Malam Ini, BNN Provinsi Periksa Urine Anggota Dewan

 Suasana menjelang pelaksanaan paripurna di DPRD Kudus. Setelah itu, akan dilaksanakan tes urine kepada seluruh anggota dewan yang ada. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Suasana menjelang pelaksanaan paripurna di DPRD Kudus. Setelah itu, akan dilaksanakan tes urine kepada seluruh anggota dewan yang ada. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah malam ini melakukan pemeriksaan atau tes urine, kepada para anggota DPRD Kudus.

Sejak sekitar pukul 19.00 WIB, anggota dari BNNP sudah mulai berdatangan ke kantor DPRD Kudus. Ada belasan orang yang datang, yang kemudian menunggu dimulainya pemeriksaan.

Kedatangan BNNP ini, berbarengan dengan akan dilaksanakannya rapat paripurna di dewan, yang menurut undangan, akan dilaksanakan pada pukul 20.00 WIB. Sedangkan tes urine sendiri, rencananya akan dilakukan usai rapat paripurna.

Pemeriksaan urine ini sendiri, dilakukan setelah adanya permintaan dari DPRD Kudus. Terlebih setelah kasus tertangkapnya Ketua Komisi C DPRD Kudus Agus ”Udin” Imakudin oleh BNNP atas dugaan kepemilikan narkotika jenis sabu.

Ketua DPRD Kudus Masan sendiri memang pernah menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan tes urine terhadap para anggota dewan. Apalagi, anggota dewan juga banyak yang kemudian menginginkan tes tersebut.

”Kita akan melaksanakan tes itu, karena memang banyak anggota yang juga meminta. Sehingga kita akan berkoordinasi dengan BNN Provinsi Jateng untuk menggelar tes urine,” tuturnya belum lama ini.

Tes urine ini, menurut Masan, dilakukan dengan biaya dari pribadi masing-masing anggota dewan. Mereka akan dipotong gajinya, untuk dilakukan tes urine. ”Kita sudah sepakat akan hal itu. Potong gaji untuk membayar tes urine,” katanya.

Desakan agar anggota dewan diperiksa urinenya, juga datang dari berbagai kalangan di Kudus. Para aktivis atau kelompok masyarakat yang peduli akan pemberantasan narkoba di wilayah ini, mengedarkan kotak sumbangan kepada warga, untuk membiayai tes urine bagi anggota dewan.

Aksi penggalangan dana ini, sudah dilakukan beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang ada di Kudus ini. Pasalnya, ada anggota dewan yang mengatakan jika biaya tes urine itu mahal. Sehingga aktivis LSM melakukan aksi penggalangan dana.

Editor: Merie