Dari Karung Bekas, Warga Wedarijaksa Pati Jadi Jutawan

 Sejumlah pekerja Nursalim tengah memilah karung-karung yang sudah bagus dan siap kirim. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Sejumlah pekerja Nursalim tengah memilah karung-karung yang sudah bagus dan siap kirim. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Bagi sebagian orang, karung bekas dianggap sebagai barang tanpa manfaat, sehingga menjadi sampah yang biasanya dibakar. Namun tidak bagi Nursalim (40). Warga Desa Pagerharjo, Kecamatan Wedarijaksa Pati ini justru menyulap karung bekas menjadi baru lagi.

Tak tanggung-tanggung, pemesan karung baru buatan Nursalim dari pemanfaatan karung bekas ini berasal dari luar daerah hingga Jawa Timur. “Pembeli sebagian besar dari wilayah Karesidenan Pati. Ada pula yang dari Semarang, Solo dan Jawa Timur,” ujar Nursalim, Sabtu (30/7/2016).

Nursalim memulai usaha ini sejak 2003 hingga sekarang. Sebelum berbisnis karung bekas ini, dia sempat menjadi buruh pabrik kuningan di Juwana. Saat industri kuningan terpuruk, dia kemudian mencoba peruntungan dengan usaha karung bekas.

“Awalnya, saya bekerja di pabrik kuningan. Namun, pabrik kuningan tempat saya bekerja mengalami kolaps karena kondisi ekonomi yang memburuk. Saya dan teman akhirnya berinisiatif untuk jualan karung bekas ke toko-toko,” ungkap Nursalim.

Modal awal yang dibutuhkan saat itu Rp 180 ribu untuk membeli sekitar 2.400 lembar karung bekas. Nursalim sempat kesulitan dalam memasarkan barangnya. Setelah beberapa pembeli tahu, karung buatannya saat ini laris dipesan pembeli.

Bahkan, saat ini sudah ada pemasok di setiap kota yang menunggu karung buatan Nursalim. Dalam sebulan saja, ia berhasil menjual 60 ribu lembar karung bersih dengan keuntungan Rp 100 per karung.

Hanya dengan keuntungan Rp 100 per karung saja, Nursalim mendapatkan pendapatan bersih rata-rata Rp 6 juta setiap bulannya. Dari usahanya itu, Nursalim mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari dengan mempekerjakan sepuluh tenaga kerja yang berasal dari warga setempat.

“Alhamdulillah, saya juga bisa membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar. Karung-karung bekas yang saya dapatkan dari Jakarta, Demak, Solo, Surabaya, Lampung dan karesidenan Pati sendiri bisa menghidupi dan menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat,” tandasnya.

Editor : Kholistiono