Mahasiswa Unisnu Jepara Waspadai Perkembangan Internet

kampus

Salah satu narasumber seminar yakni Edi Noersasongko menjelaskan materinya tentang perkembangan media dan teknologi. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Dewasa ini perkembangan dunia media sangat pesat, seiring dengan perkembangan teknologi informasi, yakni internet. Sayangnya, selain membawa dampak positif, ternyata perkembangan itu juga membawa dampak negatif seperti menyebarnya paham radikal.

Berkaitan dengan itu, mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Unisnu dituntut mampu menguasai tulis menulis dan IT agar mampu menangkal radikalisme di media cyber.

Hal itu mengemuka dalam acara senimar nasional yang digelar oleh FDK Unisnu Jepara, di gedung Unisnu lantai tiga, Sabtu (30/7/2016).

Acara itu dihadiri ratusan peserta dari unsur dosen, karyawan, mahasiswa, siswa tingkat SLTA hingga santri. Mereka antusias mengikuti seminar yang menghadirkan narasumber berkompeten dibidangnya, yakni Rektor Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang Edi Noersasongko, dan Kaprodi KPI Unisnu Jepara, Abdul Wahab.

Dekan FDK Unisnu, Noor Rohman Fauzan mengatakan, perkembangan dunia digital seperti saat ini menjadi peluang dan tantangan bagi pihak-pihak tertentu yang mampu memanfaatkan media, khususnya media cyber.

Di sisi lain, itu justru menjadi ancaman bagi publik ketika informasi yang diedarkan di media cyber tidak benar dan hanya fitnah belaka, serta hanya berisi provokatif dan paham radikal.

“Peredaran informasi lewat media cyber tidak dapat dibendung. Kondisi ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya bagi para dai, untuk melakukan aktivitas dakwahnya, yakni dakwah yang menyejukkan. Sedangkan bagi masyarakat, harus lebih berhat-hati ketika menerima informasi dari media cyber. Cek dulu kebenarannya, dengan cara membandingkan dengan informasi sejenis dari beberapa media lainnya,” terang Rohman.

Menurutnya, di internal umat Islam sendiri terjadi persaingan di dunia cyber. Tidak sedikit media cyber bernuansa dakwah tetapi radikal, bahkan mereka cenderung mendominasi di dunia internet. Untuk itu, kader-kader dai dari Fakultas Dakwah Unisnu dituntut mampu menguasai tulis menulis dan keahlian dibidang IT.

Sementara itu, salah satu narasumber seminar, Edi Noersasongko mengemukakan, saat ini jumlah pengguna internet di Indonesia lebih dari separuh dari jumlah penduduk di Indonesia. Mereka tidak hanya dari kalangan anak muda, tetapi orang-orang tua.

“Kalau dulu mungkin baru anak muda yang menggunakan internet. Tetapi sekarang sudah rata. Dalam kurun waktu setengah tahun terakhir saja, peningkatan jumlah pengguna internet terus mengalami grafik kenaikan yang sangat tajam,” tandasnya.

Untuk itu, lanjutnya, generasi penerus bangsa saat ini harus pandai memanfaatkan internet, khususnya media cyber untuk hal-hal yang bermanfaat. Ketika ada informasi yang hoax, pelaku media yang baik harus mengimbangi itu dengan informasi yang benar, agar tidak menyesatkan masyarakat atau pembaca.

Editor : Akrom Hazami