Ratusan Warga Jagalan Purwodadi Demo Tolak Pendirian Hotel Ampera

 

Ratusan warga Kampung Jagalan Utara, Kelurahan Purwodadi menyampaikan aspirasi menolak keberadaan Hotel Ampera (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ratusan warga Kampung Jagalan Utara, Kelurahan Purwodadi menyampaikan aspirasi menolak keberadaan Hotel Ampera (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ratusan warga Kampung Jagalan Utara, Kelurahan Purwodadi, menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kelurahan Purwodadi, Sabtu (30/7/2016). Seperti keputusan sebelumnya, dalam aksi itu, warga kembali menegaskan penolakan terhadap pendirian Hotel Ampera di kampung padat penduduk tersebut.

“Kami atas nama warga tetap menolak jika di hotel ini nantinya disediakan karaoke atau hiburan lainnya yang menjurus maksiat. Sebab, keberadaan hiburan seperti ini akan mengganggu lingkungan dan membawa dampak negatif,” cetus koordinator aksi M Sirajuddin.

Menurutnya, digelarnya aksi demo itu dipicu langkah Kepala Kelurahan Purwodadi Ustadzi yang dinilai tidak tepat. Yakni, mengundang beberapa warga untuk diajak mediasi di Hotel Ampera pada Rabu (27/7/2016) lalu. Namun, pihak kelurahan sama sekali tidak melibatkan pengurus RT maupun RW setempat.

“Kami tidak mengerti langkah yang dilakukan Lurah Purwodadi ini. Sebab, kami ini tidak perlu mediasi lagi. Karena sikap kami sudah tegas menolak keberadaan hotel tersebut,” sambungnya.

Camat Purwodadi Mat Suberi didampingi jajaran muspika menerima kedatangan warga Jagalan Utara di Pendapa Kelurahan. Sementara Lurah Purwodadi Ustadzi tidak terlihat saat itu.

“Saat ada rencana pertemuan di Hotel Ampera beberapa hari lalu, kebetulan saya datang meski tidak diundang. Karena tidak ada pengurus RT dan RW yang hadir maka saya meminta agar pertemuan ditutup. Hal ini saya lakukan supaya suasana di wilayah Purwodadi kondusif,” tegasnya.

Usai menggelar aksi di situ, ratusan warga dengan mengendarai sepeda motor selanjutnya menuju Kantor Badan Perizinan dan Pelayanan Terpadu (BPPT) Grobogan. Aksi yang dilakukan di BPPT ini tidak berlangsung lama karena pimpinan instansi tersebut tidak ada ditempat.

Dari BPPT, ratusan warga dengan dikawal aparat Polres Grobogan kemudian menuju ke Kantor Pemkab Grobogan untuk menyampaikan asiprasinya pada Bupati Sri Sumarni. Namun, karena bupati sedang tugas keluar kota mereka akhirnya diterima sejumlah pejabat. Antara lain, Staf Ahli Bambang Panji, Kepala Kesbanglinmas Yudhi Sudarmunanto, dan Kepala Kantor Satpol PP Hadi Widoyoko.

 Editor : Kholistiono