2 Karung Bendera Merah Putih Dijual di Jepara

bendera

Pedagang bendera merah putih memajang dagangannya di salah satu sudut di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Ketika kita datang ke Kota Jepara saat ini, kita akan melihat banyak bendera merah putih berkibar di beberapa titik di pinggir jalan. Ya, pemandangan yang tak seperti biasanya itu terjadi di Kabupaten Jepara, mungkin juga di tempat lain.

Mereka adalah pedagang bendera dadakan menjelang masuk ke bulan Agustus lebih tepatnya 17 Agustus, sebagai hari kemerdekaan Republik Indonesia.

Pedagang tersebut, justru kebanyakan berasal dari luar kota. Seperti pedagang yang melapakkan dagangannya di jalan Sutomo, Ahmad Nurjam. Ia jauh-jauh datang dari Garut, Jawa Barat hanya untuk menjual bendera merah putih. Itu dilakukan, bersama teman-temannya namun lokasi jualannya berbeda-beda.

“Saya datang ke Jepara tidak sendirian. Ada tujuh teman lainnya yang jualan bendera di tempat berbeda. Rata-rata bawa dua karung berisi bendera merah putih dengan berbagai bentuk. Satu karung ada 100 bendera lebih,” ujar Nurjam kepada MuriaNewsCom, Sabtu (30/7/2016).

Dia juga membeberkan, bendera yang dibawa bentuknya macam-macam. Ada yang panjang, pendek dan variasi. Harganya pun juga bermaca-macam, mulai dari harga Rp 5 ribu sampai Rp 55 ribu. Bergantung ukuran dan bentukknya.

Hal senada juga dikatakan pedagang bendera musiman lainnya, Setiawan. Menurutnya, agar bendera dan aneka hiasan khas peringatan kemerdekaan diminati masyarakat, dia menjual bentuk-bentuk hiasan bendera yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

“Umbul-umbul yang model baru ada kombinasi warna dan tambahan motif batik. Kalau tahun lalu kan hanya warna merah putih berbentuk segitiga,” kata Setiawan.

Sementara itu, salah satu pembeli, Munawarah mengaku, sengaja membeli bendera dan umbul-umbul lebih awal untuk persiapan peringatan 17 Agustus. Biasanya, , semakin mendekati hari kemerdekaan, harga bendera dan umbul-umbul juga semakin mahal.

“Ini beli lebih awal untuk persiapan perayaan HUT RI di kampung. Kebetulan saya ditugasi untuk mencari bendera sebanyak-banyaknya,” katanya.

Editor : Akrom Hazami