi juga semua cabang olahraga.

Mengenai perlunya membuat venue sepeda, dia menyatakan sudah memikirkan masalah tersebut. Hanya saja, salah satu kendala adalah soal lahan yang akan dipakai. “Saya selaku ketua KONI akan membahas lebih lanjut dengan Disporabudpar. Mudah-mudahan, harapan untuk bisa memiliki venue nanti bisa cepat terwujud,” katanya.

Editor : Kholistiono