Memukau Mata dan Hati dengan Kemegahan Ranu Kumbolo

f- iklan wisata

MuriaNewsCom, Kudus – Menyempatkan diri menikmati keindahan Indonesia bisa dengan berbagai cara. Salah satunya dengan membiarkan diri terpukau pada pesona kekayaan alam Indonesia. Apalagi harga tiket pesawat semakin murah. Banyaknya promo yang diadakan maskapai membuka kesempatan kita untuk semakin sering berkeliling Indonesia.

Promo Citilink adalah salah satu yang bisa kita andalkan untuk hal tersebut. Maskapai favorit ini sering sekali mengadakan promo menarik untuk masyarakat Indonesia. Namun bila Anda merupakan orang yang suka mencari promo, maka mencoba layanan web travel akan menjadi pilihan yang tepat. Di Indonesia sendiri terdapat layanan Traveloka yang biasa memberikan promo-promo yang bisa memangkas budget travel Anda.

Penerbangan kali ini cobalah menuju Bandara Abdul Rachman Saleh, Malang. Dari sana, beralihlah ke Pasar Tumpang, lalu lanjut ke Ranu Pani. Ranu Pani inilah titik awal untuk menemukan kemegahan lain dari Indonesia.

Kemegahan itu datang dari Ranu Kumbolo. Telaga seluas 8 hektar ini merupakan lokasi peristirahatan favorit pada pendaki Gunung Semeru. Di sinilah mata dan hati kita akan terpukau dengan paduan alami yang mungkin belum ada yang menyamainya di Indonesia.

Ranu Kumbolo berada di ketinggian 2.390 meter di atas permukaan laut. Hal tersebut menjadikannya sebagai danau tertinggi di Pulau Jawa. Untuk dapat mencapai danau ini, kita harus menempuh pendakian penuh tanjakan berliku selama kurang lebih 4-5 jam.

Spot matahari terbit paling megah di Indonesia

Jika Anda sangat menyukai pemandangan matahari terbit, maka di sinilah tempat yang paling tepat untuk menikmatinya secara sempurna. Para pendaki kerap sengaja mencapai danau ini pada malam hari. Mereka kemudian mendirikan tenda untuk beristirahat sembari menunggu matahari pagi.

Pemandangan malam memang tertutup kabut tebal. Namun panorama sesungguhnya akan nampak perlahan dengan cantik ketika subuh tiba. Matahari perlahan muncul di antara bukit Semeru. Sinar matahari pelan-pelan menerangi danau dan menyisihkan kabut. Anda akan terpukau ketika kabut dan embun telah habis karena saat itulah kemegahan sesungguhnya Ranu Kumbolo akan terlihat.

Warna kuningan rerumputan berpadu sempurna dengan coklatnya tanah, hijaunya bukit, serta biru kehijauannya air danau. Ditambah lagi dengan latar belakang puncak Mahameru yang sangat jelas. Bunga edelweis yang terkenal sebagai bunga abadi juga tumbuh subur di dekat Ranu Kumbolo. Sesekali Anda akan melihat belibis berkeliaran di sekitar danau. Anda pasti semakin tak tahan untuk segera mengabadikannya dalam kamera.

Sumber air bersih

Danau yang berada dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini merupakan sumber air bersih bagi para pendaki. Air danau ini begitu menyegarkan, bahkan bisa diminum tanpa harus direbus. Kebersihan dan kesegaran ini memang sangat dijaga. Para pendaki sama sekali dilarang untuk berenang, mandi, buang sampah, apalagi buang air di danau ini.

Di sekitar danau juga menjadi tempat penghormatan bagi para pendaki Gunung Semeru yang telah meninggal dunia dalam pendakian. Gunung Semeru memang terkenal sangat menantang dan sulit untuk ditaklukan. Di Ranu Kumbolo lah kita akan menemukan banyak plakat berisi nama dan kata-kata kenangan untuk para pendaki tersebut.

Persiapkan diri dengan matang

Mengingat perjalanan ke Ranu Kumbolo juga sama beratnya dengan pendakian ke puncak Mahameru, maka para pendaki harus benar-benar mempersiapkan diri dengan matang. Sebelum mendaki, kita harus menunjukan surat keterangan sehat dari dokter dan fotokopi kartu identitas kepada petugas di pos pendaftaran Ranu Pani.

Demi keamanan, kita juga bisa menyewa jasa pemandu dari penduduk Tengger (penduduk asli Desa Tengger, Semeru) dengan biaya sekitar Rp100-150 ribu per hari. Mengingat suhu di Ranu Kumbolo bisa mencapai minus 5 derajat celsius pada malam hari, maka peralatan penghangat badan jangan sampai tidak dibawa. Pastikan Anda sudah mengenakan jaket tebal, kaos kaki, dan sarung tangan. Bawalah serta kantung tidur yang berkualitas baik. Untuk memeriahkan suasana saat berkemah di Ranu Kumbolo, Anda bisa saja membawa gitar kecil. (Advetorial)

Editor : Kholistiono