Warga Kirig, Jangan Lupa Saksikan Film Cukai yang Akan Buat Sejahtera

 Bagian Humas Setda Kudus memutar film sosialisasi mengenai aturan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus selama ini. (MuriaNewsCom)

Bagian Humas Setda Kudus memutar film sosialisasi mengenai aturan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus selama ini. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Kegiatan pemutaran film mengenai sosialisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus, terus berlanjut.

Rencananya, kegiatan itu akan kembali digelar di Desa Kirig, Kecamatan Mejobo, Kudus, pada Sabtu (30/7/2016) malam, mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai.

Ini adalah kesempatan bagi warga Kirig, untuk bisa melihat secara langsung, sosialisasi mengenai penggunaan dana cukai, yang digunakan demi kesejahteraan masyarakat Kudus. Dari film itu, warga bisa menyaksikan pesan bahwa mereka bisa ikut memanfaatkan dana cukai, melalui berbagai kegiatan yang diprogramkan Pemkab Kudus.

”Warga Kudus supaya paham bahwa dana cukai yang diterima pemkab, memang digunakan untuk kesejahteraan mereka. Melalui program-program yang sudah dibentuk dan dilaksanakan. Nah, tugas kita menyosialisasikan program itu, supaya masyarakat yang belum mengetahuinya, bisa tahu dan paham soal ini,” tutur Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno.

Kegiatan yang digelar ini, dengan berlandaskan Peratuan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Tujuan dari berbagai program kerja dari dana cukai ini, menurut Winarno, memang diperuntukkan bagi warga itu sendiri. Misalnya kegiatan pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kudus, yang terdiri dari berbagai macam jenis pelatihan.

”Ikut saja pelatihan di sana. Dari sana jenis ketrampilan yang bisa dikuasai akan bertambah, karena sudah diajarkan semua. Jenisnya juga menyesuaikan apa kebutuhan dari warga sendiri. Sehingga nanti jika membuka usaha sendiri, akan bisa lebih maksimal,” tuturnya.

Bagian Humas Setda Kudus sendiri menjalin kerja sama yang baik dengan perangkat desa yang menjadi lokasi pemutaran film. Perangkat desa menyambut hangat kegiatan ini, karena memang sangat bermanfaat bagi warga mereka.

”Tentu saja ini adalah bentuk kerja sama yang baik antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dengan para perangkat desa. Karena keinginan pemkab untuk menyosialisasikan program-programnya, mendapat sambutan baik di tingkat desa,” kata Kepala Bagian Humas Setda Kudus Putut Winarno.

Winarno mengatakan, keinginan pihaknya agar setiap warga di Kabupaten Kudus mengetahui dan memahami bagaimana Kudus menerima dana cukai, digunakan untuk apa saja, dan terutama apa manfaatnya bagi masyarakat Kudus itu sendiri, bisa diakomodir masing-masing perangkat dengan baik. ”Sehingga semua yang ingin kita sampaikan, tersampaikan dengan baik,” terangnya.

Setelah Desa Kirig, kegiatan pemutaran fil ini akan digelar juga di Desa Gamong (Kaliwungu) pada 31 Juli 2016, Desa Kutuk (Undaan) pada 4 Agustus 2016, Desa Pladen (Jekulo) pada 6 Agustus 2016, Desa Payaman (Mejobo) pada 10 Agustus 2016, Desa Hadipolo (Jekulo) pada 13 Agustus 2016, dan Desa Honggosoco (Jekulo) yang belum ditentukan tanggalnya. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie